Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Jojo adalah peserta paling muda di sana yang baru berusia delapan belas tahun dan dikenal sangat ceroboh memegang pisau.

Kemarin Jojo nyaris tereliminasi memalukan karena memasak sayur sop yang rasanya keasinan seperti menelan air laut.

"S-salam kenal Kak Aldo, tolong bantu dan bimbing aku hari ini ya," ucap Jojo dengan suara bergetar ketakutan.

Kevin yang melihat pasangan tidak seimbang milik Aldo tersebut langsung tertawa terbahak bahak dari meja seberang.

"Tuhan memang sangat adil, gembel jalanan dipasangkan dengan anak idiot yang tidak tahu cara menyalakan kompor," ledek Kevin keras keras.

Aldo tidak mempedulikan ejekan Kevin sama sekali dan menatap Jojo dengan pandangan menilai yang tenang.

"Tenang saja Jojo, kita akan memasak murni dengan caraku hari ini tanpa perlu resep rumit."

"K-kita mau masak apa Kak Aldo? Aku cuma bisa memotong sayuran sedikit sedikit dan tidak bisa membumbui."

"Kita akan membuat masakan yang butuh banyak bumbu halus tapi teknik memasaknya sangat sederhana."

Aldo sudah memutuskan menu apa yang paling aman untuk dikerjakan secara bergantian tanpa merusak rasa aslinya.

"Tantangan kalian hari ini adalah membuat Nasi Tumpeng Mini Nusantara lengkap dengan tiga lauk pendamping," ucap Chef Arya membuka tabir tantangan.

"Tiga lauk itu harus terdiri dari satu protein ayam, satu jenis protein telur, dan satu macam sayuran."

Mendengar kata Tumpeng Nusantara, mata Aldo langsung bersinar terang benderang menyala.

Ini adalah zona kekuasaan absolutnya karena dia sudah ribuan kali membantu ibunya membuat pesanan tumpeng catering.

Namun masalah utamanya kini adalah bagaimana cara mentransfer resep rumit itu ke dalam otak Jojo yang selalu panik.

"Waktu kalian total enam puluh menit, orang pertama silakan maju ke meja masak dan orang kedua mundur ke belakang garis sekarang!"

Aldo memutuskan untuk maju pertama agar dia bisa menyiapkan semua fondasi bumbunya dengan presisi yang benar.

Jojo mundur berjalan mundur dan berdiri di belakang garis batas merah yang berjarak dua meter dari meja masak mereka.

"Waktu memasak dimulai dari sekarang!" teriak Chef Renata sambil menekan tombol sirine utama.

Teeet.

Aldo langsung memutar tubuhnya dan berlari secepat kilat menuju ruang pantry untuk mengambil semua bahan bahan.

Dia mencomot beras ketan, beras putih, ayam pejantan segar, telur puyuh mentah, buncis hijau, dan keranjang penuh bumbu rempah.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit baginya untuk meletakkan semua gunungan bahan itu di atas meja masaknya.

"Jojo, dengarkan aku baik baik dari sana!" teriak Aldo sambil tangannya bergerak super cepat mengupas kulit bawang.

"I-iya Kak Aldo, aku mendengarkan dengan jelas!" jawab Jojo dari belakang garis sambil menjinjitkan kakinya.

"Nanti pas giliranmu masuk, tugasmu hanya satu yaitu menjaga besaran api kompor dan mengaduk semua panci yang mendidih."

"Jangan pernah merubah bumbu apapun atau menambahkan garam ke dalam panci, apakah kau paham?"

"Paham Kak, aku berjanji tidak akan menyentuh toples bumbunya sama sekali!"

Aldo segera memanaskan kukusan besar untuk menanak beras kuningnya agar matang dengan tingkat kepulenan yang sempurna.

Lalu dia mulai menghaluskan bumbu kuning menggunakan ulekan batunya yang setia menemaninya sejak audisi hari pertama.

Tak tok tak tok.

Kecepatan mengulek bumbu manual Aldo membuat beberapa peserta di sekitarnya menatap kagum dan sedikit terintimidasi.

Dia kemudian menumis bumbu kuning wangi itu ke dalam dua wajan yang berbeda secara bersamaan.

Srenggg srenggg.

Wajan pertama dia gunakan untuk merebus ayam bumbu rujak dengan kuah santan kental yang dicampur perasan gula merah.

Wajan kedua dia gunakan untuk membuat bumbu balado pedas manis untuk telur puyuhnya nanti.

"Sepuluh detik lagi waktu bergantian!" teriak Chef Bram dari atas podium memecah konsentrasi mereka.

