Demi biaya pengobatan kakak nya. Alana Brianna caitlin. Gadis cantik dan Ceria. Terpaksa menikah dengan Seorang pria yang tidak dikenali nya. Sebagai penebus Hutang untuk membiayai Pengobatan Kakak nya.
Xavier Maximilian Robbertson. Pria tampan kaya raya dan dingin itu hanya menjadi kan Alana sebagai istri kontak nya. Tidak lebih dari itu.
-Ini kontrak pernikahan. Tandatangan disini. jangan mengharap kan Cinta dari ku.
-Jangan Khawatir Tuan. Karena Saya tidak tertarik untuk jatuh cinta dengan Anda.
Ayo saksikan kisah perjalanan Pernikahan mereka bersama-sama. Banyak lika-liku yang harus mereka jalani dalam ikatan pernikahan kontrak mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikatsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe Nam'e
Alana, Naomi dan Reza tengah Nongkrong di sebuah Cafe Yang terkenal Di Tengah-Tengah kota itu.
"Satu bulan lagi kita akan magang, Kalian mau nyoba Di perusahaan mana?" tanya Naomi kepada kedua sahabat nya itu.
"Gue rencana nya sih mau nyoba di Perusahaan Robbertson Group" balas Reza seraya menyeruput Jus Jeruk nya
"Bukan nya Robbertson Group perusahaan yang terkenal dan menduduki Tingkat Pertama itu ya?" tanya Naomi menatap ke arah Reza
Reza mengangguk.
"Iya, Gue rencana nya mau nyoba disitu sih"
"Ngapain Lo nyoba di perusahaan itu, Kata mereka sih masuk ke perusahaan itu sulit banget, kalo lo nyoba diperusahaan itu belum tentu lo Diterima" balas Naomi
"Iya juga sih, tapi gue pengen banget nyoba disana" ucap Reza
"Yaudah lo coba aja, mana tau Di terima" ucap Naomi dan beralih menatap ke arah Alana yang sedari tadi menyimak Pembicaraan mereka.
"Kalo lo Al, mau nyoba dimana?" tanya nya
Alana mengedik kan bahu nya.
"Nggak tau, gue bingung mau nyoba dimana"
Reza menatap ke arah alana dengan senyum-senyum.
"Kalo lo bingung, bareng gue aja Al, biar kita bisa bersama setiap hari" ucap nya
Naomi melotot kan mata nya ke arah Reza Garang.
"Mau jadi pelakor lo ya" ucap nya Membuat Alana membola kan mata nya terkejut menatap Naomi.
Alana menginjak kaki naomi di bawah meja dengan keras membuat Naomi meringis dan menatap ke arah Alana.
Alana Menatap tajam ke arah naomi sedangkan naomi hanya cengar-cengir seraya meringis.
"Sorry keceplosan Al" ucap nya dengan isyarat bibir nya seraya menatap Alana
Alana hanya mendengus dan menjauh kan kaki nya dari Kaki Naomi.
Reza menatap ke arah Alana dan naomi dengan pandangan bingung nya.
"Emang lo udah nikah al?" tanya Reza heran
Sedangkan Alana hanya terdiam dan menatap Reza kikuk begitu pun dengan Naomi.
"Y-ya belum lah bego" balas Naomi gugup
Reza mengernyit kan dahi nya menatap heran Ke arah naomi.
"Lah terus kenapa lo nyebut gue sebagai pelakor"
"Lo kayak nggak Tau gue Aja, gue cuma asal ngomong tadi" ucap Naomi mencari Alasan
Reza yang mendengar ucapan Naomi hanya mendengus kesal dan menatap ke arah Alana.
"Al nanti Kita nyoba bareng aja ke Perusahaan Robbertson group, Perusahaan itu Terkenal banget loh, apalagi kalo kita diterima di perusahaan itu pasti kita beruntung banget" ucap Reza membuat Alana mengangguk
Alana menghela nafas nya lega saat Reza mengalih kan topik pembicaraan.
"Liat nanti Lah" ucap Alana singkat
Pengunjung Yang ada di Cafe terkenal ini tiba-tiba bersorak-sorak heboh saat melihat Seseorang Pria tampan Sedang melewati mereka.
"*Eh Eh bukan nya itu Ceo dari Robbertson Group?"
"Wahh Dia sangat tampan"
"Dia begitu berkharisma"
"Beruntung banget jika seorang perempuan menikah dengan pria sukses seperti nya"
"Walaupun tampang nya sangat dingin tapi tidak mengurangi sedikit pun ketampanan nya*"
Bisik-bisik para Pengunjung membuat Atensi alana, naomi dan reza menatap ke arah seseorang pria tampan yang menjadi sorotan Para pengunjung.
Alana membola kan mata nya saat pria yang menjadi sorotan dari pengunjung adalah Xavier, suami nya sendiri. Alana menatap lekat ke arah Xavier dan Xavier yang merasa di tatap lekat mengalih kan atensi nya dan menatap ke arah Alana dengan tampang datar nya.
