[Sekuel dari novel Terjerat Pernikahan Di Atas Kertas]
Kieandra Sivano Aristya dan Kiondra Sivano Aristya. Mereka berdua adalah anak dari pasangan Elvano Aristya dan Chika Priscilla.
Kie dan Kio kini sudah bertumbuh besar. Meski saudara kandung dan wajah mereka yang hampir mirip, keduanya memiliki sifat yang berbeda.
Sifat Kie lebih condong mirip dengan papanya. Pekerja keras, Angkuh, Dingin dan Arogant. Sedangkan Kio, dia sangat mirip dengan mamanya. Anak yang mudah bergaul, ramah, tapi suka membangkang.
Kie kini sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahaan papanya dan Kio masih berkuliah dengan nilai yang pas-pasan.
Hingga suatu hari, keduanya mencintai wanita yang sama. Dia adalah Zilla Magnolia, mahasiswa baru di kampus Kio.
Mulai dari sana, hubungan Kie dan Kio sedikit merenggang. Dan Kio terus berusaha untuk membuat hubungan Zilla dan Kie menjauh dengan bantuan Risma, putri Haris dan Maya.
Kio sengaja meminta bantuan Risma, karena ia tahu jika Risma selama ini mencintai Kie.
Kira-kira apa usaha Kio dan Risma berhasil untuk menjauhkan Kie dari Zilla. Atau mungkin Kie tahu dengan semua rencana Kio dan Zilla?
Simak dan Ikuti ceritanya cinta kedua saudara ini.
Jangan lupa dukung author dengan Like,Coment dan tinggalkan jejak vote untuk author ya.
Terima Kasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lupa Ingatan
"Zilla.., ayo naik. Aku udah datang jauh-jauh ke sini buat ngaterin kamu ke kampus, tapi kamu malah menolak tawaranku? Dasar cewek labil!"cetus Kie.
"Apa?" Zilla menggertak tepat di depan wajah Kie. "Nih.., rasain!! Salah sendiri malah ngatain aku ababil," cetusnya sambil menginjak kaki Kie.
"Aduh..., Zilla!! Apa yang kamu lakukan sama kakiku?"
"Makanya, jangan berani ngatain aku. Udah ah, aku mau berangkat ke kampus sebelum terlambat."
Zilla hendak berjalan melewati Kie, namun Kie dengan tarikan tangannya membuat Zilla jatuh ke dalam pelukannya.
Deg..
Kedua mata mereka saling bertatapan dengan jarak wajah keduanya begitu dekat. Kie baru sadar, ternyata Zilla memang sangat cantik.
"Ternyata benar apa kata Kemal, meski masih berusia 19 tahun, Zilla sudah terlihat begitu dewasa. Kenapa aku baru sadar sekarang ya?" batin Kie sambil terus mengamati kecantikan wajah Zilla.
"Oh My God, Please Kak jangan liatin aku kayak gini. Gimana aku mau buang perasaan aku sama kamu kalau wajah kamu setampan ini. Apa benar kata Kak Nay, setelah perjanjian ini berakhir kamu akan melupakanku?" gumam Zilla.
Cup...
Kie semakin membuat jantung Zilla berdetak tak karuan. Memandang wajah Kie daei jarak dekat saja sudah membuat Zilla melayang, sekarang Kie malah memberikan ciuman di pipi kanannya secara tiba-tiba.
"Udah jangan bengong, ayo masuk mobil," ajak Kie sambil menarik paksa tangan Zilla.
Diam dan syok, itu yang Zilla rasakan sekarang. Dia hanya bisa pasrah saat Kie menarik tangannya dan memasukkan Zilla ke dalam mobil.
Bruakk...
Suara pintu mobil menyadarkan Zilla dari lamunannya. "Loh..., loh...,loh...,kok gue udah di dalam mobil Kak Kie sih?" batin Zilla kesal.
