Indonesia
NovelToon NovelToon
Endless Prisoner

Endless Prisoner

Status: tamat
Genre:Zombie / Perperangan / Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Iblis / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Huacheng Imut

”Yang mulia, krisis di Ibu kota semakin membesar. apakah Anda tidak ingin membunuh Putra mahkota?”

Dalam semalam, negara Shaanxi telah dikutuk dengan keberadaan mata iblis yang membawa bencana di seluruh tempat. tidak mungkin Sang Kaisar membunuh putranya yang masih berusia 7 tahun.

putra mahkota begitu baik hati meski semua orang menjauhinya karena kutukan. sementara saudara Xin juga memiliki sifat yang sama dengannya dan sangat baik hati pada semua orang. Kutukan apapun tidak akan berpengaruh padanya karena dialah kutukan yang suatu saat nanti akan menghancurkan negara tempat tinggalnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

“Yang mulia, saya sudah memeriksa keadaan tuan muda saat ini akan tetapi, tidak ada satupun yang salah darinya. Semua organnya baik-baik saja dan tuan muda tida mengeluhkan sakit.” Ucap seorang tabib yang baru saja memeriksa keadaan Xin Huanran.

“Lalu, kenapa setelah ia koma selama beberapa hari, kedua matanya mengeluarkan darah? Apakah ada hubungannya dengan sesuatu?” tanya Xiao Liufei dengan wajahnya yang terlihat sangat mencemaskannya. Ia sangat takut ketika putranya ini mengeluarkan darah apalagi jumlah darahnya yang tidak sedikit.

“Saya tidak mengetahui akan hal itu, Nyonya. Bertahun-tahun saya mengobati banyak pasien di semua wilayah tetapi, saya baru melihat kejadian ini.” Jawab tabib dengan sopan.

Xiao Jinwu memeluk Xiao Liufei yang sedang meratapi kesedihannya. Ia kemudian memandang wajah tabib itu dengan serius kemudian bertanya, “Apakah kau tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya?”

“Mohon maaf, Yang mulia. Saya akan mempelajarinya mulai sekarang dan akan mencari tahu obat yang bisa menyembuhkan keadaan Tuan muda saat ini.”

“Aku tidak memerlukan itu.” Ucap Xin Huanran dengan tiba-tiba hingga membuat mereka terkejut.

“Ran’er, apa yang kau lakukan? Seharusnya kau tidur saja.” Ucap Xiao Liufei yang langsung berjalan menghampirinya.

“Ibu dan Yang mulia tidak perlu mencemaskan ku. Aku baik-baik saja. Itu hanya kebetulan terjadi padaku. Aku tidak memerlukan obat. Aku hanya perlu diriku saja saat ini.” Jawab Xin Huanran sembari mengalihkan perhatiannya.

Xiao Jinwu sekarang berjalan menghampirinya dan menatapnya, “Lalu, kenapa kau tiba-tiba gemetar saat bertabrakan dengan laki-laki yang tidak kau kenal?” tanyanya.

Xin Huanran tampak tertegun kemudian mengalihkan perhatiannya dari Xiao Jinwu yang tampaknya kesal karena dirinya sudah membuat adik perempuannya cemas setengah mati. “… Aku tidak tahu.” Jawabnya sesaat kemudian.

Xiao Liufei merasa semakin cemas. Sifat Xin Huanran saat ini sedikit berbeda dari sifat Xin Huanran yang dulu. Dia terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin membaginya pada semua orang. Kedua tangannya tampak terlihat dikepal sembari mencengkram selimutnya. Sifat baru yang ditunjukkan oleh Xin Huanran ini yang semakin membuatnya kepikiran. Ia pun akhirnya mengelus bagian kepalanya kemudian tersenyum padanya.

Setelah ia berhasil mendapatkan perhatiannya, Xiao Liufei berkata, “Kamu pasti memiliki sesuatu yang kamu rahasiakan. Tidak masalah kalau kau tidak ingin menceritakannya padaku. Ibu pasti akan selalu mendukungmu dalam keadaan apapun.”

~o0o~

Tak lama, malam akhirnya tiba. Setelah berbicara cukup banyak dengan pemuda yang mirip dengannya, Xiao Xinshu mengunjungi kediaman Xin tepat di tengah malamnya. Ia tidak sedang bersama siapapun saat ini dan ia juga tidak bertemu dengan seorangpun selama perjalanannya seolah, mereka ini tidak mengenal wajah dari seorang putra mahkota.

Kediaman Xin dipenuhi dengan kolam dan bunga Tabebuya yang sedang bermekaran. Xin Lianshi sangat suka menanam bunga tabebuya di sekitar halamannya karena ia sangat menyukai sepasang mata indah merah muda milik Xiao Liufei juga sebagai hadiah untuknya setiap hari ulang tahunnya. Di sana juga terdapat beberapa kolam ikan koi peliharaannya yang berada di setiap sudut bangunan juga terdapat sebuah paviliun harta yang isinya hanyalah barang jarahan dari musuhnya.

Xiao Xinshu datang secara diam-diam dan berusaha untuk tidak diketahui oleh siapapun. Siapa sangka, paviliun tempat tinggal Xiao Liufei mendapatkan penjagaan yang ketat sementara bangunan-bangunan lain hanya dijaga oleh beberapa orang saja. Dengar-dengar kalau semua orang di keluarga Xin memiliki Indera kepekaan yang tajam juga ahli beladiri yang hebat, kebanyakan dari mereka tidak memerlukan penjagaan yang terlalu ketat bahkan Xin Huanran sendiri juga tidak memerlukannya.

