Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 - Pertemuan di pantai
Disuatu tempat di belakang gudang sekolah , Rexy datang menemui Rob yang sudah menunggunya disana.
"lumayan lama ya.." ujar Rob
Rexy lalu berjalan mendekati nya
"memastikan tidak ada orang yang mengikuti.." jelas Rexy
Rexy lalu mengeluarkan bungkusan berisi obat-obatan dari saku celana nya lalu memberikannya kepada Rob,
"ini bagianmu.." kata Rexy sambil memberikan bungkusan itu kepada Rob.
Rob mengambil bungkusan itu,
"melakukan transaksi disekolah sangat beresiko, akan lebih baik jika kita melakukannya sebelum masuk sekolah" jelas Rob.
Rexy melihat Rob sambil mempertimbangkan saran darinya
"ada benarnya..terlebih sekarang seorang bernama Lee cukup merepotkan" jawab Rexy
"itu dia..orang ini berbahaya untuk pergerakan kita" jelas Rob.
Kemudian Rob melanjutkan pembicaraan nya
"ada satu nama lagi yang harus kita singkirkan.." ujar Rob
Rexy menatap Rob
"siapa?" tanya Rexy
Rob pun menjawab dengan pelan
"Aldo.. orang ini selalu seperti pahlawan di sekolah" ujar Rob.
Rexy bersandar di dinding gudang tersebut
"ada satu lagi yang menjadi potensi ancaman, dia ada di kelas 10C .. namanya Beel" ungkap Rexy
Rob melihat Rexy
"aku pernah mendengar nama itu.." tambah Rob.
"tiga nama ini adalah orang-orang yang harus kita perhatikan di sekolah ini" jelas Rexy lalu berjalan balik ke arah kelasnya.
Rob hanya tersenyum sambil melihat punggung Rexy yang berjalan dengan tenang.
Di depan kelas 10C.
Felicia, Irma,Lena sedang berbincang heboh bersama Jason, Bayu dan Fajar.
Sementara di pilar dekat mereka, Beel terlihat sedang bersandar santai.. Christi pun menghampiri Beel
"kamu tidak tertarik dengan cerita Felicia?" tanya Christi sambil menatap Beel
Beel menoleh ke Felicia yang sedang bercerita, lalu kembali menyandarkan kepalanya ke Pilar'
"tidak juga, hanya sedang tidak ingin mendengar cerita.." jawab Beel.
Christi memiringkan kepalanya sambil menatap wajah Beel
"ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" tanya Christi.
Beel membuka matanya lalu menatap Christi
"jika ada pun, kau belum tentu bisa mengerti.." ujar Beel datar.
Christi sedikit tertunduk mendengar ucapan Beel
"kau benar.. lagipula kita juga belum saling mengenal satu sama lain" balas Christi
Beel menatap Christi
"maksudmu?" tanya Beel menatap tajam Christi
Christi melebarkan matanya
"eehh.. maksudku, kita kan baru kenal..ehh maksudnya kita dan teman-teman lain kan belum saling mengenal lama" jelas Christi dengan wajah sedikit memerah
"aku..aku ke tempat mereka dulu ya, dah" ujar Christi lalu berlari kecil ke tempat teman-teman lainnya yang sedang berbincang.
Beel memperhatikan Christi ketika berjalan ke tempat yang lain, lalu senyum kecil terlihat di bibirnya dan kembali bersandar di dinding.
Setelah itu bel masuk pun berbunyi dan para murid kembali belajar seperti biasa.
Hingga pulang sekolah.
Beel berjalan bersama Jason,Fajar dan Bayu.
"ayo ke cafe .." kata Fajar
"bosen.." jawab Beel sambil berjalan di depan mereka
Ketiganya pun menoleh ke Beel
"bosen?" tanya Bayu
Beel berhenti lalu berbalik ke arah ketiganya
"suasana.. bosen kalau nongkrong di tempat yang sama terus.." jelas Beel.
Jason pun terlihat berpikir
"benar juga sih.. makanan di cafe itu juga ga ada yang baru" tambah Jason
Fajar mengangguk
"setuju.. terus kemana tempat enak buat kita nongkrong?" tanya Fajar
"yang punya tempat nyaman buat santai ,rileks" sambung Bayu.
"pantai.." jawab Beel
Jason, Fajar dan Bayu pun menatap Beel secara bersamaan.
"besok Sabtu Minggu libur kan.. kita bisa sekalian healing kesana" terang Beel.
"woowww.. ide bagus ,ayo kita ke pantai"
Tak lama para perempuan pun mendatangi mereka.
"pantai!!??" teriak Lena
"aku ikuttt!!" tambah Lena dengan semangat.
"berisik banget sih lu.." kesal Bayu sambil mengusap kupingnya karena Lena berteriak tepat di sampingnya.
Felicia pun setuju
"berarti kita perlu menyewa vila disana" ujar Felicia
Beel melihat Felicia
"gua ada vila di sana, kita bisa pakai itu" jelas Beel.