Kie sudah duduk di kursi kemudinya lalu bersiap memakai selt beltnya.
"KAK KIE!! kok Kak Kie main cium-cium pipiku sih. Ini kan di luar perjanjian kita," gerutu Zilla.
Tukk...
Kie menepuk pelan kening Zilla. Kelihatannya gadis di depan Kie lupa jika semalam Zilla dulu yang sudah mencium pipinya tanpa ijin.
"Duh.., Kak Kie resek tahu! Habis cium aku, sekarang mukul jidatku. Salahku apa sih kak? Kok Kak kie menyiksaku terus," bentak Zilla.
Kie memajukan wajah Zilla yang semakin lama semakin mundur ke belakang.
"Kak, awas aja kalau loe macem-macem! Gue bakal aduin ke Kak Nayla dan gue bakal masukin loe ke berita utama di koran. Biar loe malu!" gertak Zilla.
Sayang, ucapan Zilla hanya di anggap angin lalu dan tidak membuat Kie berhenti mendekatkan wajahnya.
"KAK KIE!!" teriak Zilla dengan mata yang terpejam. "Apa Kak Kie mau ambil ciuman pertama gue. Oh no, jangan sampai. Gue emang suka sama dia, tapi kan gue cuma pacaran bohongan sama dia. Kalau ini terjadi untung di dia rugi di gue dong." Zilla menghitung mundur dalam hati. Mungkin sebentar lagi bibirnya akan benar-benar ternoda. Pikirnya.
Akan tetapi, hingga hitungan ke sepuluh Zilla tak merasakan ada sesuatu yang menempel di bibirnya. Perlahan Zilla membuka mata dan melihat Kie sudah duduk kembali di kursi kemudinya.
"Kamu ngapain merem kayak tadi? Berharap dapat ciuman dari aku?" goda Kie dengan tawa kecilnya.
"Aish.., siapa juga yang mau di cium sama orang yang kasar kayak kamu!"
"Masak? Nyatanya semalam kamu duluan kan yang cium-cium aku. Jadi sekarang kita impas ya."
Glek...
Zilla menelan ludahnya sambil membuang pelan-pelan wajahnya ke arah samping.
"Ya ampun, kenapa gue sampai lupa. Semalem ngapain juga gue cium pipi Kak Kie sih. Hamsyong..., alamat gede kepala tuh orang," batin Zilla sambil merutuki kebodohannya kemarin malam.
"Udah inget belum? Sekarang aku antar kamu ke kampus. Katanya kamu keburu terlambat."
"Iya sih Kak," lirih Zilla sambil malu-malu kucing.
"Oke, cepat pakai selt belt kamu. By the way kamu kuliah di mana?"
"Universitas Karya Bangsa Kak."
Deg..
Kie langsung menoleh ke arah Zilla, sambil berusaha memastikan kembali ucapan Zilla.
"Dimana Zilla?"
"Universitas Karya Bangsa Kak. Kak Kie tahu kan? Universitasnya orang kaya itu loh Kak. Aku bisa masuk situ juga karena dapat beasiswa Kak," jelas Zilla.
Kie menghela napas lalu membuangnya kasar. Wajahnya pun berangsur memucat dengan buliran air yang mulai keluar dari dahinya.
"Itu kan kampusnya Kio. Kalau sampai Kio tahu siapa Zilla dan tahu kalau aku dan Zilla bekerja sama untuk bohong sama Papa dan Mama, terus Kio cerita sama Mama dan Papa, bisa-bisa Mama dan Papa marah besar. Dan yang ada Mama akan langsung memanggil penghulu lalu menikahkan aku dengan sembarang wanita. Kenapa dunia ini begitu sempit sih? Kenapa juga Zilla harus satu kampus sama Kio? Aduh.., gimana nih?" Kie mengusap kasar wajahnya sambil mencari cara agar apa yang ada di pikirannya tidak akan terjadi.
dua-duanya sama-sama suka zilla 😍🥰😘