Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sementara itu, Axel langsung menginterogasi Arjuna. Dia ingin tahu pria seperti apa yang ingin dinikahi oleh putrinya.
"Jadi, namamu Arjuna?" tanya Axel dengan tatapan dingin.
Arjuna menganggukkan kepalanya. "Benar sekali, Om."
Helena memang telah menyuruhnya untuk memanggil Axel dengan sebutan om.
"Lalu, apa profesimu?" tanya Axel lagi.
Profesi? Arjuna nampak kebingungan dengan sebuah kata yang menurutnya sangat asing itu.
"Kenapa diam saja?" tanya Axel lagi dengan nada tidak sabar.
Arjuna menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Emm... profesi itu semacam benda apa Om?"
Axel nampak melongo. Begitu pula dengan Reno dan Nova, mereka langsung menahan tawa. Ternyata orang yang akan dinikahi oleh Helena adalah seorang pria bodoh.
Axel tidak mengerti, pria macam apa yang akan dinikahi oleh putrinya itu.
"Maksudnya pekerjaan," jelas Axel dengan nada tinggi.
Arjuna pun tersenyum. "Aku seorang tabib, Om."
Di zaman kerajaan kuno, Arjuna adalah seorang pangeran yang tertarik dengan dunia medis, karena itu dia sering mempelajari ilmu medis, hingga membuatnya menjadi seorang tabib yang hebat.
Nova dan Reno menahan tawa lagi saat mendengar jawaban dari Arjuna.
Baru sebentar berbicara dengan Arjuna, Axel langsung merasakan naik darah. Pria itu tidak mengenal kata profesi. Bahkan menyebut dirinya tabib, seolah-olah dia adalah manusia primitif yang tidak mengenal istilah kekinian.
Nova pun berkata di dalam hati. "Dia sangat tampan. Tapi sayangnya ternyata dia sangat bodoh."
Begitu pula dengan Reno. Dia hanya tersenyum samar. Dia tahu Helena seperti apa. Dia yakin Helena hanya ingin memanfaatkan kebodohan pria itu untuk menjadi suami sementaranya, hanya demi menjadi direktur di rumah sakit.
Setelah Helena berhasil menjadi direktur rumah sakit, pasti dia akan berpisah dengan pria bodoh itu. Dan Reno memiliki kesempatan untuk kembali pada Helena. Jadi, Reno tidak akan menghalangi pernikahan mereka. Dia sangat mendukung jika Helena menjadi direktur di Rumah Sakit Niroga.
"Lagipula pria yang dinikahi oleh Helena adalah pria yang sangat bodoh. Sama sekali bukan tipe Helena," gumam hati Reno.
"Hahaha..." tawa Nova akhirnya meledak. Dia benar-benar merasa Arjuna itu adalah pria yang sangat aneh. "Hm, ternyata selera adikku sangat unik juga," ucapnya.
Kemudian dia mengambil gelas koktail yang tersaji disana.
Reno segera menegurnya. "Nova, kamu itu sedang hamil. Jangan minum minuman beralkohol."
Nova langsung terkejut. Dia segera menyimpan gelas yang berisi koktail itu. "Oh iya, maaf, sayang. Mungkin dari dulu aku terbiasa minum koktail."
Arjuna memperhatikan wajah Nova dalam waktu yang cukup lama. "Jadi kamu sedang hamil?"
Nova menjawab dengan ketus. "Iya, memangnya kenapa?"
Arjuna menjawab dengan tenang. "Tidak apa-apa. Hanya saja aku sarankan agar kamu periksa kembali. Banyak wanita yang sedang mengandung mengalami perubahan aliran darah, sehingga kelopak mata dan gusi biasanya tampak lebih pucat dari biasanya. Dan melihat nafasmu yang sangat panjang dan teratur, kamu persis seperti wanita yang tidak sedang mengandung sama sekali."
Wajah Nova seketika menjadi pucat. Soal berhubungan badan, dia memang pernah satu kali melakukannya dengan Reno. Tapi jika soal hamil, dia memang hanya pura-pura hamil, agar bisa menjerat Reno. Dengan begitu, Helena tidak akan memenuhi syarat sebagai direktur di rumah sakit, karena tidak memiliki calon suami. Itulah rencana yang sedang dia rancang saat itu.
sok jadi pahlawan...
hutang nyawa lo bilang?..
mati saja kau reno😡
juna waktu kamu hanya tinggal sejam lagi, kompetisi babak kedua akan segera dimulai. jangan sampai terlambat datang helen sangat khawatir kamu semalam tidak pulang...
apalagi helen tahu kamu selamatin bukan reno merasa lega, reno hanya ngaku yg selamatin helen...
helen dari semalam khawatir sama juna tidak pulang-pulang, helen sijuna lagi dirawat terluka parah sampai babak belur...
direno menggungkit-ungkit telah selamatkam helen, padahal yg selamatkan helen adalah juna. jangan mau helen makan malam sama reno yg ada dilampir nova ngamuk nanti klo tahu🤭