Indonesia
NovelToon NovelToon
Tetanggaku itu jodohku

Tetanggaku itu jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Duda / Cintapertama
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: heila

Lisa adalah seorang gadis muda yang masih berusia 20 tahun. Iya tidak sengaja bertemu dengan seorang duda anak satu di kampungnya. Duda tersebut terbilang cukup dewasa. Hanya saja iya tergolong duda keren atau disebut sugar dedy.

Apa dikata, yang namanya jodoh tidak akan kemana. Siapa sangka Lisa dengan duda tersebut saling terpaut perasaan. Mereka memiliki perasaan yang sama. Saling jatuh Cinta meskipun usia mereka selisih 8 tahun.

Setelah mereka menikah, siapa sangka bahwa di dalam rumah tangga mereka Menghadapi berbagai macam masalah dan cobaan hidup. Meskipun usia Lisa terbilang jauh lebih muda, tapi Lisa selalu berusaha untuk bersikap lebih dewasa lagi. Iya selalu mendampingi suami dan memberi semangat.

Karena berkat kesabaran Lisa, Akhirnya rumah tangga mereka hidup bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma Ibu Eti dan Ibu Leli

"Apa?" Lisa kaget. Lisa juga melihat Ria menangis. Karena iya malu terhadap kelakuan adiknya.

"Aku malu, sama kelakuan Ratih.. lisa.." Ujar Ria sambil menangis tersedu-sedu.

"Itu ceritanya gimana Ria?" Tanya Lisa.

"Jadi, ceritanya itu.. Aku kan mau ke kamar Ratih.. Aku memang ada perlu sama Ratih.. Aku coba mengetuk pintu kamar Ratih.. tapi, Ratih bukanya lama Lisa.. terus setelah berkali-kali Aku ketuk pintu kamarnya, akhirnya Ratih mau membuka pintunya. Tapi, setelah itu, Aku jadi curiga.. bahwa Ratih menyembunyikan sesuatu.. Aku paksa Ratih untuk mengeluarkan apa yang dia sembunyikan itu Lisa.. tapi, pas Aku liat, Aku sempat syok melihat apa yang terjadi.. ternyata dalam kamar Ratih ada hakim yang sudah.." Ujar Ria tidak dapat meneruskan kata-katanya.

"Emang bener-bener itu si Hakim.." Ujar Candra.

"Ya, Aku marahi Hakim sama Ratih lah Candra.. Kalau Hakim itu sudah punya istri.. dan istrinya lagi hamil.. Terus Aku juga marahin Ratih.. Aku bilang, kalau Aku ini ada di rumah suamiku.. dan Ibu mertua Aku sikapnya seperti itu. Pasti Aku menjadi bahan cemoohan orang-orang sini besok.. dan Ibu Eti pasti menyalahkan Aku juga besok.. gimana ini.. Hiks, hiks, hiks.." Ujar Ria sambil terisak.

"Sudah lah Ria.. ga perlu didengarkan apa kata orang.. lagian ini bukan salah kamu kok Ria.." Ucap Lisa mencoba menenangkan hati Ria.

.

.

Setelah dirasa selesai, Ria dan suaminya pun pamit pulang. Sekarang tinggal Lisa dan suaminya. Lisa menjadi ngenes sendiri mendengar cerita mereka. Yang membuat Lisa simpati adalah terhadap istri Hakim yang sedang hamil 4 bulan. Lisa tidak tidak habis pikir. Iya hanya bisa mengelus dada. Lisa berdoa dalam hatinya, semoga keluarganya dijauhkan dari perbuatan yang dzolim.

"Sayang.." Sapa Lisa kepada suaminya.

"Iya sayang.." Jawab Candra.

"Kamu jangan sampai kayak begitu ya? Ingat kalau kamu sudah punya istri.." Ujar Lisa.

"Iya sayang.. mudah-mudahan enggak ya.." Ujar Candra. Lisa hanya mengangguk apa yang dikatakan oleh suaminya itu.

Tengah malam sudah terjadi ribut-ribut di luar. Lisa dan Candra sempat kaget dibuat oleh keributan itu. Lisa dan Candra pun terbangun karena ada keributan dari luar. Ternyata keributan tersebut berasal dari rumah Ibu Leli.

Ibu Leli sedang bertengkar dengan Ibu Eti. Kini yang dulu Ibu Leli dan Ibu Eti selalu akrab, sekarang malah bertengkar gara-gara kasus Hakim dengan Ratih.

Sementara ayah Ratih pun marah besar. Iya tidak segan-segan berencana ingin membacok si Hakim. Tapi, Ria sebagai anak tertuanya, melarang ayahnya melakukan hal itu. Ria bertekuk lutut di depan ayahnya. Karena Ria tidak ingin jika ayahnya sampai di penjara.

"Jangan yah.. jangan lakukan itu.. Ria mohon sama ayah.. jangan lakukan itu ayah.. Ria tidak ingin ayah di penjara.." Ujar Ria.

Ayah Ria pun sadar dari amarahnya. Dan Ayah Ria pun tertunduk lemas. Ayah Ria merasa syok karena tidak menyangka bahwa putri keduanya melakukan hal yang memalukan itu. Dan Ria pun menenangkan hati ayahnya. Ayah Ria merasa kecewa dengan Ratih.

