Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 21

Kora melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah, rumah yang sudah lama ia tingali namun perlahan terasa mulai asing. Rasanya tak lagi sama semua nya begitu membisu tak ada lagi kehangatan yang ia rasakan.

Semenjak kejadian hari itu Hendra panik dan mencarinya kemana-mana namun kini setelah kora kembali pulang, hari-hari kembali seperti biasanya kora dengan rutinitas nya Hendra dengan kesibukan nya.

Setiap hari ia harus menunggu kepulangan Hendra yang selalu larut malam, bahkan tidak pulang ke rumah sama sekali. Tetapi kora tetap menanti kepulangan sang suami dengan berharap kelak semua akan kembali seperti sedia kala.

Malam ini di tempat yang sama kora menanti sosok lelaki yang menjadi orang satu-satunya yang ia miliki, ia duduk dengan Agun dengan gaun putihnya. Ia sudah merias dirinya dengan cantik bersiap menyambut sang suami pulang.

Ting

Hingga sebuah pesan masuk di ponsel nya membuat kora seketika terdiam, ia yang sedari sore telah masak dengan penuh cinta dan menanti dengan harapan. Kini harus pupus kala satu pesan yang membuat senyuman di wajahnya menjadi buram.

" aku tidak pulang malam ini, tidurlah jangan menunggu ku pulang. good night my sweety"

Satu pesan Hendra yang membuat kora hanya bisa menarik nafas dengan lapang.

Kora berdiri dari duduknya ia memanggil beberapa bresmaid nya untuk membantu menyikirkan makanan yang sudah ia tata rapi di atas meja, para bresmaid itu saling bertatapan mereka menyaksikan bagaimana nyonya nya kini tampak muram dan sedih.

" apa tuan tidak pulang lagi?"

Kora mendengar bisikan-bisik para braismaid itu ia tak bersuara atau sekedar menegur ia hanya diam saja, sembari membereskan itu semua air matanya mengalir perlahan ia mencoba memahami kondisi Hendra yang mungkin saat ini sedang sibuk.

" setelah semuanya dibereskan silahkan kalian istirahat "

" baik "

Kora segera meninggalkan dapur untuk naik ke kamar Utama, sebelum ia meninggal tempat itu ia sempat mendengar suara yang membuat hatinya bagai tertusuk beribu belati.

"kasihan sekali tuan harus menikah dengan wanita yang tidak bisa memberikan nya keturunan, percuma saja memiliki harta kalau tidak punya penerus!"

Kora mencekram gaun nya dengan kuat ia menahan segala amarah dalam hatinya, air matanya mengalir dengan deras namun mulutnya tak bersuara. Salah satu dari bresmaid itu menyikut lengan teman nya agar tak berbicara sembarangan jika ada nyonya mereka ini.

saat ia menaiki anak tangga langkah nya terasa begitu berat, seolah ada beban yang begitu besar menindih nya. Ia hanya bisa terdiam menangis tak ada yang tau bagaimana rasanya menjadi dirinya.

Malam yang semakin larut tak membuat kora dapat tidur dengan lelap, ia hanya duduk di ranjang sembari menatap nanar ke arah luar. Angin malam tak lagi terasa menusuk karena saat ini ada hati yang terasa lebih sakit dari apapun.

Ia melangkahkan kakinya turun dari ranjang dan berjalan menuju balkon kamarnya, di teras balkon ia berdiri sembari menatap kearah langit tampak langit malam yang Tempak cerah dengan bulan yang bersinar terang sembari di temani oleh bintang bintang kecil yang tampak Kerlap Kerlip diatas sana.

" maaf karena harus hadir dalam hidup mu, aku memang tak seperti wanita lainya namun aku punya cinta yang akan selalu ada untuk menemani mu sampai bila mana kau tak lagi menginginkan cinta ini.!"

