Prapto sudah bosan hidup susah dan miskin. Dia selalu dipandang sebelah mata oleh keluarga besar istrinya, Mariyati karena tidak bisa memberikan kemewahan dan kebahagiaan. Setiap hari Prapto hanya bekerja sebagai buruh yang gajinya cukup untuk makan sederhana. Sampai akhirnya dia ketemu dengan teman lamanya yang mengajaknya ke desa pleret untuk menjumpai orang pintar. Di mana orang pintar itu bisa menghubungkan dengan makhluk gaib untuk mendapatkan pesugihan.
Prapto memilih pesugihan kandang bubrah yang baginya tidak memiliki banyak resiko. Namun Prapto tidak bakal tahu bahwa setiap upaya bergantung dengan iblis atau selain Tuhan beresiko. Termasuk menyiapkan tumbal selain setiap tahun harus merenovasi rumah yang ditempatinya supaya segala usahanya lancar. Dan itu akan mendatangkan rejeki dari mana pun asalnya.
Prapto mulai menjalankan usaha kecil-kecilan hingga cepat sukses dan kaya raya. Dia benar-benar sudah memuja setan dan memiliki pesugihan kandang bubrah. Ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Sumpah Serapah
"Sumpah Demi apapun aku mau. Aku tidak tahu menahu penyebab kematian Koniyah," ucap Duan bersumpah serapah.
Lagi-lagi Meli mendesak Duan untuk mengakui semuanya. Saat Duan tertidur pulas, Meli diam-diam membongkar rahasia terbesar dalam kehidupan Duan. Di mana ruangan khusus yang selalu dikunci oleh Duan, kini telah dimasuki oleh Meli. Meli menemukan kunci ruangan kamar yang selama ini telah disimpan Duan di laci meja hiasnya. Dan saking penasaran nya, Meli mengambil kunci itu dan mencobanya untuk membuka kamar khusus yang dijadikan ritual mistik dengan sang ratu.
Betapa terkejutnya Meli saat berada di ruangan itu. Benda-benda magis dan aneh ada di sana. Termasuk tempat tidur ber kelambu yang ditaburi bunga yang sudah mengering. Ditambah bekas sesajen ada di ruangan itu. Nuansa yang aneh dan mencekam ada di ruangan itu. Bahkan Meli merasakan bulu kuduk nya seketika berdiri saat berlama-lama di kamar khusus itu.
Sebenarnya Meli sudah dilarang oleh suaminya untuk masuk ke ruangan itu. Sengaja Duan mengunci pintunya supaya tidak ada seorang pun yang penasaran ingin masuk ke dalam. Namun Meli sudah tidak tahan menahan rasa penasaran nya yang menggunung. Ditambah dengan kecurigaannya tentang kematian Koniyah yang sudah dituduhkan Siska kemarin sore.
Pagi ini setelah Duan terbangun dan duduk di meja makan, Meli langsung bertanya tentang rahasia apa yang sudah disembunyikan Duan selama ini.
"Aku tidak percaya lagi dengan kamu, mas! Aku sudah melihat semuanya. Di kamar itu di mana kamar yang selalu mas kunci itu ada pakaian bekas wanita yang banyak noda darahnya. Apa kaitannya dengan wanita itu dan ruangan itu mas? Katakan mas!" ucap Meli dengan nada yang mendesak dan juga tinggi. Duan dibuat menciut dengan sikap Meli yang tidak seperti biasanya. Di mana istrinya itu selalu bersikap lembut dan sopan terhadap suaminya. Namun sekarang ini, Meli seperti ingin menentang dan memberontak.
"Baik, baik, jika kamu ingin tahu yang sebenarnya! Akan aku tunjukkan apa yang sebenarnya terjadi. Akan aku beritahu apa yang sudah aku lakukan selama ini supaya bisa membahagiakan dan membuat kehidupan kamu layak," sahut Duan.
Meli mengerut keningnya. Sejurus kemudian tatapannya tajam menatap Duan. Pria itu menarik lengan Meli dan membawanya ke ruangan khususnya. Di mana ruangan itu adalah tempat yang digunakan untuk ritual dan bertemu dengan ratu iblis untuk memenuhi segala urusan yang diminta khusus ratu iblis sebagai suaminya. Ditambah lagi, di kamar itulah Duan akan mempersembahkan tumbal yang diminta oleh ratu iblis dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Perjanjian yang terikat yang sulit untuk lepas karena Duan sudah sepakat dengan kontrak gaib itu.
"Apa? Jelaskan semua ini, mas!" ucap Meli dengan keras.
Dia benar-benar merasakan kekecewaan lantaran suaminya memuja iblis. Dalam pikiran nya Meli saat ini suaminya telah menjalin kontrak dengan makhluk gaib. Mungkin saja hal itulah yang menyebabkan suaminya sukses dalam segala bidang usaha bisnisnya. Ditambah lagi suaminya selalu digandrungi banyak wanita-wanita muda single dan juga janda.
Duan mengunci pintu kamar itu dan mengambil kuncinya. Duan tidak akan membiarkan Meli keluar dari kamar khusus itu tanpa ijinnya. Dalam benak Duan, siapapun yang sudah mengetahui rahasia terbesarnya akan ia habisi. Termasuk Meli, istrinya sendiri.