Netra mereka bertubrukan satu sama lain, Xaiver hanya menatap alana datar dan memutuskan kontak mata mereka seraya Berjalan dengan cepat keluar dari Cafe dengan Ervan di samping nya.
Alana hanya mampu menatap Ke arah Xavier yang sudah memasuki mobil nya dan meninggalkan perkarangan Cafe tersebut.
Naomi menatap ke arah alana dan mendekat kan wajah nya ke kuping Alana.
"Al itu suami lo kan?" bisik nya dan mendapat anggukan kecil dari Alana.
"Ngapain dia ada disini?" tanya Naomi dan mendapat Kedikan bahu oleh Alana.
"Nggak tau" bisik alana pelan
Naomi menatap heran ke arah Alana.
"Loh, kok nggak tau, emang nya suami lo nggak bilang apa-apa sama lo?" tanya nya
Alana menghela nafas nya dan menatap ke arah naomi.
"memang nya gue siapa nya nao, sehingga dia ngasih tau semua nya ke gue" bisik Alana pelan."Hubungan gue sama Tuan Xavier hanya sebatas kontrak pernikahan, nggak lebih dari itu" lanjut alana
Naomi hanya menatap kasian ke arah Alana, ia mengangguk kan kepala nya mengerti atas ucapan Alana.
"Sorry" bisik nya.
Reza menatap bingung ke arah alana dan naomi.
"Lo berdua ngapain bisik-bisik kayak gitu, nggak ngajak-ngajak gue lagi" ucap nya
Naomi memutar bola matanya malas.
"kepo banget lo jadi orang"
"Balik yuk, hari udah mau gelap nih" ucap Alana seraya menatap kedua sahabat nya.
naomi dan Reza mengangguk.
"yuk" ucap mereka serentak dan berlalu keluar dari 'Cafe Nam'e.
****************
19.00 Wib
Alana kini telah selesai dengan Sholat Magrib nya, ia Melangkah keluar dari kamar nya menuju ke arah Bawah.
Alana mendekat ke arah Bi ima yang sedang menyiapkan sarapan malam.
"Bi mau masak apa?" tanya Alana.
"Eh non Alana, Bibi mau masak sambel ayam nih non" ucap Bi ima seraya menyiapkan bumbu-bumbu dapur.
"Ada yang bisa alana bantu bi?" tanya Alana.
"Nona hanya perlu memotong sayur bayam itu, untuk dimasak" ucap Bi ima membuat Alana mengangguk, alana segera memotong sayur-sayuran itu dengan teliti.
Setengah jam sudah berlalu, Alana dan Bi ima yang sudah berkutat di dapur, akhirnya selesai, masakan yang mereka masak telah jadi dan meletak kan nya di Meja makan.
Alana menatap ke arah Bi ima.
"Bi, Apa tuan sudah pulang?"
"Tuan pulang sudah dari tadi non, Mungkin tuan sedang berada dikamar nya" balas Bi ima
"Kalau begitu, Al panggil dulu Tuan ya bi"ucap Alana seraya berjalan ke arah kamar Xavier.
Alana telah sampai di depan pintu kamar Xavier, ia mengetuk pelan pintu Xavier tapi tidak ada sahutan dari Dalam, alana kembali mengetuk pintu itu sedikit keras dan beberapa detik kemudian akhir nya pintu itu dibuka oleh sang penghuni kamar.
Xavier menatap datar Alana seraya menarik Alis nya sebelah.
Alana Yang ditatap Oleh mata tajam bak elang Xavier hanya menggigit bibir nya gugup.
"Em itu" ucap Alana gugup seraya mengalih kan Mata nya dari mata tajam Xavier,"Sarapan malam sudah siap Tuan, Saya hanya ingin memanggil anda untuk sarapan bersama" lanjut Alana
Xavier hanya diam Dan Melangkah kan kaki nya melewati tubuh Alana dan berjalan ke bawah.
Alana yang melihat kepergian Xavier menghela nafas nya lega seraya mengelus dada nya yang berdetak sangat kencang. Ia kemudian melangkah kan kaki nya menyusul Xavier
Xavier segera duduk di kursi meja makan dan ingin mengambil piring Yang ada di hadapan nya tapi segera dihentikan oleh tangan Lembut Alana.
"Biar saya saja yang mengambil nya Tuan" ucap alana seraya mengambil Alih piring kaca itu dan meletak kan satu sendok nasi beserta lauk pauk kedalam piring dan memberikan nya kepada Xavier
Xavier hanya diam Dan segera menyantap makanan itu dengan Lahap
Alana hanya menatap Xavier yang sedang menyantap makanan nya dengan lahap, Alana tersenyum senang saat makanan buatan nya dilahap Habis oleh Xavier.