Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 18

Eva kembali teringat pada kenangan ketika pertama kali bertemu Nathan di tempat ini.

*Nathan... aku benar-benar merasa beruntung pernah bertemu denganmu. Walaupun sekarang dirimu sudah tenang di alam sana.*

Tiba-tiba tanpa di sadari Eveline menepuk bahu Eva membuatnya tersentak terkejut

TAP..

"Eva. Kenapa dari tadi kamu melamun terus?"

"Tidak... aku cuma lihat-lihat saja."

"Kamu pasti bohong, kan?" Eveline menyipitkan mata. "Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan."

Seketika pipi Eva memerah. Eveline melihat pipi Eva memerah malu seketika menggodanya

"Nah, kan? Lihat tuh, pipimu sampai memerah."

Sebelum Eva sempat menjawab, terdengar suara Rahul memanggil dari belakang.

"EVELINE!"

Eveline segera menoleh ke arah sumber suara.

"IYA!"

Ia kemudian kembali menatap Eva untuk memberitahu bahwa Rahul memanggilnya

"Eva, aku harus menemui Rahul. Dia memanggilku."

Eveline pun segera berjalan meninggalkan Eva dan menuju ruangan tempat Rahul berada. Ruangan itu tampak seperti ruang pertemuan yang sudah lama tidak digunakan. Kursi-kursi bekas memenuhi sebagian besar ruangan, tertutup debu dan tampak kusam.

Begitu bertemu Rahul, Eveline langsung meminta apa yang telah ia cari.

"Rahul, mana dokumen yang kamu curi itu?"

"Heh... heh... sabar dulu."

Rahul berjalan menuju tas yang diletakkannya di samping salah satu kursi bekas.ia membuka resleting tas tersebut, lalu mengeluarkan sebuah amplop besar yang berisi sejumlah dokumen.

Rahul menyerahkannya kepada Eveline.

"Ini dokumennya."

Eveline segera mengambil amplop tersebut kemudian Ia membukanya, lalu mulai membaca satu per satu dokumen di dalamnya. saat membaca setiap kalimat di dalam dokumen-dokumen tersebut Ekspresinya perlahan berubah serius.

Dokumen-dokumen tersebut berisi data serta visi dan misi Athena untuk melakukan pertambangan ilegal dan menanam pohon eucalyptus dalam skala besar.

"Gila..."

"Kalau ini terus dibiarkan, alam di Paradise bisa hancur."

"Sudah kubilang, kan? Orang-orang Athena memang terlihat baik di depan, tapi sebenarnya mereka busuk di dalam."

"Kamu benar."

Rahul kemudian menatap Eveline.

"Lalu... Eveline, apa yang akan kamu lakukan dengan dokumen itu? Aku sudah mengambilnya sesuai dengan yang kamu inginkan."

Tiba-tiba Eva ikut masuk ke dalam ruangan.

"Maaf mengganggu... Aku dengar Athena akan menghancurkan alam Paradise?"

"Benar, Eva," (jawab Rahul)

Eveline menggenggam dokumen tersebut lebih erat.

"Rencanaku, dengan dokumen ini, aku ingin menunjukkannya kepada masyarakat. Aku ingin membuktikan bahwa Athena sebenarnya tidak sebaik yang selama ini mereka pikirkan."

Rahul menghela napas.

"Huh... memangnya semudah itu? Kamu pikir warga akan langsung percaya setelah melihat dokumen ini? Banyak dari mereka sudah terlalu fanatik terhadap para petinggi."

"Tidak semua warga fanatik. Memang kebanyakan seperti itu, tapi bukan berarti semuanya." (ujar Eveline)

"Iya, aku tahu."

Rahul menyandarkan tubuhnya pada kursi.

"Tapi warga yang sadar pun pada akhirnya bisa kalah jumlah. Lihat saja, sebanyak apa orang yang masih mendukung mereka."

Ia kemudian menunjuk dokumen di tangan Eveline.

"Lagi pula, Eveline... memangnya kamu mau menyebarkan dokumen itu lewat mana? Digital billboard raksasa di tengah jalan?"

Eveline hanya menatap Rahul tatapan matanya penuh keyakinan dan harapan Rahul sudah mengenal tatapan itu, Eveline benar-benar berniat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Paradise dari keserakahan Athena.

Rahul akhirnya menghela napas panjang.

"Iya, iya... aku paham."

rahul memalingkan wajah.

"Tapi berhenti menatapku seperti itu. Risih, tahu."

