Indonesia
NovelToon NovelToon
Sweet & Psycho

Sweet & Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta setelah menikah / Psikopat itu cintaku / Perjodohan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

Axcelino Pierce tampak sempurna, namun raganya terpecah oleh dua kepribadian yang saling berebut kendali akibat trauma masa kecil. Menyaksikan rumahnya terbakar dan sang kakak tewas mengenaskan tepat didepan mata, membuat Amnesia traumatis yang mengunci kehidupannya. Penyakit itu mustahil disembuhkan medis, hingga ia lelah terus berbagi kehidupan.

Kehadiran Sora Kyne yang ceria menjadi titik balik. Sora bukan hanya satu-satunya orang yang sanggup meredam gejolak kepribadian ganda Axcelino, tetapi juga bertekad membantunya mengingat kembali masa lalu yang terkunci demi kesembuhan sahabat barunya itu.

Namun, misteri besar menanti, bagaimana cara mereka membongkar skandal konspirasi di balik kematian sang kakak yang janggal, sekaligus membuka kunci rahasia kesembuhan Axcelino, sebelum kepribadian gelapnya mengambil alih selamanya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penasaran Setengah Mati

# Penasaran Setengah Mati #

Apa lagi yang ada di otak Axcel? Di ruangan ber-AC dengan santainya ia rebahan di sofa bertelanjang dada. Sora tak melepaskan pandangannya pada sosok Axcel. Bukan... bukan karena ia terpesona melihat pemandangan maskulin dari dada bidang ataupun enam gundukan roti sobek di perut Axcel, tapi karena sedang memikirkan kalau sosok di depannya itu bukan lagi satu orang.

"Inooo...?"

Terdengar sahutan lirih dari sana, menunjukkan jika benar prasangka Sora. Ino kembali menguasai tubuh Axcel dan menyuruh Sora segera membelikan baju baru sebelum ia mati kedinginan. Sora tak langsung keluar menuruti perintah Ino. Setelah menaikkan suhu ruangan, Sora duduk di sofa tunggal tepat di sebelah Ino yang masih memejamkan matanya.

Sora menekan tombol yang langsung tersambung ke bagian layanan pelanggan cafe, meminta salah satu staf untuk mengambilkan pesanannya di gerai yang jaraknya tak jauh dari Moon Cafe.

"Aku udah pesenin baju. Nih, pakai jaketku dulu. Kalau nggak muat, pakai selimut aja. Ino, sehari ini kamu datang dua kali. Tadi kenapa kamu tiba-tiba keluar kalau ujung-ujungnya balik lagi? Bikin aku panik aja."

Merasa tak mendapat jawaban dari Ino, Sora langsung menoleh untuk memastikan kembali kondisi Ino. Jaket oversize Sora hanya menyelimuti perut Ino. Terlihat wajah Ino yang tenang, tapi membuat Sora khawatir lagi dan lagi. Alis Sora bertaut, perlahan mendekatkan telinganya ke wajah Ino. Entah mengapa Sora ketakutan Ino tak mengeluarkan hembusan napas lagi. Semenjak berteman dengan Axcel dan Ino, pikirannya jadi tak beres dan sering berpikiran berlebihan.

"Kamu mau apa? Sana jangan dekat-dekat, aku nggak suka di tempelin makhluk betina."

Betina...? Ino memanggilnya betina...? Jelas kata-kata kasar itu membuat Sora kesal. Ada banyak bahasa kiasan yang bagus, kenapa harus pakai kata betina? Memangnya Sora sejenis unggas di mata Ino? Atau karena saking bencinya berdekatan dengan wanita, Ino jadi sensitif dan berujar kesal? Tak hanya menyebut Sora betina, Ino juga mendorong kepala Sora dengan jari telunjuknya seolah jijik dengannya.

Semakin dipikirkan Sora semakin kesal, sampai-sampai ia mengendus dirinya sendiri untuk memastikan tak ada yang salah dari aroma tubuhnya.

Sora melirik ke arah Ino yang kembali memejamkan mata dengan tangan kanan melindungi matanya dari cahaya ruangan. Saat menyeringai, Sora ingin mencoba kembali menyentuh Ino untuk melihat apa yang akan dilakukan Ino padanya.

"Arrrgh... Apaan sih? Sana jauh-jauh!"

