Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.
Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.
Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.
Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Tak tak tak.
Suara ketukan alu kayu beradu dengan lesung batu terdengar berirama memenuhi ruang kantor Perusahaan Alam Hijau.
Li Na sedang duduk di sudut ruangan, menumbuk sisa akar ginseng kering dengan dahi berkeringat.
Gadis berkacamata itu bekerja dengan sangat tekun tanpa mengeluh sedikit pun sejak pagi.
Jiang Ming duduk santai di kursi kebesarannya sambil memutar pena di sela-sela jarinya.
Tring.
Sebuah notifikasi singkat menyala di layar ponsel butut yang tergeletak di atas meja kerja Jiang Ming.
Bank Jinhai, saldo Anda telah bertambah sebesar lima juta yuan dari rekening Klinik Zao Ruan.
Jiang Ming membaca pesan itu dengan ekspresi wajah yang sepenuhnya datar.
'Hanya dalam beberapa hari, angka jutaan yuan ini sudah terasa seperti uang receh bagiku,' batin Jiang Ming.
Dulu, dia harus menahan lapar dan dihina hanya demi uang sewa lima ratus yuan.
Sekarang, kekayaan mengalir masuk ke kantongnya secara otomatis dari balik layar.
Kring kring.
Telepon di meja Jiang Ming berdering nyaring memecah keheningan kantor.
Jiang Ming segera mengangkat gagang telepon itu dan mendekatkannya ke telinga.
"Halo, Jiang Ming di sini," sapanya dengan nada profesional.
"Jiang Ming, ini aku Su Qingxue."
Suara wanita dari seberang telepon itu terdengar sangat tegang dan dijaga volumenya agar tetap pelan.
"Ada apa, Nona Su? Apakah kau merindukanku sampai harus menelepon di jam kerja?" goda Jiang Ming santai.
"Jangan bercanda, situasinya sedang sangat genting sekarang," tegur Su Qingxue dengan cepat.
Jiang Ming menghentikan putaran pena di jarinya dan mulai mendengarkan dengan serius.
"Katakan padaku apa yang terjadi."
"Ketua Zhao benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya akibat kebangkrutan proyek perumahan itu," jelas Su Qingxue.
"Dia menyewa ahli forensik swasta untuk memeriksa lubang reruntuhan altar kemarin lusa."
Sudut bibir Jiang Ming melengkung ke atas membentuk senyuman mengejek.
"Biarkan saja dia memeriksa tanah itu sampai kiamat. Dia tidak akan menemukan apa pun."
"Itu masalahnya, Jiang Ming. Karena dia tidak menemukan bahan peledak atau bukti sabotase logis, dia mulai mencurigai hal lain."
Terdengar hembusan napas panjang dari seberang telepon.
"Dia baru saja menyuruh tangan kanan mafianya untuk menyelidiki latar belakangmu secara menyeluruh," ungkap Su Qingxue dengan nada khawatir.
Mata hitam Jiang Ming langsung menyipit tajam memancarkan hawa dingin.
"Seberapa banyak informasi yang berhasil mereka dapatkan tentangku?" tanya Jiang Ming datar.
"Mereka sudah tahu bahwa kau tiba-tiba menyewa apartemen mewah di Mawar Biru dan mendirikan perusahaan ini."
"Ketua Zhao mengambil kesimpulan bahwa kau adalah penipu ulung yang menyuap para pekerja proyeknya untuk menciptakan kecelakaan."
Jiang Ming tertawa pelan mendengar kesimpulan bodoh dari konglomerat fana tersebut.
Hahaha.
"Logika manusia biasa memang selalu lucu saat dihadapkan pada keputusasaan."
"Ini bukan waktunya tertawa, Jiang Ming! Malam ini, orang-orang bayaran Ketua Zhao akan menyerbu kantormu dan apartemenmu!" peringat Su Qingxue.
"Terima kasih atas informasinya, Nona Su. Kau memang perisai yang sangat bisa diandalkan," puji Jiang Ming tulus.
"Apa yang akan kau lakukan? Perlukah aku menyewa pengawal pribadi untukmu?" tawar wanita itu.
