Dalam dunia kegelapan hanya ada dua kata Blood and Ambition...darah dan ambisi
Kesalahan dimasa lalu termakan memori bernama amnesia. Melepas permata hanya untuk sebuah rasa dusta yang tersemat.
Daniel Maverick penguasa kelam sebagai ketua pemimpin jaringan mafia Amerika- Asia terbesar jatuh pada pesona wanita yang pernah ditorehnya luka. Dia lupa, tapi tidak dengan sang wanita, Anna Madison
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Tiga hari kemudian...
Anna mulai membuka matanya setelah tertidur lelap selama hampir tiga hari. Luka di perutnya membuat gadis itu sulit untuk duduk. Kendati demikian, Daniel tidak sedikitpun beranjak dari sana kecuali untuk keperluan manusiawi seperti ke toilet dan berganti pakaian. Daniel sudah menyuruh Barbara untuk memblokir segala jalan untuk Furibuya melarikan diri dan menangkap pria tua itu dalam keadaan hidup atau mati
" Anna!" seru Sheila begitu membuka pintu ruang rawat Anna. Gadis itu berlari pelan menuju ranjang sahabatnya itu. Mata gadis itu sembab habis menangis. Sheila sudah cukup terpukul dengan kabar kematian Cindy dan dia juga harus menerima kabar atas apa yang menimpa Anna. Sungguh, dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan keduanya sekarang ini
" Kau baik-baik saja?" tanya Sheila memeluk erat tubuh Anna hingga ringisan dari bibir Anna menghentikan pelukannya
Daniel yang juga berada didalam ruangan itu menatap tajam pada Barbara yang datang bersama Sheila
" Kau yang membawanya kemari?" tanya Daniel melalui matanya. Mereka bicara melalui telepati sekarang
" He..he..maaf! Gadis itu terlalu keras kepala" jawab Bara juga dengan telepati. Dia menyengir bodoh kearah Daniel yang masih saja menatapnya tajam. Daniel takut kedatangan Sheila kemari untuk memberitahukan pada Anna tentang kematian Cindy yang akan membuat Anna shock dan mengakibatkan keadaannya semakin parah
Sheila langsung bertanya pertanyaan beruntun pada Anna tentang apa yang dialami gadis itu serta penyebabnya. Sedang Bara sibuk menghilangkan diri dari tatapan tajam bos serta sahabatnya. Selagi semuanya sibuk dengan kegiatan mereka, pintu ruang rawat itu kembali terbuka menampilkan Nicki dibaliknya dengan wajah kusutnya. Pria yang baru datang itu terdiam untuk beberapa saat diambang pintu sebelum tersadar kalau Anna sudahlah sadar dari komanya. Dengan cepat wajah yang semula kusut langsung berubah cerah seketika. Nicki mendekat dan langsung memeluk Anna yang tentu saja tindakannya itu memunculkan rasa tidak suka pada Daniel dan gadis yang selalu mengekori Nicki di belakangnya
" Anna, akhirnya kamu sadar juga" ujar Nicki begitu senang, dia bahkan mengabaikan ringisan kesakitan Anna saat memeluk gadis itu. Tapi tidak berlangsung lama pelukan itu terjadi. Kerah Nicki tertarik kebelakang oleh tangan seorang pria yang berstatus sebagai calon suami Anna
" Kau ingin membuat lukanya terbuka hah!" omel Daniel sedikit kesal. Tidak suka Anna-nya di peluk oleh pria lain. Termasuk Nicki juga
" Oh maaf! Aku terlalu senang Anna siuman" kata Nicki menatap teduh pada Anna yang lebih terfokus pada hal lain. Gadis yang baru tersadar dari komanya itu menatap takjub pada gadis di belakang Nicki. Tidak pernah Anna lihat wanita yang secantik gadis itu. Kulitnya yang putih bersih bak mutiara yang berkilau serta mata biru seteduh lautan dan juga rambut hitamnya yang tampak begitu memukau. Wanita itu bak dewi yang menjelma sebagai manusia
Bukan hanya Anna yang terpana, tetapi juga Barbara dan Sheila. Mereka tidak dapat percaya melihat wanita secantik itu berdiri di depan mereka, terutama Bara yang tidak akan menampik fakta kalau dia adalah pecinta wanita, terutama wanita cantik
" Siapa dia?" tanya Anna yang masih saja terpana pada gadis yang kini mendekat padanya
