Indonesia
NovelToon NovelToon
Korban VS Pembully

Korban VS Pembully

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: HAPPY - YO

Selena, gadis cupu dan pendiam yang menjadi bahan bully semenjak dirinya masuk ke SMA BINTANG. Ibu dan sahabatnya meninggal di waktu yang berdekatan membuat Selena perlahan hancur dan terlarut dalam kesedihan.

Dalam pusaran kesedihan yang dia rasakan, ada emosi dan amarah yang mengalir ketika Selena mendengar bahwa Nadia, gadis yang biasa membully dirinya terlibat dalam kasus kematian sahabatnya.

Perlahan rasa takut Selena menjadi kebencian yang memberikannya keberanian yang belum pernah dia rasakan. Selena mulai berubah, dia membalas setiap pembullyan dan kekerasan yang dia dapat, dan berjanji akan mengungkap kasus kematian sahabatnya.

Dia tidak akan menjadi wanita lemah lagi. Dia akan menghabisi para setan yang bertopeng manusia yang telah membully dirinya selama ini.

Dan siapa sangka, takdir mengikat kisah asmaranya dengan Sehan, sahabat dari gadis yang selalu membully dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAPPY - YO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Selena menundukan kepala, kakinya tidak dapat berhenti bergetar dengan keringat dingin meluncur dari pelipis. Jantungnya berdegup kencang yang berarah negatif ketika telinganya terus mendengar ujaran kebencian yang dilontarkan secara terangan-terangan padanya.

Rasanya seperti kembali menjadi Selena yang dahulu. Cupu, tidak mampu menatap orang lain, dan takut dengan segala hal.

Bahkan pundaknya bergetar pelan ketika seluruh murid di kelasnya menghunuskan tatapan yang terasa melubangi punggungnya.

Tangannya tidak bisa berhenti menggores kertas kosong dengan pensil, menggambar ala kadarnya hanya untuk sekedar menghilangkan kegugupan dan berharap ketakutannya yang perlahan mendera bisa hilang.

"Pelajaran Seni Budaya hari ini membuat Power point, tugasnya udah gue tulis di papan tulis. Kita punya waktu dua jam pelajaran buat bikin Ppt, setelah itu waktu satu jam pelajaran, di pake buat persentasi." Ujar Amanda mengetuk papan tulis dengan spidol untuk menarik perhatian.

Selena mendongkak, agak kecewa karena sebenarnya dia berharap guru mata pelajaran masuk agar perhatian orang-orang dapat teralihkan dari dirinya. Dan lagi Selena benci persentasi yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

Jika dirinya masih berani seperi beberapa hari sebelumnya mungkin itu tidak masalah, tapi sekarang berbeda.

'Cari lukisan yang ada di internet kemudian kemukakan hasil apresiasi kamu dengan tahapan yang benar untuk menyimpulkan makna lukisan!'

Selena dengan cepat menyalin tugas tersebut ke buku sebelum pundaknya di tepuk dan tangannya di tarik pelan membuat Selena beranjak berdiri.

"Ayok kita kerjain tugasnya di Perpustakaan!" Ajak Putri membuat Selena tertegun sebelum mengangguk dan membawa alat tulis yang dia butuhkan.

**

"Makasih, Put. Elo nyelamatin gue dari anak kelas." Ujar Selena pelan ketika mereka sudah duduk di Perpustakaan.

Putri tersenyum, "Gue sengaja ajak elo ke sini biar elo gak usah dengerin omong kosong mereka. Lo harus kuat, Sel!"

"Gue gak yakin, gue ngerasa gue udah balik lagi jadi pengecut kayak dulu."

Putri menggeleng tidak setuju, "Lo pasti bisa abaikan omongan jelek mereka tentang elo! Jangan di dengerin, karena itu beneran bikin hidup elo hancur! Abaikan aja!"

"Tapi mereka bener, Put. Salah gue karena nuduh Nadia padahal itu salah gue. Bisa jadi emang karena rumah gue gubuk makannya banyak binatang kotor dan mereka masuk ke tas gue!" Ujar Selena menunduk lesu.

"Selena, semua orang pernah punya kesalahan. Elo juga pasti gak luput dari yang namanya salah. Lo harus maafin diri elo sendiri dulu, janji gak akan nuduh orang sembarangan lagi, udah itu elo abaikan omongan yang bikin elo sakit hati. Kenapa? Karena hidup elo yang akan hancur kalau dengerin mereka sementara hidup mereka akan baik-baik aja meskipun ngomong sesuatu yang jahat. Kita yang harus pinter dalam kehidupan sekolah yang toxic ini. Kalau kita terbawa arus, lo bisa tenggelam lagi kayak dulu!" Ujar Putri menyentuh pundak Selena.

Selena tertegun, dia menarik bibir untuk tersenyum dengan netra berkaca-kaca. Putri benar. Selena harus berusaha mengabaikan mereka semua.

Selena jadi terenyuh karena ada orang yang menyemangati dirinya sebegitu pedulinya.

Dia benar-benar bersyukur memiliki Putri sebagai temannya.

"Lo bisa nyari dulu lukisannya di internet. Gue mau bikin PPt duluan, nanti kalau gue udah selesai, laptonya langsung dipinjemin ke elo." Ujar Putri.

"Iya, makasih Put. Atas semuanya." Ujar Selena membuat Putri menarik senyum sebelum kembali fokus ke layar.

