Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Bisa Menyusul

Cinta Bisa Menyusul

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: ZakiyyahZakhyra1121

"Mina mencintai anak-anakmu, bukan kamu. Jadi, kalau kamu ingin dia cinta sama kamu, kamu harus mulai dengan membuat dirimu dikenali anak-anak kamu sendiri. Menjadi ayah yang baik itu bukan hanya menyediakan materi untuk mereka, melainkan juga menghadirkan kasih sayang dan dirimu sendiri kepada mereka. Kalau kamu bisa melakukan itu, aku pikir dia bakalan sayang sama kamu. Cinta kan bisa nyusul Bro! Yang paling penting effort-mu, hmm! " Jay menepuk satu bahu sahabatnya itu sambil tersenyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZakiyyahZakhyra1121, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 No Way

Yungi membuka matanya dan pemandangan yang pertama ia dapati adalah langit-langit kamar hotel yang berwarna putih. Ia bangkit dari tidurnya dan meringis karena kepalanya sangat sakit. Sejenak ia menyandarkan tubuhnya pada badan ranjang sambil memegangi pelipisnya. Harapannya rasa nyerinya akan mereda jika dia diamkan dengan posisi seperti itu untuk sementara waktu. Dan itu berhasil. 

Yungi melirik ke arah nakas dan ia melihat obat untuk mengatasi hangover ada di sana. Ia meraihnya dan kemudian meminumya. Selama beberapa waktu dia masih pada posisinya dan memejamkan matanya kembali, tetapi tidak tidur. 

“Mina!” Matanya terbuka saat otaknya mengurai kejadian semalam tapi tidak jelas. 

Ia ingat Mina menjemputnya dari Pub dan membawanya ke hotel bukan dari penglihatan, melainkan dari pendengarannya. Meski matanya memejam, telinganya berfungsi dan ia mengenali suara Mina dengan baik. 

“Dia pasti dah pulang.” Yungi berbicara kepada dirinya sendiri. 

Dia menuruni ranjang dan berdiri dan baru saja beberapa langkah menuju kamar mandi kakinya menginjak sesuatu. Ia kaget dan melihat ke bawah sambil mengernyitkan alisnya. 

“Anting? punya siapa?” Yungi memungut anting itu sambil berpikir dan tetiba beberapa kelebat bayangan percintaan tadi malam melintas di otaknya. 

“Sial!” ujarnya setelah dia mengangkat selimut dan melihat beberapa bercak darah di atas seprai putih. 

Dia duduk di pinggir ranjang dan memegang pelipisnya. 

“An***g!!!” Yungi memukul-mukul kepalanya pelan. 

“Tsk!!!” Ia mendecak kesal. Beberapa kali ia melakukannya. 

Ia bisa memahami dengan jelas yang terjadi pada tadi malam. Ia sudah melakukan sesuatu secara paksa kepada Mina. Ia menarik napas panjang dan berteriak dengan keras. 

“An***g kamu Yungiiii!” Itu teriak Mina dari atas sebuah bukit es  di Jepang tepat sebelum ia akan berseluncur. 

Yungi menelfon Mina beberapa kali, tapi Mina tak mengangkatnya. Mina hanya menatap layar di telfon dan membiarkannya begitu saja. 

“Kok ga diangkat Kak?” Sesil bertanya saat mereka makan malam di sebuah restoran dan melihat nama Yungi terpampang di layar telfon Mina. 

“Nanggung lagi enak makan. Biarin aja!” ujar Mina santai. 

Setelah hampir dua minggu Yungi melakukan hal yang sama, Mina akhirnya mengangkatnya. 

“Apa, Yun?” tanya Mina dengan suara santai.

“Min! Kok ga diangkat-angkat sih udah dua minggu loh!” Nada Yungi terdengar sumringah. 

“Kenapa? Kamu bikin ulah lagi. Ganggu tau! Aku kan lagi liburan. Gimana sih!” Mina berbicara dengan nada kesal. 

“Aku ga akan kayak gini kalau ga penting, Min!” sahut Yungi.

“Ada apa?” tanya Mina.

“Mau nanya sesuatu,” sahut Yungi.

“Hmm,” jawab Mina. 