Christi pun menatap Beel
"jadi kapan kita berangkat?" tanya Christi
Beel melihat jam tangannya
"sore ini..kita berkumpul di taman belakang sekolah" jawab Beel
"benar kita berangkat sama-sama ke pantai.." tambah Fajar setuju
Irma pun bertanya
"kita naik apa kesana?" tanya Irma
"gua bawa motor bareng Bayu" kata Fajar
"kalau gitu gua juga bawa motor deh.." ujar Felicia
"sama gua ya Fel.." ujar Irma lalu dibalas anggukan Felicia.
"terus gua, Christi, Lena,Beel?" tanya Jason.
"gua bawa mobil nanti.." ujar Beel
Lalu akhirnya mereka setuju untuk berkumpul sore nanti di taman belakang sekolah.
Kemudian satu persatu dari mereka pun pulang, tersisa Beel dan Jason
"oii Beel..kenapa lu mau ke pantai?" tanya Jason pada Beel
"mau liat cewek-cewek itu pake bikini.." jawab Beel santai.
Beel lalu berjalan
"gua duluan ya, jangan telat nanti sore.." ujar Beel kemudian berjalan ke tempat dimana dia dijemput.
Jason yang mendengar ucapan Beel terdiam membeku dengan mulut terbuka
"emang benar-benar iblis,anak setan!!" gumam Jason walaupun dengan sedikit senyum.
Sorenya di taman belakang sekolah.
Fajar dan Bayu sudah berada lebih dulu di taman, tak lama Felicia dan Irma datang dengan motornya
"belum datang yang lain?" tanya Felicia.
Fajar menggelengkan kepalanya.
Setelah itu satu persatu dari mereka pun datang Jason, Lena, Christi dan tak berapa lama sebuah mobil datang kemudian kaca mobil terbuka,
"ayo berangkat.." ujar Beel dari kursi pengemudi.
"Beel.. akhirnya" kata Lena yang terlihat lega lalu mengambil tasnya kemudian membuka bagasi belakang untuk menaruh tas dan masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Jason dan Christi.
Beel melihat Fajar dan Felicia
"kalian ikutin mobil gua aja ya.." jelas Beel.
Fajar dan Felicia pun mengangguk.
Beberapa saat mobil Beel pun berjalan dengan Jason, Christi dan Lena di dalamnya.. sementara di belakang mobil Beel, Fajar bersama Bayu dan Felicia bersama Irma mengikuti mereka.
Beel bersama teman-teman nya memutuskan untuk menikmati libur weekend mereka di sebuah pantai kota Metrolis.
Sekitar 1 jam lebih perjalanan akhirnya mereka pun sampai di vila milik Beel, tempat dimana mereka menginap.
Mobil Beel berhenti di depan vila, begitupun motor Fajar dan Felicia yang berhenti dibelakang mobil Beel.
2 orang staff terlihat menyambut di vila tersebut,
Beel turun dari mobilnya nya
"selamat datang, Tuan Beel.." sapa salah satu staff
Jason melihat para staff itu kemudian ke Beel
"wow..Tuan Beel" ujar Jason
"itu artinya lu harus hormat kepada Beel mulai sekarang" canda Lena sambil menunjuk ke Jason.
"kenapa harus hormat, emang di Beel itu bendera kebangsaan dikasih hormat" balas Jason.
Christi sendiri hanya tertawa kecil di belakang mereka.
Kemudian mereka masuk ke dalam, diikuti juga oleh Fajar, Bayu, Felicia dan Irma ..mereka masuk ke dalam vila dan tiba diruang tengah
"wah vila nya gede banget" kagum Fajar lalu bersandar di sofa
"ini sih gua gamau pulang, Beel" tambah Felicia.
Beel pun berbicara.
"ada 4 kamar yang sudah di sediakan di lantai 2, jadi satu kamar berdua" jelas Beel.
"gua sih tidur di sofa ini aja juga udah enak.." kata Jason sambil tiduran di sofa tersebut.
Beel melihat Jason
"bagus deh.. gua bisa tidur nyenyak sendirian jadinya" ungkap Beel kemudian berjalan ke pintu belakang dan membuka pintu belakang vila.
Saat pintu terbuka udara pantai tercium dengan sangat nyata dan pemandangan belakang vila yang langsung memperlihatkan sebuah pantai dengan pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi.
Christi pun berjalan ke belakang vila dan berdiri di samping Beel
"woowww.. lihat pemandangan ini, luar biasa menenangkan" jelas Christi.
Yang lain pun berjalan ke belakang
"kita bisa liat keseluruhan pesisir pantai dari sini" tambah Irma sambil melihat ke arah pantai dimana para pengunjung sedang menikmati pantai.
"ayo ke pantai!!" teriak Lena.
Teriakan itu membuat mereka pun berganti pakaian dan bergegas ke pantai.
Masih di pantai yang sama.
Seorang yang tidak asing bagi Beel dan kawan-kawannya ternyata berada di pantai itu juga
"selalu menyenangkan berada di pantai kan sayang?" tanya Rob kepada pacarnya.
"iya sayang.. kau bilang malam ini ada pertemuan dengan seseorang di pantai?" tanya pacar Rob.
"ah iya aku hampir lupa pertemuan bisnisku.." jawab Rob.
Seorang yang sedang ada dalam pengawasan Beel di sekolah ,kini berada di dekatnya di pantai yang sama..Rob salah satu 'pemimpin' dari kelas 12.