"Akan kupastikan kita tidak akan pernah menikah dan tinggal seatap, kau sungguh membuatku marah sekaligus kesal, kita lihat saja nanti" ucap Ardina.
==============♡♡♡==============
"Baby, sampai kapan pun kamu tidak akan bisa lari dariku, karena aku adalah Davian, apapun yang aku inginkan pasti aku dapatkan"
"Dan sekarang aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, karena kamu milikku dan aku mencintaimu" ucap Davian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardina Yustiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
"Sayang, mama kangen sama kamu" ucap Anggun sembari memeluk erat Ardina.
"Dina juga ma" balas Ardina.
"Kamu ngga apa apa kan?, apa kamu terluka sayang?"
"Dina ngga apa apa mom"
"Tuh Dina sehat, dan kembali dengan utuh tanpa terluka apa pun"
"Kamu ya!, udah bikin mama hampir kena serangan jantung, mama kira kamu... kamu...." ucap anggun sembari meneteskan air mata.
"Sstt, aku disini ma, udah jangan nangis lagi, nanti aku juga sedih lho" ucap Ardina sembari memasang ekspresi sedih.
"Dek, kamu udah bikin abang sama
yang lainnya syok bukan main, abang ngerasa ngga berguna jadi abang kamu dek"
"Maafin adek ya bang, kabur gitu aja" ucap Ardina sembari memeluk Samuel.
"Papa juga, maafin adek ya udah bikin syok papa dan yang lain" ucap Ardina sembari beganti memeluk Dikra.
"Selama ini kamu kemana aja, nak?, dan kenapa kamu tiba tiba pergi?" tanya Dikra.
"Panjang ceritanya" jawab Ardina sembari meringis.
Greb...
Tiba tiba Davian memeluk Ardina dengan erat.
"Kamu kemana aja selama ini, aku sangat merindukanmu, maafkan aku jika aku menyakitimu tapi aku mohon jangan pergi lagi" ucap Davian sembari mengeluarkan keluh kesahnya.
"Aku mohon jangan pergi lagi, aku sangat mencintaimu"
"Maukah kamu menikah denganku?" ucap Davian sembari berlutut dihadapan Ardina.
"Emmm gimana ya???" ucap Ardina sembari mengerutkan dahinya.
"Daddy beri saran, tolak saja dia dan menikahlah dengan daddy" timpal Evran sembari menaikkan kedua alisnya.
Seketika raut wajah Davian berubah menjadi suram.
"Berdirilah, jangan dengarkan pria tua itu"
Buk...
Bantal sofa yang ada disekitar Evran melayang kearah Ardina.
"Dad, kau ini kenapa sih, merusak suasana saja, pergi sana "
"Maaf tuan, ngomong ngomong Anda siapa?" tanya Dikra.
"Buahahahahaha" sontak Ardina tertawa mendengar ucapan Dikra.
"Bahkan kelurganya saja tidak mengenalinya" lanjut Ardina yaang dihadiahi tatapan bingung oleh keluarganya.
"Stt, diam baby" ucap Evran sembari bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Ardina dan Devan Berada.
"Kalian ingin tau siap aku?"
"Aku adalah tunangan Ardina Edrea Leteshia, kami bertunangan di Negara Z dan kau jangan coba coba merebutnya dariku, ingat itu" ucap Evran sembari tersenyum sinis dihadapan Davian.
Deg...
"Chup, baby aku akan tidur dikamarmu hari ini, bye" ucp Evran setelah mencium pipi keponakan tersayangnya itu lalu berjalan menuju kamar Ardina.
"Jangan tidur dikamarku, tidurlah dikamarmu sendiri sana!!" teriak Ardina.
"Apa yang dikatakannya itu benar?" tanya Davian sembari memasang wajah kecewa.
"Jangan dengarkan dia, dia hanya bercanda, yang dikatakannya hanya omong kosong saja"
"Siapa dia, kapan kalian bertemu?" tanya Davian.
"Dian itu paman Evran, adiknya papa"
"Apa!, Paman Evran!" ucap Dikra, Anggun dan Samuel bersamaan.
"Jadi dia Evran?" tanya Dikra yang terkejut.
"Iya, dia adik papa, paman Evran"
"EVRAN!!!, KEMARI KAMU, BERANINYA MENJAHILI MENANTUKUUUU" teriak Dikra.
"Maafkan aku karena sudah salah paham, jadi maukah kamu menikah denganku?"
"Maaf..."
"Aku mengerti, aku tidak akan memaksamu untuk menikah" ucap Davian dengan lesu.
"Hey aku belum selesai bicara"
"Maaf karena telah membuatmu menunggu lama"
"Aku bersedia menikah denganmu" ucap Ardina dengan satu tarikam nafas.
"Apa!, benarkah ini?"
