Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengawal Spiritual: Penakluk Loka Gaib

Pengawal Spiritual: Penakluk Loka Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Isekai
Popularitas:134
Nilai: 5
Nama Author: PLEMIK

Galih, seorang remaja SMA 17 tahun yang lugu dan penyendiri karena dianggap aneh memiliki kemampuan indigo, mendadak tersedot ke dalam lubang hitam misterius di tengah kelas bersama teman-temannya. Ia terbangun seorang diri di Hutan Wanasari, sebuah dunia fantasi berlatar era keemasan Majapahit yang dipenuhi ancaman sarang monster dimensi lain (Loka Gaib). Diselamatkan oleh Ki Wira, seorang pendekar sepuh, dan dibawa ke rumah panggungnya, Galih bertemu dengan Sekar, cucu angkat Ki Wira yang cantik, tegas, dan lincah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PLEMIK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan Pengawal Spiritual

Suara hantaman keras dan jeritan kesakitan teredam oleh dentuman jantung Galih sendiri, berdetak liar di luar batas normal, memenuhi seluruh rongga dadanya hingga terasa seperti akan pecah.

Sekar terbaring tak berdaya di tanah, tubuhnya limbung setelah tergelincir, dan cakar tajam Bayangkara sudah meluncur turun, tepat mengacungkan taring di atas tubuhnya yang tidak sempat lagi berkelit. Mata gadis itu terpejam rapat, seolah sudah pasrah menerima maut yang tinggal sepersekian detik lagi.

"SEKAR!"

Teriakan itu meledak dari tenggorokan Galih tanpa sempat ia pikirkan, suaranya sendiri terdengar asing di telinganya, dipenuhi ketakutan yang melampaui apa pun yang pernah ia rasakan seumur hidupnya. Kakinya, yang tadi membeku kaku di sudut batu besar, tiba-tiba bergerak sendiri, berlari menerjang ke arah Sekar tanpa sempat ia perintahkan.

Namun jaraknya terlalu jauh. Ia tahu, dalam hitungan detik yang tersisa, ia tidak akan sampai tepat waktu.

Pikirannya kosong seketika. Bukan kekosongan karena tidak ada yang dipikirkan, melainkan kekosongan karena terlalu banyak hal yang berdesakan sekaligus, ketakutan kehilangan satu-satunya orang yang selama tiga bulan terakhir membimbingnya, melatihnya, menerimanya di dunia asing ini. Ketakutan itu melampaui akal sehatnya, membakar habis logika yang biasa menahan dirinya, dan sesuatu di dalam dadanya bergetar hebat, sesuatu yang selama ini tertidur jauh di kedalaman jiwanya.

Getaran itu bukan sekadar detak jantung yang berpacu. Ada sesuatu yang lain, sesuatu yang terasa seperti retakan kecil di inti keberadaannya sendiri, merambat cepat ke seluruh tubuhnya bagai aliran listrik yang tidak bisa ia kendalikan. Panas dan dingin datang bersamaan, menjalar dari dadanya menuju ujung jari tangan dan kaki, membuat setiap sendi tubuhnya berdenyut aneh seolah sedang dipaksa terbuka dari dalam.

"TIDAK!"

Teriakan itu bukan lagi suara manusia biasa. Udara di sekeliling Galih bergetar, kabut yang tadi menyelimuti hutan tersapu keluar dari pusat tubuhnya dalam gelombang kejut yang tidak kasat mata namun terasa nyata, menghantam pepohonan di sekitarnya hingga daun-daun berguguran serentak.

Dari punggung Galih, sosok bayangan hitam pekat meledak keluar, membubung tinggi menembus kanopi hutan, membentuk wujud raksasa spiritual dengan siluet menyerupai penjaga kuno, matanya berpendar merah menyala tajam menembus kegelapan kabut. Bentuknya menyerupai arca penjaga candi yang pernah ia lihat di buku pelajaran sejarah dulu, namun hidup, bergerak, dan memancarkan hawa yang jauh dari kata damai. Tekanan aura yang terpancar dari sosok itu begitu mengerikan, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di dunia Wilwatikta ini, membuat seluruh Bayangkara yang mengepung mereka mendadak membeku di tempat, seolah insting purba mereka berteriak bahaya di ambang kepunahan.

Sosok raksasa itu bergerak, satu kibasan tangannya yang sebesar batang pohon menyapu seluruh arena pertarungan dalam sekali ayunan.

