Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebusukan Selina

Pagi itu Anne mengerjapkan matanya yang terasa berat, terbangun dari tidurnya semalam, dia menggeliatkan tubuhnya dan merasakan seluruh badannya remuk, seperti telah di tumbuk.

Ototnya seakan menegang, seperti telah melakukan olahraga berat yang jarang dia lakukan di sepanjang malam tadi.

Dia seperti telah melakukan sesuatu dalam mimpinya, sesuatu yang sulit ia jelaskan, dia menggerakkan tubuhnya untuk bersandar di kepala ranjang.

Saat itu pula Anne merasakan keanehan pada tubuhnya, dia membuka selimut yang membungkus tubuhnya dan terkejut ketika mendapati dirinya tidak mengenakan apapun, bahkan ada banyak sekali bercak kemerahan yang menghiasi dadanya.

Degup jantungnya pun berdebar amat kencang setelah menyadari jika ia telah menghabiskan malam yang panas dengan seorang pria asing.

Saat itu pula ingatan semalam mengulang lagi di kepalanya tentang awal mula ia berakhir disini.

Anne memejamkan matanya menahan resah yang membalut dirinya, dia telah mabuk setelah menenggak alkohol dalam jumlah tak terukur dan di bawa ke kamar oleh seorang gigolo.

Namun setelah itu ia tak mengingat apapun lagi, ia tak ingat seluruh kejadian itu, ia hanya merasa seperti ada yang menggendongnya dan membawanya kesini.

Hingga malam panas yang tidak ia ingin kan itu pun terjadi.

"Oh, ya ampun," Ia berteriak dalam hati dengan bulir bening yang menetes dari sudut matanya.

Lalu dimana Davin?

Dia mengedarkan pandangannya kesana

kemari tapi tak menemukan siapapun, hanya ada cahaya kuning yang menyala redup dari sudut ruangan, pakaian miliknya pun berceceran di atas lantai, telah koyak dan bersatu dengan milik pria itu semalam.

Sekarang baru terasa penyesalan itu, ia

menyesal telah mengikuti saran Selina, dia yang meminta dirinya untuk datang ke bar dan membeli minuman, setelah itu ia akan mabuk dan Selina akan memberi tahu Davin lalu menyelamatkannya dan membicarakan lagi pernikahan mereka.

Namun, rencana tinggallah rencana.

Semua tak berjalan seperti yang sudah dia harapkan, kini tinggal penyesalan, bagaimana dengan nasibnya, bagaimana dengan masa depannya.

Apakah Selina sudah sengaja melakukan ini? Menjebaknya agar bermalam dengan pria itu? Tapi untuk apa? Selina tak sejahat itu, selama ini dia mengenalnya dengan baik.

Tapi jika dia baik kenapa dia tidak kembali semalam? Bukankah dia hanya ingin pergi sebentar namun malah meninggalkan nya sangat lama.

Anne menggelengkan kepalanya yang terasa berat, dia harus segera kembali dan pergi meninggalkan tempat ini.

Namun, ketika ia memandang ke depan ia melihat bayangan seorang pria dari cermin sedang melenggang keluar sambil mengenakan kemejanya yang baru, pria itu membelakanginya dengan punggung kekarnya yang terdapat sebuah simbol singa bersayap dengan sebuah tulisan di bawahnya 'Lucchesi'.

Dia mengingat-ingat tatto itu, dan dadanya berdebar sangat kencang saat merasa tak asing dengan nama yang dia lihat tadi.

"Aku seperti pernah mendengar nama itu

tapi dimana?" kepalanya terlalu pusing hingga ia tak menemukan apapun dalam ingatannya, hanya kejadian semalam yang terus memutar membuat nya makin kesal, mungkin terlalu kacau hidupnya hingga ia memikirkan nama asing itu seolah pernah dia lihat.

"Aku harus segera pergi," dia menyibak selimut yang membalut tubuhnya dan

menuruni ranjang.

Setelah pria itu pergi, ia tak ingin bertemu dengannya lagi.

