Hanya Sekumpulan Remaja yang memiliki impian bersama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara_Lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jahil 1
Lesy melihat Kegaduhan kecil yang membuatnya tersenyum, anak-anak remaja itu merengek meminta makan kepada Alice yang dengan sabar menuangkan, lauk pauknya satu persatu.
"Moms Arkana minta ikan goreng dong, sama perkedelnya ya" Titah Arkana seperti anak kecil yang membuat sahabat-sahabatnya geli,
" Iw...tampang seram, hatinya jelly" Ejek Alaska seraya menunggu momsky Alice menuangkan makanannya,
"Halah, lo juga kalau udah ketemu nyokap lo kaya baby lalat nyao" Balas Arkana sambil mendelikan matanya tak suka, namun tiba-tiba topik pembicaraan mereka teralihkan, oleh seseorang yang tiba-tiba datang menatap mereka....
"Lah Sean, itu kan nyokap lo" Ujar Juan sambil melihat wanita paruh baya cantik nan modis, tengah menatap Alice yang tak lain dan tak bukan adalah ibunda dari Queen.
"Alice...i-itu kamu?" Tanya Lesy seraya menutup mulutnya tak percaya, wajah cantik yang dulu sering diajak bolos ke kantin olehnya, kini nampak kurus dengan wajah penuh sendu,
Alice yang melihat siapa yang menyebut namanya itu, langsung menjatuhkan sendok nasi dengan rasa tak percaya yang sama,
"Kamu beneran hadir Lesy?" Tanya Alice pada wanita paruh baya cantik yang semakin nampak kedewasaan-nya.
Lesy mengangguk dan sedikit berlari memeluk sahabatnya itu, erat...sangat erat. Rindu yang dulu belum tersalurkan kini mengalir begitu saja,
"Terimakasih ya allah, aku sudah dipertemukan dengan sahabat lama ku kembali" Lirih Alice yang membuat Lesy semakin terharu mendengarnya,
"Jadi mereka beneran kenal Sean? da-dan menjalin persahabatan?" Tanya Queen yang dibalas anggukan kecil oleh Sean, matanya mulai memanas karena merasa terharu melihat bundanya yang nampak begitu bahagia.
"Kalian tahu? gue belum pernah lihat bunda sebehagia itu sampai nangis. Jika bunda seperti itu, berarti orang itu sangat istimewa baginya" Tutur Queen sambil mengusap air mata bahagianya,
Pada akhirnya, mereka pun saling berpelukan, untuk mempererat hubungan mereka dan mengerti akan siapa Family sky itu.
"Kami selalu ada buat lo Queen, gue orang pertama yang bakalan jagain lo " Janji juan layaknya terhadap adik kandungnya sendiri,
"Gue juga, walau bukan orang pertama, karena posisi itu ditempati oleh Juan. Gue bakalan selalu jaga lo, yang tentu saja sudah menjadi ratu kita" Ucap Sean yang membuat Queen menangis dengan keras, belum pernah ia mendengar kata-kata setulus itu dari seorang pria. Terutama Sean, yang terkenal irit bicara, dingin, namun kepeduliannya begitu tinggi terhadap yang lain. Begitu pun dengan yang lainnya,
"ASTAGA KALIAN BERDUA, KAGAK LIAT NAPA? TUH TV NYA KEJEP-KEJEP BERDISKO BEGE" teriak Ray yang membanting timun nya ke arah Juan dan Alaska yang tengah merebutkan remote tv itu,
"PLIS LAH GUE PENGEN LIHAT SI KEPALA KOTAK WARNA IJO" balas Juan dengan teriakan yang sama,membuat anak-anak lainnya harus menutup telinga, beda lagi dengan kedua wanita paruh baya, yang malah asyik berbincang dan menikmati kue yang dibawa oleh Lesy.
"SAPA TUH KEPALA KOTAK?" pancing Alaska yang semakin bergairah membuat keributan,
"GOPAL LAH" Jawab juan sok tau,
"SI GOPAL BULET UNYU-UNYU GITU LO KATA KOTAK? ITU ADUDU WOYYY" Balas Arkana yang kembali merebut remot tv dari tangan Juan,
"Udah, mending lihat ini aja" Ucap Alaska yang mengalihkan chanel tv nya ke salah satu film horor dan behasil membuat yang lain berlarian karena lengkingan tawa kuntilanak muncul,
"EMANG ANAK KADAL LO ALASKAAAAA" teriak Ray yang sudah terjun bebas di kolong meja,
"Sumpah bocah tengik itu" Umpat Sean yang malah ikut sembunyi di belakang punggung Queen, Sedangkan sang empu malah ngakak sambil makan kue kacang,
"GINI NIH KALAU GUE MELIHARA TIKUS HUTAN, PECICILAN" tawa Queen, sesekali ia memperhatikan raut wajah anggota Family sky yang tengah pucat pasi.
