Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14. Tuduhan Palsu Berbalik Arah
Rupanya Ling Yaofei masih belum menerima kenyataan, meski sebenarnya sudah dipermalukan oleh Ling Qingxue di depan kedua kakaknya.
Dia mulai melancarkan lagi dramanya, menghela napas cukup panjang, berlagak menahan kesabaran, menundukkan kepala berlagak semakin sedih, terus berkata bernada mendesah.
"Kalau begitu..., perhiasan pemberian die di itu... di mana?"
"A-aku tidak perduli siapa yang mencuri perhiasan itu, aku harus mendapatkannya kembali," ucapnya begitu sedih. "Itu... hadiah dari die di...."
Ling Qingxue baru saja selesai menyimpan kembali semua pakaiannya itu ke dalam lemari usangnya. Mendengar ucapan Ling Yaofei barusan, dia segera berbalik menghadap gadis jahat lagi licik itu, terus menatapnya dengan dingin.
"Kamu ingin sekali tahu di mana perhiasanmu itu bukan?" kata Ling Qingxue juga tidak mau kalah bermain drama, suaranya dibuat sedingin mungkin, sambil tersenyum menyeringai.
"Yang aku tahu, perhiasanmu itu punya pasangan bukan?"
Ling Yujian maupun Ling Yuchen menatap Ling Qingxue dengan intens, seperti agak merasa heran dengan ucapan adik kandung mereka itu.
"Pa-pasangan...?" Ling Yaofei pura-pura bertanya, tapi nada suaranya sedikit gugup, dan dia sudah mulai gelisah lagi, sedikit tidak stabil dengan sandiwaranya.
"Benar, perhiasanmu ada pasangannya," tanggap Ling Qingxue seraya tersenyum mengejek. "Bukankah perhiasanmu punya energi spiritual yang terhubung dengan giok milik kedua kakakmu yang tersayang ini?"
"Giok yang diberikan oleh Jenderal Ling Guojin, fu qin kalian yang hanya diberikan kepada anak-anaknya," lanjut Ling Qingxue menyindir dengan tajam dan terarah. "Berhubung orang tua itu tidak menganggap aku sebagai anaknya, jadi aku tidak diberikan...."
Mendengar ucapan Ling Qingxue meski kalem tapi amat menusuk itu, Ling Yujian maupun Ling Yuchen jelas merasa tersindir.
Mereka membenarkan jika giok mereka berdua memang terhubung dengan giok milik Ling Yaofei, satu sisi. Namun di sisi lain, mereka juga merasa jika ayah mereka tidak mengakui Ling Qingxue sebagai putrinya.
Meski menyadari akan hal itu, walau mereka mengakuinya, tapi mereka tidak bisa berkomentar apa-apa juga.
Sementara itu Ling Qingxue tengah bernostalgia pada kehidupannya yang pertama, mana kala dia merengek-rengek kepada Jenderal Ling Guojin, yang nyatanya dia tidak diberikan juga giok itu.
Ketika itu Ling Qingxue hanya bisa menerima nasib, bahwa ayahnya tidak menganggapnya penting. Tapi sekarang, di kehidupan keduanya ini, dia tidak akan membiarkan hal seperti dulu terulang kembali.
"Baiklah, aku akan coba," ucap Ling Yujian setelah terdiam beberapa saat setelah menghela napas sejenak. Dia kini mengerti apa maksud ucapan Ling Qingxue.
Kemudian jenderal muda itu mengeluarkan gioknya dari balik pakaian dalamnya, giok berwarna coklat gelap berbentuk ukiran naga. Dengan perlahan dan hati-hati dia menyalurkan energi spiritual ke dalam gioknya itu.
Cuma sekejap saja, tiba-tiba cahaya kuning langsung keluar dari giok berbentuk naga itu, lalu terbang melayang menuju salah satu kamar di paviliun pelayan.
Semua orang segera mengikuti cahaya kuning itu sambil menahan napas. Sebagiannya tampak menegang.
Ling Yaofei, yang tadinya begitu percaya diri, cukup dibuat terkejut gugup. Seolah tanpa sadar bibirnya melontarkan gumaman bernada seakan tidak percaya.
"Bagaimana bisa terjadi begini?"
★☆★☆
Langkah semua orang membawa mereka ke depan sebuah kamar sederhana, membuat Ling Yaofei dan kedua pelayannya makin terkejut tidak percaya.
Ling Yuchen yang sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres, segera mendobrak pintu kamar itu dengan kasar.
Braaak!
Begitu pintu kamar itu terbuka dengan lebar, cahaya kuning itu terus melayang masuk, berputar-putar di ruangan itu sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah lemari kayu sederhana.
