Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:299.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qurrotaayun

Bertemunya kembali sepasang kekasih yang terpisah selama sepuluh tahun dan kini menjadi atasannya dikantor, setelah terjadi kesalahfahaman kini Fikri tau, penyebab sebenarnya kekasihnya pergi karena hasutan dari Mamanya. setelah bertemu kembali Fikri yang lebih percaya dengan Mamanya kembali kehilangan kekasihnya untuk kedua kalinya. dan kali ini mereka bertemu kembali namun kekasihnya telah memiliki anak berusia dua tahun.
Fikri dikejutkan dengan kenyataan kekasihnya selama ini tidak pernah menikah.
Lantas siapa ayahnya? mungkinkah anak Fikri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qurrotaayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENERIMA KEHADIRAN EL

Setelah meminta maaf pada Papa dan Mamanya ada perasaan lega di hati Rara, dan Rara berharap suatu saat nanti Mama dan Papanya juga akan memaafkan dan menerima El.

Malam ini Rara tidur di rumah meskipun hatinya tidak tenang karena harus meninggalkan El sendiri dengan Adi.

Adi membawa El jalan - jalan dan makan malam bersama.

El anak yang baik dan penurut. begitu juga saat baru pertama kenal dengan Adi, El pun sangat menurut pada Adi hingga tidak membuat Adi kesulitan menjaga El.

Adi sedari tadi memandangi wajah ganteng anak Rara.

"Aku tidak menyangka Ra, anak ini benar - benar anak kamu, kasian kamu El harus memiliki Ayah seperti Fikri" batin Adi memandang El

"Uncle, apa uncle teman Mama El?" tanya El

"Iya El, Uncle teman Mama dan untuk beberapa hari ini El sama Uncle dulu ya karena Mama ada pekerjaan penting" ucap Adi

El memandingi Adi dan tangannya membawa pizza hendak menyuapi Adi

"Ini buat unlce?" tanya Adi

"Iya" El mengangguk

"Terimakasih ya, manis sekali kamu El" ucap Adi mengusap rambut El

****

Keesokan Harinya Rara yang sudah sangat merindukan putranya pamitan sama Pak Dody dan Bu Indah mau berkunjung kerumah Adi.

"Ra, Duduk dulu nak, Papa mau bicara" ucap pak Dody

"Ada apa Pa?" ucap Rara duduk disamping pak Dody dan Bu Indah

"Rara, kamu sudah tidak muda lagi nak. sudah waktunya buat kamu untuk memikirkan berumah tangga. Papa tau kamu mencintai Fikri tapi menurut Papa, rumah tangga itu yang dibutuhkan bukan hanya sekedar cinta Ra. lebih baik dicintai dari pada mencintai Ra." nasehat pak Dody.

"Iya Ra, sudah lah lupakan Fikri. lihatlah Adi Ra, kasian dia bertahun - tahun selalu ada buat kamu. tapi kamu tidak pernah mau melihatnya" ucap Bu Indah

"Seperti apapun cinta kalau tidak ada ketegasan percuma Ra, dan menikah tanpa cinta juga bukan hal buruk karena cinta itu nanti akan tumbuh karena terbiasa" ucap Pak Dody

"Ma, Pa. Rara minta maaf tapi Rara tidak bisa menikah dengan Adi" ucap Rara

"Mau sampai kapan kamu seperti ini Ra? mungkin usia Papa juga sudah tidak lama lagi. Papa sudah tua, sudah sering sakit - sakitan. dan Papa berharap sebelum Papa pergi, Papa ingin melihat kamu menikah" ucap pak Dody

"Pa, Rara mohon papa jangan seperti ini, Papa akan baik - baik saja" ucap Rara menggenggam tangan pak Dody.

"Mungkin sudah waktunya kamu tau Ra, Papa sakit Ra, kemungkinan umur Papa gak lama lagi" Ucap Bu Indah

"Papa sakit Apa Ma??" Rara kawatir

"Rara, kamu tidak perlu tau sakit Papa. yang perlu kamu tau, kalau kamu melihat Papa bahagia. menikahlah dengan Adi!" sahut pak Dody

"Pa" Rara menggelengkan kepala

"Ya sudah jika memang kamu tidak bisa memenuhi keinginan terakhir Papa" ucap Pak Dody

"Bukan maksud Rara untuk tidak mau menuruti keinginan Papa, tapi ada satu hal yang Rara belum katakan sama Mama dan Papa kenapa Rara tidak bisa menikah dengan Adi." tangis Rara pecah

"Apa Ra? ada apa? tolong jujur sama kami Ra!" desak Bu Indah

"Rara tidak mungkin menikah dengan Adi, karena..." ucapan Rara terhenti air matanya tak dapat dibendung

"karena, Rara sudah punya anak Ma, Pa" tangis Rara bersujud dikaki pak Dody dan Bu Indah

Hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dalam benak pak Dody dan Bu Indah, mereka hanya diam tertegun tidak mampu lagi berkata - kata lantara selama ini mereka sangat percaya dengan Rara .

"Maafin Rara pa, maafin Rara Ma" tangis ketiga nya pun pecah

"Dimana anak kamu" ucap Pak Dody datar tanpa melihat Rara matanya menerawang jauh seakan tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan putrinya

"Ada diapartemen sama Adi Pa" ucap Rara

"Sama Adi? jadi Adi tau kamu punya anak?" pak Dody memandang Rara

"Iya Pa" Rara mengangguk

"Siapa Ayah dari anak kamu?" Pak Dody menahan amarah

Rara hanya menggelengkan kepalanya tidak ingin Papanya tau kalau El anak Fikri.

