Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Rasa

Terjebak Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintamanis / Tamat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chyntia R

Novel ini tidak berlanjut! 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persidangan

"Ris, kok balik lagi?" tanya Mama yang melihatku kembali ke rumah. Aku hanya diam dan sedikit berlari untuk menuju kamar, akupun mengunci pintunya dari dalam.

"Ris, ada apa? Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Mama mengetuk pintu kamarku beberapa kali.

"Gak apa-apa, Ma." kataku. Aku gegas mengganti blouse-ku yang sudah tak berkancing dengan baju yang lain, mengusap asal airmata yang sedari tadi tak berhenti menetes.

Tak berapa lama, aku mendengar Mama yang sedikit berteriak untuk menjawab salam dari seseorang.

"Riris ada dikamar, sebaiknya kamu gak usah temui dia lagi." Samar-samar aku mendengar ucapan Mama dengan seseorang.

Setelah selesai dengan bajuku, aku memutuskan keluar kamar dan dengan sengaja menguping pembicaraan Mama dengan lawan bicaranya yang sudah bisa ku tebak siapa orangnya.

"Ma, aku ingin bicara dengan Riris. Sebentar saja. Tolong izinkan aku bertemu dengan Riris, Ma." katanya memohon.

"Yuda, Mama menyesal dulu meminta Riris mempertahankan kamu. Mama pikir kamu akan berubah, selama dua tahun ternyata kamu semakin parah." Ucap Mama sambil mengendikkan bahunya.

"Aku minta maaf, Ma. Sekarang pikiranku sudah terbuka. Aku gak akan memaksakan lagi untuk memiliki keduanya. Aku memilih Riris, Ma." Yuda mengambil tangan Mama dan kembali memohon pada wanita yang melahirkanku itu.

"Kalau Mama jadi Riris, Mama gak mau tuh kembali sama kamu. Anak Mama juga wanita yang cantik dan baik, masih banyak yang mau sama dia." Kata Mama cuek.

"Ma.." Yuda mengguncang tangan Mama, wajahnya diliputi kecemasan. Aku tak tahan melihatnya, entah itu drama atau kesungguhan, intinya aku muak melihat ekspresi apapun yang keluar dari raut wajahnya. Terlebih jika mengingat apa yang baru saja dia lakukan padaku beberapa saat lalu.

"Masih berani kamu kesini?" Tanyaku sarkas saat aku keluar dari tempat persembunyianku.

"Ris.." Yuda dan Mama sama-sama menatap keberadaanku.

Mama berbalik badan, ia berhenti tepat disebelahku yang berdiri.

"Ris, Mama gak sudi kamu balikan sama dia." Kata Mama sebelum benar-benar pergi meninggalkan kami berdua diruang tamu, ucapan itu juga pasti didengar oleh Yuda tapi sepertinya Mama memang sengaja melakukan itu.

"Ris, maafkan aku. Tadi aku khilaf." Ujar Yuda setelah kami benar-benar tinggal berdua di ruang tamu.

Aku memutuskan diam dan tak mau menjawab ucapan maaf darinya. Lelah, aku sungguh lelah harus berargumentasi dengan Yuda, apalagi jika harus berdebat. Maka ku putuskan untuk diam dan mendengarkan apa yang mau dia bicarakan.

"Ris, beri aku satu kesempatan lagi. Aku gak akan menyia-nyiakan kamu lagi, Ris. Aku akan berusaha membahagiakan kamu dan Ola."

Aku berdecak lidah, tak suka mendengar janji-janji dan omong kosongnya.

Yuda menatapku lekat, ia mendekati tubuhku yang berdiri kaku dihadapannya.

"Ris, aku memang brengsek. Aku memang lelaki hina. Aku bahkan tidak punya harga diri lagi didepan kamu, aku menyesali semuanya, Ris."

"Ris, aku seperti ini juga bukan karena diriku sendiri. Ada Andre dibalik semua ini, terutama ini semua terjadi karena kamu."

Apa aku tidak salah dengar, sekarang Yuda malah membawa namaku sebagai alasan sikapnya selama ini?