“Malam waktu aku mabuk kamu jemput aku kan sebelum kamu pergi ke Jepang?” tanya Yungi.

“Hmm,” ujar Mina. Yungi tidak akan tahu bahwa wajah Mina berubah sedih dan tubuhnya gemetar hebat saat Yungi mulai berbicara tentang itu. 

“Aku sama kamu, uhm, itu .... did we have S*x?” ujar Yungi dengan nada ragu.

“Ga lah! Gila kamu!” jawab Mina lantang. Saat Yungi masih mencoba untuk mengatakannya air mata Mina sudah mengalir dan dia berusaha dengan keras untuk menjawabnya langsung agar Yungi percaya. 

“Aah, syukurlah!” Yungi tersenyum dan terdengar jelas oleh Mina ia menarik napas dengan lega. 

“Tapi, terus siapa yang sama aku waktu itu, aku udah nanya sama banyak pihak mereka pada ga tahu, Duh! Min,kamu ga minta orang lain gantiin kamu, kan!” Yungi nadanya mulai santai.

“Yungi!” ujar Mina. 

“Uhm?” Yungi menjeda.

“Bodo amat! Kamu gangguin aku!” Klik. Mina menutup HP dan ia menutup mulutnya menahan tangis. Ia duduk di lantai dan menyenderkan tubuhnya ke bathtub di kamar mandi hotel.

“Kak Mina, mau jalan ga?” Sesil mengetuk pintu kamar mandi.

“Iya, oke,” jawab Mina dan dengan cepat ia mengusap air mata dan dengan cepat mandi. 

Setelah kejadian itu, Yungi janji tidak akan mabuk lagi sampai pada titik wasted. Dia tidak mungkin menghentikan kebiasaan minumnya, tapi dia harus bisa mengontrolnya. Sementara itu, Mina juga memutuskan untuk menyembunyikan kejadian itu karena dia tak mau hubungannya dengan teman-temannya lain berubah. Bagi Mina semua temannya sangat berharga. 

***

Semester baru sudah dimulai. Semua sibuk dengan urusan kuliahnya dan jarang berkumpul di base camp karena ada banyak tugas dan urusan lainnya yang harus dilakukan. 

“Kenapa, Min?” tanya salah satu teman kelasnya. 

Mereka tengah berkumpul di kantin fakultas dan menikmati makan siang sebelum mengikuti kelas lain pada pukul tiga sore. 

“Ga tahu, kok mual ya!” lirih Mina sambil menutup mulutnya dan hampir akan muntah. Dia dengan cepat beranjak dari kursinya dan berlari ke kamar kecil dan muntah beberapa kali. Mina diam berpikir setelah beberapa kali memuntahkan makanannya. 

“No way!” bisiknya. Ia ingat seharusnya ia sudah mendapatkan waktu menstruasinya dan ia tidak mendapatkannya. 

“No ... no ...no!” Mina menggeleng-gelengkan kepalanya. 

Ia kembali ke meja tempat berkumpulnya dengan teman-temannya. 

“Guys, aku ke apotek dulu ya! ga enak perut. kayaknya mau mens ini!” ujar Mina lagi dan dengan cepat mengambil tasnya lalu berlalu begitu saja. 

Mina bergegas berlari ke kamar mandi kampus dan di sana ia mencobakan alat uji kehamilan yang baru saja ia beli dari apotek. Dan setelah menunggu beberapa lama hasilnya garis setrip dua merah itu termpampang jelas pada permukaannya. 

Ia menganga.

“Noooooo!” Mina menangis. Ia duduk di atas toilet dan menangis menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. 

Ia melakukan hal yang sama selama seminggu, mengetes dirinya dengan alat uji kehamilan dan hasilnya sama semuanya garis dua berwarna merah atau biru. Selalu positif dan artinya dia hamil. Mina stres dan beberapa hari dia mengurung dirinya di kamar. Dia tidak mempedulikan semua kontak masuk melalui telfonnya dan siapa saja yang memanggilnya dari luar. 

“Mina ke mana?” tanya Jay saat mereka kumpul dan Mina tidak ada di sana. 

Semuanya menggelengkan kepala. Jay mencoba menghubunginya dan hasilnya nihil. 

