Dikisahkan kehidupan pedih dari sang Tokoh Lili, yang hidup Menderita dan penuh ujian dari Kecil, mengubah pandangannya ke pada dunia, siapa sangka ujiannya semakin berat kala memasuki usia remaja----.
Lili menjadi korban Perundingan di sekolah, kondisi ekonomi semakin memperparah keadaan sang tokoh, mampukah sang tokoh melewati berbagai ujian dalam kehidupannya ekonomi, Cita-cita, dan kerumitan kisah cinta sang Tokoh.----
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Litap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereka sama
......................
"Aaahhhh" terkejut
"Ussssss",
" Pak Justin, Ibu Isna" tutur Lili.
"Kamu sudah melihat kebusukan yang selama ini ditimbun disekolah ini", ujar ibu Isna
"Kita harus bertindak Ibu" ujar Lili
" Kami tahu, bahkan mungkin semua guru sudah tahu akan hal ini, tapi kita tidak bisa melawan mereka", tutur Ibu Isna
Pintu dibuka
"Kalian ada disini? "
"Aahh iya, saya tadi menyuruh Ibu Isna dan Ibu Lili membantu saya membuat model pembelajaran pembelajaran besok". ujar Pak Justin merapihkan Buku di meja dia adalah wali kelas XI. Bahasa. 3
" Oiya, ini ada pemberitahuan besok akan datang pimpinan sekolah akan datang", ujar Pak Tians
"Kita harus punya bukti jika benar-benar mau bertindak" tutur Pak Justin.
"Kau harus hati-hati dengan guru disekolah ini, ada yang membuat jaringan dengan pimpinan", tutur Pak Justin membuat Lili terheran dan kebingungan.
...----------------...
" Pimpinan Sekolah high School sudah tiba", tutur MC rapat temu pimpinan.
"Ibu Isna", ujar Lili
" Ussss", tegur Ibu Isna
"Haaaa, Bapak Adijaya Hery widjaja ", gugam Lili terkejut melihat Adik Harry Hery widjaja ayah Sintya Harry hery Widjaja.
" Mutiara Adijaya Hery Widjaja", gugam Lili tangannya lemas mengetahui kebenaran itu.
"Anak kecil itu ternyata sudah SMA sekarang"
*Ciuwww, kakak sintya kadonya jelek dibungkus koran*#episode 2
"Aahh tidak ada kapoknya keluarga itu", gugam Lili.
...****************...
"Ibu kita harus bertindak sekarang, kasian anak-anak", ujar Lili
" Pertama Kita harus memasang kamera sembunyi di beberapa titik, kita juga pasang perekam", tutur Pak Justin membuat strategi
"Kami sudah melakukan hal ini beberapa kali, tapi kami gagal, ada persekongkolan ninja disekolah ini", tutur Pak jastin sedikit mengelitik membuat Lili tertawa.
" Benar, setiap kita melapor aporan itu tak kunjung diselidiki oleh aparat, ada seseorang dibalik semua ini", ujar ibu Isna
"Mutiara, dia adalah dalangnya", ujar Lili berdiri.
" Aku pernah jadi korban buli sepupunya sintya Harry Hery Widjaja, siasatnya sama dia tak akan dihukum karena dia punya kuasa disekolah", tutur Lili.
"Apa", sahut mereka berdua
" Yah, aku korban perundungan, bahkan hampir dilecehkan", ujar Lili
"Semoga kita berhasil", ujar Ibu Isna.
Hari sudah menunjuk Pukul 8 malam Ibu Isna, pak Justin, dan Lili mengelinap masuk ke sekolah memasang kamera dan perekam Dibeberapa Titik.
" Bagaimana kalau ketahuan? " ujar Lili
"Kita akan mati kemungkinan besar", ujar pak Justin membuat jantung Lili seolah berlari, jantungnya berdetak kencang.
......................
"Ada orang yang tinggal disekolah, orang itu melihat kami tadi, semua kamera pasti tidak ada lagi", tutur Lili membaringkan tubuhnya di Kasur
" Siapa orang itu?? "
"Kenapa tidak langsung membunuh kami tadi? " ujar Lili.
"Kami harus bagaimana, korban pasti tidak akan bicara, mereka sudah sangat dalam tekanan keluarga Mutiara", ujar Lili
"Apa yang harus kami lakukan",
......................
"Kameranya hilang semua", tutur Pak Justin
" Ada yang tinggal disekolah ini Pak, ada orang mengintip kita kemarin saya melihatnya ", ujar Lili
" Saya akan mempertaruhkan pekerjaan saya disini, aku tak akan membiarkan mereka ditindas", ujar Lili
"Kami sudah 15 tahun disini, tak ada perundungan sekeras ini, semenjak Tuan putry itu masuk selama 1 tahun ini, kejahatan ini tak bisa dihilangkan, tak ada yang bisa menjatuhkan mereka", ujar Ibu Isna
"kita akan melakukannya Ibu", ujar Lili memeluk Ibu Isna.
......................
"Ibu Lili, dipanggil Pak philips di ruang Olahraga", ujar seorang siswa
"Nak, Pak Philips??, ujar Lili heran kenapa Kepala sekolah di ruangan itu.
" iya Ibu, tadi pak Philips dan Ibu Isna kesana", ujar siswa itu pergi.
Lili pergi menuju ruangan Olahraga di lantai 1
Membuka pintu, tak ada orang di dalam ruangan Olahraga yang luas itu.
"Ini jebakan, mereka sudah mulai", ujar Lili
Tiba-tiba pesawat kertas mendarat didepannya
Lili membukanya
*Mundur atau mati duluan!!*
Isi pesan di pesawat kertas itu.
Lili berputar mencari siapa yang memberikan pesan itu.
" Dengar aku tak akan mundur, siapa pun kalian, kalian akan kalah", ujar Lili.
"Baik lah, anda pilih tidak akan Mundur, jadi mati duluan konsekuensi nya, benar", tutur seorang wanita dari balik pintu ruang ganti.
" Kauuu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung
Tapi, izin saran ya 🙏🏻 Penggunaan tanda baca dlm percakapan lebih diperhatikan lagi agar lebih enak dibaca /Smile/
See you