Tapi, saat melihat ke lantai gaunnya

semalam telah robek, Anne semakin bingung, ia tak bisa berlama-lama lagi, sebab ia sudah meninggalkan rumah sejak semalam.

Ia tak mau ayahnya mencarinya.

Saat melihat kemeja putih milik pria itu

yang tergeletak di bawah kakinya, ia langsung meraihnya dan mengenakannya.

Seketika saja wangi sandal Wood milik pria itu tercium, sehingga adegan demi adegan semalam berputar di kepalanya, saat dia menciumnya, mengukungnya, meremas halus dadanya hingga penyatuan itu terjadi.

Anne menggeram makin kesal, namun ia tak bisa mengingat sama sekali wajah dari sosok itu.

Dia benar-benar bodoh, bahkan sudah melepas keperawanannya untuk pria asing itu.

Satu persatu kancing kemeja itu ia pasangkan.

Setelah mengaitkan seluruh kancing

kemeja itu, Anne melangkahkan kakinya

pergi dari kamar ini.

Kemeja pria itu cukup besar hingga bisa menutup tubuhnya sampai ke lutut, dia buru-buru mencari taksi untuk kembali ke rumahnya.

***

Di rumahnya, ia tertegun menatap dengan bulir bening matanya.

Mobil Davin ada disana, rumah itu bahkan ramai. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi disini.

Jantungnya berdebar kencang, ia pun bergegas melangkah kesana.

Perasaan nya sedikit ragu, namun ia harus berani.

la akan menutupi kejadian malam ini, dan berbicara baik-baik pada Davin.

Jika memang keluarganya tidak bisa menerimanya kembali, ia ingin mencoba ikhlas.

Karena dengan kejadian semalam ia jadi mengerti jika Davin sudah tidak mengharapkan nya lagi, dengan tidak datang kesana.

"'Ayah!" seru Anne di ambang pintu.

Pandangan semua orang langsung tertuju padanya, namun ketika itu ia tak mendapati ayahnya di sana, selain paman, bibi dan Selina yang duduk bersebelahan dengan Davin dan menatapnya kecewa.

"Anne! Kenapa baru pulang? Ayahmu mu

kecelakaan! Kamu malah asyik-asyik di bar!" suara dari bibinya terdengar, saat itu Anne menutup bibirnya dengan telapak tangan, ia tak menyangka akan mendengar berita buruk seperti ini di pagi hari.

Beberapa waktu lalu perusahaan ayahnya

pailit, hingga beberapa aset miliknya di tarik oleh bank.

Keluarga Davin membatalkan rencana pernikahan mereka, lalu pagi ini ayahnya

mengalami kecelakaan.

Mengapa nasibnya sesial ini? Kenapa dunia tidak lelah untuk terus menyiksanya. Padahal ia hanya memiliki ayahnya, ibunya tidak di ketahui kabarnya sejak ia kecil, ia sangat benci pada ibunya tapi ayahnya yang selalu menanamkan rasa cinta itu wanita yang telah melahirkannya.

Air matanya jatuh menetes dia ingin menemui ayahnya saat ini juga, namun kedua orang bibi dan pamannya mencegahnya dan menarik dirinya untuk tetap disana.

"Jelaskan dulu kepada kami, apa maksud

dari semua foto ini?" Bibi Evelyn melempar puluhan lembar foto ke atas meja, semua berisi fotonya yang setengah telanjang semalam tadi.

Anne membulatkan matanya terkejut, dia menggeleng tak percaya mengapa bisa bibinya mendapatkan foto itu.

Dari mana asalnya? Siapa yang sudah

mengambil foto itu? Dia begitu malu, betapa hina dirinya saat ini di hadapan orang lain.

Dia melihat dirinya yang terbaring mabuk dengan dada setengah telanjang setelah gigolo semalam merobek gaunnya.

la lalu menatap ke arah Selina dan gadis itu tertunduk seolah tak mau tahu semua ini.

"Selina tolong jelaskan pada bibi, bahwa

kamu yang sudah merencanakan semua ini padaku!" seru Anne memohon.

