Kisah ini menceritakan perjalanan seorang anak bernama Kai,
seorang pangeran dari kerajaan yang sama sekali tidak memiliki bakat dalam sihir,
dan memiliki takdir yang sangat buruk.
Dijauhi. Disakiti. Bahkan dikhianati.
Seluruh hidupnya hanya dipenuhi oleh rasa sakit yang tiada akhir.
Namun pada suatu waktu, dia tiba-tiba mendapatkan kekuatan misterius.
Kekuatan yang bahkan tidak bisa dijelaskan oleh para Dewa.
Dengan kekuatan yang dimilikinya itu, dia mulai merasakan perbedaan pada dirinya sendiri.
Namun seiring berjalannya waktu, dia terus-menerus dihajar oleh sebuah fakta:
Takdirnya yang buruk.
Tapi saat dia ingin menyerah dan lari karena sangat takut untuk melawan takdirnya sendiri,
dia bertemu dengan banyak orang-orang yang akan membantunya sedikit demi sedikit.
Pada akhirnya, hanya dia yang akan memutuskan:
Lari dan pasrah menghadapi takdirnya...
atau
Menghancurkan takdirnya dan membuat takdirnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon * z *, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 3_Suara dari kegelapan
Gang sempit di sudut kota.
Bau busuk, air kotor, dan keputusasaan.
Hanya ada cahaya bulan yang masuk dari celah atap, menciptakan bayangan panjang di tanah yang becek.
Aku terus berlari. Menembus lorong istana yang dingin.
Lalu menerobos keluar ke arah kota dengan napas terputus-putus.
Dan terus bersembunyi sampai para pengawal itu tidak sanggup lagi melacak jejakku.
*Hah... hah... hah...*
Nafasku tersengal, dadaku sesak. Tubuhku ambruk di sebuah gang sempit, gelap, dan berbau busuk. Lututku lemas menghantam tanah.
*Bruk!*
Aku menunduk dalam. Menahan air mata yang sudah mendesak. Bahuku berguncang hebat, tidak bisa kutahan lagi.
_Kenapa... kenapa ini harus terjadi padaku..._
_Tidak cukupkah kau tidak mengakui aku sebagai anakmu...?_
_Tidak puaskah kau menyakitiku selama ini...? Dan sekarang... kau bahkan menyakiti Ibu..._
*DUG!! DUG!!*
Tinjuku menghantam tanah dengan keras. Sekali. Dua kali.
Sampai terasa perih. Sampai kulitku lecet dan berdarah.
Darah menetes di antara celah batu yang kotor.
*Tes... tes...*
_SIAL!!! AKU BENAR-BENAR LEMAH!!_
_Aku tidak bisa melakukan apa-apa di saat seperti ini...!!!_
Dan di dalam kegelapan gang itu, aura hitam mulai menyelimutiku perlahan.
Seakan-akan ingin mengambil tubuhku... dinginnya merayap di kulitku.
Lalu tiba-tiba, rasa sakit menusuk di tubuh dan kepalaku.
*Ngiiing...*
Seperti ada seribu jarum yang menusuk dari dalam.
"Kau ingin kekuatan. Kau ingin membalas mereka.
Akan kuberikan kekuatanku padamu. Tapi sebagai gantinya...
berikan tubuhmu padaku," bisik sebuah suara. Suaranya berat, menggema di kepalaku.
_Grr... Diam..._
Kepalaku seperti mau pecah. Aku menutup telinga dengan kedua tangan, mencengkeram rambutku erat.
Akhirnya, dengan mata memerah, aku membenturkan kepalaku dengan keras ke tembok.
*DUG!!*
"ARGH!!!" Percikan debu beterbangan dari tembok.
"Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku. Kau lemah. Berikan tubuhmu padaku," kata suara itu lagi.
Gigiku gemeretak, rahangku mengeras.
_Aku... tidak akan memberikan tubuhku padamu_ kataku dengan suara bergetar menahan amarah.
Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan.
Seperti tubuhku ditikam oleh beberapa pedang secara bersamaan.
Darah hampir keluar dari mulut dan hidungku.
_Aku... adalah aku!!_
_Aku tidak akan menuruti perintah orang sepertimu!!_
Hening sejenak.
"Lancang sekali kau berkata seperti itu kepadaku.
Kau pikir kau bisa mengendalikan kekuatan ini tanpa bantuanku?"
Aku tertawa. Tawa yang kering dan putus asa.
_Akan kulakukan!! Walaupun butuh waktu yang lama._
_Pasti akan aku lakukan!!_
"Kalau begitu tunjukkanlah padaku. Apa yang kau bisa, bocah...
Suatu hari aku akan kembali dan aku akan mengambil tubuhmu itu..."
Suara itu pun menghilang.
...Hilang??
_Syukurlah..._
Mataku membelalak karena terkejut. Badanku bergetar karena merinding.
Tiba-tiba aku merasakan ada yang aneh.
Mana di sekitarku seperti sedang terserap olehku.
*WUUUSH...*
Angin di gang itu berputar. Debu-debu melayang ke arah tubuhku.
Lalu muncul garis-garis hitam di sekujur lengan kananku, sampai menutupi setengah wajahku.
_Apa... yang terjadi padaku?? Kenapa bisa seperti ini..._
_Tanganku bergetar. Kenapa??_
Aku tiba-tiba saja mendengar suara lain.
"Namaku adalah Void. Kau sepertinya sudah membuka salah satu kekuatanmu ya.
Pelajarilah kekuatan itu jika kau ingin tahu tentang semua hal yang kau alami selama ini."
"Tapi pertama-tama kau harus menyempurnakan kekuatan Mana Eater-mu itu dengan baik, agar bisa menggunakan kekuatanmu dengan baik nantinya."
Mataku membelalak.
_Apa itu barusan... Mana Eater...??_
_Apa yang dia bicarakan..??_
_Aku sama sekali tidak mengerti!!_
"Tenang saja. Tidak usah terburu-buru. Aku akan membantumu. Jika sudah saatnya.
Ouh... sepertinya waktuku sudah habis... aku akan membantumu lain kali.
Ahh.. aku hampir lupa, kau tidak akan bisa menggunakan semua jenis sihir."
*FUSSS...*
Suara itu memudar seperti asap.
_Aku masih tidak bisa mengerti apa yang dia katakan..._
_Dan sebenarnya apa yang sedang terjadi??_
_Siapa dia??_
Sebaiknya tidak usah aku pikirkan lebih jauh lagi.
Yang lebih penting adalah bagaimana caranya menyelamatkan Ibu dari istana??
Aku berjalan masuk ke dalam gang. Semakin dalam. Semakin gelap.
Bau busuk dan keputusasaan menusuk hidungku.
Tepat seperti hidupku selama ini.
_Sudah cukup!! Kerajaan ini. Orang-orang itu. Semuanya..._
_tidak akan pernah... ku maafkan!!_
Suaraku serak. Muak dihina. Muak disakiti. Muak berpura-pura kuat.
Jika mereka tidak menerima aku lagi...
maka aku yang akan pergi dari kerajaan ini.
Tapi sebelum itu, aku harus menyelamatkan Ibu!!