Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.
Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.
Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.
Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.
Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.
Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.
Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.
Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demo Soal Gaji
Riana terus menjerit keras, seolah ia kesal dengan semua orang berusaha mencuri uang dan perhiasan. Padahal, Riana juga mencuri hasil tangan sendiri.
Dengan beraninya, Riana terus mengejar penjambret. Tidak terima jika hasil mencuri malah diambil oleh penjambret. Namun sangking kesalnya, sepatu hak tinggi dibelikan Arkan putus.
"Arghhh!!" kenapa hidup gue selalu sial, ini lagi kenapa bisa putus. Ga bisa kaya dong gue. Ini semua gara-gara ibu, pokoknya gue akan menyelamatkan kamu, Buk," ucap Riana kesal setelah gagal mengejar para penjambret tengah asyik mendapatkan hasil banyak emas dan perhiasan.
Hanya bisa menangis, melihat para orang disekitar melihat Riana seperti mengemis. Hasil make up luntur, bulu mata copot sebelah, yang parahnya lipstik luntur. Semua orang disana menertawakan Riana, seolah mendapatkan kemalangan.
"Apa kalian liat gue, cantik kan gue," kata Riana, ia tidak sadar jika wajahnya sudah tidak bisa di kondisikan.
"Mbak itu kenapa? Sudah Gilak. Masa iya dibilang cantik, pergi yuk, takut di tuduh."
Menjadi tengah perbincangan, Riana terpaksa harus pulang kerumahnya. Sadar jika Riana ingin hidup mewah, bukan hidup miskin. Dulunya Riana yang sering di bully oleh teman SMP, di permalukan didepan umum karena miskin. Ingin balas dendam pun, rasanya tak bisa ia lakukan karena tidak ada yang harus dibela.
...----------------...
Chandra sedih melihat jika di restoran berkumpul bersama keluarganya. Ia sama sekali, baru bisa bersama dengan orang baik. Tapi, apakah ia bisa melihat Ibu dan Bapaknya akur lagi. Sedangkan, mereka tengah menyayangi Riana seperti anak sendiri.
Air mata tak terbendung, Chandra merasa jika dirinya merindukan ibunya. Hati Chandra tiba-tiba sakit, jika ibunya dalam bahaya.
Hasan sedari tadi melihat Chandra diam saja, seperti memikirkan sesuatu.
"Chan, kenapa bengong. Ayok, masuk," tanya Hasan, ia merasa jika dugaan meleset ingin berkumpul dengan keluarga.
"Bang Hasan, kenapa Chandra ga punya seperti mereka. Kita pulang saja, Chandra ga mau kesini."
"Kenapa?" Kan ada Bang Hasan, nanti kita cari solusi supaya kedua orangtua, Chandra bisa kumpul bareng lagi," ucap spontan agar Chandra kembali senyum, seolah mengingat masa kecil Hasan.
"Yeah!!"
Hasan tahu jika firasat Chandra mengenai kedua orangtua, Hasan janji akan menemukan kedua orangtuanya. Tapi jika membahagiakan orang lain apa salahnya.
Akhirnya mereka masuk, lagi-lagi Chandra menghabiskan 8 piring. Tapi senang, hati senang, pikiran juga kenyang.
"Udah siap makannya, gimana enak ga restoran disini."
"Maasyallah, enak semua, makannya Bang. Emang Bang Hasan pandai mencari menu enak, tapi Chandra udah banyak makan, sekarang Chandra boleh ga, jumpai Kak Hanum," Ujar Chandra, ia senang sudah merasa kenyang mengingat ada orang lain yang menyelamatkan nyawa hidupnya.
"Sabar. Kak Hanum sedang istirahat, kata Dokter harus banyak istirahat. Nanti kalau Kak Hanum udah baik dan udah dibawa pulang, kita pasti kumpul lagi, kamu mau?" Tanya Hasan, ia tampak senang jika dirinya tak melupakan seorang yang telah menyelamatkan hidup nya.
"Serius?"Kalau gitu, Chandra akan sholat supaya Kak Hanum baik-baik aja dan di jaga oleh Allah."
Melihat kesenangan pada Chandra, Hasan pun sebaliknya. Tapi mengingat satu hal, jika ada seorang perempuan memberi hadiah kepada Chandra.
Chandra memang kegirangan, tapi Hasan malah kepo dengan perempuan bernama Kayla.
Tapi Hasan masa harus cemburu melihat seorang bocah diberi hadiah oleh orang lain.
Siapa sangka, dibalik itu semua ada rasa tanggung jawab yang harus Yusuf lakukan. Ia tidak boleh mempermainkan pekerjaan. Sayangnya, ia harus menuruti perintah Bosnya.
Yusuf sudah siap, ia yang akan menjadi Aspri untuk menemani dan melindungi Arkan. Seorang Arkan di lindungi? memang perlu di lindungi, karena Arkan sudah membuat seorang istri sakit.
Hatinya yang sakit, melihat sikap suami tak pernah menyentuh istrinya. Malahan ia sendiri berduaan bukan mahramnya.
Selama diangkat menjadi CEO, ia lupa dengan dukungan istrinya.
Seandainya itu ada di posisi Hanum, dan melupakan suami, maka Riswan akan enggak peduli dengan sikap Arkan.
Sudah keputusan Riswan, tetapi Riswan ingin mencari waktu tepat agar tidak kebenturan dengan jadwal Arkan. Mengetahui menantu terbaring di RS, dan mengalami lupa ingatan, pikiran Riswan kacau.
Tapi apa yang menyebabkan menantu lupa ingatan? Bertanya langsung pada istrinya, ia tak perlu menanyakan itu kepada Arkan.
"Arkan, hari ini bagaimana kabar kantor?" Apakah ada masalah atau baik-baik saja," ujar Papanya ia melihat gelagat aneh pandangan anaknya.
"Baik, Pa!" jawab Arkan, ia takut jika keuangan hanya di pake untuk berfoya dengan wanita yang ia cintai.
"Bagus. Oke kalau bagus, tapi Yusuf yang akan menjadi Aspri, ingat Yusuf jika ada kendala dan mencurigakan, segera hubungi, Saya."
"Siap, Bos, laksanakan."
"Mamp** gue, kalau dari segi penampilan Yusuf, bisa-bisa dia emang lapor. Gue harus cari cadangan, kalau pun gue akan memberi hukuman jika ia ingin melaporkan hasil selama gue di kantor," bisik hati Arkan, ia sulit menemukan ide dengan orang suruhan Papanya.
Tak lama kemudian, mereka berangkat kerja. Pukul 07: 30, semua karyawan sudah datang. Kayla malah tersenyum menatap seorang Aspri disana.
"Maasyallah, itu tampan sekali. Senyum manis, gagah. Pak Arkan pasti kalah," ucap Kayla ia tak henti menatap wajah Yusuf bak rupawan.
Kayla malah melamunkan tentang Yusuf, ia melihat jam sudah pukul 07:30, takut dimarahin Bos Arkan.
Mendadak bingung, Arkan harus tenang. Posisi tidak aman, bingung soal gaji karyawan. Malah dipakai untuk kesenangan hidup dengan Riana. Sampai mereka tidak sadar jika mereka ingin gaji mereka di bayar. Atas kejadian tersebut, Yusuf merekam semua pembicaraan para karyawan.