Indonesia
NovelToon NovelToon
ADX Florence

ADX Florence

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Perperangan
Popularitas:651
Nilai: 5
Nama Author: @_Mastura

Alesya Seraphina dijatuhi hukuman seumur hidup setelah dituduh membunuh sahabatnya secara brutal. Bukti video menunjukkan dirinya sebagai pelaku, tetapi Alesya sama sekali tidak mengingat kejadian itu.

Di ADX Florence, penjara paling mematikan, ia justru bertemu kembali dengan Kael Jendral Kanagara—sahabat masa lalunya yang kini menjadi ketua mafia paling ditakuti.

Kael tidak tahu sisi berbahaya Alesya. Alesya pun tidak tahu alasan Kael berada di sana.

Di balik dinding penjara, rahasia, pengkhianatan, dan cinta berbahaya mulai terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @_Mastura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEPERTI ORANG BARU!

Gadis itu menepuk sisi kasur di sampingnya.

“Duduklah.”

Alesya menurut. Ia duduk perlahan, masih mengamati sekeliling sel yang sempit itu. Gadis di sampingnya kemudian mengulurkan tangan.

“Nama aku Reana.” Alesya membalas jabatan tangan itu.

“Alesya,” ucapnya dengan senyum simpul.

Berbeda dengan suasana ADX yang penuh tekanan, Reana justru terlihat cukup santai. Ia tipe gadis yang mudah berbicara dan sepertinya tidak akan kehabisan bahan pembicaraan. Beberapa detik kemudian, Reana kembali bersuara.

“Aku berakhir di sini karena membunuh ayahku.”

Alesya langsung mengernyit. Reana tertawa hambar.

“Lucu, kan? Anak membunuh ayahnya sendiri.”

Ia menunduk sebentar sebelum melanjutkan.

“Tapi menurutku, dia memang pantas mendapatkannya.”

“kekerasan?” tanya Alesya singkat. Reana mengelengkan kepala.

“pelecehan" Tatapannya berubah kosong.

“Aku baru lima hari di sini. Tapi rasanya sudah seperti bertahun-tahun.”

Ia menarik napas panjang.

“Orang-orang di sini nggak peduli dengan nasib orang lain. Yang kuat bertahan, Yang lemah... jadi sasaran.”

Alesya terdiam mendengarkan.

“Banyak tahanan perempuan dipaksa melakukan hubungan seks dengan para napi, bahkan petugas sipir pun ikut mengauli. Ada yang sampai hamil, ada juga yang akhirnya kehilangan harapan, mereka yang tidak sanggup bertahan akhirnya bunuh diri di dalam sel mereka”

Reana berhenti sejenak.

“Aku sendiri nggak berani keluar sel.”

Alesya menoleh.

“Aku pura-pura sakit, Tiga hari aku bahkan nggak keluar sama sekali.”

“Lalu?”

“Di hari keempat aku keluar.”

Senyum Reana kembali muncul, tetapi kali ini terasa pahit.

“Dan aku hampir menjadi korban para napi brengsek itu.”

Alesya tidak menjawab, Untuk pertama kalinya sejak masuk ke tempat ini, ia mulai memahami kenapa wajah Reana terlihat begitu lelah.

“Cerita yang menyedihkan,” lanjut Reana pelan.

“Tapi mau bagaimana lagi? Hidup di penjara memang penuh penderitaan.”

Ia menatap Alesya.

“Kalau kamu mau selamat, kamu harus punya pelindung.”

Alesya mengernyit.

“Pelindung?”

Reana mengangguk.

“Ada seseorang yang paling ditakuti di penjara ini. Napi 0427.”

Alesya mulai memperhatikan.

“Dia membunuh siapa pun yang menganggu di matanya, atau karena terlalu berisik. Semua orang menghindarinya.”

Reana merendahkan suaranya.

“Dia yang paling mengerikan di sini.”

Alesya tetap diam.

“Tapi jangan berharap bisa menjadikannya sebagai pelindungmu,” lanjut Reana. “Dia seperti tidak tersentuh oleh perempuan mana pun.”

“Lalu siapa?”

“Kalau kamu benar-benar mencari perlindungan, ada Darren. Napi 0429. Dia juga sama brutalnya.”

Reana berpikir sebentar.

