Menjadi anak tengah ternyata tidak membuat Riana di manja kedua orang tua nya.
semua perhatian yang selama ini justru tidak ia dapat sepenuhnya.dia harus berbagi dengan dua orang kakak dan satu orang adiknya.
sampai ia menikah pun tetap saja orang tua nya tidak begitu perduli dengan nya. apa lagi ketika ia mendapatkan suami hanya seorang sales keliling. apa lagi ia menikah setelah beberapa tahun menyelesaikan pendidikan kuliahnya.
ia selalu mendapatkan gunjingan dari pihak keluarga nya sendiri.giri juga memiliki kakak yang julid. Ria dan giri menjadi orang pertama yang selalu di salahkan dalam keluarga nya. bagaimana kisah rumah tangga Ria dan giri selanjutnya?
yuk ikuti terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukaria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
"apa yang di katakan istri mu benar nak, kalau kamu datang menemui ibu dan kakak mu.bisa saya esok mereka akan kesini dan membuat ulah yang lebih buruk lagi." pak Bayu pun menyetujui ucapan menantunya.
"tapi pak,mereka sudah melukai ria. Masa aku sebagai suami diam saja melihat itu." ucap giri menggebu-gebu.
"nak, emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Jika besok kamu sudah tenang bicara baik-baik pada Mereka." nasihat pak Bayu lagi.
"benar apa yang di katakan bapak mas, sekarang kita masuk yuk! kaki adek pegal nih berdiri terus." giri pun tersadar, ternyata sejak tadi mereka masih di depan teras rumah.
Mereka pun masuk kerumah. Sedangkan ria langsung duduk selonjoran karena kaki nya terasa pegal. Dirasa sudah sedikit enakan ria pun menawarkan minuman pada bapak mertua nya.
"bapak mau minum apa?" tanya ria.
"Sudah dek, kamu duduk saja. Biar mas aja yang buatkan bapak minum." pinta giri.
Setelah mereka duduk sejenak,ria pun memilih untuk istirahat.sedangkan giri masih mengobrol dengan pak Bayu.
"nak,kamu harus benar-benar menjaga istri mu dari ibu dan kakak mu. Terkadang mereka berbuat sangat keterlaluan. Kasian ria, apalagi saat ini ia sedang mengandung." ucap pak Bayu ketika melihat menantu nya sudah pergi istirahat.
"ia pak. tadi itu sebenarnya aku nggak mau ninggalin ria sendirian. Tapi, atasan giri selalu menelpon terus." jawab giri
Dua hari setelahnya, giri dan ria mengadakan syukuran kehamilan. Kebetulan saat ini ria tinggal menyusun skripsi saja.jadi, waktu kuliahnya pun sama sekali tidak terganggu.
"apa tidak makanan nya tidak dipesan aja dek?mas khawatir nanti kamu kelelahan lagi sayang." ujar giri selesai melaksanakan shalat subuh.
"nggak usahlah mas, lagian juga yang di masak nggak banyak kok."ria lebih memilih untuk memasak sendiri untuk acara nanti siang.karena mereka hanya mengundang keluarga inti saja.serta teman-teman kerja tawakal dan atasannya beserta ustad terdekat.
"Assalamualaikum?" ucap seseorang dari luar.
"waalaikumsalam...!" giri yang sedang bersantai pun segera membukakan pintu.
"ria sudah pergi belanja belum nak?" tanya pak Fao pada menantu nya.
"semuanya sudah siap pak, tinggal mengelolah saja ." jawab giri sambil mempersilahkan mertuanya masuk.
"bapak kira, makanan nya kalian pesan!kenapa harus masak sendiri. Nanti kecapekan bagaimana nak?" pak Fao terlihat begitu khawatir.
"nggak kok pak.lagian juga yang mau di masak nggak banyak kok!" ria tiba-tiba saja menyahut dan duduk di sebelah suaminya.
"Oya,ini ambil. Ini bapak persiapkan untuk acara cucu bapak nak.di terima ya?" pak Fao memberikan sebuah amplop yang isinya sedikit tebal.
"nggak usah pak, semuanya sudah terpenuhi kok pak. Lagian ini kan tabungan bapak selama ini." ria berusaha untuk menolak pemberian ayahnya.
"tidak!bapak nggak suka penolakan." pak Fao pun langsung menyerahkan amplop itu di tangan putri nya.
"baiklah.ria terima ya pak.terimakasih banyak." ucap ria,iapun memeluk ayahnya.
"gimana kalau bapak suruh ibu dan kakak-kakak mu kesini aja nak untuk bantu memasak?" usul pak Fao pada putrinya.
rasanya ia tidak tega,jika anaknya mengerjakan semuanya sendiri. Padahal ia masih memiliki ibu dan saudara-saudara.
"nggak usah pak,lagian semua sudah selesai tinggal masak saja. Kalau cemilannya sudah sejak semalam ria buat kok."
Akhirnya semuanya selesai sebelum acara makan siang di mulai.giri pun dengan sigap membantu istrinya untuk menata cemilan di meja.ia juga sudah siap membereskan rumah agar semua nya bisa muat.
"Assalamualaikum!" ternyata keluarga ria datang lebih awal.
"waalaikumsalam!mari masuk semua nya." ria pun menyambut kedatangan keluarga nya.
"kayaknya, aku nggak bisa lama-lama deh.takut gatal-gatal berada di tempat kumuh dan sempit seperti ini." ucap Eni tanpa perasaan sedikit pun.
"kak Eni bisa aja! Kan kasihan kakakku tersayang ini." niar menatap sinis pada ria.
Tadi nya ria hanya ingin mengundang bapaknya saja. Tapi suaminya meminta keluarga yang lainnya juga harus di undang.
"ia dek.rasanya Kakak juga merasa pengap disini lama-lama." kini Ira istri bobi mulai bersuara.
"acaranya sebenarnya mulai jam berapa sih?kita sudah gerah ini loh! bisa-bisanya kalian betah tinggal dirumah sempit seperti ini." ucap Bobi mulai mencemooh adiknya itu. Ia masih sakit hati karena ria pernah menolak meminjam kan nya uang.
"cukup!jaga ucapan kalian!" kini pak Fao mulai bersuara. Ia tidak suka akan sikap anak-anaknya itu.
klu itu udah masuk ranah hukum .
dan warga kampung yg terlibat bisa terkena pidana