...****************...

Pukul 19.00 di tengah kota Paradise tepatnya di daerah wiston yaitu tempat pusatnya kota di paradise.suasana masih ramai. Orang-orang berjalan di sepanjang trotoar, sementara kendaraan berlalu-lalang di jalan raya.

Dwi berada di wisto ia berjalan di antara kerumunan hingga tiba di depan zebra cross. Ia hendak menyeberang dan bergabung dengan sekelompok pejalan kaki yang juga sedang menunggu untuk menuju trotoar di seberang.

Lampu penyeberangan yang semula merah berubah menjadi hijau Bersamaan dengan itu Kendaraan mulai berhenti Kerumunan pejalan kaki pun mulai melangkahkan kaki untuk menyeberang Dwi ikut berjalan bersama mereka.

Satu langkah,Dua langkah,Tiga langkah,Empat langkah,Lima langkah—

Tiba-tiba, sebuah digital billboard raksasa yang berada di seberang jalan mendadak berubah tampilan.

Sebelumnya layar itu menampilkan iklan makanan

Kini, dua pria misterius dengan masker hitam muncul di layar Penampilan mereka sekilas menyerupai perampok Seolah-olah seseorang telah meretas billboard tersebut Beberapa orang di sekitar mulai memperhatikan namun, sebagian lainnya tetap berjalan tanpa peduli.

Dwi yang semula hendak menyeberang mendadak menghentikan langkahnya Matanya terpaku pada billboard raksasa itu.

Sementara orang-orang yang berjalan bersamanya terus melangkah hingga akhirnya mencapai trotoar di seberang.

Dwi kini berdiri sendirian di tengah zebra cross, Salah satu pria di dalam layar akhirnya berbicara.

"Selamat malam, warga Paradise."

Suaranya terdengar jelas melalui pengeras suara yang terhubung dengan billboard.

"Kami dari organisasi Revor. Kami ingin memberitahu kalian semua bahwa selama ini kalian telah ditipu oleh para petinggi."

Beberapa orang yang mendengar mulai memperlambat langkah.

"Memang semuanya terlihat baik-baik saja dari luar. Namun, kalian tidak menyadari bahwa ada ancaman yang sedang mengintai di luar sana. Dan jika dibiarkan, ancaman itu bisa menghancurkan alam kita."

"Namun, temanku sudah membawa bukti nyatanya."

Pria kedua kemudian mengangkat sebuah dokumen.

Itulah dokumen milik Athena yang berhasil di curi.

Dokumen yang berisi data serta visi dan misi mereka untuk melakukan pertambangan ilegal dan penanaman pohon eucalyptus secara luas.

Pria tersebut mendekatkan dokumen itu ke kamera Tulisan-tulisan di dalamnya kini terlihat jauh lebih jelas di layar raksasa.

tinggg....

Dwi tersentak wajahnya berubah pucat Ia mengenali dokumen tersebut.

*Apa-apaan ini...? Tidak... tidak mungkin. Bagaimana bisa dokumen penting itu berada di tangan Revor?*

Dwi hanya bisa berdiri terpaku. Ia terus menatap layar tanpa berkedip.

TINNN!!!

Suara klakson mobil yang keras tiba-tiba memecah lamunannya.

Dwi tersentak terkejut Ia buru-buru menoleh ke kanan dan kiri.Kerumunan orang yang tadi menyeberang bersamanya sudah tidak terlihat Kini hanya tersisa dirinya di tengah jalan Lampu penyeberangan kembali berubah merah Sementara lampu untuk kendaraan berubah hijau.

Dwi segera mempercepat langkah menuju trotoar Setelah berhasil sampai di tepi jalan, ia menoleh kembali ke arah billboard Di layar, kedua pria misterius itu masih terlihat.

"Baiklah... mungkin hanya itu yang ingin kami sampaikan."

"Kami akan segera pergi."

Seketika tampilan kedua pria itu menghilang Billboard kembali menampilkan iklan makanan seperti sebelumnya.

Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Dwi hanya bisa berdiri sambil menatap layar dengan wajah bingung dan penuh tanda tanya Di belakangnya, dua orang wanita berjalan sambil berbicara.

"Pasti itu cuma buzzer pembenci petinggi."

"Benar. Negara sudah aman dan maju, malah dibilang ada ancaman, aneh."

Dwi mendengar percakapan itu.

Ia terdiam

Kemudian, tanpa mengatakan apa pun, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum tipis.

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!