Ia tidak tahu dimana letak paviliun yang saat ini ditinggali oleh Xin Huanran. Namun, ada sesuatu yang tiba-tiba memancing perhatian dirinya yang membuatnya menunda banyak pekerjaannya. Ia melihat sebuah kunang-kunang yang melintas tepat di depan matanya. Ia pun merasa terpanggil dan mengikuti arah yang ditunjuk oleh kunang-kunang itu.

Saat ini, ia sedang mengarah ke sebuah tempat yang masih menjadi bagian dari kediaman ini. Tempat itu berada di belakang bangunan-bangunan besar yang menjadi tempat tinggal mereka. Di sana adalah tempat Xin Lianshi membuat hutan bunga tabebuya yang saat ini sedang bermekaran. Meski malam sudah tiba, bunga ini tetap bersinar seperti biasanya dan mengeluarkan aromanya yang harum. Di atas sana, terlihat sebuah bulan purnama yang sedang bersinar terang dan suara air mengalir yang berasal dari sebuah kolam.

Xin Lianshi pantas diperebutkan oleh banyak Wanita. Ia selalu menghadiahkan sesuatu yang luar biasa seperti pemandangan indah ini pada Xiao Liufei. Dia juga membangun sebuah kolam yang besar dengan puluhan ikan koi yang berenang di dalamnya juga dengan beberapa bunga Teratai yang terapung di atasnya.

Namun, pemandangan kolam itu nyaris berubah menjadi merah darah ketika ia melihat ada seseorang yang berdiri di sana dengan memegang sebuah pisau belati yang diarahkan langsung pada perutnya. Orang ini sepertinya hendak melakukan bunuh diri dengan menusuk dirinya dengan sebuah belati kemudian ia membiarkan dirinya kehabisan darah sampai ia benar-benar mati di dalam kolam.

Sudah jelas Xiao Xinshu tak akan membiarkan hal itu terjadi padanya. Ia lantas berlari menghampirinya kemudian ia sengaja menabraknya dan mengambil pisau itu dari tangan anak laki-laki yang hendak melakukannya. “Bodoh! Apa yang kau lakukan sampai-sampai ingin mengotori tempat ini?” bentak Xiao Xinshu.

“Aduh, duh sakit sekali. Kenapa kau menabrak ku begitu keras?”

Suara dan juga rupanya terlihat familiar baginya. Anak laki-laki yang memiliki usia yang sama dengannya, pakaiannya yang selalu bewarna hitam serta sebuah liontin giok merah yang berada di sabuknya. Ia tidak bisa memikirkan orang lain lagi selain Xin Huanran yang saat ini berada di depannya.

“Kau, sudah sadar? Aku dengar kau tidak sadarkan diri selama berhari-hari jadi aku kemari.”

Xin Huanran lantas memandangnya dengan jengkel sembari memegang kepalanya yang terbentur tanah hingga nyaris membuatnya pingsan dan sakit kepala. Wajahnya tidak terlihat pucat sedikitpun. Ia bahkan terlihat sehat sama seperti terakhir kali mereka bertemu. Hanya saja, ia terlihat jauh lebih kurus dari biasanya. Kantung matanya terlihat besar sekali seperti tidak pernah tidur sama sekali.

“Kenapa Yang mulia menabrak ku seperti itu? Kau pikir aku akan bunuh diri di tempat seperti ini? Mana mungkin aku berani!”

“Lalu, apa yang kau lakukan tadi dengan pisau belati ini? Kau pikir aku tidak akan tahu kau akan menusuk dirimu sendiri?”

“Oh, itu ya?” Xin Huanran kemudian mengalihkan perhatiannya. Ia terlihat tidak mau menceritakan hal itu padanya. Semua mimpi yang dilihatnya saat itu, ia tidak ingin memberitahunya pada semua orang. Ia tidak bisa bilang kalau memang itulah yang ingin dilakukannnya saat ini.

“Aku tidak sengaja melakukannya. Aku hanya bosan melihat kenyataan itu muncul di depan mataku.” Jawabnya.

Xiao Xinshu menatapnya dengan cemas, “Apakah kau baru saja melihat kematian seseorang lagi?”

Xin Huanran menghela nafasnya kemudian ia meluruskan kakinya sembari menjawab, “Kali ini semuanya bertambah parah dari dugaanku. Aku bahkan tidak sanggup membayangkan apa yang terjadi padaku setelah ini. Hanya tempat ini yang tidak menyimpan siluman jadi, aku sengaja pergi ke tempat ini untuk mencari ketenangan.”

Dari ekspresi yang ditunjukkannya, Xiao Xinshu langsung tahu kalau Xin Huanran baru saja melihat sesuatu yang menyeramkan baginya. Akan tetapi, ia mampu memainkan ekspresi wajahnya dengan sangat baik. Ia bahkan menyimpulkan bahwa saat ini Xin Huanran sedang mencari seseorang yang bisa menolongnya di dalam keadaan yang seperti ini akan tetapi, tidak akan ada satupun yang bisa mengerti ucapan dan mempercayai apa yang dilihatnya.

Dari balik pakaiannya, ia mengeluarkan sebuah kain hitam milik pemuda yang ditemuinya tadi kemudian ia menggunakannya untuk menutup kedua mata Xin Huanran. Ia tidak menolak maupun memberontak. Ini adalah kedua kalinya, ia memasangkan penutup mata pada Xin Huanran setelah keduanya terjebak di dalam hutan bukit Yi.

“Kalau kau tidak ingin melihatnya atau menggunakan kedua matamu, mengapa tidak kau tutup saja? Hal kecil seperti ini mungkin bisa membuatmu menjadi lebih baik.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!