“Dan ada Dante. Tapi dia sudah menjadi perlindungan Jessica, gadis itu menawari tubuhnya kepada Dante”

Alesya mengangguk pelan.

“Aku mengerti.”

Reana menatapnya heran.

“Aku nggak butuh pelindung.”

Reana langsung tertawa kecil.

“Kamu belum merasakan neraka yang sebenarnya.”

Alesya mengangkat alis.

“Neraka itu bukan di sini?” Reana menatap pintu sel mereka.

“Neraka yang sebenarnya justru ada di luar sana.”

Alesya terdiam beberapa saat.

“Dan apa yang harus dipertaruhkan untuk mendapatkan perlindungan?”

Reana menatapnya cukup lama sebelum menjawab.

“Keperawanan"

Ia berhenti sejenak.

“Dan bagi sebagian orang di sini, mereka akan meminta sesuatu yang jauh lebih mahal sebagai gantinya.”

Alesya tidak langsung menjawab, Ia hanya menunduk, pikirannya mulai bekerja. Jadi beginilah cara orang bertahan hidup di tempat ini,Bukan dengan menjadi baik, Bukan dengan berharap ada yang menyelamatkan, Tetapi dengan mengetahui siapa yang harus dihindari, dan siapa yang cukup kuat untuk membuat orang lain takut mendekat.

Alesya tersenyum tipis.

“Sayangnya,” gumamnya,

“aku bukan tipe orang yang suka bergantung pada orang lain.”

Reana menatapnya penuh tanda tanya.

Dan untuk pertama kalinya, gadis itu mulai merasa bahwa tahanan baru di sampingnya mungkin tidak sesederhana yang terlihat.

***

Malam itu, Alesya sama sekali tidak bisa tidur. Udara di dalam sel terasa lembap. Bau tak sedap memenuhi ruangan sempit itu, membuat hidungnya terasa perih dan napasnya tidak nyaman.

Ia beberapa kali membalikkan tubuh, Tetap tidak bisa tidur, Hidungnya mulai tersumbat. Kepalanya terasa berat, Hingga akhirnya pagi datang.

Alesya duduk di tepi kasur dengan wajah lelah. Lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya akibat semalaman tidak tidur.

KRAK!

Suara pagar besi yang digeser terdengar keras dari lorong, Para sipir mulai membangunkan para tahanan. Alesya berdiri perlahan. Namun, di tengah keramaian itu, ia merasakan sesuatu.

Sebuah tatapan.

Seorang sipir berdiri tidak jauh darinya. Tatapannya terlalu lama berada pada Alesya. Wajah gadis itu memang terlihat kacau karena kurang tidur dan sakit, tetapi kecantikannya tetap sulit disembunyikan.

Alesya menyadari tatapan itu, Namun ia memilih tidak bereaksi. Di sisi lain, Reana justru menundukkan wajahnya, Ia mengenal tatapan seperti itu. Tatapan yang membuatnya berharap tidak pernah menjadi sasaran berikutnya.

“Jangan lihat mereka,” bisik Reana.

Alesya menoleh.

“Mereka berbahaya.”

Alesya hanya mengangguk.

Para tahanan kemudian diarahkan menuju ruang makan. Ruangan itu jauh lebih luas daripada sel mereka. Suara langkah kaki, teriakan, dan benturan benda bercampur menjadi satu.

Antrean makanan bahkan tidak benar-benar seperti antrean, Beberapa tahanan memaksa maju.

Ada yang mendorong.

Ada yang menendang.

Ada yang memilih mundur daripada mencari masalah.

Alesya dan Reana akhirnya mendapatkan makanan lalu mencari tempat duduk, Mereka memilih meja paling pojok, Tempat yang sedikit lebih sepi. Reana langsung berbisik

“Jauhin semua orang, Al.”

Alesya menatapnya.

“Mereka berbahaya.”

Alesya kembali mengangguk.

Lima menit berlalu.

Kemudian—

Suasana ruang makan berubah, Suara-suara perlahan menghilang, Satu per satu tahanan menoleh ke arah pintu, Tak ada yang berani berbicara, Tak ada yang berani tertawa.

Bahkan beberapa orang yang sedang makan langsung menundukkan kepala, Seseorang baru saja masuk.

Seorang pria.

Tinggi.

Tenang.

Dan dingin.

Ia berjalan tanpa terburu-buru.

