Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 KAKAK ADIK??

*Di kediaman setiawangsa*.

    Terlihat beni begitu murung saat tadi di kantor membicarakan kedudukan pemimpin ia merasa sedih duduk sendirian di sofa sambil melamun. Karena dirinya tidak pernah terpilih atau di inginkan semua kalangan bisnis terutama ayahnya sendiri sudah membenci dirinya sendiri hanya masalah scandal terjadi. Tidak lama Nenek Maharani datang ia melihat cucunya duduk sambil terdiam melamun.

"Kamu kenapa?? ". Tanya Maharani duduk di sofa berhadapan

"Semua orang bertanya padaku nek. mereka bertanya kapan brayen akan duduk di kursi itu. Mereka semua tidak pernah bertanya padaku, mereka hanya mau Brayen bukan padaku". Ucap beni hanya menatap kosong kedepan tidak menoleh

    Maharani menatap sinis mendengar itu, ia tidak bisa menerima tidak ada keadilan terhadap cucunya sendiri yaitu, beni.

"Mati pun masih saja tidak menerima. Apa lagi kalau hidup... ". jawab Maharani

" Aku memang salah..... TAPI.... KENAPA HARUS BRAYEN!!! KENAPA HARUS DIA... TIDAK PERNAH BERFIKIR TENTANG PERASAAN KU NEK. KENAPA HARUS DIA... DIA!!! ". Serentak kesel beni merasa tidak pernah dianggap ada oleh semua orang

" Tenang... Jangan di dengar kan ucapan mereka. ".

" Tapi nek. warisan itu tidak akan pernah di buka sebelum aku menikahi wanita itu. kalau aku nikah semua orang akan tahu kalau aku dan dia hamil duluan, malu nek muka aku taruh di mana".

"itu kan salah kamu sendiri, tanggung sendiri akibatnya. Nenek kan sudah peringatkan kamu untuk tidak melakukan aneh-aneh tapi apa... malah hamilin anak orang".

" Kenapa nenek nyalahin aku.. ".

" Iya terussss... memang kenyataannya seperti itu. apa lagi brayen sudah menikah dengan wanita berada teman dekatnya ayahmu sendiri. sedangkan kamu malah dapat wanita kalangan rendahan, apa tidak nambah malu kamu, harusnya kamu berfikir sebelum bertindak... nenek tidak tahu harus bagaimana. nenek bingung ". Ucap Maharani menyentak Beranjak melangkah jalan meninggalkan beni sendirian

   Beni pun terdiam bingung merasa gagal dalam hidupnya sendiri merasa kalah dengan adiknya sendiri.

*****

*****

*****

*Di hotel*

    Terlihat Brayen duduk sendirian di meja makan sambil melamun, ia kepikiran soal kasus saudara kakaknya sendiri mengenai hamilnya adik perempuannya dion, ingin rasanya bertanya langsung pada kakaknya tapi takut tersinggung dan akan menjadi ribut besar. Ia bingung harus bagaimana dan mulai dari mana untuk menyelesaikan masalah keluarganya sendiri.

    Brayen menghela nafas panjang sambil berfikir sejenak, ia bangkit melangkah jalan

Bersamaan itu terlihat di perjalanan ada sebuah mobil hitam berjalan dengan normal yang di tumpangi Elina duduk di belakang jok, yang menyetir kan mobilnya yaitu Joni yang suka mengantar jemput istri dari temannya sendiri. Saat sibuk main ponsel tersadarkan sesuatu Elina penasaran soal masalah keluarga suaminya sendiri.

"Joni boleh aku bertanya? ". Ucap Elina melihat pada joni yang sedang menyetir

" Iya, boleh nona". jawabnya hanya melihat kedepan jalan sambil menyetir

"Kamu tahu masalah keluarga Setiawangsa? maksud aku, hubungan antara Brayen dan Kak Beni".

" Memangnya kenapa nona menayangkan soal mereka? ".

" Terlihat kurang baik dan tidak pernah melihat mereka layaknya seperti kakak adik".

"Mereka berdua memang tidak pernah akur saling cuek seperti tidak mengenal satu sama lain".

" ohh... kenapa seperti itu? aku pun dengan adik perempuan juga sering tidak pernah akur tapi tidak pernah menganggapan dia asing, sering berantem dan cekcok tapi bedanya selalu salah paham". Ujar Elina menceritakan

"Wajar, kalian berdua perempuan, beda kalau laki-laki sulit untuk bisa akur malah akan saling menyakiti terkadang saling melukai adu mekanik".

" Hah? ".

" Berantem nya bukan hal biasa seperti saling ingin membunuh, saking bencinya". Ucap joni menjelaskan sambil menyetir mobil melihat kedepan.

Elina terdiam mendengar cerita dari sopirnya ia pun semakin bingung, mobil yang mereka tumpangi pun melintas dengan cepat untuk sampai ke hotel.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!