Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN RATU SRIGALA

KEBANGKITAN RATU SRIGALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 021 : Kemenangan di Balik Kabut

Pertarungan terus berlanjut. Udara Hutan Kabut Abadi bergetar hebat, penuh benturan tenaga. Zorvath melepaskan rentetan sihir gelap mematikan untuk melumpuhkan Kaelan.

Namun Kaelan terus menangkis, mengelak, dan maju meski luka dalam menggores tubuhnya, darah menetes, napas memburu. Matanya tetap teguh, tak menyerah. Kini Kaelan mengumpulkan seluruh tenaga, tubuhnya bersinar perak terang.

"SERANGAN CAHAYA BULAN TEKAD PENJAGA!"

Nama tenaga dalam itu bergema di udara, disusul ledakan energi yang menyapu bersih sihir Zorvath hingga musnah seketika.

Di sisi lain, Seraphina menyerang Morgus bertubi-tubi dengan gerakan tepat dan penuh kekuatan.

"Ternyata mereka tak bisa diremehkan… kekuatan mereka sangat kuat dan terlatih," batin Seraphina. Ia membentuk pola energi di sekeliling Morgus perangkap tak kasat mata yang perlahan menyempit, menahan kekuatan musuh. Saat sempurna, ia melepaskan serangan pamungkas. Morgus meraung kesakitan, tubuhnya hancur dan luruh menjadi debu, tak menyisakan apa pun selain abu.

Tak lama kemudian, tubuh Zorvath pun ikut melemah dan akhirnya hancur menjadi abu, tersapu angin kabut yang lewat.

Ketenangan perlahan kembali, namun Kaelan tak serta merta merasa lega. Dengan langkah tertatih-tatih, ia berjalan mendekati Seraphina, tangan kanannya menekan dada yang terasa sesak dan perih.

"Kamu terluka?" tanya Seraphina segera membantu Kaelan duduk.

Kaelan tersenyum tipis, berusaha terlihat baik-baik saja. "Iya... tapi aku nggak apa-apa."

"Kita istirahat sebentar," ajak Seraphina.

Kaelan menunjuk ke arah kastil tinggi yang kini lenyap. Kabut tebal pun hilang, memperlihatkan hutan yang asli, sunyi, dan damai. "Lihat… kastil itu hilang."

"Itu hanya sihir ilusi," ucap Seraphina pelan. "Mereka menciptakannya untuk menipu dan membuat kita tersesat. Kini mereka kalah, sihir itu pun musnah. Mari kita istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan."

Di Kerajaan Bulan Perak, suasana berubah. Lira duduk tegak di singgasana yang dulu milik Raja Argan, penuh wibawa. Di hadapannya, Argan dan Sari berlutut di lantai batu yang dingin, kepala tertunduk.

"Maafkan aku, Lira," mohon Argan, suaranya penuh penyesalan palsu. "Izinkan aku kembali ke istana, dan semuanya bisa seperti dulu lagi."

"Iya, Ratu Lira... izinkan aku kembali melayanimu seperti dulu," tambah Sari, suaranya terdengar memelas.

Lira menatap mereka tanpa amarah, namun tanpa belas kasihan. Ia tersenyum tipis dingin dan tegas. "Argan, kembali ke masa lalu itu mustahil."

"Kenapa mustahil?" Argan mendongak, tak menerima penolakan. "Semuanya bisa diubah, asal kau mau kembali padaku, Lira."

"Kau lupa peraturan Kaum Srigala, Argan?" Lira bersandar, suaranya bergema. "Ikatan suci yang putus takkan pernah bisa dikembalikan. Dan bagi Srigala yang berkhianat terhadap Ratu dan kerajaan, hukumnya sudah tertulis sejak dulu."

Argan terdiam. Kata-kata Lira benar, ia hanya berharap belas kasih bisa mengalahkan aturan.

"Kalian berkhianat, mengusir Ratu yang sah, dan merebut kekuasaan dengan cara kotor," lanjut Lira tegas. "Maka sesuai Pasal III Hukum Kerajaan Bulan Perak: setiap pengkhianat dicabut hak keturunan, diasingkan ke perbatasan hutan larangan, dan menjadi pelayan umum seumur hidup tanpa boleh kembali selamanya."

Argan dan Sari pucat pasi. Mereka tahu bahwa hukuman itu jauh lebih berat daripada sekadar kematian.

"Bawa mereka ke tempat pengasingan yang telah ditentukan," perintah Lira kepada para pengawal. Pengawal segera mencengkeram lengan Argan dan Sari, lalu membawa mereka keluar aula.

Lira menatap pintu tertutup, napasnya lega. Namun ia tahu ini baru permulaan. Keadilan ditegakkan, namun bahaya yang jauh lebih besar masih menanti Seraphina dan Kaelan.

1
kaylla salsabella
masih ngeyel
kaylla salsabella
cari mati sari
kaylla salsabella
ooo ternyata bener rian yang dulu di tolong Seraphena
kaylla salsabella
pangeran rian apakah orang yang sama dengan yang di sembuhkan nazar
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
si elara atau ibunya elara
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
kaylla salsabella
alhamdulillah
kaylla salsabella
🤔🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
semoga berhasil
kaylla salsabella
yeeee rasain kamu elara🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ooo srigala bangsawan nya adalah rian
kaylla salsabella
pasti ratu lira
kaylla salsabella
jodohin lira sama Alaric saja 🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
perasaan ku Dikit amat🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!