Ino dengan sigap menepis tangan Sora, bahkan sebelum Sora benar-benar menyentuh kulitnya. Merasa ada aura aneh di dekatnya, Ino langsung duduk dan melihat tatapan aneh Sora yang sudah berdiri di depannya dengan kedua tangan seolah ingin menyergap dirinya. Ngeri melihat tingkah Sora yang memasang wajah aneh, Ino langsung berdiri menjauh menghindari Sora. Tapi Sora semakin bersemangat mengejar Ino mengelilingi meja seperti dua anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran.

Sora tak bisa menahan rasa penasarannya lagi. Yang ia tahu Ino senang tinggal bersama dirinya, tapi mengapa ia menolak untuk disentuh? Jika diingat-ingat, Ino tadi siang juga pingsan di pelukan Clara. Mungkin saja hal itu juga berlaku pada Sora. Mungkin saja sentuhan Sora juga bisa mengembalikan Axcel.

"Hah... hah... Kamu gila kah? Argh... Mana sih baju tadi? Bahaya ini anak, gila gara-gara lihat badanku. Udahlah Sora, duduk aja yang anteng, woy... Capek tahu!"

Melihat Ino yang sudah kelelahan malah membuat Sora semakin bersemangat. Dengan kekuatan penuh Sora menangkap Ino hingga membuat Ino jatuh terduduk di sofa dengan kedua tangan Sora mencengkeram kedua dada Ino.

TOK... TOK... CKLEK!

"Nona, ini baju yang Nona peee... sannn. Maaf-maaf, saya segera keluar, silakan dilanjut. Oh, ini paketnya saya taruh sini."

Situasi semakin canggung. Saking serunya Sora dan Ino kejar-kejaran hingga tak bisa mendengar ketukan. Akhirnya timbul kesalahpahaman yang cukup dalam pada staf yang mengantarkan pesanan Sora. Staf itu meletakkan sebuah paper bag di lantai, mendorongnya sedikit ke depan, kemudian terburu-buru meminta maaf dan mengundurkan diri.

"Hey... Mau pegang-pegang sampai kapan ini? Sora, Sora... Kamu suka Axcel kah? Apa suka aku? Baru aja buka baju, kamu udah menggila macam ini. Hadeh..."

Sora yang baru sadar sepenuhnya langsung menarik kedua tangannya, berdiri tegap dengan gugup dari pangkuan Ino sambil sibuk membenahi rambutnya yang berhamburan acak-acakan. Dengan rambut seperti itu dan posisi yang sulit dijelaskan, pantas saja staf cafe salah paham dengan kegiatan mereka berdua. Ino melewati Sora untuk mengambil pakaian barunya yang tergeletak di lantai. Ia tak menyangka Sora langsung memundurkan posisi duduknya agar tak terlalu dekat dengan Ino. Ino tahu pasti saat ini Sora sedang menahan malu. Pandangan Sora yang sibuk menelisik ke sudut-sudut ruangan menghindari Ino membuat pria itu tersenyum geli.

Ino sebisa mungkin menahan ledakan tawanya. Ia masih berniat menggoda Sora sebagai balasan karena telah membuat dirinya lelah lari-larian nggak jelas. Ino kembali menanyakan siapakah yang Sora sukai, Axcel atau dirinya. Dengan tergagap dan salah tingkah, Sora langsung menyangkal pertanyaan Ino.

Bagaimana mungkin ia bisa menyukai pria aneh macam Axcel dan Ino ini? Tapi jika ia mengatakan tujuan aslinya untuk sebuah pembuktian teori, pastinya Ino akan marah dan entah apa yang akan ia lakukan. Jadinya Sora mengatakan seadanya, mereka bertiga berteman, mana mungkin ada perasaan lain yang menyelinap di hati.

"Hah... Munafik juga kamu ternyata, Sora. Cewek dan cowok normal berteman, mana mungkin tanpa perasaan. Pasti salah satu dari mereka memendam rasa. Tapi sayangnya aku nggak tertarik sama cewek, nggak tahu kalau Axcel. Jadi kalau mau bertindak agresif kayak tadi, lihat situasi dulu lah."

Sora menoleh dan menatap Ino keheranan mendengar sebuah fakta tentang Ino yang tak suka dengan wanita. Jadi, apakah Axcel juga sama?

