PROlOG
Salah satu pepatah mengatakan Jodoh itu di tangan TUHAN.
Jadi tidak ada kata mustahil, yang nama nya jodoh ya jodoh.
Ada yang bertemu sampai berkali-kali, maksud nya berjodoh itu sudah sampai tahap ke jenjang pernikahan, jika nanti berpisah lalu bercerai itu namanya bukan jodoh sampai mati.
Ada juga yang berjodoh hingga tua hingga maut memisahkan.
Jadi jangan bersedih jika sampai sekarang masih jomblo belum mendapat kan jodoh.
Ada waktu nya ada saat nya, tapi kalau mau dapat jodoh jangan berdiam diri saja, tetap berusaha. Karena Jodoh tidak turun dari langit.
Selamat membaca, salam hangat dari saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Widyo Part.3
Pagi ini jadwal konsultasi dan pemeriksaan Widyo dan Adinda.
Dr. Siksa Margaretha Spesialis Kandungan.
Adinda sudah mempersiapkan diri nya untuk di periksa, setelah sarapan pagi mereka berangkat ke rumah sakit, selama di perjalanan mereka hanya diam tak ada obrolan. kedua nya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Tiba di rumah sakit Widyo langsung registrasi ulang. Mereka mendapat nomor antrian 5, sudah ada 4 pasangan suami dan istri menunggu di sana, semuanya pasien wanita nya sedang hamil, Widyo hanya bisa menghela napas, lalu duduk sambil memainkan ponsel nya.
Adinda pun sama, iya yang tak biasa nya memainkan ponsel ikut tenggelam dalam permainan game online, sudah hampir 1 jam menunggu kini giliran mereka masuk ke ruangan dokter, seorang perawat keluar dari ruangan dokter.
" Bapak Widyo dan istri silahkan masuk, Widyo segera masuk menuju ruangan dokter di ikuti Adinda.
" Selamat pagi... ucap Dr. Siska memulai obrolan, Widyo yang lebih banyak berbicara dengan dokter sementara Adinda hanya diam mendengarkan, setelah itu Adinda di periksa, di USG juga.
" Awww.... sakit saat Dr. Siska memeriksa bagian intim
" rilek saja kak.
" Jadi begini Pak Widyo dari hasil pemeriksaan awal Istri anda tidak ada indikasi yang mengarah kemandulan, dilihat dari siklus menstruasi nya yang teratur, dari USG dan pemeriksaan secara fisik pada organ intim nya
" untuk itu Saya akan memeriksa ****** anda, apakah Pak Widyo bisa?
" bisa dok
" sus tolong antar Pak Widyo, mungkin bisa di bantu istri anda, silahkan saya tunggu.
Widyo dan Adinda menuju ruangan yang sudah di tentukan, proses nya cukup lama karena seperti nya Widyo tidak nyaman dan merasa terbebani tapi akhir nya berhasil juga karena Adinda sangat membantu dalam proses tersebut.
" baik Pak Widyo, saya akan memeriksa terlebih dahulu ****** anda, hasil akan di ketahui beberapa hari ke depan, saat ini saya hanya akan memberikan jadwal kapan anda dan istri boleh melakukan hubungan intim, saya juga memberi resep hanya berupa vitamin untuk meningkatkan kesuburan Pak Widyo dan Istri, baiklah Pak Widyo kita bertemu lagi di konsultasi berikut nya.
" untuk jadwal konsultasi berikut nya nanti suster yang akan menghubungi Pak Widyo
" baik dok terima kasih.
Widyo dan Adinda keluar dari ruangan dokter dan menuju tempat parkir.
" Kita langsung pulang atau mau mampir belanja dulu sayang?
" mampir belanja dulu juga boleh
Mobil pun melaju menuju supermarket, saat tiba di supermarket Adinda langsung bergegas turun dan mengambil keranjang belanja.
" pakai troli aja sayang "
baiklah mas
Widyo mendorong troli sementara Adinda mengambil bahan-bahan yang di butuh kan, setelah selesai belanja mereka pun mampir ke cafe yang berada tidak jauh dari supermarket, Adinda memesan Iga bakar dan Sup Jagung sementara Widyo memesan Steak.
kedua nya makan tanpa bicara, sepertinya mereka larut dalam pikiran masing-masing,
" ada yang mau di pesan lagi untuk di bawa pulang?
" iya mas, mie goreng seafood, sapo tahu dan Iga bakar nya
Sambil menunggu pesanan selesai, akhir nya Widyo membuka pembicaraan.
" sayang maafin mas ya kalau ada kata-kata mas yang mungkin telah menyakiti hati mu?
" iya mas
" Adinda juga minta maaf kalau selama ini belum bisa jadi istri yang baik untuk mas.
Tak lama pesanan pun datang, mereka pun pulang, di perjalanan pulang Adinda tertidur pulas, Widyo membelai rambut Adinda.
" maaf kan aku sayang sampai saat ini belum memperkenal kan mu pada kedua orang tua ku, ucap lirih Widyo.