" Airin" jawab sang gadis memperkenalkan diri sedang Nicki terus-terusan menatapnya tidak suka. Nicki sudah melarang Airin untuk ikut dengannya tapi dengan keras kepalanya gadis itu tetap mengikutinya
" Kamu sangat cantik" puji Anna tanpa sadar. Matanya bahkan tidak berkedip menatap pada Airin
" Terima kasih. Kamu juga sangat cantik" balas Airin juga tidak akan menampik fakta bahwa Anna wanita yang juga begitu cantik. Akan sangat wajar Nicki begitu tergila-gila pada sosok Anna
" Tidak...kamu lebih cantik" kata Anna lagi sembari menggelengkan kepalanya saat Airin memujinya cantik
" Kamu lebih cantik" jawab dua suara bersamaan. Daniel dan Nicki saling pandang setelah mengatakan hal yang sama pada Anna
" Hem...calon istriku jelas lebih cantik" kata Daniel setelah berdehem memecah kecanggungan
" Iya Anna. Kamu lebih cantik dari siapapun" ujar Nicki menatap penuh perhatian pada Anna. Sedang Airin menatap tidak percaya pada sosok Nicki. Bagaimana dulu dia bisa terpikir untuk menolong pria itu? Harusnya Airin biarkan saja Nicki mati. Setidaknya dia tidak akan merasakan sakit tidak dihargai seperti sekarang
Andai hal berharganya tidak diambil Nicki, Airin juga tidak akan sudi mengikuti pria itu. Namun sekarang, dia harus bergantung pada Nicki, karena orang tuanya juga tidak akan lagi sudi mengakuinya anak saat hal berharganya hilang
" Iya. Mereka benar. Kamu jauh lebih cantik" ucap Airin tersenyum lembut pada Anna. Dia tidak akan menggunakan perasaannya pada sosok Nicki yang tentu akan membuatnya hancur di akhirnya, tapi Airin akan memanfaatkan Nicki untuk bisa bertahan hidup di tempat asing itu
" Hai..kenalkan! Saya Barbara" Bara langsung memperkenalkan diri dengan antusias sembari menyodorkan tangan kanannya
" Airin" jawab Airin sedikit kebingungan dengan uluran tangan Bara. Gadis itu sedikit melirik pada Nicki yang memilih tidak peduli dengan dirinya. Akhirnya Airin menyambut uluran itu sembari tersenyum yang membuat Bara semakin terpesona sebelum sebuah pukulan mendarat di bahunya
" Hentikan tatapan itu" kata Sheila sebagai pelaku yang memukul Bara. Gadis itu jelas cemburu saat sang kekasih yang baru resmi dua minggu lalu itu menatap penuh minat pada sosok Airin
" He..he..maaf sayang. Kamu masih yang tercantik kok" kata Bara. Sheila tidak peduli dan juga ikut memperkenalkan diri pada Airin.
" Dari mana asalmu" tanya Sheila, dia juga begitu terpesona pada sosok Airin gadis cantik yang terlihat lugu
" Aku..." Airin berdiam tidak tahu harus menjawab apa, karena bagaimanapun tempat tinggalnya tidak untuk dipublikasikan. Airin terlalu takut akan kemarahan kedua orang tuanys
" Dia dari desa" jawab Nicki cepat, pria itu tidak mau Airin mengatakan tentang kejadian dirinya yang memperkosa gadis itu.
Semua yang berada disana menatap bingung pada Nicki, pria itu terlihat seperti sedang mencoba menyembunyikan sesuatu
" Kenapa kamu yang menjawab?" tanya Anna. Nicki menatap wajah wanita yang dicintainya itu
" Itu ka..karena..dia.." semua orang menatap fokus pada Nicki, menanti jawaban yang akan dilontarkan pria tampan itu. Nicki merasa suaranya tercekat di tenggorokan. Apa yang harus dijawabnya? Apalagi mata Anna menatapnya dengan penasaran
" Persetan dengan segalanya" cecar batinnya sebelum melanjutkan kalimatnya yang sempat terhenti
"...calon istriku" jawab Nicki akhirnya sembari memejamkan matanya. Ada rasa tidak rela ketika dirinya mengucapkan kata itu, tapi apa boleh buat. Dirinya juga harus bertanggung jawab pada Airin
" Apa!!!" seru Bara dan Anna yang paling terkejut. Sedang Daniel sudah tidak lagi terkejut akan hal itu dan Sheila memilih tidak peduli
.
.
.
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏
semangat kakkkkk💪😍😘🤗
lagi tegang² nya eh aku malah ngakak pas di haik! 😭😭ya ampunn kakkk☺
btw lanjut kakk jgn lama² oke👍😚
semangatttttt😘🤗💪
nexttt kakkk
semangat kak kuu😘💪😌😚
lnjut thor jgn kelamaan ya
semngatttt😘🤗💪😘