Indonesia
NovelToon NovelToon
2 HATI 1 CINTA SANG CEO

2 HATI 1 CINTA SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO Amnesia
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vanzhuella annoy

Tinggal dengan orang asing yang tidak diketahui identitasnya membuat gadis cantik dan mandiri bernama Kasih Aprilia mengenal cinta. Satu tahun silam, Ayahnya menemukan seorang pria tabrak lari terkapar di tepi jalan dengan luka parah di sekujur tubuhnya di tengah malam. Akibat dari kecelakaan tidak jelas itu membuat pria tampan itu mengalami amnesia, hingga berbulan-bulan di rawat di rumah sederhana itu.

Kesulitan ekonomi keluarga dan lilitan hutang, memutuskan Kasih dan kekasihnya nekat merantau ke Ibu kota. Kebetulan di sana ada sahabatnya yang bekerja sebagai Office Girls di perusahaan besar. Dari sanalah identitas pria itu terkuak.

"Aku yang mengalah karena pada dasarnya aku tidak mencintaimu El!" Kasih Aprilia

"Siapa yang harus aku pilih? Kalian berdua adalah wanita yang menempati hatiku. Jujur aku tidak bisa memilih!" Raja Baba Bahtiar


Siapakah yang akan menjadi pilihan sang amnesia? Ikuti kisahnya di 2 hati 1 cinta sang CEO.

Sekuel dari Perjanjian Pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25. Malam Mingguan

"Tidak, Bu. Saya sudah terbiasa," sahut Kasih ikut beranjak dari kursi duduknya.

Tanpa ingin mendengar penolakan Kasih, Bu Rika langsung keluar dan menemui kembali suami dan putranya.

"Sayang, tolong antar pulang Kasih. Tidak ada salahnya bukan?"

Brama yang tadinya disibukan dengan sebuah laptop, mendongak ketika suara sang Mommy yang tengah mendatanginya. Lalu pandangannya juga tertuju pada Kasih yang tengah berdiri mematung.

"Sayang, kamu bisa antar Kasih pulang kan?" Mommy Rika kembali meralat ucapannya.

"Saya bisa pulang sendiri Bu," ucap Kasih sungguh merasa tidak nyaman.

"Bisa, Mom!" ujar Brama langsung merespon cepat, bahkan laptop yang berada di pangkuannya segera berpindah tempat. Baik Mommy Rika maupun Daddy Putra saling memandang dengan dahi mengerut.

"Terima kasih Pak, tapi saya bisa pulang sendiri." Kasih masih dalam pendiriannya.

"Tidak baik bagi seorang wanita pulang sendirian di malam hari," ujar Brama.

"Aku terbiasa pulang malam, bahkan larut malam." Batin Kasih, namun tak berani ia ungkapkan.

"Kali ini saja, biarkan Rama yang mengantar kamu. Kebetulan kami masih lama di sini, sementara Rama harus segera pulang ke apartemen," ucap Mommy Rika dengan hati senang karena putranya ternyata tertarik kepada Kasih, tapi ia akan berpesan satu hal sebelum mereka meninggalkan toko.

"Biarkan Rama yang mengantar kamu Nak, sepertinya akan turun hujan," ujar Daddy Putra, akhirnya ikut berkomentar juga. Ya, kelihatan dari kaca pintu cuaca malam itu mendung dan disertai angin kencang.

Karena merasa tidak enak hati untuk menolak para orang tua, Kasih luluh juga. Biarlah kali ini ia mengalah, meski sebetulnya ia merasa tidak nyaman.

"Baiklah Pak, Bu." Kasih pun mengiyakan dengan wajah tertunduk.

Usai berpamitan, baik Kasih maupun Brama berjalan keluar toko.

"Sayang, tunggu sebentar," panggil Mommy Rika kepada putranya, hingga membuat Kasih memilih melanjutkan langkahnya, masuk ke dalam mobil.

Sementara Brama mendesis, ia sudah tahu apa yang akan di katakan wanita paruh baya itu. "Ada apa lagi Mom? Keburu nanti terjebak hujan," ujarnya seraya memeluk wanita itu dengan manja.

