Negara semakin berkembang di bawah kepemimpinan Presiden Wikar. Namun masalah mereka belum sepenuhnya terselesaikan. Bayang-bayang mantan Presiden Jacob masih menghantui semua orang yang ada di negara ini, termasuk Wikar sendiri.
Ando dikirim ke sebuah negara di bagian Timur yang tengah mengalami konflik. Konflik itu semakin membesar dan meluas. Para kelompok milisi yang dikenal dengan Abu Sayaad, hampir menguasai negara itu secara keseluruhan.
Dibalik itu semua, Jacob ternyata mengambil peran. Dan didukung oleh para pasukannya yang baru.
Akankah Ando dan pasukannya berhasil menemukan Jacob dan mengalahkan kelompok Abu Sayaad?
Dan ada keterkaitan apakah antara mantan Presiden Jacob dengan kelompok Abu Sayaad?
Pesan Author :
Jangan memberikan boom like🙏 Dan berikan komentar yang membangun. Karena Author membuat sebuah novel bukan hanya untuk dibaca. Namun juga sebagai media pembelajaran bagi kita semua. Sekian dan terima kasih🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THE CIVILIAN II : EPISODE 23
“Lapor Kapten! Tamu Kapten sudah datang!”
“Bawa dia masuk!”
“Siap!”
Ando pun masuk ke ruangan itu dan dia langsung menyapa Kapten Haros.
“Ruangan yang sangat nyaman kapten.”
“Sangat nyaman untuk melihat kehancuran dunia.” Jawab Kapten Haros sembari tertawa.
Mereka lalu berjabat tangan dan saling berpelukan. Itu adalah salah satu cara menyambut tamu penting yang dilakukan di negara ini.
“Duduklah saudaraku. Pangkat kita sama. Jadi panggil Haros saja.”
“Terimakasih Kapten Haros. Tapi kau lebih tua dariku. Dan aku harus menghormatimu.”
“Ah! Aku suka pria ini Murak.” Ucap Kapten Haros kepada anak buahnya.
“Ini anak buah sekaligus anak didikku. Dia sangat setia. Dan saat dia mengetahui kalau kau yang akan datang. Dia sangat senang, karena dia tahu sedikit tentang kisahmu.”
“Itu bukan kisah yang menarik Kapten Haros.”
“Hmm! Tidak. Tidak. Perjuanganmu sudah menjadi inspirasi banyak orang. Terutama Presiden Wikar.”
“Kami hanya manusia biasa seperti yang lainnya. Kami hanya ingin negara kami aman, Kapten.”
“Yah. Sama sepertiku Kapten Ando. Aku juga menginginkan kedamaian seperti dulu. Andaikan saja presiden yang amanah itu tidak dibunuh, pasti sekarang negara ini sudah maju. Sayang, dia harus mati karena nafsu bejat dari kelompok pemberontak.”
“Dia orang yang sangat baik. Saat dia mengetahui kalau ada kelompok bernama Abu Sayaad yang kala itu masih dipimpin oleh Hamar Al-Sayaad, dia sama sekali tidak mengambil tindakan ekstrem. Dia bahkan berusaha untuk berdialog dengan mereka.”
“Namun terkadang kebaikan tidak selalu dibalas dengan kebaikan. Kebaikannya dibalas dengan pengkhianatan. Padahal, Hamar sudah diberikan beberapa tempat khusus sebagai jaminan kalau mereka tidak akan melakukan pemberontakan. Tapi baji-ngan itu sudah melanggar janji. Apalagi muridnya, yang bernama Hassan yang sekarang menggantikannya. Dia jauh lebih parah. Dia orang yang membunuh presiden.”
“Ya. Aku sudah mendengar semuanya Kapten Haros. Saat itu negaraku juga sedang berperang. Situasi kacau dimana-mana. Aku saat itu tidak berfikir akan berakhir menjadi seperti ini.”
“Maksudmu?”
“Yah, aku fikir aku berada dipihak yang tepat. Tapi justru, orang yang pernah aku lawan adalah orang yang sudah aku anggap seperti ayahku sendiri.”
“Hmmmm... jadi dulu kau adalah ..?”
“Ya. Kala itu aku masih bodoh dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ambisi untuk membela negaraku tidak dibarengi dengan pengalaman yang cukup. Akhirnya, aku harus menyesali semua kesalahanku hingga sekarang. Mungkin sampai mati pun aku tidak akan bisa melupakannya.” Ucap Ando sembari menghela nafas panjang.
“Tenangkan dirimu dulu. Santai. Buat dirimu nyaman sampai waktu perang tiba. Pasukanmu dan pasukanku sedang bersiap bersama-sama. Mereka langsung akrab. Sekarang, nikmati cerutu dan minumannya. Tapi ini bukan bir atau sejenisnya. Ini minuman dingin dengan rasa buah yang sangat manis. Jangan lupa ambil juga kurmanya. Ini akan sangat lezat untuk bekal jika kita mati.”
