Indonesia
NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. Di Bawah Hujan

Mereka melangkah keluar dari gerbang besar rumah keluarga Arsen dengan tangan yang saling bertaut erat.

Mikael membukakan pintu mobil untuk Naira, lalu melaju perlahan membelah jalanan yang mulai gelap. Langit sore itu seketika berubah kelabu, dan tak lama kemudian, hujan turun. Pertama seperti butiran halus, lalu berubah menjadi deras yang menyapu seluruh permukaan jalan.

"Kamu tidak kedinginan?" tanya Mikael sambil melirik Naira di kursi penumpang.

Naira tersenyum. "Tidak sama sekali. Di dekatmu, aku selalu merasa hangat."

Mikael tersenyum lembut, ingin membalas sesuatu, tapi tiba-tiba mobilnya mengeluarkan bunyi aneh, bergetar sejenak, lalu perlahan berhenti total di pinggir jalan. Mesin mati.

Mikael mencoba menyalakannya kembali. Sekali. Dua kali. Tidak ada yang terjadi.

"Sepertinya mesinnya kebanjiran karena hujan terlalu deras," katanya sambil menghela napas frustrasi. Ia membuka pintu dan melirik ke luar. "Tunggu sebentar, aku periksa dulu."

"Jangan, Mikael! Hujannya terlalu besar." Naira berusaha menahannya, tapi terlambat. Mikael sudah melangkah keluar, basah seketika dalam hitungan detik.

Ia kembali ke dalam mobil beberapa menit kemudian dengan rambut dan bahu yang basah kuyup, wajahnya sedikit lelah namun tetap tersenyum.

"Maaf, Sayang. Sepertinya kita harus menunggu sebentar sampai hujan agak reda. Atau..." ia menunjuk ke arah sebuah toko kecil di seberang jalan yang sudah tutup, dengan teras luas yang bisa berlindung dari hujan. "Kita berlari ke sana. Lebih baik daripada menunggu di mobil. Rasanya pengap."

Naira mengangguk. "Ayo."

Mereka berlari kecil menyeberangi jalan, menutupi kepala dengan tangan, dan akhirnya sampai di teras toko itu dengan napas terengah-engah.

Pipi mereka memerah karena dingin, rambut mereka sedikit basah, tapi saat saling bertatapan, mereka sama-sama tertawa ringan dan bahagia.

Hujan di luar turun begitu deras, memukul jalanan dengan suara gemuruh yang menenangkan. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantulkan cahaya lembut di permukaan air yang menggenang.

Di sekeliling mereka sudah sepi. Hanya ada mereka berdua, di bawah atap teras yang sempit namun cukup untuk melindungi mereka dari guyuran air.

Naira menyisir rambutnya yang sedikit basah ke belakang telinga. Ia menoleh ke arah Mikael, dan mendapati pria itu sudah menatapnya lekat-lekat.

Tatapan yang begitu dalam, begitu lembut, seolah-olah di tengah hujan deras ini, satu-satunya hal yang terlihat jelas di matanya hanyalah dirinya.

"Kamu basah," kata Mikael pelan, tangannya terulur untuk menyeka setetes air di pelipis Naira.

"Kamu juga," jawab Naira dengan senyum tipis yang tak bisa ia sembunyikan.

Keheningan menyelimuti mereka, hanya terdengar suara hujan yang menghantam tanah dan atap. Tapi keheningan itu tidak canggung. Justru terasa hangat, penuh dengan ribuan perasaan yang selama ini tersimpan rapi, kini berdesakan ingin diucapkan.

Mikael mengangkat tangannya, menyentuh pipi Naira dengan lembut. Ujung jarinya sedikit dingin karena hujan, tapi sentuhannya begitu hangat hingga membuat jantung Naira berdetak kencang.

"Naira..." suaranya terdengar bergetar, rendah namun jelas di telinganya. "Tadi di dalam rumah, saat aku mengatakan bahwa aku mencintaimu, aku tidak sekadar berbicara agar mereka diam."

