Indonesia
NovelToon NovelToon
Us

Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Teen Angst / Teen School/College
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ryuna_

"Kita adalah satu yang tak utuh"

...

Aderal Eiden, dicap sebagai seorang berandal yang kehadirannya membawa masalah.Setiap langkahnya adalah bencana, akan ada satu setidaknya orang terjatuh karenanya.

Tapi bagi Celina Lee.Aderal Edien adalah rumahnya,porosnya, dan dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryuna_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Us Twenty Two

Ada yang mengganjal dengan kejadian akhir-akhir ini, Eiden terus memikirkan hal itu sejak mereka tiba di Bali pagi tadi. Eiden tengah duduk memandang lautan luas dari balkon villa milik Shana yang sekarang mereka tempati.

Ah, tadi pagi Eiden meminta maaf pada Chrisa dan juga Shana karena salah satu dari mereka mengadu pada Celine. Tak ingin memperpanjang masalah, Eiden meminta maaf saja dan membiarkan Shana merasa menang. Eiden bahkan masih ingat bagaimana gadis itu tertawa penuh kemenangan tadi pagi.

"Ei, mau ikut ke luar nggak?" Celine berdiri di ambang pintu balkon.

Eiden membalikkan tubuhnya, langkah lebarnya tertuju pada Celine "Yaudah, gue ganti baju dulu. Turun duluan sana" katanya sambil mendorong-dorong kecil bahu Celine.

"Yaudah, jangan lama" lalu derap langkah gadis itu terdengar menjauh.

Eiden membongkar pakaian yang ia bawa di dalam koper miliknya, Eiden membawa semua baju berlengan panjang untuk menutupi lukanya. Buru-buru Eiden mengganti pakaiannya menggunkan kemeja yang ia ambil secara asal-asalan agar teman-temannya tidak menunggu terlalu lama.

Mengambil dompet dan ponselnya Eiden segera berlalu untuk turun. Benar saja semua orang sedang menunggunya sekarang.

"Lama banget sih lo" itu suara Shana.

"Biar gue yang bawa mobilnya" Eiden menadahkan tangannya kepada Rafka, ia menjangkau lengan Celine setelahnya.

Eiden membuka pintu depan tempat duduk penumpang untuk Celine duduk, lalu ia memutari kembali untuk menuju tempat setir. Sementara keempat orang lainnya ikut masuk ke dalam mobil. Eiden menjalankan mobilnya menuju tempat yang mereka tuju setelahnya.

Celine tidak pernah tahu jika Eiden bisa mengendarai mobil sebelumnya, karena lelaki itu biasanya mengendarai motor. Celine menepuk-nepuk lengan Eiden hingga lelaki itu merespon dengan cara menoleh sejenak "Lo bisa nyetir mobil?" tanyanya.

"Ini baru pertama gue nyetir" ucap Eiden dengan jahilnya.

Celine mengerjap beberapa kali "Kalau kita kecelakaan gimana?" tanyanya.

"Makannya diam biar gue fokus" katanya.

Eiden tidak tahu saja bahwa tubuh Celine menegang karena takut. Sepanjang perjalanan Celine tidak bicara sama sekali setelah ucapan Eiden, ia juga tidak banyak bergerak mengakibatkan tubuhnya kaku setelah mereka keluar dari mobil.

Celine hampir terjatuh saat turun dari mobil, untungnya ada Chrisa yang membantunya.

"Lo kenapa Ce?" Chrisa menatap panik.

"Badan gue kaku semua" katanya sambil menggerakkan tubuhnya kekiri dan kanan.

"Lah, kok bisa?."

"Celine kenapa Ris?" Shana muncul dengan membawa rantang berisi makanan di kedua tangannya.

"Ini badannya kaku semua. Nggak tahu ni orang ngapain sampai kayak begitu" jelas Chrisa.

"Kenapa? " Eiden tiba-tiba berdiri di samping Celine dengan membawa karpet yang nantinya akan mereka gelar di pinggir pantai.

"Badan gue kaku."

"Kenapa bisa gitu?" Eiden mengangkat sebelah alisnya.

Celine menatap beberapa kali kearah Eiden, lalu memberi kode agar lelaki itu sdikit menunduk. Celine mensejajarkan bibirnya dkeat telinga Eiden "Katanya lo baru sekali nyetir mobil?" bisiknya, takut Eiden akan malu pada kedua temannya jika ia mengatakan dengan terus terang.

"Terus?" Eiden bingung, hubungannya apa tubuh kaku dengan menyetir.

"Gue nggak berani gerak, takut kecelakaan" katanya lagi.

Eiden langsung menegakkan tubunya kembali "Mana ada, gue bohong" katanya membuat Celine melotot kesal.

"Ayo Sha, Ris kita duluan" katanya melenggang pergi begitu saja.

Eiden menggeleng saja melihat kelakuan gadis itu "Cepatan" sesaknya pada Rafka dan Mave yang sedang membawa sisa barang dan air.

......................

"Boleh temanin ke toilet nggak?" Celine tiba-tiba menyeletuk setelah lama semuanya saling diam-diaman karen canggung.

"Kalian berdua, temanin dia gih" Rafka menyenggol lengan Chrisa yang bertepatan duduk disampingnya.

Chrisa menggeleng "Gue belum pernah ke sini, jadi plis jangan buat gue malu" katanya dengan nada memohon.

"Lo aja sana" Mave menunjuk Shana "Lo kan punya villa jadi pasti lo tahu tempat disini."

Shana menggeleng "Gue malas gerak" katanya.

"Ih buruan, gue udah kebelet ini" Celine kesal sendiri.

