Melinda seorang mahasiswa yang hobi membaca novel tiba-tiba merasuki tubuh karakter antagonis di novel yang dibacanya.dan betekad untuk menghindari kematian nya dengan tidak mendekati karakter ml.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Setelah dirasa pegal di kaki sudah agak mendingan aku berniat untuk kembali menikmati festival dengan menghampiri stan makanan lainnya, namun niat ku batal karena syin melarangku. Dan dia menawarkan diri untuk membelikan makanan yang kuinginkan yang berada tidak jauh di depan kursi tempat kami duduk.
syin pun pergi menunggu makanan yang kuinginkan.
trak
"haah lelahnya" tiba-tiba seorang pria yang tidak kukenal duduk di kursi di samping ku.
"hei siapa anda? saya tidak mengenal anda jadi silahkan cari dan duduk di kursi lain" ucapku tegas
" lagian nona duduk sendiri, apa tidak boleh berbagi ruang kosong ini?" sahutnya.
" itu tempat duduk kakak saya tadi, lihat dia sedang membelikanku makanan. Kau mau aku berteriak memanggilnya?" ancamku.
"tenang lah nona, apa kau tidak mengenaliku?" dia kemudian membuka penutup kepalanya.
deg
'astaga'
mataku terbelalak melihat wajah dibalik penutup kepala tersebut.
"kau mengenalku bukan?"
" aku sering melihatmu nona" ucapnya diikuti senyuman.
smirk
" kau penguntit " ucapku spontan.
"hm?benarkah?" dia sedikit mendekatkan wajahnya .
" kurasa sebaliknya " ucapnya lagi.
" oh ya saya sering melihat seorang nona muda yang berkeliaran di sekitar menara sihir, dan tempat-tempat yang saya kunjungi " senyumnya sedikit menakutkan.
aku hanya bisa terdiam karena yang dikatakannya benar.
kemudian dia kembali memundurkan wajahnya dan duduk dengan santai di tempatnya tadi.
" saya tidak mengenal anda" ucapku menyangkal.
"ya ya baiklah, perkenalkan saya Felix penyihir agung kekaisaran ini"
" Dan menurut saya nona tidak perlu berpura-pura tidak mengenal saya"
" baiklah saya akan pergi karena kakak anda melihat kita, sampai jumpa lagi nona cantik" Felix berlalu pergi.
drap drap drap
" Lia, siapa orang itu?" teriak syin.
"aku juga tidak mengenalnya kak, oh kelihatannya enak" aku berusaha mengalihkan pembicaraan dan mengambil makanan di tangan kak syin.
" kak cobalah, aa-" kusodorkan makanan ke mulutnya.
Tapi syin tidak mudah ditipu, walaupun dia membuka mulutnya dan memakan makanannya, dia memasang tatapan yang curiga padaku.
"bagaiman enak?mmm enaknya" aku memakan makanan yang dibelikannya.
" kak aku mau gelang yang tadi, tolong belikan. ayo" aku berdiri dan menarik lengan kak syin.
dan syin hanya mengikutiku.
kami kembali ke toko perhiasan yang lain untuk mencari gelang yang mirip dan aku berhasil mendapatkannya bahkan beberapa hiasan lain juga kubelikan untuk kak syin dan Erik.
kami kembali ke mansion dengan selamat dengan jajanan dan beberapa aksesoris dari festival tadi.
Tapi sepanjang perjalanan pulang, syin hanya diam sepertinya dia marah kepadaku.
Beberapa kali aku mengajaknya berbicara dan dia mengabaikan ku.
maafkan aku kak karena tidak bisa memberi tahumu. jika kuberi tahu, kau pasti akan langsung melaporkannya pada ayah dan berbuat sesuatu pada menara sihir.
.
.
.
sampai di mansion syin masih mengabaikanku, setelah mengantarku di depan kamar, dia pergi begitu saja bahkan tidak menatapku.
di kamar aku langsung mengganti ke pakaian tidurku dan memakan beberapa jajanan yang kubeli tadi, maksudku dibelikan kak syin.
aku mengeluarkan aksesoris yang kubeli tadi, gelang sederhana tapi uni kubelikan untuk kak syin dan Erik dengan motif dan warna yang berbeda dan kurasa akan cocok dengan mereka.
Dan hadiah ini aku beli dengan uang ku sendiri.
untuk ibu dan ayah, aku tidak membelikan mereka hadiah karena nanti akan ketahuan kalo aku menyelinap keluar.
...
lelah rasanya akhirnya aku berbaring di kasur menatap langit-langit.
'apa selama ini dia menyadari kalau aku memantaunya'
' apakah yang lain juga menyadari nya?'
" padahal aku sudah berhati-hati agar tidak mencolok, bagaimana bisa?"
lelah berpikir aku pun tertidur