Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Aleksei dan Dae-hyun membantu Katerina membereskan semua barang-barangnya yang penting-penting. Kedua kakak Katerina itu tidak terima kalau adiknya yang masih dalam suasana duka, malah dibuat seperti itu.
"Biar aku telepon agen pindahan. Kamu mau bawa apa saja dari rumah ini?" tanya Dae-hyun sambil mengambil ponselnya.
"Pengennya semua tapi nggak mungkin kan? Aku hanya butuh bawa baju-bajunya Tristan, mainannya Lena, semua koleksi buku-buku aku dan ...." Katerina melihat sekelilingnya. "Semua foto-foto dan barang pribadi kami."
"Oke. Aku panggil mereka. Tim Hyung-wa biasa bantu aku pindahan. Berikan saja mana yang kamu minta bungkus, mereka akan melayani kamu," ucap Dae-hyun. "Hyung-wa. Kamu bisa datang ke rumah adikku? Alamatnya .... Hari ini ya. Kami butuh bantuan kamu membungkus banyak barang."
***
Kaivan masih menggendong Yelena sementara Yudho bersama pengacara Dae-hyun yang membantu Katerina, masih adu debat. Tak lama Dae-hyun keluar untuk menyambut Hyung-wa datang bersama timnya untuk mengepak barang-barang berharga Katerina.
"Kalian tidak bisa mengambil barang-barang itu!" seru Theo Ma.
"Katerina bisa dan berhak!" balas Yudho dengan bahasa Korea. "Toh yang diambil barang-barang pribadinya!"
Kaivan hanya bisa menatap dingin ke arah keluarga besannya dan berusaha tidak meledak karena dia sedang menggendong Yelena. Bayi itu hanya memeluk leher Opanya seolah hendak memberikan ketenangan pada pria yang masih awet ganteng itu.
"Sudah Kate?" tanya Kaivan saat melihat Katerina keluar dengan tiga koper besar berisikan pakaian dia, Tristan dan Yelena. Satu koper berisikan semua dokumen penting mereka yang disimpan dalam kotak besi.
"Sudah Daddy," jawab Katerina dengan mata sembab.
"Bawa Kate pergi Dad. Biar aku dan Dae-hyun mengawasi tim Hyung-wa mengepak semua buku-buku Katerina dan barang-barang lainnya yang penting di mata Kate," pinta Aleksei.
"Hubungan kita sampai di sini, Seo-ji. Kate akan kembali jadi putriku. Dan Yelena tetap dibawah perlindungan aku dan keluarga Reeves. Silakan ambil semua! Kate hanya mengambil barang-barang yang memang terpenting dalam hidupnya!" ucap Kaivan.
"Bawa saja buku-buku tidak berguna itu!" decih Choi Ji-yong. "Kami tidak butuh!"
"Ayo Kate. Kita pulang!" Kaivan menggandeng tangan Katerina sementara tangan satunya menggendong Yelena.
"Kalian tidak akan mendapatkan satu sen pun warisan keluarga Ma!" teriak Choi Ji-yong.
Katerina melepaskan genggaman tangan Kaivan dan berbalik ke arah ibu mertuanya. Mantan ibu mertuanya.
"Eomma. Selama ini aku bingung kenapa Oppa tidak suka tinggal lama-lama di Seoul dan setiap acara keluarga, kami juga tidak pernah lama. Ternyata karena Oppa tidak betah dengan kalian. Aku tahu sekarang." Katerina menatap dingin ke arah keluarga Ma.
Choi Ji-yong mendecih. "Itu karena kamu! Kamu seharusnya yang mati! Bukan Tristan!"
Kaivan dan Aleksei hendak maju untuk melawan keluarga Ma tapi Katerina menahan ayahnya.
"Bawa Yelena pergi, Daddy. Biar aku yang hadapi," ucap Katerina tanpa ekspresi. Hatinya benar-benar marah karena Tristan seperti tidak dianggap oleh keluarganya.
"Leksi, jaga Kate," ucap Kaivan sambil membawa Yelena keluar karena tidak mau cucunya melihat keributan di sana. Kaivan tidak mau Yelena mengalami trauma tambahan.
Katerina berdiri di depan keluarga Ma. "Apa maksud Eomma bilang seharusnya aku yang mati? Bukan Tristan? Apa maksud Eomma?"
Choi Ji-yong tampak gelagapan. Ma Seo-ji langsung berdiri di depan istrinya.
"Kamu tahu kan itu ekspresi kehilangan kami," ucap Ma Seo-ji.
Katerina tetap tidak ada ekspresi. "Memangnya yang hanya kehilangan kalian? Oh, tidak. Kalian tidak merasa kehilangan karena sudah mengambil semua harta Tristan. Jadi selama lima tahun aku bersama Tristan, tidak pernah kalian anggap sebagai menantu? Hanya karena aku pemegang paspor Rusia?"
