Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 : Dipaksa Menjadi Pacar
Di Markas Serikat Black Bleiz, Damian dengan kedua adiknya sedang duduk memikirkan sesuatu. Mereka duduk dengan di kelilingi banyak pengawal yang berada di Markas itu.
Pengintaian diam-diam mereka tidak boleh sampai di ketahui oleh adik angkatnya itu. Seperti yang mereka ketahui, Alexa itu orangnya sangat teliti dan cerdas. Jadi, mereka harus selalu berhati-hati dalam mengawasi adiknya itu.
Damian memainkan pisau di tangannya. "Adik memang berhati lembut." ucapnya dengan suara pelan.
Gideon dan Leonard berdiri di samping Damian. Gideon memasang muka datar. Tatapannya lurus. "Nggak dengar adik bilang, nggak mau melihat mereka lagi? Aku akan membuat mereka menghilang." geram Gideon yang dibahas anggukan oleh Leonard.
Ketiga kakak beradik itu benar-benar sangat menjaga Alexa. Meskipun gadis itu bukan saudari kandungnya.
Sementara itu, di Perusahaan Grup Zayn. Anya sedang duduk di ruang kerjanya.
"Anya, masih pegal ya?" tanya Zionathan dengan senyum di wajahnya.
Anya mengangkat pandangannya dan tersenyum kepada laki-laki itu. "Lumayan." ucapnya singkat.
Zionathan memijit bahu Anya dengan lembut. Jelas terlihat, dia begitu sangat memanjakan adik angkatnya itu daripada adik kandungnya sendiri.
CEKLEK.
Tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka. Anya dan Zionathan menoleh ke arah pintu. Asisten Lily dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruang kerja Anya. Wajahnya terluka dan kakinya pincang. Ia berjalan sambil berpegangan di dinding.
"Asisten Lily, pergi! Kamu ganggu aku saja." Ketus Anya dengan tatapan tajam.
"Kamu malah kemana saja?" tanya Anya.
Asisten Lily dengan wajah berantakan dan masih terlihat ketakutan. Nafasnya memburu. Matanya membelalak seperti orang yang sedang di awasi. Berkas di tangannya terlihat gemetar.
"Manajer Anya, saya mau resign. Ini surat resign ku." dengan tangan gemetar, Asisten Lily menyerahkan surat resign itu kepada Anya.
BRUKK.
Anya berdiri dan menggebrak meja dengan keras. Ia mengerutkan keningnya dan menatap tajam kepada Asisten Lily. Wajah Anya penuh tanya.
"Kenapa?" tanyanya
Asisten Lily menatap Anya dengan wajah yang masih ketakutan. Ia berusaha mengatur nafasnya. "Kamu... Kamu nekat mengusik orang yang begitu mengerikan! Aku belum mau mati. Aku nggak mau mati!" Asisten Lily menyerahkan dengan paksa surat resign itu ke tangan Anya. Ia keluar dengan terburu-buru dari ruangan itu.
"Kamu..!" Ucap Zionathan berusaha menahan.
Anya membuka lembaran demi lembaran surat resign yang diberikan oleh Asisten Lily. Wajahnya berubah kesal. Ia langsung merobek surat resign itu lalu menghamburkannya begitu saja dengan wajah penuh amarah.
"Sialan! Wanita itu lolos lagi." Anya menoleh kepada Zionathan. Ia menatap pria itu. "Kak, terus sekarang gimana?
Zionathan terdiam dengan kecemasan di wajahnya. "Selama ini, perempuan ini sudah belajar berbagai macam cara. Kita harus tekan keliarannya." jelasnya. Ia terdiam dan memikirkan sesuatu. Zionathan mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Ia hendak menelpon seseorang.
"Hallo, cepat selidiki Alexa Lily." perintah Zionathan kepada seseorang di balik teleponnya itu.
"Baiklah, saya mengerti." Zionathan mengakhiri teleponnya.
Anya kembali menatap Zionathan dengan wajah penuh tanya dan penasaran. "Kak, sudah ketemu?" tanyanya dengan wajah cemas.
"Ia menemui Presdir Alexander dari Grup Oriental untuk kerjasama." ucap Zionathan dengan wajah serius.
"Presdir Alexander." Anya memikirkan sesuatu.
Wanita itu memalingkan pandangannya dan tersenyum licik. "Kakak! Waktunya kita menghukum dia!" Anya Saling tatap dengan Zionathan dan tersenyum licik.
Sementara itu, di sebuah tempat yang megah. Di dalam kamar yang cukup luas dan rapih. Austin terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia meregangkan tubuhnya.