Aldo buru buru menurunkan api di kedua wajannya menjadi api sedang agar bumbunya meresap perlahan ke dalam daging ayam.

"Jojo bersiaplah berlari, masuk dan aduk ayamnya terus menerus dari dasar wajan agar santannya tidak pecah!" teriak Aldo memberikan instruksi terakhir.

Teeet.

"Gantian sekarang juga!"

Aldo langsung mundur melompat melewati garis batas dan Jojo berlari masuk dengan wajah sangat panik menggantikan posisi Aldo.

Jojo berdiri di depan meja masak dengan tangan gemetar memegang spatula kayu.

Dia mengaduk kuah santan ayam bumbu rujak itu dengan gerakan yang sangat kaku dan terlihat ketakutan terkena uap panas.

"Jangan terlalu pelan mengaduknya Jojo, nanti santannya pecah dan tekstur kuahnya jadi jelek!" teriak Aldo dari luar garis.

"I-iya Kak Aldo, begini kan kecepatannya?" Jojo mempercepat adukannya namun malah membuat sedikit kuah panas memercik keluar.

Cipratan kuah kuning panas itu mengenai punggung tangan Jojo secara tiba tiba.

"Aw panas!" teriak Jojo refleks melepaskan genggamannya dan menjatuhkan spatulanya.

Prak.

Spatula kayu itu jatuh menyentuh lantai galeri yang kotor dan Jojo mematung tidak tahu harus berbuat apa.

"Jangan diambil spatula kotor itu, ambil spatula bersih di laci bawah mejamu cepat!" komando Aldo berusaha menahan emosinya.

Jojo buru buru membuka laci berdecit itu dan mengambil spatula baru lalu kembali mengaduk panci ayamnya dengan tangan gemetar.

Di meja seberang, Kevin dan Leo baru saja bertukar posisi dengan sangat rapi dan mulus layaknya mesin pabrik.

Leo mulai memotong daging ayam menjadi filet tipis sementara Kevin meneriakinya dengan instruksi berbahasa Prancis.

"Jangan potong terlalu tebal Leo, kita buat Chicken Roulade ala Eropa hari ini!" teriak Kevin mengatur strategi.

"Siap Kapten, aku tahu ukuran milimeternya!" balas Leo penuh percaya diri mengayunkan pisau tajamnya.

Kevin menatap ke arah meja Aldo dan kembali tertawa mengejek melihat kepanikan Jojo yang nyaris menangis.

"Tim gembel dan si idiot sedang bermain sirkus komedi rupanya," ledek Kevin melipat tangannya dari pinggir garis batas.

Aldo mengabaikan ejekan murahan itu dan kembali memfokuskan matanya setajam elang ke arah pergerakan Jojo.

"Jojo, tinggalkan panci ayam itu dan sekarang potong buncis memanjang untuk sayur tumis bawang putih kita!" teriak Aldo memberikan tugas baru.

"B-baik Kak, potong memanjang seperti korek api kan?"

Jojo mengambil pisau daging yang berukuran sangat besar lalu mulai memotong buncis itu satu per satu.

Gerakannya sangat lambat dan cara dia menempatkan jari jarinya di dekat mata pisau sangat berbahaya.

"Jangan pakai pisau besar itu Jojo, pakai pisau potong kecil atau kau akan memotong jarimu sendiri!" peringatan Aldo bergema.

Jojo terkejut mendengar teriakan keras Aldo lalu buru buru membuang pisau besar itu ke atas meja.

Karena panik gerakan siku Jojo justru menyenggol mangkuk kaca berisi telur puyuh rebus yang belum dikupas di pinggir meja.

Prang.

Mangkuk kaca itu jatuh ke lantai dan puluhan butir telur puyuh berhamburan menggelinding kotor ke segala arah.

Suasana galeri langsung hening mencekam sejenak melihat kekacauan epik di meja masak nomor dua belas tersebut.

Chef Arya menatap kejadian itu dengan tatapan tajam dan tangan terlipat kaku di depan dada.

"Kerja tim yang sangat berantakan dan memalukan dari pasangan Aldo dan Jojo," komentar Chef Arya dengan nada membekukan.

Jojo langsung berjongkok di lantai sambil menangis sesenggukan memunguti telur puyuh yang kotor terkena debu sepatu.

"M-maafkan aku Kak Aldo, aku merusak semuanya dan kita pasti kalah," isak Jojo merasa sangat putus asa.

Aldo mengepalkan kedua tangannya kuat kuat di belakang garis batas untuk menahan rasa frustrasi yang memuncak di kepalanya.

Waktu bergantian masih tersisa lima menit lagi dan aturan melarang Aldo melangkah masuk ke area dapur sedikitpun.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!