Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Manis Tuan Regan

Istri Manis Tuan Regan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Romanova

Zara Adhitama, ia dijodohkan dengan seorang pria bernama Regantara Benedict. Seharusnya perjodohan itu dilakukan oleh saudari tiri Zara, yaitu Selene namun Selene menolak keras dengan alasan takut karena Regantara terkenal kejam. Pada akhirnya mau tak mau Zara lah yang dipilih untuk menikahi pria itu.

"Selamat datang, Nyonya Benedict." ucap Regantara saat itu.

Namun ternyata kehidupan baru tidak membuat Zara menjadi sosok yang lemah, saat Regantara pergi meninggalkannya di altar waktu itu dan tak terlihat di kediaman Benedict karena ia pergi melakukan perjalanan bisnis. Zara langsung memanfaatkan waktu kekosongan itu untuk membalas dendam pada Ibu tirinya dan tentu saja saudari tirinya yang tersayang.

Bagaimana kehidupannya Zara setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Brak!

Selene membanting pintu mobil mewahnya.

Di dalam kabin yang kedap udara itu, pertahanan dirinya runtuh total.

Riasan wajahnya yang tebal tak sanggup lagi menutupi urat-urat kemarahan yang menegang di leher dan pelipisnya.

"Mami! Aku benar-benar ingin mencakar wajah Zara! Aku ingin Zara hancur, Mi!" teriak Selene histeris.

Ia meninju busa jok kulit di depannya berulang kali. Suaranya melengking tinggi, sarat akan rasa malu dan cemburu yang menggerogoti dadanya hingga sesak.

Ia benci Zara!

"Selene! Tahan dirimu! Sopir bisa mendengar!" bisik Roselin sambil menepis kasar tangan putrinya agar berhenti berulah.

"Tahan diri bagaimana lagi, Mi?!" tangis Selene pecah. "Dia mempermalukan aku di depan Tante Kirana dan seluruh anggota klub! Dia pamer berlian di depan mukaku, Mi! Harusnya itu milikku! Harusnya aku yang dipanggil Nyonya Benedict, bukan anak jalang itu!" teriaknya.

Roselin mencengkram keras kedua bahu Selene, memaksa putrinya untuk menatap lurus ke matanya.

"Dengar Mami, Selene! Menangis dan berteriak seperti ini tidak akan mengembalikan aset Papimu atau merebut posisi Benedict dari tangannya! Jangan biarkan wanita sialan itu melihat kita hancur!"

Selene menyapu air matanya kasar, dadanya naik turun tak beraturan.

"Tapi Mami lihat sendiri, kan? Papi sudah tidak punya daya di hadapan Regantara! Aset Ibu kandungnya sudah diambil alih! Kita mau pakai cara apa lagi untuk menjatuhkan Zara, Mi?"

Roselin menyunggingkan senyum licik yang teramat dingin, jemarinya yang dipenuhi cincin batu permata mengusap pipi Selene dengan pelan.

"Regantara Benedict mungkin bisa membentengi Zara dari luar dengan uang dan pengawalnya, tapi..." bisik Roselin, matanya menyempit penuh muslihat.

"Tapi apa Mi?"

"Tapi panggung sosial ibu kota punya hukumnya sendiri, Selene. Zara pikir dia bisa melangkah gagah hanya karena memegang aset ibunya? Kita akan pastikan... dalam acara tahunan The Sapphire Club minggu depan, Mami pastikan Zara akan terseret ke lumpur paling kotor."

Selene terdiam.

"Bagaimana dengan rencana Mami, soal perselingkuhan itu?"

"Rencana itu tetap berjalan." jawab Roselin.

Mata Roselin berkilat penuh kejelekan saat membayangkan kehancuran anak tirinya.

"Pria setinggi Regantara Benedict punya satu kelemahan terbesar, yaitu harga diri." Roselin tersenyum miring.

"Maksud, Mami?"

"Regantara boleh saja memanjakan Zara hari ini, tapi dia adalah pria paranoid yang tidak akan pernah menoleransi pengkhianatan. Sekali saja benih keraguan ditanamkan, bahwa Zara masih berhubungan dengan pria dari masa lalunya Regantara sendiri yang akan menghancurkan Zara sampai tak tersisa."

