Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

"Mas... apakah kamu tidak mencintaiku, walaupun hanya sedikit?" tanya Indah dengan suara bergetar.
Namun jawaban yang ia terima menghancurkan hatinya.
"Lupakan saja, Indah. Aku tidak mencintaimu. Hatiku hanya untuk dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 - pilihan yang sulit

Malam itu, di ruang makan yang terasa hening, suasana jadi canggung sejak awal. Hana menggenggam tangan Rizky erat, menatapnya memohon kekuatan.

"Riz, kamu sudah janji kan mau ngomong soal pernikahan kita sama Ibumu hari ini?"

"Iya, aku sudah janji. Malam ini aku akan bicara," jawab Rizky lembut. "Semoga Mama bisa menerima kita ya."

"Aku juga berharap begitu, Riz. Aku sungguh ingin bersamamu selamanya," ucap Hana manis.

Rizky menarik napas, lalu membuka obrolan di depan ibunya.

"Ma... Rizky mau bicara sesuatu yang penting."

"Iya, Nak. Katakan saja. Ada apa?" tanya Maya, menatap anaknya dengan wajah yang tiba-tiba menegang.

"Mah... Rizky sudah serius dengan Hana. Rizky minta izin untuk menikahinya."

"Menikah?!" Maya berdiri sedikit dari kursinya, menunjuk tepat ke arah Hana. "Dengan wanita ini? Rizky, kamu sudah tidak waras ya! Mama tidak setuju!"

"Tapi kenapa, Mah? Kita sudah berpacaran empat tahun lamanya!"

"Mama tetap tidak akan merestui kamu bersamanya! Banyak hal yang kamu tidak tahu, Nak!"

"Tolong jangan menghakiminya, Mah. Itu bukan salah Hana. Lupakan saja masa lalu itu."

Maya terdengar gemetar menahan amarah. "Sudah cukup, Rizky! Kalau kamu masih bersamanya, jangan anggap Mama ini ibumu lagi!"

"Mah, cukup! Apakah selama ini Mama tidak pernah sedikit pun kasihan pada Rizky? Aku cuma butuh restu Mama..."

"Sudah Mama bilang, Mama tidak mau bahas ini lagi. Pendirian Mama tetap. Mau kamu nikahi dia atau tidak, itu pilihanmu — tapi kalau kamu pilih dia, jangan kembali ke rumah ini lagi. Pergi saja dari sini!"

Maya berjalan pergi meninggalkan meja makan dengan wajah penuh kekecewaan dan kemarahan. Rizky terpaku, hatinya terasa perih — ibunya sampai tidak mau mengakuinya sebagai anak sendiri.

Hana menghela napas kesal. "Lihat kan, Ibumu sendiri tidak mau merestui kita. Kenapa sih kamu masih menurut padanya? Dia saja seakan tidak peduli padamu, Riz."

"Diam, Hana. Urusan sama Mama biar aku yang selesaikan," jawab Rizky tegas.

Hana mendengus kesal dalam hati. "Kenapa sih dia begitu peduli sama wanita tua itu?! Gara-gara dia rencanaku jadi terhambat. Sialan!"

"Aku mau pulang saja kalau gitu," ucap Hana berdiri.

"Hana, jangan ngambek begini..."

Tapi Hana tidak menoleh. Dia langsung melangkah keluar dan pergi meninggalkan rumah Rizky, meninggalkan Rizky sendirian di ruang makan yang kini terasa begitu sepi.

Di dalam mobil, Hana masih menahan kekesalannya. Jari-jarinya bergerak cepat di layar ponsel, menghubungi seseorang.

"Sayang, aku sebel banget!"

"Kenapa, cintaku?"

"Ibu Rizky itu selalu aja mengacaukan rencanaku. Bikin aku kesel banget!"

"Ya sudah, biar aku yang menghiburmu. Mau gak?"

"Boleh deh... kebetulan udah lama banget kita gak ketemu."

"Oke, kita ketemu di Hotel Melati ya. Aku tunggu di sini, Ayang."

"Siap, aku segera ke sana. Aku udah kangen banget sama kamu nih."

"Kangen aku atau mau dimanja-manja nih?"

Hana tersenyum licik, lalu melajukan mobilnya pergi — menjauh dari rumah Rizky, menuju pelukan orang lain. Sementara Rizky masih sendirian di rumah, sedih dan bingung, dia sama sekali belum tahu bahwa wanita yang dia cintai dan perjuangkan itu sedang berbagi kehangatan dengan pria lain.

Maya duduk sendirian di kamarnya, air mata tak bisa lagi ditahan. Dadanya terasa sesak, seakan luka lama itu kembali terbuka.

