Di kisahkan SEO yang bernama Aldo mencari cinta, dia suka dan cinta pada Aisyah pada pandangan pertama.
Tapi ternyata Aisyah adalah kakak nya Anita, teman akrab adiknya Kalisa.
Kalisa di tikung oleh Anita untuk mendapatkan Rendi.
Di sarankan sebelum membaca ini sebaiknya membaca Cinta Kalisa , novel author sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.24
Setelah selesai makan malam bersama Aisyah, pak Rachmat sampai ke rumah.
Jadi mami pun menyiapkan makan malam lagi tapi di tanyakan terlebih dahulu.
"papi belum makan kan ?"tanya mami
"belum... karena klien terakhir tadi buru buru untuk pulang ke rumah.jawab papi.
"mami siapkan untuk papi ya .."kata mami.
"mmmhhh..."jawab papi dengan wajah datar.
Mami yang memang sengaja melayani papi kalau untuk makan malam walaupun ada bibi dan asisten nya di rumah. Papi pun duduk di ruang makan tersebut yang di temani oleh mami.
Duduk berisi meja makan, pak Rachmat makan sendiri sementara mami hanya duduk menemani.
"mami sudah makan?"tanya papi
"baru saja aku makan sama Aisyah... masih kenyang... kenapa papi enggak kabari kalau malam ini makan di rumah...jadi kan kami tunggu."kata mami
"lupa... enggak ingat..."kata papi sambil makan.
Melihat papi makan dengan serius membuat mami terdiam... tidak mau mengganggu suami nya itu. Setelah selesai makan pak Rachmat dan mama masih duduk di meja makan sambil ngobrol.
"mana Aisyah?"
"ada di kamar."
"panggil ke sini...ada yang mau aku bicarakan padanya."kata papi
Mami melihat kalau suaminya serius, ada sedikit kekhawatirannya kalau ada lagi pertengkaran antara anak dan papi.
"papi...mau bicara apa dengan Aisyah?"tanya
"iya... kenapa?"
"mmmhhh...mami tidak mau terjadi pertengkaran seperti yang kemarin."kata mami
Papi melihat ke arah istrinya, terlihat wajah mami yang seperti khawatir.
"mami... bila sama Aisyah... dengar kan apa kata aku...biar tidak terjadi pertengkaran."kata papi.
"Baik lah...aku akan ngomong seperti itu pada Aisyah, jadi minta tolong papi bicara yang baik juga."kata mami
"ya sudah... panggil kan sekarang di ruang keluarga Sekai."kata papi.
Mami pun ke kamar Aisyah sedangkan papi ke ruang keluarga untuk menunggu anaknya.
Tok... tok...tok...
"Aisyah..."kata mami
Mendengar pintu di ketuk, Aisyah pun ke pintu kamar untuk membuka nya.
ceklek...
Suara pintu di buka.
Melihat mami ada di depan pintu, membuat Aisyah bertanya dalam hati.
"mau ngapain malam begini mami ke kamar? apa lagi malam begini."kata Aisyah dalam hati.
Sementara mami langsung masuk ke dalam kamar, dan Aisyah ikut masuk dan menutup pintu kamar.
"Aisyah...kamu di panggil papi."kata mami
Mendengar itu wajah Aisyah murung dan malas untuk ketemu dengan papi.
"ih...aku malas ketemu dengan papi."kata Aisyah
"mami mengerti...tapi mengerti juga dengan posisi mami..."kata mami
Bukannya keluar... Aisyah malah berbaring di tempat tidur, jadi mami pun mulai untuk merayu anaknya agar mau ke ruang keluarga, di mana pak Rachmat sudah menunggu.
"Aisyah... tolong lah mami...kita ngobrol dengan papi."
"mau bicara apa?"tanya Aisyah.
"mami juga enggak tau...ayo lah ke ruang tamu."ajak mami
Melihat mami yang berusaha untuk mengajaknya anaknya, dan Aisyah akhirnya luluh juga... tidak mau mami akan di salahkan papi.
"baik lah mi...tapi kalau papi marah lagi...aku enggak tau bagaimana akan terjadi."kata Aisyah
"maksud nya?"
"kalau aku enggak kuat...bisa jadi aku lawan."