Mina berjalan menuju sebuah rumah sakit dan ia mengantri di antara beberapa ibu yang juga tengah hamil. Ia menatap mereka dan tak lama namanya dipanggil. 

“Selamat, Bu. Positif. Sudah hampir delapan minggu,” sahut dokter sambil memberikan foto scan hasil USG. 

“Ah, begitu,” ujar Mina sambil mengangguk pelan. 

“Suaminya ga ikut?” tanya dokter sambil tersenyum. 

“Saya mau buat kejutan, dok!” sahut Mina sambil memaksakan sebuah senyum. 

“Gitu!” dokter menganggukkan kepalanya. Itu bukan sebuah hal yang aneh, ketika seorang istri ingin memberi kejutan untuk suaminya, khususnya ketika kehamilan pertama. 

“Ini anak pertama?” tanya dokter lagi.

“Iya,” sahut Mina 

Setelah itu, ia keluar dari rumah sakit dan duduk sebentar di kursi dekat parkiran di sana. 

“Apa yang harus aku lakukan?” Mina menatap perutnya sambil mengusap-usapnya. 

Tabungannya memang banyak, mungkin cukup untuk melahirkan dan mengurus bayinya, tapi sendirian. Itu berat. Dia pikir mungkin harus bicara dengan Yungi, tapi dia sudah bilang bahwa wanita malam itu bukan dia. 

Lagipula, apa yang harus dikatakan kepada Yungi? 

Hei, aku hamil, ... kamu maksa aku malam itu,... tanggung jawab... nikahin aku. No way!!!. Dia belum siap menikah dan hidup bersama dengan orang lain, terlebih lelakinya itu Yungi. 

Dan blegh! dia muntah lagi karena dia terlalu keras memikirkan itu. 

Dia berjalan tanpa arah dan tetiba dia sudah ada di kampus di fakultas arsitektur pula. Kok kakinya melangkah ke situ. 

Bodo amatlah! Bilang aja ke si Yungi! pikirnya begitu.

Gimana-gimananya biar nanti didiskusikan dengan Yungi. Tapi ketika dia ke kelasnya, dia tidak bisa menemukan Yungi dan saat berjalan melewati lorong yang menghubungkan dengan fakultas lain, di dekat pariran, sekilas dia melihat Yungi di dekat parkiran itu tengah berciuman dengan seorang perempuan dan pastinya itu adik kelasnya karena seragamnya menandakan itu. 

Mina tersenyum kepada dirinya sendiri. Bagaimana bisa Mina berpikir untuk mendiskusikan hal besar ini dengan Yungi. Seharusnya dia tak perlu melakukannya dan tak perlu dunia tahu tentang ini, cukup dirinya saja. Ia berbalik dan berjalan mengambil jalan lain menuju fakultasnya. 

“Kamu dah balik, Yun?” seorang temannya menyapanya saat Yungi baru saja duduk di kursi di kelasnya.

“Uhm, kenapa?” tanya Yungi.

“Tadi, temen kamu yang imut kecil yang jago bikin kue itu siapa namanya?” sahut temannya lagi.

“Mina,” jawab Yungi sambil mengernyitkan alisnya. 

“Iya, dia. Tadi cari kamu,” sahutnya. 

“Oh???” Yungi agak kaget. Itu kali kedua Mina datang ke kelas dia dan artinya itu penting. 

Dia langsung mengeluarkan Hpnya dan menelponnya tadi tidak diangkat. Yungi berdiri dan keluar dari kelasnya. Dia berjalan menuju fakultas Mina.

“Min, ada yang cari kamu tuh!” seseorang berbicara kepada Mina dan Mina menoleh ke luar kelas. yungi berdiri di sana sambil melambaikan tangannya. 

“Oh! Makasih ya!” ujar Mina lalu berdiri berjalan mendekati Yungi.

“Ada apa?” tanya Mina.

“Kok ada apa? Kan kamu yang nyariin aku tadi,” sahut Yungi. 

“Ah iya! tadi mau pinjem kunci base camp,” ujar Mina beralasan.

“Eh, kamu ga bawa?” tanya  Yungi itu hal yang aneh untuknya karena Mina paling apik di antara semuanya. 