"Sama aja lo gesrek nya macam si Alaska" Sindir Ray menatap Queen dengan sebal,
"Bilang aja lo takut, lemah" Ejek Queen yang malah menjadi-jadi memperkeruh suasana,
"Queen" Lirih Sean seraya menggandeng tangan Queen,
"Napa lo?" Tanya Queen sambil memperhatikan raut wajah Sean,
"Boleh anter gue ke air kamar mandi gak, gue mau buang kecil nih" Pinta Sean memelas, demi apa, ingin sekali Queen mengumpat ketua Sky gang itu dengan puas, namun apa daya...dia aset berjalannya saat ini,
"Anjir, napa gua dah? gue kan cewe" Jawab Queen yang sebenarnya mau-mau saja untuk mengantar,
"Liat aja sendiri keadaan mereka?" Jawab Sean yang dibenarkan oleh Queen akan hal itu, pasalnya posisi ketiga anak itu sungguh tidak Aesthetic, karena ketakutan.
"Bener juga, yaudah yuk" Ajak Queen pada Sean yang akhirnya beranjak dari ruang keluarga itu,
"Kemana mereka?" Tanya Juan melirik Ray,
"Kamar mandi katanya" Jawab Ray yang sedikit mendengarkan percakapan keduanya tadi,
"Intip yu" Ajak Arkana yang malah di sentil oleh Juan, namun ternyata Juan sendiri lah yang berlari mengikuti keduanya secara berhati-hati,
"Biar pun gue nanti remuk ditangan Sean, gue gak mau kalau adik gue masa depannya ilang gara-gara tuh bocah" Lirihnya yang pikirannya sudah agak-agak opset,
" Bener tuh kita harus pantau" Ujar Akrana yang tiba-tiba sudah berada di samping Juan,
" ANJIR, KAGET GUAAA" teriak Juan yang mulutnya langsung di sumpel bunga hiasan oleh Arkana,
"Mulut lo Juan, kalau ketahuan gimana?" Tanya Arkana yang sudah ingin menendang Juan karena mulut embernya, sedangkan Sean yang menyadari dirinya diikuti, malah semakin tertarik untuk menjahili sahabatnya itu.
"Kenapa lo senyum-senyum begitu? ngeri gue liatnya" Tanya Queen yang kini memperhatikan wajah pemuda tampan di sampingnya,
" Nanti juga lo tau" Jawab Sean sambil tersenyum menyeringai,
"Bisa juga ya lo ketawa kaya gitu, atau kesurupan kuntilanak tv lo?" Tanya Queen yang memposisikan dirinya sedikit menjauh dari Sean,
"Pala lo penyok kali ah, dah ah berisik" Jawab Sean yang merasa dirinya akan ikut stress bertemu sahabat-sahabatnya yang unik dan heboh itu,
"Dah nyampe, gue tunggu di luar ya" Ucap Queen, namun hal itu tidak di dengarkan oleh Sean, dia malah menarik Queen masuk untuk melakukan aksinya,
"Tuh kan gue bilang apa, si Sean mau garap si Queen anjir" Rusuh Juan yang hampir saja akan berlari jika tidak ditarik oleh Ray,
"Posesif banget lo, siapa tau dia lagi bantuin si Sean kan?" Geram Ray tanpa sadar apa yang ia katakan,
"Bantuin apa maksud lo?" Tanya Juan sedikit nyolot,
"Kencing" Balas Ray yang berhasil membuat Juan melotot,
"ANJIR, NGAPAIN GUE IKUT MASUK? LO MAU HAMILIN GUE YA" teriak Queen seraya mendorong Sean agar menjauh darinya,
" Lol, lo belum halal buat gue. Diam gue mau jahilin mereka" Jawab Sean yang akhirnya dapat di mengerti oleh Queen,
Emang Beban, loe! 🤣🤣
ahhh awet muda nih baca karya Author..
Bg Sean????
Tumben baik... 🤣🤣😍
Visi, Misi dan Motto SKY Geng??
Special 4 Jamaluddin...
UnBreaking News🤣🤣🤣
Bang SusanTo.., please deh!
Undang aj la Ustadz beneran..
Ragu aqu...
nnti lain yg loe baca, lain pulak artine
KacaUuuuu.... 🤣🤣
mampir ya..
msh meraba raba nih alurnya.. ☺