Tahun 21.000 Xiao Chen Dokter cerdas ini berhasil menciptakan sebuah Sistem Genius untuk membantu di bidang Kedokteran.
Tidak hanya bisa mendeteksi obat-obatan, sistem tersebut juga bisa mendeteksi racun bahkan jenis tumbuhan di seluruh dunia.
Keberhasilan luar biasa ini membuat dia sangat terkenal tapi karena satu pengkhianatan disertai kecemburuan yang dilakukan bawahannya dan Kepala Asosiasi Ilmuwan Dunia saat mereka melakukan penelitian, laboratorium tempat mereka meledak dan Xiao Chen abad ke 21 itu mati di tempat.
Terlahir kembali di suatu tempat yang sama seperti novel yang pernah dia baca membuat Xiao Chen merasa frustasi.
Apalagi dia terlahir sebagai sampah yang sering ditindas di keluarga Chen karena tidak bisa berkultivasi seperti anak-anak lainnya.
Tapi keberuntungan berpihak pada Xiao Chen, Sistem Dokter Jenius yang dia buat ternyata ikut masuk ke dalam dunia asing ini.
Bagaimana kisah selanjutnya? Penasaran? Subscribe, like, vote, dan koment dulu d
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Mencari Penyusup
"Istriku, kau tampak semakin cantik dengan gaun yang aku belikan ini. Kau sangat mempesona di pesta tadi," ucap Xiao Chong sembari menggandeng istrinya dan berjalan perlahan ke kediaman mereka.
"Ayah, ayah juga sangat tampan dan penampilan ayah cukup memukau semua orang," ucap Xiao Long anak keduanya yang memiliki mulut paling manis.
"Ayah juga sangat bangga dengan kalian berdua, terutama Xiao Hao yang menjadi salah satu lulusan terbaik di Akademi Xuan."
"Dan kau Xiao Long, jangan hanya memujiku. Kau dua tahun lagi akan lulus dari Akademi Xuan. Setidaknya kau juga harus jadi lulusan terbaik seperti kakakmu!" ucap Xiao Chong agak tegas pada Xiao Long.
"Baiklah ayah! Baiklah! Aku akan bekerja keras!" ucap Xiao Long. Walau ayahnya selalu tegas tapi itu adalah salah satu bentuk kasih sayang. Pria harus membanggakan. Itu memang sudah tertanam di hati Xiao Long.
Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi seperti Xiao Hao yaitu salah satu lulusan terbaik Akademi Xuan.
"Suamiku! Jangan terlalu keras pada anak-anak kita," ucap Li Fang.
"Jika tidak keras bukannya mereka malah akan menjadi seperti Xiao Kong itu. Kau lihat beraninya dia membakar kediaman belakang! Kalau sampai apinya merembet ke kediaman kita bagaimana?" tegas Xiao Chong. Sebagai kepala keluarga dia harus tegas bahkan kepada anak sendiri.
Tapi untungnya kakeknya sendiri menghukumnya dengan berlutut di aula leluhur selama 12 jam setiap harinya. Jika itu dia pasti Xiao Kong akan lebih babak belur. Ayahnya itu sangat murah hati.
"Sudah-susah suamiku, Xiao Kong sudah menerima hukumannya. Jangan marah lagi nanti darah tinggimu kumat!" ucap Li Fang sembari menggosok lengan suaminya agar lebih tenang.
Xiao Chong hanya mendengus. Saat itu pintu kediaman pun di buka olehnya. Betapa kagetnya semua saat melihat pemandangan mengerikan dihadapan mereka.
"Xiao Kong!" teriak Li Fang. Dia langsung melepaskan pegangan pada lengan suaminya dan berlari menghampiri Xiao Kong diikuti oleh suami dan kedua anaknya.
"Ekh, Ekh!" Xiao Kong bahkan tidak bisa berbicara.
"Xiao Kong apa yang terjadi padamu, anakku!" Li Fang menangis sejadi-jadinya melihat putra bungsunya dalam keadaan babak belur, tidak bisa bicara, apalagi kaki dan tangannya dalam keadaan terbalik.
"Penjaga! Penjaga! Pelayan! Pelayan! Kemari kalian semua!" teriak Xiao Chong dengan menggunakan kekuatannya sehingga seluruh kediaman mendengar perintah dari kepala keluarga ini.
Kedua saudara Xiao Kong memerintahkan beberapa pelayan untuk memanggil tabib dan membawa tandu untuk membawa adiknya ke balai Kesehatan.
Semua penjaga di kediamannya pun bergegas menghampiri Xiao Chong begitu juga para pelayan.
Xiao Chong menampar beberapa penjaga yang bertanggung jawab menjaga kediaman karena mereka telah lalai menjaga putranya.
"Kalian semua sialan! Bajingan tidak berguna! Bagaimana bisa kalian kecolongan? Lihat keadaan anakku sekarang? Apa kalian tidak menyadari kalau ada penyusup masuk dikediamanku?"
