Berlian.... nama yang cantik, secantik wajah dan hatinya. Berlian berasal dari keluarga sederhana, yang menemani masa-masa sulit suami tercintanya tanpa mau mengungkap jati diri mereka ke publik
Rehan..... terlahir dari keluarga kaya raya, menikmati segala fasilitas yang ada dari lahir sampai sekarang saat perebutan kekuasaan dalam keluarganya
Mampukah cinta berlian, menyatukan dan mendorong mereka untuk terus bersama-sama dalam masa sulit ?
Ikuti kisah mereka, jangan lupa berikan koment positif yang membangun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little_quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"Terimakasih untuk kinerja kalian bersama tim dalam sebulan terakhir ini, apa jajaran direksi disini mengetahui dimana letak kesalahannya ?" tanya Rehan pada yang hadir
Tetap tidak ada jawaban, semua hanya diam, suasana hening terasa semakin mencekam.
"Baiklah kalau tidak tau letak kesalahannya, maka saya yang akan menjelaskan dimana letak kesalahannya" ucap Rehan santai sambil berdiri dari duduknya berdiri dibalik kursi antara kepala divisi pemasaran dan divisi keuangan. Suasana yang dari tadi mencekam, jadi semakin mencekam. Kasak kusuk mulai terdengar, sampai Rehan mulai mengupas masalah satu persatu sehingga duduk persoalan yang sebenarnya mulai terungkap.
Rehan memanglah sosok yang menyayangi keluarga, tapi berbeda dengan dunia bisnis. Bisnis baginya adalah sebuah pertarungan, yang mengandalkan orang-orang yang memang mempunyai dedikasi tinggi dan kinerja bagus. Dia tak segan memberikan banyak bonus untuk karyawannya apabila kinerja bawahannya memang memuaskan, karena menurut dia karyawan adalah aset terbesar sebuah perusahaan.
"Bagaimana ? Masih ada yang ingin ditanyakan?" tanyanya dengan sorot mata tajam memandang seluruh peserta rapat.
"Saya sudah melakukan rapat dengan seluruh pemegang saham tadi malam di Singapore, mereka sepakat untuk melanjutkan bekerjasama dengan kita, hanya saja ada satu orang yang sampai saat ini belum merubah pendiriannya, bukan karena tidak percaya dengan Anggara Group tetapi lebih ke masalah sakit hati pribadi, dan jawaban itu semua dapat anda tanyakan pada ibu anda tuan dimas yang terhormat" jelasnya penuh keyakinan
Suasana yang tegang semakin menjadi panas, kasak - kusuk mulai terdengar bahkan beberapa celetukan yang menginginkan pergantian CEO utama mulai terdengar
"saya harap saudara saudari sekalian dapat kembali tenang karena tuan Rehan akan kembali melanjutkan rapat ini" tegur Alex karena suasana menjadi semakin tidak kondusif
"Baiklah saya akan tawarkan sebuah penyelesaian, hanya satu tawaran saya dan apabila dalam rapat ini telah diputuskan saya harap semua dapat menghargai keputusannya, melalui rapat hari ini saya akan ambil alih kedudukan CEO utama Anggara Group tanpa tawar menawar dan sebagai imbalannya saya akan pulihkan perusahaan dalam 1 Minggu kedepan"
"kau jangan bodohi kami, mana ada dalam 1 Minggu kau bisa membawa perusahaan ini keluar dari krisis, kami bukan anak kecil yang bisa kau bodoh-bodohi" jawab Dimas sinis, karena meski bagaimanapun juga dia tak rela melepas jabatan yang telah diperjuangkannya
"terserah kalau itu pendapat kalian, tapi seperti penjelasan di awal saya tidak suka tawar menawar, jawabannya ya atau tidak. Jika jawabannya tidak, saya pun tidak akan memaksa dan memohon" jawab Rehan santai
"saya setuju" jawab salah satu direksi
"saya ya"
"saya setuju"
"saya juga setuju"
"kalian jangan mau dibodoh-bodohi" ucap Dimas sedikit meninggikan suaranya
"sepertinya kami setuju dengan tuan Rehan, saya berpendapat apabila saya tidak setuju perusahaan akan bangkrut dalam 1 Minggu, dan apabila saya dibodoh-bodohi perusahaan juga akan bangkrut dalam 1 Minggu, tidak akan ada bedanya, hanya saja saat saya mengambil resiko setuju dengan tuan Rehan masih ada kesempatan selamat bukan" jawab salah satu petinggi yang hadir dan dibenarkan oleh anggota lain
"jadi keputusannya ?" tanya Rehan lagi
"kami setuju tuan Rehan yang menjadi CEO utama" jawab mereka serempak
"baiklah saya rasa rapat hari ini selesai, dan mulai hari ini saya adalah CEO utama Anggara Group" ucap Rehan menutup rapat yang disambut tepuk tangan peserta rapat.
Rehan melangkahkan kakinya keluar ruang meeting sambil mengotak Atik Handphonenya, lalu menghubungi sang istri
"sayang dimana dirimu sekarang ?" tanyanya setelah terdengar suara renyah sang istri
"aku bersama Lisa dan kak Desi, kami akan makan siang bersama"
"dimana kalian makan ? Apakah tidak ada rencana mengundangku ?"
"kamu akan ke sunset resto, apa mas akan menyusul?" tanya berlian senang
"bolehkah ?"
"mas.... Pertanyaan macam apa itu ?"
"baiklah cantik aku akan kesana, sampai ketemu di resto, ohhh iya apa asistenmu yang bodoh itu juga bersamamu sekarang ?"
"iya dia ada, dan masih dengan mode silent hahahahaha" sahut berlian lagi
"baiklah aku kesana, dan sebaiknya kamu minta kak desimu untuk mengajak suaminya, karena tidak mungkin dia hanya melihat kita berkencan "
"baiklah mas, kamu hati - hati dijalan dan jangan lama "
"baiklah sayang, bye" kemudian Rehan menutup telponnya
Bersambung...
jangan lupa mampir dan ikuti juga "sepotong sayap patah"
mari saling mendukung kak,🤗
happy reading yaa,🥳🥳