"Ris, andai kamu bisa melupakan Andre dan bisa mencintaiku, mungkin aku tidak akan menerima Salma dalam kehidupanku dulu."

Aku memandang Yuda dengan sinis. Ia menunduk dan berbicara lagi.

"Aku sudah tahu sejak lama, jika kamu tidak bisa melupakan Andre. Aku sudah bertahun-tahun berada disampingmu, Ris! Tapi kamu tidak pernah mencintaiku. Karena itulah aku berpaling. Salma bisa memberiku cinta yang gak pernah aku dapatkan dari kamu,"

"Sejujurnya aku sakit hati padamu, Ris. Salma yang mengobati sakit itu. Dia yang selalu ada dan mencintaiku. Sementara kamu selalu mengharapkan Andre."

Aku melihat dengan jelas kini Yuda menitikkan airmatanya, ia mengambil tanganku dan menggenggamnya. Aku menepisnya dengan kasar.

"Aku udah ngerti sekarang," kataku. Aku menarik nafas dalam. "Kalau memang begitu kenyataannya, aku merelakan kamu dengan Salma. Aku minta maaf jika selama ini aku mengabaikanmu. Mungkin jodoh kita cuma sampai disini." Sambungku.

Yuda menggeleng cepat. "Enggak, Ris." Katanya.

"Setujui surat gugatan yang kamu terima! Perceraian kita akan cepat selesai."

"Ris, aku mohon jangan begini. Paling tidak pikirkan perasaan Ola."

Mendengar Yuda menyebut nama Ola bahkan memintaku memikirkan perasaan Ola, membuatku jadi naik darah. Padahal aku sudah bisa menerima alasannya yang menghianatiku. Aku juga merasa apa yang dia ucapkan ada benarnya, tapi dia bilang apa tadi? Perasaan Ola? Kemana dia selama ini? Kenapa sekarang malah dia yang memintaku memikirkan perasaan anak kami? Apa selama dia berkhianat dia pernah memikirkan perasaan Ola?

"Yuda, kamu sadar gak dengan apa yang kamu bicarakan? Kamu nyuruh aku mikirin perasaan Ola? Kenapa bukan kamu saja yang mikirin perasaan Ola sejak dulu?" Tanyaku ketus.

Yuda terdiam dengan pikirannya sendiri.

"Dengar ya, aku memang masih mencintai Andre bahkan setelah kita menikah. Mungkin kamu menjadikan itu alasan perselingkuhan kamu. Tapi kamu harus ingat, meskipun aku mencintai Andre tapi aku gak pernah berkhianat dibelakang kamu!"

"Aku mempertahankan rumah tangga kita. Walau aku masih mencintai Andre, aku menepis semua itu dan aku lebih memilih bersama kamu. Aku bahkan mengusir Andre yang berkali-kali datang kembali dalam kehidupan rumah tangga kita."

"Sekalipun aku udah tahu kebusukan kamu dua tahun yang lalu, tapi aku tetap berusaha mempertahankan semuanya! Walau aku gak mencintai kamu tapi melihat kamu dengan wanita lain itu buat aku sakit hati, Yuda! Bagaimanapun juga kamu itu suamiku! Kamu menghianatiku, bahkan kamu menikahi Salma lebih dulu dibanding aku. Dimana perasaan kamu, hah?"

"Aku tahu, Ris. Aku salah."

"Sekarang, kesabaran aku untuk mempertahankan rumah tangga kita udah habis. Aku gak akan menarik semua gugatan itu. Kita harus berpisah. Maaf." Kataku.

"Tapi aku akan berubah."

"Sekalipun kamu berubah itu gak akan merubah keputusan aku."

"Aku akan meninggalkan Salma, Ris."

"Tetaplah bersamanya! Kamu bilang dia pengobat sakit hatimu, kan?"

"Aku melepasnya demi kamu."

"Kalau kamu melakukan itu, akan ada tiga hati yang tersakiti. Aku, kamu dan Salma." Jawabku.

Yuda mengernyit menatapku.