Semua orang dapat melihat kejadian itu. Sedangkan Ling Yaofei dan kedua pelayannya makin terkejut. Rasa takut mulai menghantui mereka berdua.
Ling Yujian segera melangkah ke hadapan lemari, lalu menarik pintunya dengan sedikit kasar. Begitu pintu lemari terbuka, cahaya spiritual itu langsung menerobos masuk, terus menghinggapi dan menyelimuti sebuah kotak kayu berukir indah yang ada di dalam lemari.
Tanpa banyak pikir, Ling Yujian langsung mengambil kotak kayu tersebut, terus membukanya dengan cepat.
Di dalam kotak kayu itu, terbaring dengan damai nan indah sebuah giok yang juga berbentuk ukiran naga, milik Ling Yaofei. Giok berbentuk naga itu tampak bersinar kuning redup.
Ruangan itu seketika dikurung oleh kesunyian yang mencekam dan ketegangan yang menyesakkan.
Ling Yaofei seketika membelalak kaget, nyaris lepas kendali dalam sandiwaranya. Salah satu pelayannya, si pemilik kamar, langsung terkejut pucat, semakin ketakutan.
Sedangkan pelayan satunya, seperti merasa ikut andil, tak bisa menahan rasa kagetnya pula, wajahnya juga pucat pasi.
"Ba-bagaimana bisa terjadi...?!" lirih pelayan pemilik kamar dalam rasa tidak percaya dan tidak terima.
Tidak percaya akan kejadian itu, tidak terima karena bukan dia yang meletakkan barang itu di dalam lemarinya. Tapi barang itu ada di situ....
Bagaimana bisa?
Dia langsung tertunduk dalam-dalam, tidak sanggup memandang alam sekitar, terutama pada Ling Qingxue yang dirasa sekarang beraura aneh.
Ling Qingxue langsung menyeringai dingin, menatap Ling Yaofei dan pelayannya itu dengan tajam, terus berkata bernada sinis, begitu dingin.
"Sejak awal kamu dan pelayan rendahmu ini menuduhku mencuri perhiasan milikmu. Tapi kamu bisa lihat sendiri siapa yang mencuri barangmu...."
Dengan cepat pelayan itu berlutut di hadapan Ling Yujian, suaranya bergetar ketakutan memohon.
"Ling Da Shao ye, bu-bukan hamba pelakunya.... Pasti... pasti ada yang menjebak hamba.... Percayalah, bukan hamba pelakunya..."
Ling Yujian tidak bisa langsung memberi keputusan, begitu juga dengan Ling Yuchen. Mereka masih terpaku diam memikirkan kejadian yang sedikit aneh ini.
Sedangkan Ling Yaofei juga hanya bisa diam, seperti mati kutu. Dia juga tidak bisa langsung menolong sang pelayan meski tahu apa sebenarnya yang terjadi. Sementara benaknya merasa aneh akan kejadian ini.
Ling Qingxue mendekati pelayan itu, lalu menatapnya dengan tajam penuh intimidasi. Lalu....
Plak!
"Aukh!"
Tanpa sungkan tanpa ragu, Ling Qingxue menampar sang pelayan dengan cukup kuat, tapi sudah cukup membuat pelayan itu tersungkur ke samping sambil menjerit kesakitan.
Tapi buru-buru, meski dengan agak kesusahan, pelayan itu kembali ke posisi semua, duduk berlutut penuh ketundukan, tanpa berani melawan.
"Beraninya kau yang hanya seorang pelayan rendahan menuduh seorang Shao jie yang sah dari keluarga Jenderal Ling!" kecam Ling Qingxue penuh amarah.
"Tidak hanya itu, kau juga berani memfitnahku," lanjut Ling Qingxue tanpa perduli tatapan aneh Ling Yaofei, "membuat aku hampir saja dihukum berat atas sesuatu yang aku tidak lakukan...!"
Suasana masih saja diselimuti ketegangan. Ling Yujian maupun Ling Yuchen cuma melihat kejadian, seolah tak bisa berbuat apa-apa.
Kemudian....
Ling Qingxue berbalik menghadap ke arah Ling Yujian dan Ling Yuchen yang kini berdiri berdampingan. Menatap kedua pemuda itu dengan dingin. Lalu berkata penuh cibiran sekaligus sindiran.
"Jika aku yang dituduh mencuri, kalian pasti akan menghukumku dengan berat, tanpa memberi kesempatan bagiku untuk membela diri. Tapi sekarang, pelakunya adalah pelayan rendahan milik adik kesayangan kalian itu."
"Aku ingin tanya kepada kalian, apakah derajat seorang pelayan rendahan lebih tinggi daripada derajat seorang putri bangsawan dari keluarga Jenderal Ling?" lanjut Ling Qingxue begitu berani.
★☆★☆★
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,