"Karena kamu tidak akan pernah menjadi orang Korea!" timpal Choi Ji-yong.
Katerina tertawa sinis. "Aku sangat tidak menyangka. Sungguh ...."
"Jika kamu benar-benar keluar dari rumah ini ...."
"Yang mana ini masih rumahku dan ada hak aku disini!" potong Katerina yang kali ini dia sudah cukup sedihnya.
"Katerina benar. Dia masih ada hak di sini dan lima puluh persen! Bukan itu saja, ada uang Katerina di rumah ini. Anda tidak bisa melakukan begitu saja, main klaim hanya karena Katerina bukan warga negara Korea Selatan," timpal Yudho. "Semua surat-surat resmi dan sah!"
"Tapi dia tetap bukan orang Korea!" eyel Choi Ji-yong.
"Mas Yudho, sudah. Yang penting, aku akan bawa semua barang-barang penting aku dari rumah ini. Mereka mau ambil rumah ini, silakan." Katerina menatap kakak iparnya lalu berbicara dengan bahasa Indonesia. "Orang yang serakah apalagi merebut hak anak yatim dan yang direbut itu adalah tanah, itu sangat panas bukan?"
Yudho dan Aleksei menatap Katerina. "Kamu tidak mau mempertahankan rumah ini?"
Katerina menggelengkan kepalanya. "Biarkan saja. Seperti yang aku bilang tadi. Yang penting barang-barang berharga aku sudah aku bawa keluar dari rumah ini."
Wanita itu membalikkan badannya dan berbisik ke arah Aleksei. "Mas ...."
"YA vyyasnyu prichinu vashego DTP v Kuveyte ( akan aku cari tahu penyebab kecelakaan kamu di Kuwait )," ucap Aleksei dengan bahasa Rusia.
Katerina mengangguk. "Spasibo." Dia pun berbalik ke arah mertua dan iparnya. Katerina membungkuk hormat untuk terakhir kalinya. "Annyeonghi gyeseyo."
Katerina pun keluar dari rumahnya, rumah yang dulu dibelikan Tristan, rumah yang pernah digadang-gadang akan menjadi rumah pensiun mereka nanti bersama anak-anak. Namun sekarang, dia harus pergi meninggalkan rumah kenangan mereka.
Kaivan berdiri di teras bersama dengan Yelena dan kedua pengawalnya, melihat Katerina berjalan menghampirinya.
"Daddy ...." Di hadapan ayahnya, Katerina pun runtuh pertahanannya. Kaivan memeluk putrinya dan mengucapkan kata-kata yang menghibur.
"Sayang, kamu pulang ke Jakarta bersama Daddy dan Mommy. Kita akan melindungi kamu," ucap Kaivan. "Daddy tahu ini rumah kamu dan Tristan tapi jika kamu harus makan hati di sini, Daddy tidak terima."
"Iya Daddy," isak Katerina dan Yelena mengusap rambut ibunya.
"Mommy, kita pulang sama Opa ya. Lena tidak mau tinggal di sini. Mommy nangis terus kalau di sini," ucap Yelena membuat hati Kaivan mencelos.
Katerina menatap putrinya. Dia harus kuat untuk Yelena, warisan Tristan yang paling berharga. Soal harta, bisa dicari lagi tapi Yelena sangat membutuhkan dirinya.
"Kamu sudah tidak ada Tristan jadi tidak ada hubungan lagi dengan keluarga Ma. Daddy masih bisa membiayai kamu dan Yelena." Kaivan mengajak Katerina pergi dengan dua pengawalnya yang tadinya di depan, membantu memasukkan koper-koper Katerina ke dalam mobil.
"Terima kasih Daddy," ucap Katerina.
"Kamu akan selalu jadi Daddy's little girl. Dulu Daddy pernah bilang ke Tristan. Jika sudah tidak bisa bersama, kembalikan kamu ke Daddy. Sekarang Tristan tidak ada, maka Daddy bawa kamu pulang," ucap Kaivan tegas.
"Iya."
***
Yuhuuuu up pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
bnr kta sora....kl mau pdkt,mngkn ga dlm wktu dket....slain msh brduka,kate jg pst blm bsa buka hati....so,sbr lee....
aku yakin keluarga Kate mendukungmu tapi biar Kate membubuhkan lukanya dulu dan bersiap untuk menerima hati yang baru
kl ga ada dia,mngkn bkln trjdi ssuatu yg bkin km jauh sm kate....
hrusnya kluarga tristan tau gmna kluarganya kate,hnya dmi hrta smp rela mnykiti ank,cucu,dn mnantunya sndri....aku ga sbr nunggu hkumn buat mreka....😡😡😡
Tabur tuai itu ada 😏😏👊👊👊👊👊