Selena memilih lukisan 'Mona Lisa' karya Leonardo Da Vinci karena menurutnya lukisan ini sangat menarik di matanya. Belum lagi pelukis menyimpan makna yang dalam di lukisannya.

"Gue selesai. Nih laptopnya!"

Selena berterimakasih sebelum mengambil alih laptop yang sudah masuk ke aplikasi Power Point, Selena hanya tinggal membuat dan mengerjakan tugasnya.

...****************...

Selena memeluk laptop milik Putri keluar dari Perpustakaan dan berjalan melewati lapangan basket indoor untuk kembali ke kelasnya. Putri pamit ke toilet membuatnya berjalan sendirian.

Selena hanya berani menatap lantai yang dia pijak sebelum kepalanya mendongkak dan menoleh ketika namanya di panggil.

"HEI, ELO SELENA KAN?"

"YANG BAWA TIKUS SAMA KECOA DI TASNYA?" Teriak salah satu laki-laki membuat temannya yang lain tertawa keras.

Selena tidak kenal, tapi dia tahu mereka adalah anggota klub basket karena sering bersama Dekan. Tapi kali ini, dia tidak menemukan Dekan di sana.

"Katanya dia nyalahin Nadia karena masukin Tikus sama Kecoa ke dalam tasnya!"

"Terus? Bener Nadia pelakunya?"

"Nggak! Kata temen sekelasnya dia miskin dan rumahnya kotor. Binatangnya ikut dari rumah ke dalam tas!"

"Dibawa waktu di Dufan gitu? Ih jijik, anj*r!"

"Nih! Gue siram biar gak jijik lagi!" Ujar laki-laki berjaket hitam melemparkan isi air mineral dari botol dengan kuat membuat Selena segera membalikan tubuh untuk melindungi laptop Putri yang berakhir seluruh punggungnya basah kuyup.

Selena bersyukur karena laptopnya selamat. Dia masih sadar tidak bisa menggantinya jika laptop tersebut rusak.

Seluruh laki-laki itu tertawa puas, Selena melirik sekilas sebelum kembali menunduk dan berlari ke kelas.

Keberaniannya belum kembali. Masih ada rasa takut dalam hatinya, mengingat memang dirinya yang salah dan menuduh orang lain untuk mempermalukan diri sendiri.

...****************...

Tangan Selena tidak berhenti bergetar ketika dia sedang mempersiapkan laptop untuk persentasi di depan kelas. Jantungnya berdegup kencang seperti akan copot. Setelah laptopnya tersambung ke infokus, Selena meneguk ludah ketika menghadap semua tatapan mata yang terasa menghakimi dirinya.

"Sa-saya a-akan mempersentasikan tugas saya...." Ujar Selena gagap sambil dia meremas roknya dengan tangan yang licin karena keringat sebelum dia menekan tombol untuk beralih ke slide selanjutnya.

Selena salah memencet tombol yang membuat dia keluar dari aplikasi Power Point dan menampilkan walpaper laptopnya.

Netra Selena membelalak, begitu satu kelas yang terkejut dan langsung berbisik satu sama lain. Nadia yang duduk di barisan belakang juga terkejut sebelum terkekeh geli, melipat tangan di depan dada sambil menyandarkan punggung ke kursi.

"Wah, gila sih." Ejek Nadia melirik Sehan.

Selena sendiri lebih terkejut dari siapapun karena walpaper laptopnya adalah foto Sehan yang berada di Dufan kemarin.

"Pick me girl banget!"

"Gue baru sadar kalau itu cewek akhir-akhir ini gatel ke Sehan, mereka deket gitu."

"Pasti Selena yang deketin lah! Lo pikir aja emang modelan Sehan yang kaya raya sejagad raya mau sama Selena yang miskin terus di rumahnya banyak kecoa?"

"Gak cuman mau nyalahin Nadia, dia juga mau rebut sahabatnya Nadia!"

"Gila, gue kita cupu ternyata cewek gatel."

"Seharusnya dia sadar diri gak, sih? Gue jadi eneg banget liatnya."

"Ta-tapi ... ini bukan laptop gue!" Ujar Selena termundur kecil diserang dari semua arah.

Benar ... ini laptop milik Putri. Kenapa walpapernya foto Sehan? Apa Maksudnya? Banyak pikiran yang bersarang di kepala Selena.

Apa dia boleh menyimpulkan seenaknya?

Apa Putri menyukai Sehan? Apa dia sengaja menaruh foto ini untuk membuat satu kelas menghujat Selena? Kenapa?

Hanya banyak pikiran negatif di kepala Selena.

1
Ayu Wulandari
semoga bikin part 2 nya hehehe
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
hebat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
putri ?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
jangan2 meninggalnya keira ada hubungannya dengan sehan. wah jdi masalah ni di kemudian hari..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
ya Allah.... sadis amat. anak sekolah udh berani ngebunuh temennya.
Fuji Lestari
nggak paham SM karakter Nadia
Fuji Lestari
MC ny terlalu bodoh
Nur Lela
luar biasa
Yulinda Kala
klu menurut aku, ini novel benar" bagus, novel pertama tentang pembelian yg aku suka... ❤👍
Viona Indriyani: syukurlah ada yang suka, terimakasi♡
total 1 replies
juliya
👍
juliya
novel ke dua tentang pembulian
Siti Patimah Prasetya
bagus banget, banyak teka teki yang tidak terduga..
Divya Alexa
lanjut thor
ilva
lanjut Thor buat pelakunya masuk penjara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!