Namun setiap langkahnya membuat orang-orang di sekitarnya memberi jalan. Reana menelan ludah.

“Itu dia…”

Alesya menoleh.

“Tahanan 0427.”

Reana menunjuk pria itu dengan tangan sedikit gemetar.

“Orang yang paling ditakuti di sini.”

Pria itu berjalan menuju meja di tengah ruangan, Ia tidak perlu mengantre. Makanannya akan diantarkan kepadanya, Semua orang tahu konsekuensinya jika tidak. Alesya perlahan mengikuti arah pandang Reana.

Dan saat matanya melihat pria itu—

Tubuhnya seketika diam, Bukan karena takut, Bukan karena gentar. Melainkan karena terkejut.

Pria itu duduk dengan wajah dingin, Rahangnya tegas, Tatapannya tajam. Rambut putih abu-abu diikat ke belakang, membuat wajah tampannya terlihat semakin keras dan berbahaya.

Aura kejamnya bahkan terasa dari kejauhan. Alesya tidak mungkin salah mengenalinya.

LIMA TAHUN

Lima tahun sejak terakhir kali mereka bertemu. Namun wajah itu masih tersimpan jelas di dalam ingatannya.

KAEL JENDRAL KANAGARA

Teman masa kecilnya, Sahabatnya. Orang yang dulu selalu berada di sisinya, Dan sekarang—

Ia adalah orang yang paling ditakuti di seluruh penjara. Tahanan 0427. Alesya menatapnya tanpa berkedip.

“Al?”

Suara Reana membuatnya tersadar. Alesya tidak menjawab, Tatapannya masih tertuju pada Jendral. Tiba-tiba seorang pria datang ke meja mereka.

“Heh, anak baru.”

Reana langsung menegang.

“Bawa ini.”

Sebuah nampan makanan diletakkan di depan mereka.

“Buat Kael.”

Reana tampak gugup.

“T-tapi…”

“Buruan.”

Pria itu menatapnya tajam.

“Kau mau mati?”

Wajah Reana langsung pucat, Tangannya perlahan bergerak mengambil nampan tersebut. Namun sebelum menyentuhnya—

Alesya menahan tangannya.

“Biar aku saja.”

Reana menatap Alesya dengan mata membesar.

“Al…”

Alesya hanya mengangguk,Tenang. Tidak ada sedikit pun rasa takut di wajahnya. Pria itu menatap Alesya beberapa detik, lalu mendengus.

“Ya sudah.”

Ia pergi. Reana langsung meraih lengan Alesya.

“Jangan…”

Alesya menatapnya.

“Tenang.”

“Tapi itu Kael.”

“Aku tahu.”

Reana terdiam.

Alesya mengambil nampan tersebut, Kemudian berdiri, Langkahnya mantap.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Seluruh ruangan seakan kembali membisu,Puluhan pasang mata mengikuti gerakannya. Tidak ada yang berani menghentikan, Tidak ada yang berani menyapanya.

Karena gadis baru itu sedang berjalan menuju meja pria yang bahkan tidak berani ditatap oleh sebagian besar penghuni ADX.

Sang dewa kematian.

Tahanan 0427.

Dan tanpa seorang pun di ruangan itu tahu—

Alesya bukan sedang mendatangi monster. Ia sedang mendatangi sahabat lamanya sendiri. Jendral masih menatap lurus ke depan.Sampai suara langkah Alesya berhenti tepat di hadapannya.

Untuk pertama kalinya pagi itu—

Tatapan dingin Jendral terangkat.

Mata mereka bertemu.

Dan dunia Alesya seolah berhenti sesaat.

Lima tahun menghilang dalam satu tatapan.

(( TERIMA KASIHH BANYAK YAA BAGI PENGIKUT SETIA AKUU, TETAP SABAR DAN SEMANGAT YAA UNTUK MENUNGGU KELANJUTAN ALESYA DAN JENDRAL, OHH YA KALO DI SINI PARA NAPI MEMANGGIL JENDRAL MEMANG DENGAN SEBUTAN KAEL. BERBEDA DENGAN ALESYA YANG SUDAH MENGENAL NYA BELASAN TAHUN. ITU PANGGILAN KHUSUS YAA **** OK THANK YOUUU ))

1
Tuan Tuan
💪😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!