Ia berhenti sejenak, menelan ludah, lalu menatap mata Naira dengan segala ketulusan yang dimilikinya.

"Aku tidak berpura-pura, Naira. Tidak pernah. Sejak awal, saat kita masih bertengkar di bus, saat aku selalu menggodamu sampai kamu kesal, saat aku menyusun alasan hanya untuk bisa bertemu denganmu, semua itu karena aku mempunyai perasaan khusus kepadamu. Perasaanku nyata. Dan sekarang, aku tidak ingin menyembunyikannya lagi. Aku mencintaimu, Naira Alesha."

Air mata menetes di pipi Naira, tapi kali ini bukan air mata kesedihan. Itu adalah air mata bahagia yang meluap-luap, seolah seluruh rindu dan ketakutannya selama ini akhirnya menemukan tempat untuk beristirahat.

Ia menatap pria di hadapannya, pria yang pertama kali ia temui di bus dengan pertengkaran konyol, pria yang selalu ada di sampingnya saat ia jatuh, pria yang hari ini berani membelanya di depan semua orang.

Naira meletakkan tangannya di atas tangan Mikael yang masih menempel di pipinya, lalu tersenyum, senyum paling tulus yang pernah ia miliki.

"Aku juga, Mikael. Aku juga mencintaimu."

Kata-kata itu terucap begitu ringan, namun terasa begitu berat dan berarti. Beban yang selama ini ia pikul, takut, ragu, merasa tidak layak, seketika luruh bersama rintik hujan yang jatuh di luar sana.

Mata Mikael berkilau. Ia perlahan mendekatkan wajahnya, jarak di antara mereka semakin menyempit. Hidung mereka hampir bersentuhan. Napas mereka menyatu dalam udara sore yang sejuk itu.

"Bolehkah aku menciummu, Naira?" bisiknya dengan suara lembut dan penuh hormat. "Hanya jika kamu mau."

Naira tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menutup matanya perlahan, mencondongkan wajahnya sedikit ke depan, memberikan jawaban yang paling jujur dari hatinya.

Dan saat bibir mereka akhirnya bersentuhan, dunia di luar sana seakan berhenti berputar. Tidak ada suara hujan. Tidak ada orang lain. Tidak ada keraguan. Tidak ada sandiwara.

Hanya kehangatan, kelembutan, dan cinta yang tumbuh perlahan namun pasti, seperti buah ceri yang menunggu musimnya untuk berbunga

Ciuman itu lembut, penuh rasa syukur dan kelegaan. Seolah mereka berdua telah menunggu momen ini begitu lama, dan sekarang akhirnya mereka ada di sana, bersama, milik satu sama lain.

Saat mereka melepaskan ciuman itu, dahi mereka masih saling menempel, mata mereka masih terpejam, menikmati momen yang begitu indah dan tak terlupakan.

Mikael memeluk Naira erat, menyandarkan dagunya di atas kepala perempuan itu. Naira memeluk pinggangnya, menyembunyikan wajah di dadanya, mendengarkan detak jantungnya yang berpacu sama cepatnya dengan detak jantungnya sendiri.

"Terima kasih," bisik Mikael di rambutnya. "Terima kasih telah menerima aku, Naira. Terima kasih telah menungguku."

"Terima kasih telah memilihku," balas Naira pelan, suaranya teredam oleh kain jasnya yang sedikit lembap. "Terima kasih telah membuatku merasa berharga."

Hujan masih turun deras di luar sana, dan mobil mereka masih mogok di pinggir jalan. Tapi di bawah teras kecil itu, di dalam pelukan hangat mereka, tidak ada yang dingin. Semuanya terasa sempurna. Semuanya terasa benar.

Karena cinta sejati tidak datang saat segalanya berjalan mulus. Ia datang saat dua hati berani berkata: Aku memilihmu, apa pun yang terjadi.

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!