Namun bibi Evelyn menyangkal dengan tegas, "apa maksudmu meminta penjelasan dari Selina? Kamu menyalahkan Selina?!"

"Bibi, aku tidak menyalahkan Selina, tapi Selina yang mempunyai semua ide ini." balasnya.

Saat itu Selina mendongakan wajahnya,

dan menatap ibunya, "tidak ma! Kak Anne yang mengajakku ke bar, dia yang bilang ingin melakukan itu untuk mengancam kak Davin supaya kak Davin mau melanjutkan pernikahan itu. Tapi saat kak Anne mabuk aku ingin mengajaknya pulang, dia malah mendorongku." ucapnya dengan bersungguh-sungguh penuh kepalsuan.

Saat itu Anne mengerjapkan matanya tak

percaya, bagaimana bisa Selina malah bersandiwara seolah ini semua salahnya,

bahkan semua ini adalah rencananya termasuk mendatangkan seorang pria yang katanya adalah temannya.

Namun ia tak menyangka jika pria itu adalah seorang gigolo yang malah menodainya.

Tangannya terkepal di bawah sana setelah tahu jika Selina tak sebaik yang dia fikirkan.

Jangan ia fikir karena ia mabuk semalam dan tak mengingat rencananya, bahkan ia masih ingat saat pertama kali datang ke bar, dan Selina sendiri yang menyuruhnya minum.

"Kenapa kamu tega menjebakku Selina?

Kenapa kamu tega melakukan semua ini

padaku? Sudah jelas kamu yang merencanakan semua ini dan mengajak ku ke bar tapi kamu malah berdalih seolah-olah kau tidak terlibat!"

"Anne! Berhentilah menuduh!" suara Davin terdengar menyahuti.

Saat itu pandangan berlinang Anne langsung tertuju kesana, dia semakin sakit hati ketika Davin tidak lagi percaya padanya.

Air matanya meluncur, tidak bisa ia sembunyikan.

Harga dirinya kini sudah hancur, tidak ada lagi yang bisa ia pertahankan ia tidakpunya bukti apapun untuk menyangkal, bahkan foto-foto vulgar dirinya telah menjadi bukti jika dirinya yang sudah bersalah.

"Selina tidak mungkin menjebakmu, dia

saudara mu. Kenapa kamu malah menuduhnya seperti ini?" Davin terlihat

menghela nafasnya sangat kecewa, pandangannya lalu berpindah ke foto-foto yang terpampang di atas meja itu.

"Aku benar-benar tidak menyangka jika

kamu semurahan ini, Anne. Aku masih bisa membujuk orang tua ku untuk tetap melanjutkan pernikahan itu, tapi setelah tahu kamu bermalam dengan pria lain, aku tidak lagi tertarik. Kamu sudah kotor Anne, bahkan kamu mengenakan pakaian pria itu!" ucap Davin terdengar begitu emosi.

Betapa, hati Anne kini menggelegar seperti telah tersambar petir.

Langit di luar tampak terang, namun ia merasakan badai deras mengguyur dadanya, hatinya perih seperti teriris, luka terasa menganga lebar.

Bibi Evelyn dan pamannya menatap dengan penuh menghina, sementara Selina tersenyum puas saat mendengar Davin telah menolaknya dengan tegas.

Itu artinya Davin tidak menginginkan lagi

pernikahan itu, ia benar-benar puas saat rencananya berjalan sesuai dengan keinginannya.

'Gigolo itu bekerja dengan baik, meski foto yang di ambil tidak seperti yang aku harapkan. Tapi tidak apa, karena hasilnya memuaskan. Dan aku yakin mereka pasti sudah melakukan malam panas itu, Anne pasti akan mengandung anak haram dari Gigolo itu, kelak jika dia melahirkan anak itu maka akan menjadi aib keluarga Anderson, jika ayahnya tahu, Anne pasti akan di usir dari rumah ini.' Selina tersenyum puas dalam hati.

"Sekarang dimana ayah? Cepat katakan bi." tidak ada yang pantas ia pedulikan lagi selain ayahnya, menyesal pun sudah tidak berguna.

la sudah tidak ingin menangis Davin lagi, ketika terang-terangan Davin menolaknya saat itu juga pintu hatinya sudah ditutup untuknya.