Air matanya mulai kembali mengenang di pelupuk matanya, tanpa ia sadari di balik lebatnya semak belukar di depan sana tampak seseorang dalam bayang menatap nya, ia terpana akan kecantikan wanita yang mengenakan gaun tidur itu.

matanya berbinar, rambutnya terurai diterpa angin malam dan kulit putih mulusnya menambah kecantikan yang luar biasa, ia hanya terpana pada sosok gadis yang ia lihat tenggah muram di balkon kamarnya.

Ia mengepalkan tangannya kala melihat wanita itu mengusap air mata nya, nafasnya naik turun menahan emosi yang sudah terasa mengumpal di kepalanya.

"apakah dia melupakan janjinya?dulu mengatakan akan menjaga dan melindungi nya tak akan membiarkan ia menangis, kenapa kau mengulangi kesalahan yang sama Hendra!"

Ia memukul pohon yang ada didepan nya, karena emosi ia sampai melupakan persembunyiannya nya.

Krakk

suara yang di timbulkan nya membuat kora menoleh kearah sumber suara, namun disana hanya tampak gelap dan hanya ada bayangan pohon yang menjulang karena sinar bulan yang begitu cerah, tapi sosok itu hanya bersembunyi di pohon besar ia menahan diri agar tak menyebabkan kecurigaan lagi.

Setelah 15 tahun yang lalu ia pergi kali ini ia kembali pulang hanya ingin memastikan semua baik-baik saja namun kenyataan nya, seseorang yang pernah ia percayai mulai melanggar janjinya apakah kali ini ia harus bertindak dan keluar dari persembunyian ini.

Namun apakah ia masih memiliki kesempatan setelah sekian lama pergi hilang tanpa kabar tiba-tiba kembali dan mengacaukan semuanya, apakah wanita itu akan memaafkan nya. Ia tak menyesali keputusannya namun ia hanya ingin memperbaiki apa yang pernah ia hancurkan.

" aku kembali, kali ini aku ingin membawa mu!"

...----------------...

Semenjak hari dimana ia melancarkan rencananya Tiara kini memiliki banyak waktu yang di habiskan bersama Hendra, lelaki ini kini memilih pelarian ini untuk memanjangkan dirinya.

Iya Hendra memilih untuk bersama Tiara ia merasa belum terlalu siap untuk menghadapi kesalahan nya pada sang istri, jadi ia memilih bersama Tiara hanya sekedar membuang rasa bersalah nya.

Tanpa ia sadari permainan ini ia terlalu terlena hingga tak sadar sudah masuk ke tempat yang tak seharusnya ia lakukan, Tiara dengan segala cara nya melakukan itu hanya untuk segera memperkuat pondasi nya agar kelak tak ada lagi yang bisa menjatuhkan nya.

Ia teringat jelas bagaimana sang ayah menjual nya kepada keluarga lain untuk di adopsi, lalu di perlakukan seperti anjing oleh saudara angkatnya hingga itu menjadi trauma berat bagi Tiara.

" dasar jalang, merangkak lah untuk meminta dengan benar!"

kata-kata itu masih ia simpan dengan jelas di kepalanya, ia masih ingat jelas siapa orang itu ia akan membuat nya menyesal. Saat ia berada di keluarga angkatnya tiara berkali-kali mengalami pelecehan oleh saudara angkatnya sendiri, tapi saat itu ia tak bisa berbuat apa-apa ia hanya menurut seperti anjing.

Tiara membelai rambut Hendra yang lembab karena keringat, permainan panas mereka tadi membuat pria tersebut terlelap dalam pelukan Tiara. di perhatikan nya wajah tampan Hendra, ia tersenyum apakah waktu untuk masuk ke keluarga Mahendra semakin menunjukkan jalan nya.

Hendra sedikit berguman dalam tidur nyenyak nya gumanan kecil itu Tiara dengar, ia tersenyum mendengarnya ternyata lelaki ini cukup manis pantas saja kora bisa jatuh cinta pada sosok Hendra.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!