"Awas macam-macam! Kasih bukan wanita-wanita seperti di luar sana. Jika saja sesuatu buruk yang terjadi padanya, demi apapun Mom tidak akan memaafkanmu. Mom sudah terlalu sayang kepadanya," ucap Mommy Rika dengan serius.

Brama yang di cecar mengangkat salah satu alisnya. "Iya Mom, tenang saja. Dia spesial!" goda Brama dengan mengedipkan mata. Kemudian melanjutkan langkahnya, menyusul Kasih yang sudah masuk ke dalam mobil, namun duduk di belakang.

Brama menghela nafas karena Kasih memilih duduk di belakang, lalu ia berpikir sejenak, bagaimana cara untuk berpindah tempat duduk.

"Hmm, apa sebaiknya kamu duduk di sebelahku? Jika seperti ini sama saja aku sebagai supir," ujar Brama yang sedang bersandar di pintu sebelah Kasih, dengan jendela terbuka setengahnya, ia sengaja menekankan kata merendahkan diri.

"Maaf," ucap Kasih dengan rasa tidak enak hati, lalu kemudian keluar dari pintu sebelahnya. Seketika senyuman tipis di bibir seksual itu. Tidak ingin menghabiskan waktu untuk berdiri, Brama segera menyusul masuk ke dalam mobil.

"Pasang seatbelt, atau aku bantu pasangkan?" goda Brama yang berhasil membuat Kasih kelabakan karena tadi ia hanya memandang ke luar jendela. Tidak ingin hal itu terjadi dengan spontan ia memasangkan sendiri. Sekali lagi senyuman tipis itu terukir, Brama merasa tingkah wanita cantik itu sangat lucu dan berhasil menarik perhatiannya.

Karena mobil tak kunjung jalan membuat Kasih memutuskan perhatiannya ke luar jendela, kemudian melirik Brama yang tengah memperhatikannya dengan tatapan sungguh intens, seperti sedang menguliti seluruh tubuhnya.

Kasih menjadi kikuk, kemudian membuang muka, pura-pura tak terjadi apapun pada perasaannya saat ini. Perasaan tidak nyaman dan ingin segera keluar dari dalam mobil mewah itu.

"Pak, apa sebaiknya segera jalan? Sepertinya hujan akan turun," ucap Kasih, sengaja menekankan kalimat cuaca.

"Apa tak sebaiknya kita ke cafe? Sekedar minum yang hangat-hangat. Hmm, sepertinya sangat cocok dengan cuaca mendung seperti ini," usul Brama dengan was-was. Sementara Kasih terdiam, mencari cara untuk menanggapi usulan itu. "Ayolah, hmm anggap saja kita malam mingguan," sambung Brama seperti memohon.

"Tapi—"

"Kali ini saja."

Kasih kembali berpikir, gaya Brama membuatnya tidak bisa menolak.

"Baiklah, tapi tolong jangan begini Pak."

Seketika Brama menarik tangannya kembali, sebelumnya tangan lelaki penebar pesona kepada setiap wanita cantik dan seksi itu menangkup, seperti sedang memohon.

"Tapi, apa Bapak tidak malu membawa saya dengan—" ucapan Kasih terpotong.

"Sama sekali tak masalah," ujar Brama seakan tahu apa yang sedang dipikirkan Kasih. Dengan Kasih memperhatikan penampilannya saja ia sudah tahu.

Kasih hanya mampu menghela nafas panjang seraya meremas jari-jemarinya, kembali mengalihkan perhatiannya ke luar jendela.

Ya, Kasih saat ini mengenakan baju kaos seragam toko, dengan dipadukan celana warna hitam. Walaupun mengenakan baju kaos, namun tidak mengurangi kecantikan dan bahkan menjadi permasalahan pada penampilannya.

Tanpa ingin membuang waktu lagi dengan semangat empat lima Brama menjalankan kendaraannya dengan kecepatan sedang, membelah kepadatan kendaraan lainnya.

Cafe yang ingin dikunjungi adalah cafe tempat banyaknya muda mudi yang sedang menghabiskan malam mingguan mereka, yang hanya berjarak dua ratus meter dari toko bunga orang tuanya.

Sementara itu, dua orang paruh baya menatap mobil itu hingga menghilang dari pandangan mereka. Senyuman itu kian memudar, kemudian sang lelaki merangkul pinggang ramping itu, membawanya kembali duduk.