"Aku gak akan bahagia sama kamu. Begitupun kamu gak akan bahagia sama aku, semua akan terulang kembali jika kita seperti itu. Salma pun akan sakit hati atas keputusan kamu yang melepasnya." Kataku menjelaskan.

"Tapi aku gak bisa dan gak sanggup melepas kamu. Apalagi suatu saat aku melihatmu dimiliki orang lain! Aku gak rela." jawabnya.

Aku menggeleng. "Kamu egois, Yud! Pulanglah!"

Tiba-tiba Yuda memelukku, aku mendorong tubuhnya tapi dia terlanjur mendekapku dengan erat. "Baiklah, Ris. Aku doakan kamu bahagia, Maafkan aku.. Maafkan aku.." ucapnya lirih dan kali ini entah mengapa aku ikut menangis seperti dia.

...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

Persidangan pertamaku dan Yuda akhirnya terjadi juga. Tidak ada halangan yang berarti. Sesuai kesepakatan kami, aku dan Yuda melakukan formalitas segala seluk-beluk yang berkaitan dengan perpisahan. Termasuk pula tahap mediasi yang kami jalani, semuanya tetap tak bisa merubah keputusanku. Yuda banyak diam sejak pertemuan terakhir kami. Matanya mengisyaratkan kesedihan yang mendalam. Beberapa kali aku meliriknya sedang memijat pelipisnya sendiri. Entahlah, aku tidak mau tahu apa yang ada dipikirannya.

Begitupula dengan sidang selanjutnya, semuanya berjalan seperti keinginanku. Soal hak asuh anak, jatuh kepada kami berdua karena Ola masih dibawah umur dan termasuk dalam pengasuhan bersama. Seminggu sekali Yuda akan menjemput Ola dan Ola akan kembali bersamaku diminggu berikutnya. Jika Yuda keluar kota maka Ola akan tetap bersamaku sampai Yuda yang akan menjemputnya sendiri.

Rumah milik kami berdua diberikan Yuda sepenuhnya untukku. Begitu juga dengan nafkah untuk Ola, Yuda wajib memenuhi semua kebutuhan dan keperluan Ola sampai Ola mandiri.

Kini, resmi sudah statusku sebagai Single Mom. Aku tahu ini akan berat tapi entah kenapa aku merasakan perasaan lega yang teramat sangat.

...Bersambung......

1
Sari Sukrik
ya ko begitu ka...padahal ceritanya bagus, sedikit kecewa karna di stop sepihak😔😔
Yetti Dimas
andre bahagia nya tuh sama kamu ris,, kasian udh kelamaan nunggu.
Umisah Asther
Riris terima Andre dia tulus jangan di tolak...kl di tolak babang Andre buat Q aja🥰
Chyntia Rizky 🖋️: hihihi author nya juga mau kak😅
total 1 replies
Chyntia Rizky 🖋️
maaf banyak typo...next aku perbaiki 🙏🙏🙏
Blue Sky
next kak
Dinni Fhartina
seru
Yetti Dimas
lanjutkan
Umisah Asther
jangan biki salah paham ris
Chyntia Rizky 🖋️: 😅😅😅😅✌️✌️
total 1 replies
Chika Kaboru Muhama
lanjut
GelsanuSahra: Mampir diceritaku yuk Tak Ada Kata Sayang
total 1 replies
Dinni Fhartina
tapo jadi bingung
Dinni Fhartina
makin seru
Yetti Dimas
lanjuttt
Ida Martini
lanjut thor
Blue Sky
lanjut...
Blue Sky
Aku pikir bakal jd istri pura2 ris. hahahaa
Yetti Dimas
Riris jgn galak galak sama Andre ah. Andre tulus cintanya
Chyntia Rizky 🖋️: berasa kayak dinasehati kak helena nih si Riris. hehehe
total 1 replies
Ida Martini
lanjut..
Chyntia Rizky 🖋️: siap kak..
total 1 replies
Blue Sky
selamat utk status barumu, Ris
Umisah Asther
semoga kamu bahagia ris
Blue Sky
pokonya riris hrs sama andre lah ya...😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!