Ino tampak lebih tampan dengan menggunakan atasan kemeja. Tatapan Sora menambah keyakinan Ino kalau Sora tertarik padanya. Sora berpikir kalau serangan langsung membuat dirinya kesulitan menangkap Ino, apakah lebih baik ia berbohong untuk mengiyakan dugaan Ino saja? Mungkin itu bisa jadi alasan jelas untuk Sora mencari pembuktian lagi.

"Mmm... Mungkin kamu benar... Kayaknya aku mulai suka kamu, Ino. Cewek mana sih yang nggak tertarik sama kamu? Lagian kamu sendiri kan yang memancing-mancing aku, pakai show up segala. Kamu sengaja pengin menarik perhatianku juga, kan? Axcel aja nggak pernah kayak gitu sama aku. Sekarang kamu bilang nggak suka cewek, alasannya apa coba?"

Dengan santai Ino mengatakan kalau mereka berdua lebih cocok jadi saudara perempuan. Sora terus memancing dan memaksa Ino berbicara hingga Ino mengatakan kalau dirinya tak suka kontak fisik dengan wanita mana pun. Kontak fisik membuatnya hilang kesadaran, dan semua tahu kejadian selanjutnya yang akan terjadi setelah Ino pingsan. Rencananya untuk menguasai tubuh sepenuhnya tentu akan lebih sulit dan tak menemukan cara apa pun.

Sora memalingkan wajahnya, berpura-pura sedih. Padahal sebenarnya ia sedang tersenyum senang karena sudah sangat jelas kelemahan Ino. Jadi ia tak perlu mencari Clara hanya untuk mengusir Ino, Sora sendiri pun bisa melakukannya. Tapi tunggu sebentar, sebelum mengusir Ino, Sora ingin menanyakan tentang kakak perempuan Axcel. Apakah Ino juga menganggap Selena sebagai kakak?

"Ino... Apa kamu ingat tentang kakakmu, Selena? Mmm... Tadi Axcel ngamuk-ngamuk kesetanan karena lihat bayangan Selena. Aku sendiri sih nggak lihat apa-apa. Giliran ditanya, dia malah marah-marah lagi karena nggak bisa ingat apa-apa tentang berpulangnya Selena. Kan aneh banget ya si Axcel itu, bisa marah-marah nggak jelas."

Sora sengaja membicarakan keburukan Axcel, berharap Ino menimpalinya, karena Ino juga tak suka dengan Axcel. Dan benar saja, cara itu berhasil memancing Ino. Ia mengatakan kalau Axcel tak sepenuhnya menyayangi kakaknya. Buktinya ia dengan mudah melupakannya, padahal saat kejadian mengenaskan itu Axcel ada di sana. Diam bersembunyi tak melakukan apa pun dan membiarkan semua terjadi begitu saja.

Axcel juga menolak dijadikan saksi ahli saat ayahnya menggelar persidangan untuk mencari keadilan untuk Selena, sampai kasus Selena ditutup begitu saja karena mendapatkan tekanan dari segala pihak. Pierce Group saat itu sedang di masa paling jaya-jayanya, banyak rival yang ingin menjatuhkannya, bahkan hubungan keluarga juga tak begitu baik. Hal itulah yang mengakibatkan kesehatan Tuan Pierce sering terganggu. Di saat kehilangan putrinya secara naas, ia tak diperbolehkan berkabung terlalu lama demi kestabilan perusahaan.

"Menurutmu, apa Axcel benar-benar menyayanginya? Hah!... Dia itu orang yang paling munafik. Kalaupun sedih, mungkin itu cuma sekadar penyesalan karena terus dibayang-bayangi Selena. Sampai detik ini pun Axcel hanyalah seorang pengecut. Dan di saat-saat seperti inilah aku hadir menggantikannya. Bukannya lebih baik Axcel menyerah sepenuhnya aja daripada kayak gitu terus? Nggak guna."

Dreddd... Dreddd... Dreddd...

Percakapan itu terjeda saat layar ponsel Sora memunculkan panggilan dari ibunya. Sora masih ingin menanyakan banyak hal pada Ino, tapi dari ujung telepon terdengar omelan Nyonya Mubis yang menyuruh Sora untuk segera pulang. Ternyata orang tua Sora datang ke acara pameran kampus dan tak menemukan anak gadisnya di sana. Setelah bertanya-tanya pada teman-teman Sora, ketahuan kalau Sora pergi meninggalkan pameran bersama seorang pria bernama Axcel. Tuan dan Nyonya Mubis yang belum mengenal Axcel pastinya marah besar dan segera menyuruh Sora pulang. Beruntung mereka tak melacak keberadaan Sora, andai mereka tahu apa yang Sora dan Axcel lakukan pasti tamat sudah riwayat Sora.

