Indonesia
NovelToon NovelToon
Titik Temu

Titik Temu

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: nurfitrikhoir

Derajat paling tinggi dari mencintai adalah melepaskan.

Kisah cinta perbedaan keyakinan merupakan kisah cinta yang cukup klise. Dimana seseorang memaksakan kehendaknya untuk melawan kehendak tuhan. Mereka terus berusaha untuk melepas dinding penghalang yang ada diantara mereka. Tapi, seberapa keraspun mereka berusaha. Sekeras itu jugalah dinding tersebut berdiri kokoh.

Ini hanyalah kisah remaja, yang dengan egoisnya memaksakan kehendak mereka untuk menjalin cinta. Padahal mereka sadar bahwa, saingan mereka adalah tuhan. Dimana, bila mereka ingin bersama. Maka, salah satu dari mereka harus meninggalkan tuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurfitrikhoir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

are you okey?

Ketiganya menatap Bella khawatir. Perempuan itu tiba-tiba diam seperti orang ketakutan. Padahal sebelumnya gadis tersebut sedang baik-baik saja.

"Bella are you okei?" Tanya Angel khawatir namun tidak ada tanggapan apapun dari gadis tersebut.

Aretha menyadari arah tatapan Bella yang hanya menatap pada satu titik. Retina metanya mengikuti arah pandang gadis tersebut. Aretha merasa terkejut ketika tahu bahwa Bella saat ini sedang menatap perkumpulan dari Azka dan teman-temannya. Sebenarnya ada masalah apa antara Bella dengan Azka. Kenapa Bella yang sudah menyukai Azka sejak lama bersikap seakan-akan sangat membenci laki-laki tersebut? Ada masalah apa antara Azka dengan Bella? Lalu kenapa Bella terlihat sangat ketakutan saat ini? Apakah mungkin ada sesuatu yang terjadi antara Bella dan Azka kemarin? Tapi Azka bukan orang yang seperti itu. Lalu kenapa dengan Bella? Kenapa ia terlihat sangat dendam kepada Azka?

Bella seketika menutup mulutnya karena rasa mual menjalar pada tenggorokannya. Ia langsung berlari meninggalkan area kantin untuk menuju toilet yang tidak terlalu jauh. Pergerakan Bella yang tiba-tiba membuat ketiga gadis tersebut berlari mengikutinya, dengan pertanyaan yang berkecambuk dalam pikiran masing-masing. Bella terlihat sangat berbeda akhir-akhir ini.

"Bel kamu sakit? Muka kamu pucat" ujar Aretha khawatir.

Bella menggelengkan kepalanya "aku gak papah kok. Mungkin hanya masuk angin" katanya.

"Gara-gara kamu kemarin pulang kemaleman kan? Padahal aku sudah minta kamu menginap saja. Tapi kamunya ngeyal sih" ujar Sisil

"Mau ke uks aja?" Tawar Angel.

Bella menggelengkan kepalanya tidak setuju "gak usah. Aku gak mau ikut ujian susulan" tolaknya.

"Tapi muka kamu pucat banget Bel" kata Aretha dan diangguki setuju oleh teman-temannya.

"I'm fine. Okei? Jangan khawatir" ucap Bella dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Namun, ketiganya tidak bisa berhenti cemas, walaupun Bella sudah tersenyum seperti itu. Dimata mereka, Bella sedang bersikap seolah-olah dia baik-baik saja. Namun, sebenarnya gadis tersebut sedang menutup-nutupi rasa sakitnya, supaya ketiga sahabatnya tidak khawatir.

"Kalau ngerasa pusing atau udah gak kuat, bilang yah?" Nasihat Sisil dan Bella menganggukkan kepalanya mengiyakan.

Keempat gadis itupun berjalan beriringan keluar dari area toilet dan menuju kelas mereka karena waktu istirahat yang sudah berakhir.

****

Pernikahan, sebuah ikatan yang selalu menjadi impian bagi setiap manusia. Banyak sekali manusia yang bermimpi memiliki hubungan pernikahan yang sakinnah mawaddah warromah. Apalagi dalam islam penikahan merupakan penyempurna agama. Karena itu, banyak sekali orang yang memutuskan untuk menikah muda, katanya supaya terhindar dari dosa zina.

Suasana pesantren terlihat sangat ramai, banyak sekali santri-santri yang saat ini sedang sibuk memindahkan kursi untuk hari pernikahan yang akan dilaksanakan besok. Semuanya malaksanakan tugas yang diberikan oleh pengurus pesantren. Tidak terlihat perasaan marah karena disuruh-suruh, semua santri seakan ikut bahagia dengan dilaksanakannya pernikahan salah satu anak kyai yang selalu mereka hormati.

Dari dalam kamar kak Khadijah, Aretha melihat Azka yang saat ini sedang sibuk merapihkan kursi-kursi. Dari mulai mengangkatnya kemudian merapihkannya. Aretha merasa kagum dengan sahabatnya itu, padahal sebelum berangkat kesini, Azka terlebih dahulu mengikuti turnamen basket antar sekolah. Seharusnya saat ini dia sudah sangat kelelahan, tapi dari wajahnya tidak terlihat seperti orang yang kelelahan.

Aretha berbalik menatap kak Khadijah yang saat ini sedang mengobrol dengan beberapa kerabat wanitanya. Aretha melangkahkan kakinya dan ikut bergabung dengan mereka.

"Jadi kakak menikah dengan prosesi ta'aruf?" tanya Aretha terkejut.

"Iya" jawab Khadijah sembari menganggukkan kepalanya.