"Iya, aku bersedia menikah denganmu"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=♡♡♡♡\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga hari kemudian Davian memutuskan untuk menggelar pernikahannya dengan Ardina, kali ini pernikahannya digelar secara tertutup karena permintaan Ardina.
Hanya keluarga besar kedua belah pihak saja yang menghadiri upacara pernikahan itu.
Hari ini adalah hari pertama Davian dan Ardina sebagai pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama.
"Pagi sayang" ucap Davian dengan suara seraknya sembari memeluk Ardina yang tengah menyisir rambutnya.
"Pagi" balas Ardina sembari mencium pipi Davian.
"Kamu mau kemana pagi pagi begini" tanya Davian yang tengah menyenderkan kepalanya dibahu Ardina sembari memejamkan matanya.
"Kekampus, sudah 1 bulan lebih aku cuti, dan sekarang waktunya masuk kuliah"
"Tapikan kita baru menikah masa kamu sudah masuk aja" ucap Davian.
"Sebentar lagi aku skripsi, masa iya ngga masuk lagi, dan bukannya kamu hari ini ngajar ya?"
"Iya tapi aku ngga mau jauh jauh dari kamu" ucap Davian sembari mengeratkan pelukannya.
"Hey kamu lupa ya?, kamu kan ngajar dikelasku doang"
"Oh iya aku lupa"
"Ya udah mandi sana, nanti kita telat lagi"
Davian menggelengkan kepalanya.
"Sayang, nanti kalo kamu ngga ngajar anak kita mau dikasih makan apa, mmmh?"
"Tenang aja, kita ngga akan jadi miskin hanya karena ngga ngajar sehari doang"
"Iya aku tau itu, tapi kamu jangan malas dong, dimana perginya seorang Davian yang selalu disiplin, nanti malam aku kasih kejutan deh" ucap Ardina sembari menghadap kearah Davian.
"Benarkah?" tanya Davian dengan nada bersemangat.
"Iya sayang, masa aku bohong"
Dengan cepat ia mengambil handuk lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi, sementara Ardina hanya tertawa gemas.
10 menit kemudian Davian keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh dan juga handuk yang menutupi pinggangnya.
"Pakaianmu diatas kasur"
"Pakaikan" ucap Davian dengan manja.
"Pakai sen, astaga!" pekik Ardina sembari memalingkan mukanya kearah lain.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Davin bingung.
"Itu, kenapa kamu belum pakai baju"
"Pakaikan"
"Tidak aku tidak mau, pakai sendiri sana"
"Ya udah kalau ngga mau, kita ngga usah berangkat kekampus"
"Tapi"
"Sayang, kamu sudah melihatnya kemarin bukan?, lalu tunggu apa lagi, cepat nanti kita terlambat"
"Ba, baiklah, kemarikan pakaiannya"
"Ini"
"Sejak kapan kamu berubah menjadi manja seperti ini"
"Sejak aku mencintaimu"
"Jangan makan gula terlalu banyak"
"Kenapa?"
"Mulutmu akan bertambah manis nanti"
"Ini, makan rotinya, aku akan memakaikan dasimu" ucap Ardina sembari memberikan roti lapis kepada Davian.
Ardina pun mengambil dasi yang ada di walk in closed sembari berjalan perlahan lahan, lalu memakaikannya di leher Davian.
Davian yang menyadari sesuatu langsung menanyakan hal itu pada Ardina.
"Apakah masih sakit?" tanya Davian.
Ardina yang mengetahui arah pembicaraan Davian langsung menjawabnya.
"Jangan banyak bertanya, habiskan rotinya, ayo turun kebawah"
Mereka berdua berjalan keluar kamar
sembari memegang tas masing masing.
"Pagi mom, dad" sapa Ardina dan Davian.
"Pagi sayang, lho kalian mau kemana pagi pagi begini?" tanya Viona bingung.
"Ke kampus mom" jawab Davian.
"Lho kalian baru menikah kok udah ngampus aja?" tanya Darka bingung.
"Iya dad, Dina sebentar lagi mau skripsi dan kemarin Dina udah cuti sebulan lebih jadi sekarang masuk deh"
"Oh gitu, trus kamu Vian?"
"Ada jadwal ngajar dad" ucap Davian sembari merangkul pinggang Ardina dengan mesra.
"Halah, bilang aja mau deket deket Dina, jangan dibiarin Din, nanti semakin manja lho" goda Viona.
"Wah iya ya ma, kalau gitu Dina ngga bakal deket deket Vian deh" ucap Ardina sembari menjauh dari Davian.
"Sayang" ucap Davian dengan nada merajuk.
Semua orang pun tertawa melihat Davian yang tengah merajuk.
Jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
kutunggu kedatangannya makasih 🥰