"Selamat pagi kakak ipar!" ucap kedua pengawal dan beberapa pelayan yang sudah mengelilingi tempat tidur pria itu.
Austin membuka matanya dengan kaget. Ia melihat sekelilingnya. Di tangan pelayan itu sudah ada sarapan pagi dan handuk serta pakaian ganti. Austin mengerutkan keningnya. Ia menunjuk dirinya sendiri dengan penuh rasa tanya.
"Kakak ipar?" Austin menatap kedua Pengawal yang berdiri di depannya.
"Kakak ipar, silahkan makan!" ucap Pengawal itu.
Austin melihat sekelilingnya lagi. Ada banyak menu sarapan yang pelayan itu siapkan. Austin berusaha menolak. "Aku,,, aku ada urusan. Aku cabut dulu." ia segera mengambil bajunya dan berlari keluar dari kamar itu.
Alexa yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tersenyum melihat pria itu salah tingkah.
"Kak Alexa, apa perlu kami tangkap dia?" tanya pengawal itu.
"Tidak perlu. Kalian cari tahu rumahnya. Kita lamar dia." perintah Alexa dengan senyum bahagia.
"Siap!" kedua pengawal itu menunduk. Ia segera melaksanakan perintah dari bosnya itu.
Tidak perlu menunggu lama, Austin sudah tibah di rumahnya. Ia segera masuk ke dalam rumah itu. Liona, adik Austin sudah menunggunya dari tadi.
Liona berdiri. "Kakak, semalam kamu kemana saja? Aku khawatir banget." Liona memegang kedua tangan kakaknya. Wajahnya begitu cemas.
"Aku,,, aku antar pesanan. Orderan lagi banyak, jadi aku tidak sempat pulang." ucapnya terbata-bata.
Liona menghela nafas. "Kakak harus jaga kesehatan. Kita cuman berdua. Kalau kakak celaka, bagaimana?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Iya, aku mengerti. Aku nggak akan mengulanginya lagi." Austin menggenggam tangan adiknya dan meyakinkannya.
Liona tidak sengaja melihat bekas merah di leher kakanya itu. Ia membulatkan matanya. Gadis itu curiga dan bertanya. "Kakak, lehermu kenapa? Kenapa ada bekas mereka begitu?"
"Gawat! Aku lupa nutupin bekas kecupan ini." Batin Austin sambil memegang lehernya.
Austin menatap adiknya dan tersenyum. "Bukan apa-apa kok, hanya digigit nyamuk." ucapnya mengelak.
Dari luar rumah itu. Alexa bersama kedua pengawal setianya dan beberapa pengawal lain datang untuk melamar Austin. Gadis itu membawa banyak mahar mewah untuk melamar pria idamannya.
Mereka berhenti tepat di depan rumah Austin. Terlihat dari kejauhan Austin sedang sibuk berbincang dengan Liona.
"Kak Alexa, mau nikahin dia? Biar kami saja yang pergi melamar." Ucap Dion, pengawal setia Alexa.
Simon melangkah ke samping Dion. "Benar Kak Alexa, kalau dia nggak mau, aku dan Dion akan mematahkan kakinya. Lalu ku bawa ke hadapan Kakak." jelasnya sambil mengacungkan tongkat pemukul yang dari tadi ia pegang. Simon tertawa.
Alexa meraih tongkat yang di pegang Simon. Ia menatap kedua pria di sampingnya dengan tatapan tajam. "Kalian berdua ini nggak paham cinta. Aku bukan hanya mau raganya saja, tapi juga hatinya. Aku akan pakai ketulusan buat luluhin dia. Pakai cinta sejati." jelasnya dengan wajah tersenyum.
Alexa kembali menoleh kepada pengawalnya itu. "Aku mau buat dia rela menikah dengan ku." Senyum bahagia kembali terukir di sudut bibirnya.
Alexa kembali melihat ke arah Austin dari kejauhan. Tapi tiba-tiba saja raut wajahnya langsung berubah. Ia tidak sengaja melihat Liona begitu dekat dengan Austin.
Liona sedang memeriksa bekas merah di leher kakanya itu. Dibalik pintu kaca, jarak wajah mereka berdua sangat dekat seperti orang yang sedang ciuman. Itu membuat Alexa salah paham melihatnya.
"Si manis berani banget selingkuh." Alexa mematahkan tongkat ditangannya. Ia sangat cemburu melihat adegan di depannya itu.
***
Hallo teman-teman, jangan pernah bosan membaca ya. Setiap bacaan dari kalian sangat berguna banget buat Author.
Terima kasih buat kalian yang selalu setia dengan ceritaku ini.🤗🤗
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...