Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepak Asa

Kepak Asa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Raira Megumi

Nindya, seorang gadis muda yang memiliki banyak mimpi dan harapan akan nasib kaum perempuan yang masih belum mendapatkan hak sepenuhnya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Ia ingin nasib kaum perempuan di kampungnya berubah lebih baik ditengah pemikiran yang masih kolot.
Perjuangannya tentu saja tidak berlangsung dengan mulus dan lancar. Ada banyak tantangan, terutama dari para tokoh masyarakat yang masih memiliki pemikiran kolot.
Dalam perjalanannya, dua orang pria yang saling berlomba untuk mendapatkan perhatiannya. Yang satu adalah seorang dokter muda dan tampan yang selalu membantu dan mendukungnya dan yang satunya adalah pak camat galak yang kerap menjenggal langkahnya
Namun, ada seseorang dalam hati Nindya. Seseorang dari masa lalunya yang masih kuat bercokol dalam hatinya.
Siapa yang akan dipilih Nindya untuk menemaninya menggapai setiap mimpi dan harapannya? Apakah sang dokter tampan? Sang Camat yang galak? Atau laki-laki dari masa lalunya kembali untuk bersama dengannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raira Megumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kesal

“Assalamualaikum.” Nindya mengucapkan salam di depan pintu. Tidak mendengar jawaban atas salamnya, Nindya mengetuk pintu dengan sedikit keras.

“Waalaikumsalam. Silahkan masuk,”  terdengar jawaban dari dalam ruangan.

Nindya membuka pintu dan masuk dengan langkah tegap.

“Silahkan duduk!”

Nindya duduk di kursi yang ditunjuk oleh Lingga tanpa kata-kata.

“Ada perlu apa ingin bertemu dengan saya?” tanya Lingga.

Nindya tidak menyukai nada suara Lingga, tapi ia tahan emosinya.

“Saya mau meminta izin terkait dengan kegiatan yang akan saya dan teman-teman rintis di desa ini.

“Kegiatan apa?” tanya Lingga.

“Pelatihan,” jawab Nindya pendek.

“Pelatihan apa? Coba kamu jelaskan dengan terperinci.”

“Silahkan Pak Lurah baca proposal yang saya bawa.” Nindya menyerahkan proposal yang dibawanya.

Lingga tidak menerima proposal yang diserahkan Nindya sehingga dengan terpaksa dan kesal, Nindya menyimpannya di atas meja di hadapan Lingga.

“Saya tidak ada waktu untuk membaca proposal kamu. Saya minta pada kamu untuk menerangkannya langsung sehingga kalau ada pertanyaan saya bisa langsung menyampaikannya.”

Nindya menarik nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan. Ditahan emosi yang sedari tadi sudah bergumul di dalam dadanya.

“Silahkan kamu jelaskan!” perintah Lingga tidak sabar.

“Sebentar Pak Lurah. Saya meredakan emosi saya terlebih dahulu,” jawab Nindya masih dengan nada suara yang belum meninggi.

“Kenapa kamu harus meredakan emosi kamu terlebih dahulu? Apa kamu marah sama saya?” tanya Lingga.

“Bukan marah tapi kesal,” jawab Nindya yang menaikkan nada suaranya beberapa oktaf.

“Lho, kesal kenapa? Apa salah saya sama kamu?” tanya Lingga heran.

“Tidak ada salah apapun. Saya hanya kesal saja sama diri saya sendiri,” jawab Nindya sekenanya.

“Kenapa kamu kesal sama diri kamu sendiri?” tanya Lingga semakin membuat Nindya kesal.

“Baiklah. Pak Lurah mau mendengarkan penjelasan saya tentang isi proposal atau ingin mengetahui kenapa saya kesal?”

Nindya sudah tidak nyaman berada di dekat Lingga. Yang ia ingin saat ini adalah langsung pulang ke rumah.

“Saya mau dengar penjelasan isi dari proposal yang kamu bawa, tapi sebelumnya saya ingin mengetahui alasan kenapa kamu kesal.” Sepertinya Lingga senang menggoda Nindya.