"Sayang, Daddy lihat, Mom sangat senang. Hmm, apa karena wanita itu?"

"Benar sayang, Mom sangat menyukai Kasih. Bahkan Mom sangat mendukung jika mereka punya hubungan."

"Sepertinya mereka tak memiliki hubungan selain atasan dan bawahan," ujar Daddy Putra seraya menyeruput kembali minumannya.

"Jika begitu, Mom yang akan bertindak langsung. Mom, lihat Rama bersikap beda dengan wanita itu, sangat berbeda dengan wanita-wanita di luar sana."

Mendengar rencana sang istri membuat lelaki paruh baya itu manggut-manggut. Ikut mendukung karena hingga sekarang, putra mereka masih ingin bermain-main dengan setiap wanita. Sementara putra sulung mereka sudah berkeluarga, bahkan sudah memberikan dua cucu kembar sekaligus.

Mommy Rika dulu adalah orang yang sana sekali tak peduli dengan siapapun, termasuk orang yang tak sederajat dengannya. Memiliki masa lalu yang kelam, masa lalu yang tidak baik membuat wanita yang memiliki dua anak ini menjadi pembelajaran.

Berkat memiliki seorang pendamping yang baik dan sangat perhatian membuatnya lebih baik lagi. Menghargai dan peduli dengan sesama. Buktinya sekarang ia sangat peduli dan bertanggungjawab dengan seluruh karyawannya. Memberikan gaji yang maksimal, bahkan setiap bulannya mereka menyumbangkan hasil kerja keras mereka di beberapa panti asuhan.

Daddy Putra sebagai suami, serta kepala rumah tangga sangat beruntung, memiliki seorang istri yang baik untuk keluarga, terutama dia dan anak-anak.

1
Siel Elzawati
lanjut Thor ..
Adara
lanjut Thor pliss
Nasya Princs
ini kok gak lanjut ya thor
Dianita
next
Jelita S
mkasih udah up y kk,,tpi jgan lama2 dong y
Zie Mien Ho
😭😭😭😭😭
Jelita S
kok lama banget sih up nya thor
Jelita S
y ampun thor lama banget sih up nya
Siti kasanatun
up yg banyak thor
Bankit Susanto
stiap orng pasti berubah seiring berjlannya wkru sma sprti rika yg dlu pnya sisi tdk baik mnjdi baik krna mndpatkan pndmping yg tlat sprti putra. dna bsa ja sifat dna sikap rama bkalan berubah jka dia sdah mndptkan hti kasih spnuhnya dan mnggeser cnta kasih utk raja.
Bankit Susanto
wlaupun rama playboy tpi aq ykin si hdup kasih akan bhgia sma rama lupakan raja aja kasih dan bka lmbran baru krna aq ykin takdirmu tdak bsa bersma raja dan mngkin takdirmu hnya bsa mnjdi saudara sepupu.aq berharap kasih akan bhgia brsma rama
Rose Mustika Rini
klw sama Rama pasti gigit jari si Raja. Secara Rama sepupunya, mantan kekasih jadi ipar
Dianita
maunya kasih sm raja aja😃😃
Nasya Princs
yes.aku suka aku suka😄
Dianita
next
Zie Mien Ho
ooo... Bram ini anaknya Putra dan Rika... hhhmmm persaingan antar saudara ya.. meski Mami Gia dan Mama Rika saudara tiri...
Entang Sukmawati
makin seru nih ceritanya rutin up nya tiap hari dong
Bankit Susanto
iya jodohin ja kasih sma bram aq ykin lama kelamaan kasih bkalan lupain raja dan jga membuka htinya buat bram lagian bram jauh lbh baik dri raja. dan aq ykin jka nnti raja kehilangan kasih dia bkalan mnyesal tlah mlepaskan kasih dan lbh memilih kanaya. aq blm yakin sma kanaya wnita baik baik ibunya ja tegaa mrendahkan kasih dn mnjtuhkan hrga dri kasih sdh pasti kelakuan ibunya tak berbeda jauh dngan kelakuan anknya. aq hrap bram jdoh terbaik kasih.
Nasya Princs
udah jodohin mereka aja thor
Dianita
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!