Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Kembali Normal
Pagi ini Aldo terburu-buru pergi ke hotel Marion untuk menemui Hades. semalam Hades menelponnya beberapa kali tapi tidak terjawab karena Aldo telah tidur. Hades mengirimkan pesan singkat pada Aldo untuk menjemputnya di hotel Marion dan membawakan stelan jas untuknya serta baju ganti untuknya.
Aldo bergegas pergi ke mansion untuk mengambil baju ganti Hades.
"Semalam tuan dan nyonya tidak pulang, mas" kata bi Sumi menyerahkan tas berisi perlengkapan baju ganti untuk Vony. siapa tahu Vony memerlukannya nanti.
"Baiklah kalau begitu biar saya bawa sekalian baju nona Vony, saya pergi bi" kata Aldo, ia segera memasukan dua tas berisi perlengkapan Hades dan Vony kedalam bagasi mobil.
Aldo pergi ke hotel Marion, ia menuju resepsionis bertanya dimana kamar tuan Hades Perwira.
"VVIP di lantai 601" jawab resepsionis.
Menyadari jika yang menginap adalah tamu penting dan sepertinya terjadi sesuatu, manajer hotel ikut serta menemani Aldo menuju kamar 601 untuk memastikan jika semua aman terkendali.
Pintu di ketuk dari luar tapi tidak ada jawaban, Aldo sedikit cemas.
"Bagaimana pak?" tanya manajer hotel termewah di ibu kota itu.
"Kita tunggu sebentar" kata Aldo sembari melihat jam tangannya.
Setelah menunggu sepuluh menit tapi tidak ada tanda-tanda Hades membuka pintu kamar, akhirnya Aldo meminta akses darurat untuk membuka pintu kamar itu.
"Tapi kami tidak bisa melakukannya pak, ini menyangkut privasi pelanggan hotel. tuan Hades adalah salah satu pelanggan terbaik kami. jadi ..."
"Sudahlah, aku yang bertanggung jawab, cepat buka pintunya!"
Aldo khawatir karena setelah menghadiri pesta dari tempat Victor dan Kasandra, bosnya itu menelpon beberapa kali seperti dalam kondisi terdesak. tidak biasanya Hades seperti itu.
Akhirnya pintu kamar hotel di buka paksa dengan key card cadangan.
Pintu terbuka, Aldo memasuki kamar sementara manajer menunggu didepan pintu. Alangkah terkejutnya Aldo menatap Hades dan Vony berada di satu ranjang. nampak Hades tidak mengenakan pakaian, baju sebagian tubuhnya tertutup selimut berwarna abu-abu dan di lantai nampak pakaian berserakan termasuk gaun yabg semalam Vony kenakan.
Hades menggeliat menatap ke arah pintu yang terbuka sedikit, ia melihat asistennya berdiri tertegun menatap ke arahnya.
Dengan panik Hades menarik selimut dan segera menutup tubuh Vony dari ujung kaki sampai kepala agar tak terlihat oleh Aldo.
"Tunggu di luar!"
"Maaf tuan, baik" Aldo bergegas menutup pintu dan menunggu di luar.
Vony yang membuka mata karena mendengar seseorang berbicara, merasa ada yang janggal. tubuhnya terasa dingin, ia melihat ke bawah, alangkah terkejutnya saat menyadari ia tidak memakai apapun. Vony menyibak sedikit selimut lebih terkejut lagi ia memandang wajah Hades ada di depan wajahnya.
Wajah Vony langsung pucat, melihat bekas lipstik di sekujur wajah dan dada bidang Hades.
"Tidak...." gumam Vony serak. ia mencoba menangkal dan tidak ingin menebak apa yang terjadi semalam.
Hades mengusap wajahnya gusar, ia mencoba menenangkan Vony yang sudah hampir menangis.
"Vony tenanglah..."Hades mencoba menyentuh wajah Vony untuk menenangkan gadis itu.
Vony menepis kasar tangan Hades yang hampir menyentuhnya.
"Apa yang terjadi?!" Vony menuntut penjelasan dari pria yang bertelanjang dada berada tepat di sampingnya.
Vony menatap lekat rambut Hades yang berantakan seperti bekas di jambak dan di acak-acak.
"Ahh!" Vony memegang pelipisnya, ia merasa mual dan pusing.
"Hey kau baik-baik saja?" tanya Hades cemas.
"Aku pusing sekali, perut ku mual, huekk!" Vony memuntahkan angin, tidak ada yang keluar. ia merasa dehidrasi dan tidak enak badan.
Hades bangkit meraih kimono di atas meja dengan cepat ia memakainya untuk menutup tubuhnya.
Hades meraih segelas air putih dan meminumkan pada Vony.
"Kau mau mandi air hangat? aku akan bantumu ke kamar mandi".
Vony menatap Hades tidak percaya, ia menggeleng dengan wajah kecewa. Vony masih menerka apa yang sebenarnya terjadi. kenapa ia dan Hades ada dalam satu ranjang dan tidak memakai apapun. lalu wajah dan dada Hades penuh bekas kecupan lipstick berwarna merah. warna lipstick itu sama persis dengan yang di pakainya semalam.
"Apa yang terjadi semalam...kenapa kita disini?" guman Vony sembari menarik selimut dan berjalan perlahan ke kamar mandi.
Hades terdiam seribu bahasa. ia juga bingung harus memulai penjelasan dari mana. sementara dirinya sendiri juga masih terkejut dengan apa yang di alaminya semalam. untuk sekian waktu "senjatanya" tertidur lelap selama dua tahun lebih, kini telah bangkit kembali.
"Apa aku telah kembali normal?"