Aretha terkejut mendengar pernyataan kak Khadijah barusan. Ia pikir kak Khadijah sudah mengenal lama laki-laki yang akan menikahinya, tapi ternyata kak Kahdijah baru bertemu dengan calon suaminya 2 bulan yang lalu, bahkan mereka baru bertemu 3 kali. Ternyata anak kyai memang beda, mereka lebih taat dengan syari'at agama. Lebih mementingkan perintah Allah SWT dibandingkan dengan nafsu duniawi.

"Kenapa kak Khadijah bisa seyakin itu? Maksud aku, kenapa kak Khadijah bisa yakin kalau orang yang menikah dengan kakak adalah orang yang baik? Orang yang sholeh? Kayak keyakinan, ini dia cowok yang memang berhak buat menjalani hidup dengan aku. Kenapa kak Khadijah bisa seyakin itu, emm yah kenapa?" Tanya Aretha penasaran.

Jujur saja, dia sangat penasaran dengan alasan orang-orang yang memutuskan untuk menikah. Kenapa mereka bisa sangat yakin bahwa orang yang akan mereka nikahi adalah orang yang baik, orang yang mereka impikan selama ini? Padahal tidak ada jaminan apakah dia adalah orang yang baik.

Aretha menundukkan kepalanya, ia merasa takut dengan tatapan dari kerabat-kerabat kak Khadijah, sepertinya ia salah karena menanyakan pertanyaan seperti itu kepada orang yang akan melaksanakan pernikahan besok.

"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" Tanya Khadijah lembut, dia merasa tertarik dengan pembicaraan yang akan Aretha utarakan.

Aretha kembali mengangkat kepalanya dan menatap kak Khadijah "yah,,karena menurut aku. Pernikahan itu ibarat lotre kak. Kita gak pernah tahu kita akan menang atau kalah. Kayak, kita nikah sama orang yang kita kenal dia baik, eh ternyata pas nikah baru ketahuan kalau dia hobi main tangan. Atau ketika kita udah pacaran bertahun-tahun, kita kenal dia sangat perhatian dan setia. Tapi ternyata pas nikah kita baru tahu kalau dia tukang selingkuh. Jadi, menurut aku tidak ada jaminan kalau orang yang nikah sama kita adalah orang baik. Bisa jadi mereka justru adalah orang yang sangat jahat. Karena kita kan gak tahu isi hati manusia. Kita gak pernah tahu apakah dia benar-benar sayang sama kita atau hanya ingin memanfaatkan kita saja" Aretha mengutarakan semua pendapatnya tentang pernikahan. Walaupun usianya masih terbilang sangat muda untuk membahas pernikahan, apalagi dia juga belum memiliki pengalaman apapun tentang pernikahan.

Tapi, satu hal yang dia tahu. Bahwa pernikahan itu menakutkan. Aretha berkaca dari apa yang menimpa pernikahan kedua orang tuanya. Diluaran sana, mereka terkenal akan kebaikannya dan terkenal dengan pernikahan yang sangat romantis, banyak sekali orang yang memuja-muji mereka, karena terlihat seperti pasangan yang sempurna. Namun, didalam rumah, mereka hanyalah orang tua yang memiliki kekasih. Yah, mereka berselingkuh satu sama lain, pernikahan yang dihasilkan dari perjodohan memang terkadang berujung dengan kehancuran.

"Astagfirullah!!, kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Kamu beragama bukan?" Ujar salah satu kerabat kak Khadijah, dia menatap Aretha marah.

"Tha, kita memang tidak akan pernah tahu seperti apa sifat asli dari orang yang menikahi kita. Seperti kata kamu, isi hati manusia tidak ada yang tahu. Tapi, bukankah kita punya Allah SWT? Allah sang pencipta kita, tentu saja Allah tahu seluruh isi hati kita. Disaat seperti itulah sholat Istikhorah sangat berguna. Tha, jika kamu pikir kakak sangat yakin dengan calon suami kakak saat ini, maka kamu salah besar. Kakak hanya manusia biasa jadi kakak tidak tahu seperti apa dia. Karena itu kakak terus menerus sholat istikharah, kakak juga sama seperti kamu. Kakak juga takut salah memilih pasangan, tapi satu yang selalu kakak yakini, Allah itu baik, dan janji Allah selalu benar" penjelasan kak Khadijah membuat Aretha terdiam seketika. Selama ini, dia terlalu memikirkan duniawi saja, terlalu memikirkan luka yang ia terima dari kedua orang tuanya. Sampai ia lupa bahwa Allah SWT akan selalu berada di sisinya. Sebagaimana firman Allah QS Al-Baqaroh ayat 286 "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"

"Tha, untuk perihal pernikahan, dalam sebuah hadits pernah dijelaskan Tiba-tiba Rasulullah SAW mendatangi kerumunan tiga rombongan dan berkata,"Kalian telah berkata begini dan begitu, tapi demi Allah aku adalah manusia yang paling takut kepada-Nya. Oleh karena itu, salah berpuasa, sholat, tidur, dan menikah. Barang siapa yang tidak suka dengan sunahku (nikah), maka bukan golonganku. Untuk itu, manusia disyariatkan untuk menikah. Pernikahan adalah suatu peristiwa yang fitrah, dan sarana paling agung dalam memelihara keturunan dan memperkuat hubungan antar sesama manusia yang menjadi sebab terjaminnya ketenangan cinta dan kasih sayang"

1
YouTube: hofi adawiyah
semangat 🥰 mampir jg yuk kak ke karyaku judulnya Sahabatku Berkhianat 😍
Emma
😢Saya menangis ketika membaca bagian yang menyedihkan dari novel ini.
Gbi Clavijo🌙
Gak kecewa sama sekali! 😃
KnuckleBreaker
Suka banget sama ceritanya, thor pandai menulis!
Alisa channel
Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!