"Ino... Ayo balik, Bunda tahu kalau aku bolos lagi. Gawat ini... Mau ikut nggak? Jangan lupa pindai pembayarannya dulu itu. Aku tunggu di mobil ya."

Sora langsung bergegas membereskan tas, mengenakan jaketnya kembali, dan meninggalkan Ino begitu saja. Ia berniat mengambil mobilnya terlebih dahulu lalu menunggu Ino di depan gang. Ino pun menuruti perintah Sora. Setelah melakukan pembayaran nirkabel, ia juga meninggalkan uang tunai untuk tip ekstra bagi para staf, dan jumlahnya lumayan banyak.

Tapi saat keluar ruangan, Ino sangat terkejut karena suasana langsung berubah riuh ramai saat pintu ruang VIP ia buka. Ternyata sudah malam, dan tamu cafe semakin banyak. Berbagai macam tamu datang dengan pakaian-pakaian seksi, dan para pria muda sedang menikmati dentuman musik keras, berpesta dengan gelas-gelas anggur di tangan.

Ino berusaha melewati kerumunan itu dengan menahan dirinya untuk tidak ikut terbawa suasana dan malah bergabung bersama mereka. Jika saja ia tahu kalau di luar ruangan akan seseru itu, pasti Ino sudah keluar dan bergabung daripada harus terjebak dengan Sora yang bertingkah centil padanya hingga membuat dirinya sangat tak nyaman. Ino lebih suka Sora yang awal-awal ia kenal.

Menanti lama di mobil membuat Sora tak tenang karena ia juga harus segera pulang. Tapi kalau ia meninggalkan Ino begitu saja, Sora khawatir Ino melarikan diri dan tak mau pulang ke rumahnya. Sora meninggalkan mobilnya di depan gang kemudian berlari masuk ke gang itu lagi.

Ia tertawa saat melihat Ino sedang berteriak-teriak ketakutan karena dikepung perempuan-perempuan cantik yang ingin menyentuhnya dan mengajaknya berpesta. Hal itu dijadikan kesempatan untuk mengusir Ino dengan segera. Siapa tahu sentuhan wanita lain pun bisa membuat Ino pingsan.

Belum selesai memantau, ponsel Sora bergetar lagi. Ibundanya kali ini mengirim pesan ancaman agar Sora segera pulang. Sora memanggil Manajer San untuk meminta bantuannya menjaga Ino, yang ia panggil dengan nama Axcel agar Manajer San tidak kebingungan.

"Woy... Sora! Sora! Tolong... Awas-awas... Please Tante-tante, aku mau lewat! Sora, jangan tinggalin aku, weh! SORAAAAA!" Momen kocak ketika Ino tertahan oleh segerombolan tante-tante yang sedang berpesta.

***

WADUH KIRAVERS! INO KETAKUTAN SAMA TANTE-TANTE PESTA?! 😭🤣🤣

Siapa sangka sosok Ino yang dingin dan misterius malah panik setengah mati saat dikepung segerombolan tante-tante seksi di cafe! Tapi di balik momen kocak ini, rahasia besar soal masa lalu Axcel dan kematian Selena makin terbuka lebar! Ternyata Axcel ada di lokasi saat Selena meninggal?! 😱💥

Gimana nasib Ino yang ditinggal Sora pulang gara-gara diancam Bundanya?! Apakah sentuhan wanita-wanita di cafe itu bakal bikin Ino pingsan dan Axcel bangun kembali?!

Yuk, tumpahkan teori gokil dan spekulasi kalian di kolom komentar sekarang, Kiravers! 💬👇

Jangan lupa ya Kiravers:

TEKAN TOMBOL LIKE & LOVE (❤️) buat dukung Sora yang panik kabur dari ancaman ibunya!

SIMPAN NOVEL INI DI LIBRARY (TAP/BOOKMARK) kalian biar nggak ketinggalan Notifikasi Bab 25!

FOLLOW PROFILKU untuk dapat update cerita paling cepat!

Terima kasih banyak sudah setia membaca dan sampai jumpa di bab selanjutnya! Happy reading, Kiravers! 🚀🔥

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!