Aylin gadis berusia 17 tahun yang terpaksa harus menjalani hidup sebatang kara setelah kepergian kedua orang tuanya secara bersamaan. Ditengah perjuangannya untuk bangkit dari kesedihan karena ditinggal oleh orang terkasih. Sampai suatu ketika Aylin mengetahuinya sebuah rahasia besar. Yang justru membuat ia kembali tertimpa tragedi mengenaskan hingga membangkitkan sesuatu yang terkunci didalam tubuh Aylin. Dan entah bagaimana caranya, tiba-tiba ia berpindah di sebuah tempat yang asing baginya. Karena tidak pernah ia kunjungi sama sekali sebelumnya.
"Matilah kalian semua untukku!" ucap Aylin penuh kemarahan. Begitu ia tersadar dari tidur nya dan setelah ia mengingat semuanya yang terjadi padanya.
Apa yang membuat Aylin begitu marah? Hingga membuat seisi hutan tempatnya menjadi bergetar dan langit pun ikut bergemuruh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeaa - Arem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang Gadis Aneh
Aylin muncul disebuah gang sepi di pinggir kota, ia berjalan melihat-lihat
kota. Sambil mencari ide, mungkin ia bisa menemukannya sesuatu untuk ia
lakukan.
Karna ia harus mempunya pemasukan tetap, agar dimasa depan segalanya
berjalan lancar.
Ia pun memperhatikan penampilan orang-orang yang ada disekitarnya,
penampilan dari kalangan menengah kebawah tampak kurang enak dipandang.
Seingatnya juga, harga sebuah pakaian di ibukota tergolong mahal. Bahkan
beberapa orang, baru membeli pakaian baru setelah pakaian lamanya rusak. Itu
pun karna tidak punya pilihan lagi, dari pada tidak berpakaian.
Aylin segera mendapatkan idenya, tapi sebuah masalah tentu saja ada. Karena
tidak semua hal berjalan dengan baik.
Yang menjadi masalahnya adalah, ia tidak punya cukup dana dan relasi untuk
usahanya. Jika ia membuka langsung toko tersebut, tentu saja bisa. Tapi tidak
akan banyak yang tau, itu bisa menjadi sebuah masalah baru nantinya.
Ia pun memikirkan beberapa orang yang bisa ia ajak berkerjasama, hingga
sebuah nama terlintas dipikiran nya.
"Mungkin aku bisa menggunakannya." Pikir Aylin licik.
Ia pun melanjutkan kegiatan berjalan-jalannya dengan santai.
Hingga tiba-tiba seorang gadis menabrak bahunya kencang, menyebabkan mereka
terjatuh bersama. Karna benturan yang lumayan keras.
"Awh." Lirih Aylin pelan.
Sedangkan disebelah ia mendengar rintihan yang lebih mirip suara tangis. Ia
pun melihat gadis yang menabraknya, jika dilihat dari penampilannya. Gadis ini
tampak seperti orang biasa, tapi jika diperhatikan lagi. Kulit serta rambutnya
yang sangat terawat, tidak mungkin ia dari kalangan biasa.
Aylin pun segera menjalankan otaknya, bisa saja ia menjalin hubungan baik
dengan gadis kaya ini. Tidak peduli dia ada dikubu musuh atau tidak, yang
terpenting adalah memanfaatkan dulu.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Aylin seraya bangkit dari duduknya.
Ia membersihkan gaunnya yang terkena debu tanah.
Gadis itu hanya menatap Aylin dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku seperti pernah melihatnya." Batin Aylin.
"Ayo, bangun." Ucap Aylin mengulurkan tangannya ke arah sang
gadis.
Gadis itu pun menerima uluran tangan Aylin, ia juga ikut membersihkan
gaunnya yang kotor.
"Maafkan saya nona, saya seharusnya lebih berhati-hati lagi."
Ucapnya meminta maaf dengan nada lirih.
"Sepertinya bukan kaum sombong dan angkuh, baguslah." Batin Aylin.
"Tidak apa-apa, apa yang membuatmu berlari seperti tadi?" Tanya Aylin
datar.
"Anu..itu..hmm seseorang mengejarku, jadi aku berusaha melarikan
diri..hingga tidak melihat kearah mana aku berlari." Jelasnya pelan.
"Siapa yang mengejarnya?" Pikir Aylin.
Tepat saat gadis itu selesai dengan ucapannya, beberapa orang pria berbaju
hitam serta penutup wajah tiba-tiba mengelilingi mereka.
"Berhenti! Cepat serahkan dirimu nona!" Ucap seorang dari mereka.
"Ti..tidak! Aku tidak mengenal kalian, mengapa kalian ingin
membunuhku!" Pekik sang gadis nyaring.
Tampak beberapa orang mulai mengerumuni mereka, melihat tontonan menarik.
Walaupun hal seperti ini biasa terjadi, tapi tetap saja menarik bagi sebagian
orang.
Mendengar pekikan gadis tersebut, para pria itu pun bergegas maju untuk
membawa paksa sang gadis.
"Tolong aku!" Ucap sang gadis meminta pertolongan pada Aylin yang
ada disebelahnya.
Aylin yang sejak tadi menyimak, kini tersenyum dalam hatinya.
"Sepertinya semesta mempermudah jalanku." Pikirnya lagi.
Melihat Aylin tak memberi respon, gadis itu pun semakin panik melihat para
pria berbaju hitam itu kian mendekat.
"Ayo ikut kami!" Ucap seorang pria berbaju hitam, saya berada
tepat didepan gadis itu. Ia pun menarik pergelangan tangan sang gadis dengan
paksa, sedangkan gadis tersebut berusaha melawan.
Melihat gadis yang sangat lemah dihadapannya, Aylin pun menepis tangan pria
itu dari tangan sang gadis.
Kemudian menarik sang gadis agar berdiri dibelakangnya.
Beberapa orang berbisik melihat keberanian Aylin yang menurut mereka,
mengantarkan nyawanya pada malaikat maut dengan suka rela.
"Kau! Berani sekali, berikan dia pada kami!" Pekik seorang dari
pria-pria itu.
"Ambil saja jika bisa." Balas Aylin datar.
"Kau!" Mereka pun menyerang Aylin secara bersamaan.
Tidak peduli lawannya wanita, mereka bahkan tak segan melayangkan pukulan ke
arah Aylin.
Orang yang melihat sudah menahan nafas, menunggu kejadian mengenaskan
selanjutnya.
Tapi beberapa detik kemudian, mereka melihat pria-pria yang mengepung kedua
gadis itu memekik kesakitan. Memegangi kepala mereka, dengan darah yang
mengalir keluar dari hidung, telinga serta mulu mereka.
"Arrghhh kepalaku..."
"To...long.."
"Ampuni aku.. ampun.."
"Tolonggggh hentikannhh..arghhh."
Begitu rintihan demi rintihan yang dikeluarkan para pria tersebut, sedang
gadis bertubuh mungil dihadapan mereka berdiri dengan tenang. Tatapannya justru
semakin tajam seiring dengan nyaringnya rintihan para pembunuh bayaran itu.