"tidak boleh seperti itu Aisyah...kamu diam dan dengarkan saja."kata mami
"enggak janji aku mami."kata Aisyah
Mami pun tak bisa juga memaksakan kehendak pada anaknya itu. Mereka pun keluar kamar dan mendatangi papi yang ada di ruang keluarga.
Melihat kedatangan anak dan istri nya, dengan wajah kesal papi.
"lama sekali kalian...aku mau ngomong seperlunya saja kok, tidak lebih."kata pak Rachmat
"maaf papi...tadi Aisyah lagi ada kerjaan...jadi nanggung."kata Aisyah mencari alasan.
"sekarang kamu duduk dan ada yang papi tanyakan."kata pak Rachmat
Aisyah duduk dan mami ada di sebelah nya, seperti orang yang mau di sidang sementara mami di sebelah untuk membela.
"sudah jadi kamu pesan tiket ke Mlys?"
Aisyah yang belum memesan hanya menunduk, takut papinya marah.
"papi ini lagi menanya... kenapa tidak di jawab?"kata papi
Dengan terpaksa maka Aisyah pun menjawab pertanyaan dari mami.
"maaf...papi... belum Aisyah pesan... rencana besok."
Pak Rachmat geleng kepala mendengar nya
"untuk keberangkatan kapan?"
"minggu depan."
Prak...
Meja di pukul oleh pak Rachmat sehingga kaca meja jadi retak, sehingga membuat Aisyah dan mami terkejut.
"Astaghfirullah hal'azim...papi... jangan seperti itu."kata mami
Papi tidak menghiraukan omongan dari istrinya
"kenapa lama sekali... paling lama tiga hari lagi kamu sudah kembali ke Mlys."kata pak Rachmat.
Mendengar itu Aisyah makin takut tapi dia juga tidak bisa tenang dengan perkataan dari papi, akhirnya dia lawan juga.
"tidak bisa seperti itu Pi...aku enggak mau... minggu depan pokoknya."
"tidak bisa seperti itu...tiga hari lagi..."kata papi
"enggak mau...papi kenapa selalu memaksakan kehendak pada anaknya."kata Aisyah.
"papi tidak peduli...kamu harus dengar papi."kata papi.
Mami melihat hal itu jadi jadi lemas dan berusaha untuk jadi penengah di antara kedua nya.
"sudah... sudah... Aisyah kamu tidak boleh seperti itu pada papi mu."kata mami
"tapi mi... "
"sudah... dengarkan mami..."
"lihat itu...dia membantah lagi..."kata papi.
"Aisyah tidak membantah papi...hanya saja minta tolong di tunda sampai minggu depan."kata Aisyah
"tidak bisa seperti itu..."kata papi
Mendengar itu lagi membuat mami pusing dan lemas mendengar nya,.dan mami pun jatuh.
Pruk...
Mami jatuh ke lantai dan di lihat oleh papi dan Aisyah.
"mami..."teriak Aisyah sambil mengejar mendekati mami yang sudah jatuh ke lantai.
Papi tak kalah stres melihat hal itu dan langsung memanggil satpam yang ada di depan.
"paijo...Paijo..."kata papi
Belum datang juga yang di panggil maka papi pun keluar rumah.
"papi... tolong mami..."kata Aisyah
"iya.. panggil Paijo dulu."kata papi
Paijo yang namanya di panggil bergegas mendatangi pak Rachmat.
"ya pak...ada apa?"
"nyonya mu lagi pingsan di dalam coba angkat tapi panggil yang lainnya."kata papi
Sementara bibi yang mendengar suara non Aisyah seperti menjerit memanggil mami langsung melihat ke ruang tamu.
"nyonya... kenapa non Aisyah?"
"enggak tau bi...tiba tiba jatuh seperti ini."kata Aisyah
Pak Rachmat membawa satpam dari luar dan memerintahkan untuk mengangkat mami.
"bantu nyonya ke atas, biar telpon dokter dulu."kata pak Rachmat.
Melaksanakan perintah dari tuannya, mengangkat nyonya.
"bawa ke kamar saja pak..."kata Aisyah pada satpam.
"bi... tolong ambilkan air putih untuk di minum ya..."kata Aisyah
"baik non Aisyah..."kata bibi langsung ke ruang makan.
BERSAMBUNG
***
Jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
🙏🙏🙏
👍👍👍
like... komentar... dan add favorit...
Terima kasih
🙏🙏🙏