...****************...

Keesokan harinya, berita tentang Ratih dan Hakim pun sudah tersebar luas. Entah siapa yang pertama kali menyebarkan berita itu.

"Aduh.. kasian istrinya ya.. padahal istrinya itu lagi hamil loh.. kok Hakim tega bener sama istrinya.." Ujar Ibu yang satu.

"Emangnya Ibu Eti selama ini tidak pernah menasehati Hakim apa ya?" Ujar tetangga yang satu lagi.

"Iya namanya juga Ibu Eti, kelakuannya kan memang suka ngurusin hidup orang lain.. itu lagi, Ibu Leli juga selama ini kan hanya bisa menilai orang lain.." Ucap tetangga yang satu lagi.

"Iya, sekarang mereka kena karmanya, selama ini mereka kan selalu nyinyir terhadap Lisa.. Mereka selalu saja menuduh bahkan memfitnah Lisa.." Ujar tetangga yang satu lagi.

"Sekarang rasain tuh.. sekarang jadi malu sendiri kan.. ketahuan kan sekarang, siapa yang selingkuh? Makanya kalau jadi orang itu ga perlu ngatain anak orang.. nanti takut anaknya sendiri yang ga beres.." Ujar Ibu-ibu yang lain.

...****************...

Sudah tiga bulan Lisa bekerja. Dan sekarang adalah hari raya.. Lisa pun mendapat uang THR dari perusahaan serta gaji dari perusahaan. Dan Lisa pun sangat bersyukur karena mendapat rejeki yang lebih.

Dan Lisa pun hendak membelikan Ibu mertuanya sesuatu. Lisa membelikan Ibu mertuanya sebuah baju lebaran. Baju lebaran itu sesuai dengan umur Ibu mertuanya. Dan Lisa pun memberikan baju lebaran yang dibelinya itu. Tapi sayangnya Ibu Maria malah tidak suka dengan baju lebaran yang dibelikan oleh Lisa.

"Oh iya Bu.. ini Aku belikan baju buat Ibu ya.. ini baju lebaran buat Ibu.. Ibu pakai ya?" Ucap Lisa sambil menyodorkan baju yang terbungkus rapi.

"Aduh.. warnanya kok kayak gini Lisa.. Aku ga suka warna ungu.. karena warna ungu itu terlalu tua bagi Aku.. Aku sukanya warna yang ini Lisa.. ini warnanya merah muda.. lebih bagus yang ini.. kalau ini ga bagus.." Ucap Ibu mertuanya. Lisa sedikit kecewa dengan ucapan Ibu mertuanya.

"Ibu.. tapi Ibu terima ya.. Aku sudah belikan ini buat Ibu loh. dipakai ya Bu.. meskipun satu kali.." Ucap Lisa.

"Oh.. iya.. terimakasih ya, Lisa.. terimakasih banyak sudah membelikan Ibu baju lebaran.." Ucap Ibu Maria. Lisa pun tersenyum mendengar ucapan dari Ibu mertuanya.

"Hem.. dasar pilihan orang miskin.. ya, begitulah kalau pilihan orang miskin itu pasti norak.. ih ga banget deh.. ga sudi Aku menerima pemberian menantu miskin.." Ujar Ibu Maria. Ibu Maria pun menyimpan baju pemberian Lisa. Karena kalau tidak disimpan, takut ketahuan Candra. Bisa marah Candra kalau Aku tidak menghargai pemberian menantu.." Ujar Ibu Maria.

.

.

Setelah hari lebaran tiba, Ibu Maria ternyata tidak menepati janjinya. Iya tidak memakai baju yang dibelikan oleh Lisa. Lisa yang melihat itu merasa kaget dan kecewa. Ternyata, Ibu mertuanya memang tidak menghargai pemberian dari Lisa. Tapi, Lisa hanya diam saja. Iya tidak mempermasalahkan hal itu. Hanya saja dia sedikit kecewa.

...****************...

Setelah tiga bulan Lisa bekerja, akhirnya Candra pun menyuruh Lisa untuk berhenti kerja. Iya menyuruh Lisa untuk beristirahat sejenak.

"Dik.. kamu ga usah kerja ya?" Ujar Candra.

"Loh kenapa kak?" Tanya Lisa.

.

"Aku pengen punya anak.. ikut program hamil aja ya dik.. dan kamu istirahat total.. biar ga terlalu capek.." Ujar Candra.

"Oh... kalau itu memang mau kakak ya ga apa-apa kak.. Aku menurut saja.." Jawab Lisa.

Lisa dan Candra pun sepakat untuk program hamil. Dan Lisa pun juga berjanji akan berhenti kerja. Karena Candra ingin memiliki anak dari Lisa.

1
Susi Khayla
bgung dgn alur cerita nya kta nya candra ini duda anak 1..lha anak nya bgmn..udh gtu candra kta nya orng tajir kerja dikota ...kirain sya lisa lbgsung di ajak ke kota gtw nya kerja di pabrik. trus candra gmn tuh kerja nya
Heila: terimakasih.. atas kritikannya kak.. memang begitu jalannya kak.. 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!