Puluhan monster Bayangkara yang tadi mengepung mereka hancur berkeping-keping dalam waktu bersamaan, tubuh mereka yang berwujud bayangan pekat hancur menjadi serpihan asap hitam yang lenyap tanpa bekas ke udara malam, tanpa satu pun sempat memberikan perlawanan berarti. Tidak ada jeritan kesakitan, tidak ada perlawanan, hanya keheningan mendadak yang menggantikan raungan dan geraman yang sedari tadi memenuhi hutan. Bahkan kabut yang tadi menyelimuti seluruh area ikut tersapu bersih oleh gelombang tekanan yang dilepaskan sosok raksasa itu, membuka pandangan langit malam berbintang yang tadi tersembunyi rapat.

Cakar yang tadi hampir mengenai leher Sekar lenyap seketika, terpotong bersama tubuh monster yang memilikinya, hancur menjadi debu hitam yang terbawa angin sebelum sempat menyentuh kulitnya sedikit pun.

Sekar, yang masih terbaring di tanah dengan napas tertahan, membelalakkan matanya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di depan wajahnya sendiri. Sosok raksasa bayangan itu berdiri menjulang di atas mereka, memancarkan tekanan yang membuat udara di sekelilingnya terasa berat untuk dihirup, namun anehnya tidak mengarah membahayakan padanya sama sekali. Ia mencoba bangkit namun tubuhnya masih gemetar hebat, otot-ototnya seolah lupa cara bergerak setelah menyaksikan pemandangan yang jauh melampaui nalarnya sebagai praktisi Tingkat 2.

"Ga... Galih?" bisik Sekar, suaranya tercekat, matanya berpindah dari sosok raksasa itu ke tubuh Galih yang berdiri kaku di tengah arena, mata pemuda itu memancarkan cahaya merah yang sama dengan sosok bayangan di atasnya.

Galih sendiri tidak sepenuhnya sadar dengan apa yang sedang terjadi. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa besar mengalir keluar dari dalam dirinya, namun bersamaan dengan itu, energinya sendiri seolah terkuras habis dalam waktu bersamaan, seperti sebuah bendungan yang jebol dan mengalirkan seluruh isinya sekaligus tanpa sisa.

Pandangannya mulai kabur di pinggir, suara-suara di sekelilingnya terdengar semakin jauh dan teredam, seolah ia mendengarkan semuanya dari balik air. Kakinya melangkah dua kali menuju arah Sekar sebelum akhirnya benar-benar kehilangan kendali penuh atas tubuhnya sendiri. Sosok raksasa bayangan di atasnya perlahan mulai memudar, partikel-partikel hitamnya terurai ke udara malam seperti asap yang tersapu angin, kembali menyatu perlahan ke dalam tubuh Galih yang berdiri limbung.

"Sekar," gumam Galih lirih, suaranya nyaris tak terdengar, kakinya sudah tidak sanggup lagi menopang beratnya sendiri. "Kau... tidak apa-apa?"

Itu adalah kata terakhir yang sempat ia ucapkan sebelum kesadarannya runtuh sepenuhnya, tubuhnya ambruk ke tanah dengan bunyi debum pelan, tepat di samping tempat Sekar masih terbaring tercengang.

"Galih!" Sekar berteriak panik, memaksakan diri merangkak mendekati tubuh Galih yang sudah tidak sadarkan diri, tangannya gemetar hebat saat menyentuh pundak pemuda itu, memastikan napasnya masih ada meski lemah. Ia menepuk pipi Galih pelan, memanggil namanya berkali-kali meski tidak ada jawaban yang datang.

Aura hitam yang tadi memenuhi seluruh area pertarungan perlahan lenyap sepenuhnya, terbawa angin malam yang berembus pelan menyapu sisa-sisa kabut yang masih tersisa. Hutan yang tadi dipenuhi raungan monster dan desing parang kini hening total, hanya menyisakan suara napas Sekar yang masih tersengal dan detak jantungnya sendiri yang berdebar kencang menahan syok atas apa yang baru saja ia saksikan.

Ia menatap wajah Galih yang tergeletak pucat di pangkuannya, tubuh pemuda itu benar-benar tak sadarkan diri, namun dadanya masih naik turun teratur, tanda bahwa ia masih hidup meski energinya terkuras habis tanpa sisa. Sekar mendekap tubuh itu erat, matanya masih basah oleh syok dan kelegaan yang bercampur menjadi satu, sementara keheningan malam Hutan Wanasari perlahan menyelimuti mereka berdua yang selamat dari maut hanya karena sebuah kekuatan yang bahkan Galih sendiri tidak pernah tahu ia miliki. Ia mengusap rambut Galih yang basah oleh keringat dingin, bibirnya bergetar mencoba mengucapkan sesuatu namun tidak ada kata yang cukup untuk apa yang baru saja mereka lalui bersama malam ini.

1
quancyberx studio
untuk novel nya lumayan dan perlu peningkatan dari segi kata paragraf dan lain nya
quancyberx studio
semangat ya
PLEMIK: Kamu juga semangat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!