Kakek Chung pun tiba di sana dan sangat terkejut melihat keadaan cucunya yang parah. Tidak tahan menahan sakitnya, Xiao Kong pun pingsan.
"Bajingan mana yang berani menyentuh cucuku?" teriak Xiao Khuang dengan kekuatannya dan membuat beberapa pelayan dan penjaga muntah darah karena tidak bisa menahan kekuatan dari teriakan Xiao Khuang.
Saat itu Xiao Khuang pun baru kembali ke kediaman Xiao. Kakek tua itu mendengar keributan yang dibuat Xiao Chong dan segera bergegas kemari. Dia mengira Xiao Kong membuat ayahnya marah. Takut terjadi sesuatu pada cucunya Xiao Khuang bergegas masuk ke kediaman utama.
Tapi apa yang dilihatnya sangat mengejutkan dan membuatnya sangat marah. "Hukum mati penjaga yang bertanggung jawab hari ini! Beraninya dia membiarkan cucuku dalam keadaan seperti ini!" Xiao Chong mengangguk dan memerintahkan beberapa penjaga lain membawa orang yang bertanggung jawab ke penjara.
Masalah eksekusi akan dia lakukan nanti. Yang paling penting adalah memastikan keselamatan anaknya. "Mana pelayan yang bertanggung jawab menjaga kediaman ini?" Beberapa pelayan berkeringat ketakutan dengan tubuh yang gemetar.
2 orang pun dijadikan kambing hitam oleh beberapa pelayan yang ingin menyelamatkan diri. 2 pelayan itu sangat ketakutan. "Hukum mati mereka! Mereka telah lalai menjaga putra kita juga," ucap Li Fang saat dia menangis dan menunjuk kedua pelayan yang bertanggung jawab itu.
"Ampuni kami, Tuan, Nyonya tolong maafkan kami." Mereka memohon ampun tapi tidak digubris sedikitpun oleh orang-orang di sana. Mereka hanya peduli pada Xiao Kong yang masih terbaring di sana.
Beberapa perawat datang dengan seorang tabib. Mereka membawa tandu dan memindahkan tubuh Xiao Kong dengan perlahan dan sesuai prosedur.
Mereka membawa tubuh Xiao Kong ke Balai Kesehatan. Sementara semua anggota keluarga inti menunggu di luar, tabib di dalam memberikan beberapa obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita Xiao Kong.
Tabib kemudian membetulkan sendi tangan dan kaki Xiao Kong yang terbalik. Setelah dirasa telah kembali seperti semula, tabib kemudian memasang papan di kaki dan tangan Xiao Kong lalu membalutnya dengan kain kasa.
Sementara itu Kakek Khung beserta kedua cucunya yang lain yaitu Xiao Long dan Xiao Hao berpencar mencari penyusup di sekitar kediaman.
Tapi mereka tidak menemukan jejak penyusup satu pun. "Sialan, orang itu pasti sudah kabur." Xiao Khuang meneruskan mencari sedangkan Xiao Long dan Xiao Hao melihat keadaan Xiao Kong di balai Kesehatan.
Beberapa saat kemudian tabib keluar dan Li Fang segera bertanya padanya. "Bagaimana kondisi Xiao Kong, tabib?"
"Tubuh Xiao Kong bisa segera sembuh, hanya saja..." Tabib itu berhenti bicara karena berat untuk menyampaikan hal mengejutkan ini.
"Hanya apa tabib?" tanya Li Fang pad stabil yang kelihatan ragu-ragu untuk menyampaikan kondisi kesehatan Xiao Kong.
"Maafkan saya nyonya! Sepertinya pita suara Xiao Kong putus dan dia tidak bisa bicara lagi." Tubuh Li Fang lemas dan Xiao Chong beserta anak-anaknya yang lain membopong Li Fang ke balai Kesehatan dan membaringkannya tepat di sebelah Xiao Kong.
"Ayah, apakah ini ulah hantu kediaman belakang itu?" tanya Xiao Long penasaran.
"Berhenti bicara omong kosong!" Meski Xiao Chong berkata demikian, dia mulai memikirkan kemungkinannya.
Jangan-jangan benar ini semua ulah hantu itu. Dia pasti marah karena kediaman tempatnya tinggal dibakar. Sebelumnya bibi Li juga di perlakukan seperti itu. Sampai sekarang dia tidak bisa bicara.
Xiao Chong mengerahkan semua anak buahnya untuk menemukan tabib yang hebat yang bisa menyembuhkan pita suara Xiao Kong.
Berita tentang Xiao Kong yang dipukuli pun tersebar dengan cepat. Ada beberapa orang yang mengejek, ada pula yang merasa kasihan.
Xiao Chen menggunakan kamera untuk melihat kediaman. Kamera itu dia modifikasi sesuai bentuk binatang kecil seperti lalat sehingga lebih mudah untuk memantau keadaan.
...----------------...