Eiden berdiri langsung saja ia raih lengan Celine "Gue temanin" katanya.

Celine ikut saja saat Eiden menarik tangannya hingga mereka sampai pada toilet. Celine langsung berlari masuk untuk menyelesaikan urusannya. Celine menghela nafas lega, baru saja ia ingin keluar saat tanpa sengaja melihat Eiden berbicara pada seorang lelaki dengan setelan formal yang tidak Celine kenali. Ia kembali masuk dan bersembunyi, hingga beberapa menit dan dirasa aman Celine keluar.

"Lama juga" sindir Eiden.

Celine tersenyum lebar "Maaf ya, kalau nunggu lama" katanya.

Eiden mengangguk lalu membalikan tubuhnya berjalan dengan langkah lebarnya meninggalkan Celine. Sementara Celine mengejar langkah besar lelaki itu dengan berlari kecil, hingga ia berjalan di samping Eiden. Celine berpegang pada ujung kemeja Eiden karena jalanan yang mereka lewati sudah pasti pasir dan susah untuk melangkah.

"Sini tangannya" Eiden mengulurkan tangannya yang disambut senang oleh Celine.

Keduanya berjalan dengan tangan bertautan, saat tiba-tiba Celine menghentikan langkahnya dan bersembunyi di belakang Eiden dan menutup telinganya serapat mungkin. Eiden pun kontan menoleh pada Celine lalu mengikuti arah pandang gadis itu.

Adhitama Sangkala berdiri tepat beberapa meter di depan mereka, dengan kacamata hitam dan kemeja senada tengah menyeringai. Eiden menggepalkan tangannya saat lelaki itu mendekat kearah mereka.

"Lama nggak ketemu ya" Adhitama tersenyum, ia memiringkan sedikit kepalanya sebagai gestur bahwa ia bisa melihat Celine di belakang Eiden "Makin cantik aja ya, Celine" katanya.

Eiden menggerakkan sebelah tangannya je belakang, menghalau tubuh Celine "Gue lebih senang kalau nggak ketemu lo" katanya dingin.

"Jangan gitu lah, gimana pun kita saudara kalau lo lupa" Eiden pikir mengapa lelaki ini berada di mana-mana.

"Saudara?" Eiden menarik seringainnya "Jangankan saudara, bajingan kayak lo nggak pantas di anggap hidup."

"Gue sakit hati dengannya" Tapi raut wajah Adhitama menimbulkan senyuman "Yaudah kalau gitu, sampai ketemu lagi" katanya melambai pergi.

"Tunggu" Eiden menahan langkah Adhitama "Lo yang kirim pesan-pesan itu?."

"Pesan?" Adhitama menatap sempurna pada Eiden. Karena tidak menjawab ia menepuk tangannya sendiri "Gue nggak sepengecut itu, bukannya lebih baik ketemu langsung" katanya lalu melanjutkan langkah.

"Udah" Eiden menarik Celine agar kembali berdiri di sampingnya, ia mengelus bahu gadis itu pelan "Gue nggak akan biarin dia buat sentuh lo sedikitpun, jangan takut" katanya menenangkan.

Celine tidak banyak bicara, tangannya bahkan masih bergetar ketakutan hingga mereka tiba di tempat teman-teman mereka berada.

"Lama benget, ke toilet apa jalan-jalan kalian berdua" sindir Shana.

"Ce" Chrisa mendekat kearah Celine yang nampak lebih pucat, ia mendongak kearah Eiden "Celine kenapa?" tanyanya.

"Adhitama" satu nama itu lolos begitu sja dari Eiden "Gue bawa Celine pulang dulu, kalian klau mau tetap disini nggak apa-apa" katanya segera mengambil barang-barang Celine.

"Kita pulang aja" kata Chrisa memutuskan, dan yang lainnya mengangguk.

Sesegera mungkin mereka membereskan barang bawaan mereka, lalu pergi dari sana.

Celine menarik ujung kemeja Eiden hingga lelaki itu menunduk "Saudara, gue dengar itu tadi" katanya.

"Bukan apa-apa. "

......................

Hallo teman-teman sekalian👋

Buat yang baca cerita aku makasih ya, baik yang mampir sejenak atau benar-benar membaca. Aku ucapin makasih banget ya buat kalian.

Bisa nggak kalau aku minta like and komennya dari kalian?. Sekian Terimakasih.

1
auliasiamatir
ternyata Celine sangat sangat ribet sama kehidupn nya
auliasiamatir
kasian banget hodup mu caline
auliasiamatir
oo helllooooo, zaman apa ini nyonya, masih mendidik anak dengan cara sep itu..
auliasiamatir
jangan kasar dong Eid
auliasiamatir
kayaknya seru.. langsung vaforit ini
Yani Dyan
Up dong thor
Yani Dyan
suka sama karakter eiden
Devi Aviana Putri
Kayaknya bakal seru dan gemes-gemes gitu ceritanya, nih. Baru sempat mampir, Kak. Semangat terus lanjutin ceritanya, ya, Kak. ❤️
Nova Azzuhra
iya santai dong
Nova Azzuhra
semangat ya
Nova Azzuhra
karna kamu cantik😂
Nova Azzuhra
baik banget sih
Nova Azzuhra
ya ampun😭
Nova Azzuhra
disini lah
gst. bintangselatan
udalah thor, gue nikahin aja ya eiden sm celine
gst. bintangselatan
to the point banget si eiden wkwq
gst. bintangselatan
eiden effort bgt ya jd cowo wkw
Unknowing
mampir juga bang, judul : kuharap ini bukan dongeng
Ryuna_: saya cewek kak
total 1 replies
Unknowing
semangat bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!