Dan Bu Indah yang masih belum bisa menerima kenyatan hanya diam meneteskan air matanya

"Apa akan selamanya kamu tutupi siapa ayah dari anak kamu Ra" ucap Bu indah datar menyimpan kepahitan dalam hatinya. air matanya terus mengalir seakan tak mampu dibendung

"Maafin Rara" ucap Rara menundukan kepala

"Kenapa kamu setega ini mengecewakan kami Ra" ucap Bu imah terisak tangis

Rara menghampiri Mama nya bersimpuh dikaki Bu Indah

"Rara salah ma, Rara salah" tangis Rara tapi Bu Imah tak mau menjawabnya

"Katakan siapa ayah dari anak kamu" ucap Pak Dody mengepalkan tangan tangan menahan gejolak amarah

"Fikri" ucap Rara sudah tidak mampu berbohong lagi

Rara akhirnya menceritakan semuanya pada pak Dody dan Bu Indah, mendengar cerita Rara, Bu Indah yang awalny kecewa dengan Rara kini menatap putrinya sendu, tida menyangka putrinya harus mengalami semua ini.

"Malang sekali nasibmu Ra" Bu indah menangis menyentuh pipi Rara

"Kurang ajar Fikri" Pak Dody yang segera berdiri dengan emosi hendak memberi perhitungan pada Fikri dicegah Rara.

"Jangan Pa, Rara mohon jangan. Rara tifak ingin Mamanya Fikri tau soal anak Rara.

ijinkan Rara untuk membesarkan putara Rara sendiri Pa" tangis Rar memohon pada pak Dody

"Kamu benar Ra, orang seperti mereka tidak pantas menjadi bagian dari anak kamu. bawa cucu Papa pulang kerumah biar Papa dan Mama yang merawatnya. dan kamu lanjutkanlah hidupmu" ucap Pak Dody yang kini juga tak mampu menahan lagi air matanya. mengetahui putri semata wayangnya harus mengalami semua ini.

Setelah mendapat ijin dari Pak Dody dan Bu Indah, Rara menghubungi Adi untuk membawa El kerumah.

"Tok..tok..

Rara berlari membukakan pintu

"Momy" ucap El memeluk Rara

Mendengar suara El memanggil Rara, Pak Edi dan Bu Indah pun menangis sejadi - jadinya

El yang melihatnya bingung dan segera Rara kasih pengertian

"El, dengarkan Momy, ini kakek dan nenek El, Mama dan Papanya Momy. El faham" tanya Rara setelah menjelaskan dan El mengangguk. berjalan mendekati Pak Dody dan Bu indah mengusap Air mata mereka

Tapi justru itu membuat Pak Dody dan Bu Indah semakin terisak tangis dadanya seakan sesak tidak menyangka El akan bersikap seperti itu.

"Cucuku, kamu pinter sekali" ucap Bu Indah menangis

"Benarkah kamu cucuku? peluk kakek?" ucap Pak Dody memeluk El

Rara tidak pernah menyangka bahwa Papa dan Mamanya akan menerima El semudah ini. selama ini Rara ketakutan untuk jujur takut dipisahkan dengan putranya tapi ternyata diluar pemikiran Rara, mereka sangat menerima kehadiran El

Terimaksih yang sudah membaca, beri Author dukungan dengan Like, coment dan Vote ya.dukungan kalian sangat berarti bagi Author

1
Rosida Rosidah
suka alur ceritanya ♥️♥️
semangat buat penulis! 💪💪💪
Lina aja
rupa" nya ibu Fikri otak dari perpisahan mereka
Lina aja
hadeuh Thor cerita nya ko loncat"y....bagus sih alurnya cuma jangan loncat"
Tri Gonometri
baik
Jade Meamoure
cinta oh cinta...untung aja happy end
Ibunya Hafsah
jangan berharap re,,lupakan apa berharap ya ?
Ibunya Hafsah
masih cinta dan selalu cinta biarin aja ,,Tuhan lho yang menghendaki perasaan manusia. bikin emosi ajja deh. sabar rere
IVO TAN
yach cinta tanpa restu,sakit rasanya,di sisi lain ada wanita yg sangat di cintai dan di sisi lain ada wanita yg harus di hormati di sepanjang hayat,nyesek ya athor
Qurrotaayun: iya kak, cinta tak di restui memang sakit
total 1 replies
Hedryani Jafar
Permian lbih baik dicintai dri pda mencintai.
Inyhhlstryyy
Pengantin wanita🙄
Karwati
harusnya rara bisa move on dari fikri udah gak abg lagi
Lili Adelia
Rara tuh gk jaga hatii suamix ,heran yah
Lili Adelia
Rara keras kepala yah,mash nungguin Fikri
Lili Adelia
Rara yg goblok mash aja nungguin Fikri yg gk bsa ngomonh klw udah ada ibunx
Lili Adelia
Rara bodoh ,mash aja mengharap
Qurrotaayun
ijin promo novel terbaru dengan judul "Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah"
Puspita Sari
masih penasaran Thor
Senjaaa___
duh udah tamat aja blom malam ke 2 thoor...
hasan bahtiar Bunda
wah udh tamat ,mksih thor karyanya👍🙏💪😄
hasan bahtiar Bunda
allhmdllh mga bhagia fikri and rara.🙏👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!