"Tidak perlu merepotkan diri. Aku punya caraku sendiri untuk menyambut tamu-tamu tak diundang itu."
Klik.
Jiang Ming menutup telepon itu dan meletakkannya kembali ke dudukannya.
Dia menatap Li Na yang masih sibuk bekerja menumbuk ginseng tanpa mengetahui bahaya yang sedang mengintai.
'Aku tidak boleh membiarkan tikus-tikus kotor itu menginjakkan kaki di kantorku dan menakuti karyawan pertamaku,' batin Jiang Ming membuat keputusan.
Jika Zhao Tianhua ingin bermain kotor di malam hari, maka Jiang Ming akan menemuinya di sarangnya langsung sebelum matahari terbenam.
"Li Na, hentikan pekerjaanmu sekarang," perintah Jiang Ming dengan suara tegas.
Li Na langsung meletakkan alu kayunya dan berdiri dengan wajah bingung.
"A-ada apa, Direktur Jiang? Apakah tumbukan saya kurang halus?" tanyanya gugup.
"Tidak, pekerjaanmu sangat bagus. Tapi hari ini kantor akan tutup lebih awal."
Jiang Ming mengambil beberapa lembar uang seratus yuan dari dompetnya dan menyodorkannya pada gadis itu.
"Ini bonus untuk kerja kerasmu hari ini. Pulanglah sekarang dan jangan kembali ke kantor sampai aku yang menghubungimu besok."
Li Na menerima uang itu dengan tangan gemetar dan mata berbinar.
"T-terima kasih banyak, Direktur! Anda bos yang sangat baik! Saya pamit pulang dulu!" ucap Li Na sambil membungkuk berkali-kali.
Gadis polos itu segera membereskan tasnya dan bergegas keluar dari kantor dengan senyum lebar.
Klak.
Pintu kantor tertutup, menyisakan Jiang Ming sendirian di dalam ruangan.
Jiang Ming langsung mengambil ponsel bututnya dan membuka aplikasi Toko Tiga Alam.
Dia memiliki lebih dari lima belas ribu Koin Emas Tak Terikat dari panen karma kemarin.
Ini adalah saat yang tepat untuk menggunakan kekayaan itu demi mengamankan wilayah kekuasaannya.
Jiang Ming membuka Katalog Rahasia VIP dan mulai mencari barang yang berguna untuk infiltrasi malam hari.
Matanya dengan cepat menangkap sebuah ikon jubah berwarna hitam transparan di barisan tengah.
Jubah Ilusi Malam Bulan. Harga Sepuluh Ribu Koin Emas.
Deskripsi, menyamarkan aura fisik, suhu tubuh, dan keberadaan pengguna dari pandangan mata telanjang selama satu jam penuh.
"Sempurna. Sepuluh ribu koin emas sepadan dengan kemampuan menghilang layaknya hantu di dunia fana," gumam Jiang Ming tanpa ragu.
Dia segera menekan tombol beli dan melihat saldonya menyusut drastis.
Sring.
Sebuah jubah sutra yang sangat tipis dan ringan melayang jatuh ke atas tangannya.
Kain jubah itu terasa sedingin es dan seolah menyerap cahaya di sekitarnya.
Jiang Ming memasukkan jubah itu ke dalam tas selempangnya dan segera meninggalkan gedung Menara Perak.
Dia memanggil taksi dan menyebutkan alamat sebuah kelab malam elit di pinggiran barat kota Jinhai.
Klub Malam Mawar Hitam adalah salah satu properti bayangan milik Grup Tianyu yang digunakan sebagai markas para preman tingkat tinggi mereka.
Satu jam kemudian, Jiang Ming turun di sebuah gang sepi yang berada tepat di belakang bangunan kelab malam tersebut.
Matahari baru saja terbenam, digantikan oleh lampu-lampu neon kota yang mulai berkedip menyala.
Jiang Ming mengeluarkan Jubah Ilusi Malam Bulan dari tasnya dan langsung memakainya menutupi seluruh tubuhnya.