"Jangan temui ayahmu, Anne! Yang membuat dia kecelakaan adalah dirimu

sendiri,"

"Aku? Bagaimana bisa aku?" serunya

menyahuti perkataan sang bibi.

"Ya, karena foto-fotomu itu tersebar ke

semua media, ayahmu frustasi setelah

mengetahuinya." jawab sang paman.

Anne kembali tercengang, ia menahan dadanya yang berdenyut nyeri.

Ia tak menyangka kejadian semalam akan menjadi masalah sebesar ini.

Dan saat itu tatapannya di penuhi kemurkaan pada Selina, karena semua akar permasalahan ada padanya, tanpa ia sadari wanita itu lah yang menyebabkan ayahnya seperti ini.

Ia bahkan yakin jika Selina yang sudah menyebarkan potretnya ke seluruh media.

"Kalian semua, pergilah dari rumah ku!"

serunya dengan lantang.

la adalah pemilik rumah ini, namun mereka membuat keadaan seolah ia adalah sampah di rumah nya sendiri.

Setelah kemarahan Anne terdengar mereka menyadari jika mereka tidak sedang di rumah sendiri.

'huh, menyebalkan padahal aku masih ingin berlama-lama di rumah ini. Lihat saja, nanti aku pasti akan bisa menguasai seluruh rumah ini,' batin bibi Evelyn.

Dia segera membangkitkan tubuhnya

menggandeng suaminya, Davin juga tampak melangkah pergi.

Namun dia sama sekali tak mau menatap lagi wajahnya.

Bahkan ia pergi tak meninggalkan kalimat apapun lagi.

Kini tinggal Selina, dia baru mulai akan membangkitkan tubuhnya.

Saat itu Anne mendekat dengan tangan mencengkram siap mencekiknya.

Namun saat ia sudah di depan Selina, Selina melipat tangannya, senyum puasnya menghentikan tindakan Anne.

"Kamu mau apa?" tanyanya sambil menatap punggung Davin yang masih terlihat.

Saat itu Anne tersadar, jika ia mencekiknya saat ini maka ia sama saja menggali kuburan nya sendiri, Selina pasti akan diam supaya ia terlihat tengah mencelakainya dan Davin serta paman dan bibinya akan langsung menghakiminya.

"Kamu jahat, Selina! Aku tidak menyangka hatimu sebusuk ini!" umpat Anne terlalu kecewa.

Tangannya menunjuk ke wajah yang

bagaikan ulat bulu itu.

Sebenarnya ia bisa menyerangnya, hanya saja ia tak mau memperkeruh keadaan, menambah masalah saat ayahnya masih di rumah sakit.

"Karena aku tidak ingin memiliki saingan

lagi."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Selina

pun tersenyum sinis dan menjauh pergi.

Anne tercengang jika Selina hanya ingin

menyingkirkan dirinya.

Selina meraih ponselnya dan mengetikan

sesuatu sambil berjalan keluar dari rumah besar itu.

"Terimakasih atas pekerjaan mu semalam. Aku puas dengan hasilnya, dan aku akan mengirim sisa bayarannya sesuai yang aku janjikan kemarin."Selina lalu mengirim pesan itu ke nomor gigolo yang ia pesan semalam.

Tak lama kemudian terlihat balasan darinya, "terimakasih nyonya."

Selina tersenyum puas, namun di dalam

hati gigolo itu kini merasa gelisah.

Ia tak tenang, sebab ia telah menerima gaji buta. Ya, meski seharusnya ia senang karena tak perlu mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan uang ribuan dolar tapi tetap saja hatinya tak tenang.

Bagaimana jika semua ini terbongkar

dengan cepat oleh Selina, jika Anne telah di selamatkan orang lain hingga ia tak jadi menyentuhnya.

'Ah, ia kacau',Beruntungnya, ia sudah mengambil beberapa foto darinya sebelum Anne di selamatkan.

la bertekad untuk menyembunyikan semua rahasia ini.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!