Kapten Haros dan Ando pun tertawa. Mereka sudah seperti sahabat yang sudah lama saling mengenal. Kapten Haros memang dikenal suka bercanda dan suka menghibur pasukannya saat mereka selesai melakukan tugas diwaktu yang santai. Kapten Haros tidak pernah membatasi pergaulannya dengan siapa pun. Dia selalu terbuka untuk semua orang.
Namun jangan salah, soal skill bertempur dia juga terkenal sangat hebat. Selama ini perjuangannya terhambat karena yang dia hadapi juga bukan hanya kelompok Abu Sayaad atau pun orang-orang yang mendukung mereka saja, tapi juga dari pasukannya sendiri.
Baru-baru ini saja pasukannya benar-benar bersih dari para pengkhianat, karena dia menerapkan aturan yang sangat mengerikan untuk para pengkhianat yang ada dilingkarannya. Dia akan membiarkan para pengkhianat itu mati kelaparan. Bahkan tak sedikit dari mereka juga yang memakan bangkai temannya sendiri yang sudah mati.
Sehingga hal tersebut menjadi ancaman paling mengerikan untuk semua pasukannya. Hal itu juga membuat Hassan berfikir jutaan kali untuk mengirimkan mata-mata ke dalam pasukan Kapten Haros. Terlebih, Kapten Haros juga pernah mengirimkan kepala para pasukan elite yang dimiliki Hassan.
Sekarang, pasukan elite itu hanya tinggal sebuah cerita. Karena mereka semua sudah habis tangan Kapten Haros tanpa sisa.
Di ruangan kecil itu mereka memperbincangkan banyak hal, terutama soal kisah seseorang yang disebut sebagai ‘Sang Raja’.
Dia adalah orang yang sangat sederhana dan berasal dari kalangan orang biasa. Dia tidak suka hura-hura atau pun berfoya-foya seperti orang-orang pada umumnya. Bahkan dikatakan dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang seperti Syekh Jafar.
Orang-orang berilmu yang mengajarkan kedamaian dan persatuan. Namun dia begitu dibenci oleh orang-orang yang memang memiliki kepentingan. Karena dia mengetahui rahasia semua orang yang ingin melengserkan presiden kala itu.
Sehingga dia banyak dicari orang. Dan saat itulah dia menghilang dan tidak pernah terlihat lagi. Hingga pada akhirnya, namanya dikenal sebagai ‘Sang Raja’ agar musuh sulit untuk menemukan identitas aslinya. Semua tentang diriniya dan keluarganya juga dihapus. Baik data penduduk atau pun keterangan lain mengenai dirinya.
Dan kenapa ‘Sang Raja’ dipilih orang-orang seperti Syekh Jafar untuk menjadi pemimpin di negara ini. Walau pun dia harus bersembunyi di tempat yang tidak diketahui.
“Jadi maksud kapten ‘Sang Raja’ bukan orang biasa?” Tanya Ando pada Kapten Haros.
“Ya. Semua orang yang berpihak kepadanya berfikir sampai kesana. Begitu juga dengan aku. Orang-orang seperti Syekh Jafar adalah orang-orang bersih dan jujur. Mereka orang-orang yang sulit untuk dipengaruhi dengan hal-hal yang tidak baik. Jadi, menurutku pilihan mereka tidak salah.”
“Ya kapten. Aku paham sekarang. Dia seperti Presiden Wikar. Bedanya, Presiden Wikar harus berusaha dengan kedua tangannya sendiri dan juga dukungan dari sahabatnya, Jendral Lahar. Mereka berdua orang yang progresif. Strategi mereka juga sangat cerdik. Mereka dua sahabat yang tidak akan bisa dikalahkan.”
“Aku jadi penasaran dengan pemimpinmu itu. Aku kagum dengan semua cerita perjuangannya dengan semua orang-orang yang ada dibelakangnya.”
“Kalau semua ini sudah berakhir, berkunjunglah ke negara Kapten Haros.”
“Pasti. Pasti aku akan kesana.”
“Sekarang ayo kita keluar, dan bersiap.”
“Baik Kapten Haros.”
Mereka pun keluar dari ruangan itu. Kapten Haros mengajak Ando menuju sebuah ruang kontrol dari markas tersebut. Ruang kontrol itu dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih. Ada banyak sekali senjata mesin yang terpasang secara tersembunyi di markas itu. Drone juga tersedia disana, dari yang berukuran kecil, sedang, hingga yang paling besar. Kapten Haros benar-benar membangun teknologi masa depan di markas besar tersebut.
Markas itu memiliki banyak sekali jebakan dan juga pertahanan yang sulit untuk ditembus musuh, sekali pun dengan tank dan juga jet tempur. Dengan pertahanan yang kuat dan semuanya serba canggih, mereka bisa melakukan perlawanan dengan baik. Dan sudah bisa dipastikan kalau para kelompok Abu Sayaad bisa habis tanpa sisa jika mereka hanya menyerang dengan hanya mengandalkan kekuatan fisik.