"Kenapa kamu harus seperti ini, Nak? Padahal Mama tahu apa yang terbaik untukmu. Hana itu tidak sebaik yang kamu kira. Dia sama persis seperti ibunya — sifat itu turunan, tidak akan pernah berubah."

Dia menyeka air matanya dengan punggung tangan, suaranya bergetar lirih.

"Kenapa kamu selalu menentangku? Akulah yang melahirkanmu, membesarkanmu sendirian... tapi kamu justru lebih percaya pada wanita yang akan menghancurkanmu. Kamu menyakiti hatiku, Rizky... kamu tidak tahu betapa beratnya masa lalu yang Mama tanggung sendirian."

Maya menatap ke masa lalu yang kelam.

"Dulu saat Mama mengandungmu, Ayahmu berselingkuh. Dengan wanita itu... ibunya Hana. Mama berjuang sendirian, membesarkanmu tanpa dia. Dan sekarang... kamu malah jatuh cinta pada anak dari wanita yang dulu menghancurkan rumah tangga kita. Apakah matamu benar-benar tertutup buta oleh cinta yang semu itu? Luka itu sudah lama Mama kubur, tapi melihatmu bersamanya... rasanya lukanya kembali basah dan perih sekali."

Tiba-tiba terdengar ketukan lembut di pintu kamar.

Tok... tok...

"Mah... Rizki minta maaf..."

Dari dalam terdengar suara ibunya, "Sudah lah, Rizki. Mama tidak mau berbicara denganmu sekarang."

"Mah, buka pintunya sebentar saja. Rizki ingin bicara."

Perlahan pintu pun terbuka. Maya berdiri di ambang pintu dengan mata yang sembab.

"Rizki... Mama tidak mau membahas itu lagi. Kalau kamu hanya ingin membicarakan hal tadi, Mama tidak mau mendengarnya."

Tanpa banyak kata, Rizki langsung memeluk ibunya erat.

"Maafin Rizki ya, Mah... sudah bikin Mama sedih terus. Maafkan Rizki yang belum bisa jadi anak yang baik."

Maya membalas pelukan itu, mengelus punggung anaknya lembut.

"Kamu sudah jadi anak terbaik buat Mama, Rizki. Mama sayang banget sama kamu. Mama cuma tidak mau kamu terluka. Apalagi soal pernikahan, itu bukan hal yang main-main, Nak."

"Iya, Rizki tahu, Mah. Kita jangan bahas itu dulu ya. Mama istirahat saja. Mama kan baru saja sembuh, Rizki tidak mau Mama sampai sakit lagi karena Rizki."

"Ya sudah, Mama mau istirahat dulu. Kamu juga istirahat ya," ucap Maya lembut.

"Iya, Mah."

Rizky berjalan menuju kamarnya. Dia merebahkan diri di atas kasur, pikirannya tak tenang.

"Sulit sekali rasanya mendapatkan restu Mama. Sepertinya Mama tidak akan pernah menyetujuinya. Kenapa masa lalu harus terus menghantui seperti ini? Aku tahu latar belakang Hana tidak baik, tapi bukankah setiap orang berhak bahagia? Tidak mungkin Hana seburuk yang Mama kira. Dia berbeda. Dia baik, dia pernah menolongku saat orang lain tidak ada. Dan aku mencintainya, itu yang terpenting."

Rizky menatap langit-langit kamarnya, dadanya terasa sesak.

"Harus bagaimana ya? Mama tidak merestui hubungan ini, sementara Hana terus menunggu kepastian dariku. Aku tidak bisa memilih salah satu di antara mereka. Aku menyayangi Mama, aku juga mencintai Hana. Kenapa aku harus berada di posisi yang paling sulit seperti ini? Kenapa kebahagiaanku harus berarti kehilangan salah satu dari mereka?"

Dia menarik napas panjang, matanya terasa panas.

"Mama adalah ibuku, wanita yang melahirkanku dan membesarkanku sendirian. Tak mungkin aku menyakitinya. Tapi Hana... dia adalah rumah tempat hatiku pulang. Bagaimana caranya aku membagi hatiku tanpa ada yang terluka? Atau memang aku yang terlalu lembut, terlalu takut kehilangan, sampai lupa bahwa kebingungan ini justru menyakiti kita semua?"

1
Lisna Wati
kok beres lanjut dong
nurulmarisa: belum aku update ka,abis jagain ade🤣
total 1 replies
aswati seran
💪
nurulmarisa: cemangat💪👍
total 1 replies
Naura Azizah
suka heran sama cowo bingung,gak bisa milih mau dua duanya bukannya terlalu serakah ya kasian indah tertekan🙏
nurulmarisa: emng kdg bikin kesel km😄
total 1 replies
Clara Maiy
begitulah cewe yang di kerja umur di suruh nikah Mulu persis kaya mama ku kasian indah🤣
nurulmarisa: hmm aku nyimak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!