Selene menyapu sisa air matanya, kilatan dengki di matanya kembali menyala terang.

"Mami sudah menyiapkan orangnya?"

"Tentu saja." desis Roselin mantap. "Pria itu sudah Mami bayar mahal untuk muncul di waktu yang tepat. Di acara puncak tahunan minggu depan, di depan seluruh kolega dan keluarga besar Benedict, foto-foto dan bukti rekayasa itu akan sampai langsung ke tangan Regantara."

Roselin mengusap bahu putrinya dengan lembut.

"Biarkan Zara menikmati hidupnya sebentar saja, Selene. Karena makin tinggi dia memanjat panggung Benedict, makin hancur tubuhnya saat kita hempaskan ke bawah."

.

Zara menghela napas panjang di dalam mobil, sambil bersandar di jok kulit yang dingin.

Telapak tangannya perlahan mengusap keningnya yang berdenyut pelan.

Berhadapan dengan tatapan beracun Selene dan sindiran licik Roselin, benar-benar menguras seluruh energinya.

Ia meraih cermin kecil di dalam tasnya, menatap pantulan dirinya sendiri.

Memar di pipinya yang tertutup riasan tebal masih terasa agak ngilu, mengingatkannya pada malam di rumah Adhitama dan keputusan besar yang telah ia ambil.

Zara tahu betul, kemenangan kecilnya sore ini hanyalah awal dari perang terbuka yang sesungguhnya.

Roselin dan Selene tidak akan pernah tinggal diam setelah dipermalukan dan kehilangan seluruh akses kekayaan melalui Adhitama Corp.

Mereka ibarat ular berbisa yang terluka, makin terpojok, makin mematikan racun yang siap disemburkan.

Ponsel Zara yang tergeletak di jok samping tiba-tiba menyala, menampilkan sebuah pesan masuk dari nomor Alaric.

Alaric

Nyonya, Tuan menunggu Anda untuk makan malam bersama di kediaman utama.

Zara menatap layar ponselnya sejenak, lalu tersenyum tipis.

Keluar dari sarang serigala, kini ia harus kembali ke kandang sang predator utama.

Regantara Benedict, pria yang menyelamatkannya sekaligus mengikatnya dalam rantai emas tak kasat mata.

Sesampainya di kediaman Benedict, Zara langsung melangkah masuk ke dalam ruang makan.

Regantara sudah duduk di ujung meja, tangannya memegang gelas porselen berisi teh hangat.

Ia tidak memakai jas kerjanya lagi, hanya kemeja hitam berlengan panjang yang digulung hingga ke siku.

Zara menghampiri meja, lalu menarik kursi di sisi kanan Regantara.

"Maaf membuatmu menunggu..." ucap Zara pelan seraya mendudukkan dirinya.

Regantara meletakkan cangkirnya tanpa suara.

"Aku tidak suka menunggu, Zara. Tapi laporan dari pengawalku bilang kamu tampil sangat mengesankan sore ini."

Zara menatap Regantara, tak terkejut bahwa pria tahu apapun tentang dirinya.

"Kamu memasang mata-mata?"

"Aku hanya menjaga milikku, Roselin dan Selene bukan lawan yang sulit untuk digertak di depan umum. Tapi ingat, orang yang terpojok biasanya akan nekat menggunakan cara kotor." balas Regantara.

"Aku tahu persis siapa mereka, aku tumbuh bersama racun mereka. Kamu tidak perlu khawatir."

Regantara terkekeh pelan. Ia mengulurkan tangannya, mengusap pelan garis rahang Zara.

"Tunjukkan pada mereka... bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menjatuhkan wanita yang berada di sampingku."

Zara mengangguk kaku. "Baik."

Regantara tersenyum tipis.

"Besok ikut ke kantor. Tidak perlu banyak tanya, sekarang makan."

Ia menarik kembali tangannya dari rahang Zara, lalu memberi isyarat pelan pada dua pelayan yang berdiri di sudut ruangan untuk mulai menyajikan hidangan utama.

1
jenny
coba Zara dibawa sama kakek Sehari... kira² Regan kelabakan gak tuh?? 😄
Ipan Pratama
menarik
Ipan Pratama
lanjut dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!