Meli menatap gusar suaminya yang kini seperti telah membaca mantra. Pria itu menyalakan kemenyan untuk memanggil iblis yang selama ini menjadi sesembahan sekaligus istri gaib nya. Meli semakin risau dengan aura mistik di ruangan itu. Padahal saat itu masih pagi. Namun ruangan khusus itu terlihat mencekam dan angker.
"Mas! Apa yang kamu lakukan, mas?" tanya Meli saat melihat suaminya sedikit menyayat jari jempolnya hingga darah keluar serta menetes di sana. Darah itu ia teteskan di tempat di mana kemenyan itu telah dibakarnya. Mulut Duan komat-kamit terus menerus membaca mantra. Terlihat di sudut bibirnya Duan sudah berbusa lantaran tanpa henti memanggil ratu iblis yang ia pinta untuk hadir. Namun pagi itu diluar terang benderang. Apakah sang ratu mau berkenan datang memenuhi panggilan Duan.
Tiba-tiba saja angin berhembus cukup besar di ruangan itu. Entah dari mana datangnya, seketika bayangan hitam berkelebat langsung masuk menguasai raga Meli. Meli telah dirasuki arwah iblis. Antara setengah sadar Meli merasakan tubuh nya telah dikendalikan oleh makhluk lain. Serta merta badannya meliuk-liuk mendekati suami nya.
"Ratu, terimakasih berkenan hadir karena panggilanku," ucap Duan.
Ratu iblis yang berada di dalam tubuh Meli kini mulai menekan Duan hingga menggiringnya di atas peraduan. Di sana sang ratu iblis telah mengendalikan tubuh Meli untuk memuaskan hasrat napsu liarnya yang berkobar. Meli sendiri benar-benar merasakan jijik saat mengetahui apa yang sudah dilakukan suaminya.
Dia telah menjadi budak napsu iblis untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sekuat tenaga Meli ingin melepaskan dirinya dari belenggu iblis yang menguasai tubuh nya. Namun sulit bagi Meli untuk melepaskan jeratan itu. Antara sadar Meli harus mengikuti apa yang dirasakan oleh wanita iblis itu. Duan benar-benar sudah gila melayani iblis wanita yang hasratnya cukup besar.
Tubuh Meli melemah setelah iblis wanita itu keluar dari raga Meli. Rasanya Meli tidak bertenaga. Matanya berkunang-kunang dan rasanya mau pingsan. Namun sekuat tenaga Meli ingin menyaksikan suaminya bersama ratu iblis. Di peraduan itu ratu iblis masih mengukung Duan. Hal itu membuat Meli merasakan jijik dan ingin muntah.
"Mas Duan! Benar-benar menjijikkan. Dia menjual tubuh nya pada ratu iblis yang sangat menjijikkan," gumam Meli. Sejurus kemudian mata Meli melihat di tempat tidur itu banyak emas berkilauan mata ada di sana. Namun iblis wanita yang menjijikkan itu masih menguasai tubuh Duan. Duan pasrah melayani sesembahan nya.
"Aku tidak menyangka, kalau mas Duan rela melakukan semua ini demi harta," gumam Meli. Setelahnya wanita muda itu sudah tidak sanggup menopang tubuh nya. Dia lemas dan tidak sadarkan diri setelah cukup lama tubuh nya dikuasai oleh iblis wanita jelek itu.
"Kau tahu konsekuensi, jika menikah dengan wanita dari dunia mu, Hai manusia!" ucap sang ratu iblis itu sambil terus berada di atas tubuh Duan. Duan memejamkan matanya berusaha tidak ingin menatap wajah menjijikkan sang ratu.
"Saya tahu ratu! Saya akan mempersembahkan Meli istriku sendiri untuk ratu," sahut Duan akhirnya. Suara tawa lepas menggelegar dari mulut sang iblis wanita itu.
"Bagus jika kamu sudah tahu. Aku katakan sekali lagi padamu. Aku tidak mau berbagi suami dengan wanita lain. Kamu hanya milikku," kata sang ratu iblis sambil terus melakukan kegiatan intens yang cukup membuat Duan merasakan kelelahan karena terus dipacu tetap kuat dan tahan lama.
"Meli, istriku! Seharusnya aku tidak mengorbankan kamu sayang! Tapi kamu benar-benar sudah menantang ku. Kamu sudah tahu rahasia pesugihan ini. Jadi mau tidak mau kamu akan dijadikan persembahan sang ratu supaya lebih cantik dan awet muda," batin Duan seraya melirik ke arah istrinya yang terkapar di bawah lantai dalam keadaan pingsan. Berikutnya Meli akan dijadikan persembahan untuk sang ratu iblis. Dan Duan lagi-lagi tidak akan pernah merasakan hidup tenang dan lama dengan pasangan nya. Bahkan harapan untuk memiliki anak maupun keturunan hanyalah isapan jempol belaka. Karena sang ratu iblis tidak akan membiarkan Duan hidup damai dengan wanita yang dicintainya dari alamnya.