“Pak Lurah memang ngeselin. Maaf, Pak Lurah. Sepertinya hari ini saya batalkan saja pengajuan proposal saya. Lain kali saya datang lagi kalau Pak Lurah sudah tidak mengesalkan seperti hari ini,” gerutu Nindya. Ia sudah tidak peduli lagi dalam menjaga kesopanan. Lingga benar-benar menguji kesabarannya.

“Iya, iya, maafkan saya. Silahkan kamu jelaskan isi dari proposal yang kamu bawa,” pinta Lingga.

“Saya sudah tidak ada mood untuk menjelaskan. Maaf kalau saya tidak sopan pada Pak Lurah.”

Nindya kembali mengambil proposal yang tadi ia simpan di atas meja kerja Lingga dan bersiap untuk keluar dari ruangan Lingga. “Maaf sudah mengganggu waktu Pak Lurah. Saya pamit dulu. Assalamualaikum.”

Nindya menggeser kursi yang didudukinya dan berbalik untuk keluar. Ia sudah tidak ingin melihat wajah Lingga untuk hari ini. Emosinya sudah benar-benar memuncak.

“Tunggu!” panggil Lingga saat Nindya sudah bersiap membuka pintu.

Nindya menghelas nafas dengan kasar.

“Ada apa lagi, Pak Lurah?” tanya Nindya tanpa membalikkan tubuh.

“Kamu tidak ingin mendapatkan izin dari saya untuk kegiatan kamu dan teman-teman kamu itu?” tanya Lingga.

Nindya kembali menghela nafas. Kali ini Nindya menghitung sampai sepuluh di dalam hati. Konon cara ini cukup ampun untuk meredam emosi yang berkecamuk di dalam dada.

Perlahan Nindya membalikkan tubuh kembali menghadap Lingga, tapi ia enggan untuk melangkah dan kembali duduk di dekat Lingga. Nindya memilih untuk tetap berdiri.

“Niat kami mengajukan proposal tentu saja ingin mendapatkan izin dari pihak kelurahan. Tetapi sepertinya tidak hari ini. Mood saya untuk presentasi sudah hancur karena ulah Pak Lurah.”

“Lho, salah saya apa?” tanya Lingga dengan nada biasa tapi terdengar seperti mengejek di telinga Nindya.

“Pak Lurah tidak salah apa-apa. Yang salah saya.”

Nindya membalikkan tubuh sebelum mendapatkan respon Lingga. Ia langsung membuka pintu dan berlari keluar dari kantor kelurahan tanpa melihat kembali ke belakang. Dia benar-benar kesal pada Lingga. Setelah satu jam lebih menunggu, lalu mendapatkan respon yang tidak mengenakkan dari Lingga, tentu saja menghancurkan semangat dan mood-nya. Nindya benar-benar membenci Lingga saat itu.

*******

to be continued...

1
Dwi Rahayu
/Drool/
Dwi Rahayu
lama dikit pula😭😭
Dwi Rahayu
update lama dikit pula
.huhuhu😭😭😭
Rus Tono
knp setiap up selalu lama pa dahal cerita nya bagus...up yg rajin .di tunggu kelanjutan nya
Raira Megumi: maaf ya, up-ny lama, sempat dirawat seminggu, trus baru sembuh eh kena sakit lagi. Mudah-mudahan next setiap dua-tiga hari sekali up-nya...

terima kasih sudah membaca ceritaku
total 1 replies
Dwi Rahayu
lanjutkan
Dwi Rahayu
ringan ceritanya tp asyik sekali alurnya
Vani Setiani
jangan kelamaan up nya Thor cerita nya bagus🌹🌹🌹
Vani Setiani
seneng bisa lanjutin ceritanya nya
cerita sederhana to berkesan hingga yg baca hanyut dengan cerita nya di tunggu kelanjuta n nya ..💓🌹
Sriza Juniarti
baguus👍🥰💕
Vani Setiani: kpn up nya LG...
total 1 replies
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir di karya aku yang berjudul My Love's Aylin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!