“Bukan ga bawa. ilang. satu wadah sama kunci lainnya juga,” ujar Mina. Semuanya bohong. 

“Oh.” Yungi menjawab pendek.

“Ya udah nih!” sahut Yungi.

“Aku duplikat deh!” ujar Mina lagi. 

“Min!” seseorang berteriak dan berjalan mendekati Mina dnegan cepat.

“Apaan, Nay?” Mina berbalik.

“Prof. Guntur panggil kamu tuh! Katanya kamu mau daftar buat pertukaran mahasiswa ke Jepang, kan?” tanya temannya lagi. Yungi terlihat kaget. 

“Oh, oke, makasih ya!” sahut Mina. 

“Yun, kuncinya nanti aku balikin sama kamu. Aku dipanggil dosen,” sahut Mina. 

“Kamu ikut pertukaran ke Jepang?” tanya Yungi. Dia kaget karena sebelumnya Mina tak pernah bilang apa pun di grup. 

“Iya.” Mina tersenyum.

“Berapa lama?” tanya Yungi.

“2-3 tahun,” sahut Mina. 

“Whatttt! Lama banget!” ujar Yungi.

“Kan program konversi. Aku balik dari Jepang dah jadi sarjana hahaha!” Mina berusaha mengembangkan senyuman.

“Udah ya, nanti ngobrol lagi,” sahut Mina.

“Iya deh!” ujar Yungi. 

Yungi berjalan menjauhi Mina dan Mina masih berdiri di sana dengan wajah yang sangat sedih.

“Yungiii!” ujar Mina. 

“Uhm?’ Yungi menoleh sambil mengangkat kedua alisnya. 

Mereka saling menatap sejenak. 

“Ini makasih,” sahut Mina sambil menunjukkan kunci di tangannya. 

“Sip,” ujar Yungi.

“Goodluck buat beasiswanya!” sahut Yungi. 

“Iya, makasih!” sahut Mina. Mereka berjalan saling menjauh ke arah yang berbeda. 

Bersambung 

1
ZakiyyahZakhyra1121
makasih
Ayu Kerti
semangat thorr... semangat berkarya...
Ayu Kerti
😚😚😚😚😚
Ayu Kerti
semangat thorr
ZakiyyahZakhyra1121
sakit
Ayu Kerti
lama g bersua thor.
Ayu Kerti
semangat mina..
ZakiyyahZakhyra1121
tidur terus sampai bintitan mata hahah. makasih udah nungguin. bahagianya
ZakiyyahZakhyra1121
Sakit yang ga bisa ngapa-ngapain
Ayu Kerti
bolak2 diliatin thor... alhamdulillah uda up. lgi sibuk di real life ya thorr
Ayu Kerti
kok aku gagal paham ya.
sikap yungi dingin tp mau bercinta.
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍❤️
Ayu Kerti
berat... berat...
hrsnya saling jujur shingga halangan apapun bisa dihaapi ber2.
nti klo ada hlngan lebih berat lgi dr ini, mina akan meninggalkan yungi lgi!
Ayu Kerti
kamu bodoh mina.
ZakiyyahZakhyra1121
Yungi kesyel ya Mina nya gitu terus, ambil keputusan sendiri. /Smile/
Ayu Kerti
kn... selalu sprti itu
Ayu Kerti
ada ya ibu sprti itu, pdhl kebahagiaan anknya ada pd mina.
Ayu Kerti
jgn mau mina... ayoo berjuanglah utk kalian tetap bersama.
ZakiyyahZakhyra1121
iya, Jadi karena kecewa Yungi cintanya sama Mina, jadi Erika pengen nyakitin Yungi sama Mina. Jadi dia deketin Awan dan ternyata dia hamil dari Awan. Juna. ngakunya ke Yungi hamil anak dia. karena Yungi juga ga tau karena sering ninggalin Erika buat kerja ke pelosok itu
Ayu Kerti
bentar thor... juna anknya yungi kn... bkn ya... gagal paham kyknya aku.
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂: bukn, tpi ank'y erika & awan, krna erika pernh berselingkuh sma awan jauh sebelum awan meninggal, dan klo yuna anak'y erika sma jay krna erika pernh menjebak jay & trjadilh hbungan trlarang & mnghasilkn si yuna
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!