Indonesia
NovelToon NovelToon
Trauma Nayara

Trauma Nayara

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Persahabatan / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: ZiOzil

Sewaktu masih di sekolah dasar, Naya pernah di-bully oleh teman sekelasnya karena penampilan fisiknya yang lucu, dia bahkan sampai mengalami trauma dan enggan pergi ke sekolah lagi, sehingga memutuskan untuk homeschooling dan menutup diri dari dunia luar.

Tapi saat SMA, Naya dipaksa sang ayah untuk bersekolah di sekolah umum sehingga membuat dirinya bertemu dengan dua pemuda berbeda karakter yang membuat hari-hari Naya berubah drastis.

Bagaimana kisahnya?
Yuk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24.

Galang baru saja tiba di D'Raja Resto. Langkah lebarnya menuju ruang ganti karyawan terhenti saat suara Doni menyerbu indera pendengarannya.

"Lang, lo disuruh ke ruangan Pak Damian sekarang!"

"Ada apa?" tanya Galang bingung. Dia tak merasa melakukan kesalahan, mengapa harus dipanggil ke ruangan manajer?

"Mana gue tahu! Udah buruan sana!" Doni mendorong pundak Galang.

Dengan ragu dan penasaran, Galang berjalan menuju ruangan yang dimaksud.

Galang mengetuk pintu, dan terdengar suara teriakan yang memintanya masuk. Galang pun membuka pintu dan masuk perlahan.

Pak Damian tersenyum menyambut kedatangan Galang, sementara pemuda itu hanya melirik seseorang yang duduk di hadapan Pak Damian, seseorang yang sudah lama sekali tak dia lihat, bahkan mungkin tak ingin dia lihat.

"Ada apa Bapak manggil saya?" tanya Galang pura-pura mengacuhkan pria di sampingnya itu.

"Pak Surya ingin bicara dengan kamu," jawab Pak Damian.

Pria paruh baya bernama Surya itu tersenyum dan menyapa Galang dengan ramah, "Kamu apa kabar, Lang?"

Galang tak membalas sapaannya dan langsung membuang muka.

"Maaf, Pak Damian. Saya harus kembali bekerja." Galang berbalik dan hendak keluar dari ruangan itu.

"Galang, tunggu!" pekik Surya, membuat langkah Galang terhenti di ambang pintu.

"Ada hal penting yang harus kita bicarakan," lanjut Surya.

"Aku rasa enggak ada yang perlu kita bicarakan lagi," sahut Galang dingin.

"Lang, tolong dengarkan dulu! Papa mohon kamu pulang karena keluarga Marsha akan berkunjung ke rumah, kita akan membicarakan pertunangan kamu dan Marsha," beber Surya.

Galang sontak berbalik menatap Surya dengan tajam dan penuh kebencian, "Apa-apaan ini? Kenapa Papa seenaknya mengambil keputusan?"

"Lang, Papa sudah berjanji dengan Robert, lagipula ini juga demi kebaikan kamu," sahut Surya.

"Tahu apa Papa tentang kebaikan ku, haa? Kalau Papa memikirkan tentang kebaikanku, Papa enggak akan menyakiti aku dan Mama!" sungut Galang marah.

Pak Damian hanya bergeming mendengar perdebatan ayah dan anak itu, dia tak lagi kaget sebab sudah mengetahui semuanya.

"Lang, itu sudah berlalu. Lagipula apa yang terjadi antara Mama dan Papa enggak seperti yang kamu pikirkan!"

"Aku enggak peduli! Sekarang aku peringatkan, jangan mengatur hidupku! Karena Papa enggak berhak melakukan itu!" kecam Galang.

"Lang! Berhenti bersikap seperti ini!"

Galang tak menjawab, dia hanya mengembuskan napas sambil membuang muka. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu dan buru-buru merogoh tasnya lalu mengeluarkan selembar kertas.

Galang melangkah mendekati Pak Damian dan meletakkan lembaran surat itu di hadapan sang manajer.

"Pak, tolong tanda tangan disini!" ujar Galang penuh harap.

"Apa ini, Lang?" tanya Pak Damian heran.

"Surat persetujuan orang tua untuk study tour dari sekolah, Pak. Saya butuh tanda tangan Bapak sebagai wali pengganti orang tua saya," jawab Galang.

Pak Damian langsung terdiam dan memandang Surya yang juga sedang menatap mereka. Surya menganggukkan kepalanya, dan Pak Damian segera menandatangani surat persetujuan itu.

"Terima kasih, Pak. Saya permisi." Galang meraih kembali surat itu dan bergegas pergi dari ruangan Pak Damian tanpa menyapa sang ayah.

Surya hanya menghela napas berat melihat sikap putranya itu. Sudah beberapa bulan ini Galang pergi dari rumah dan memusuhinya, namun dia tetap memantau putranya itu.

***

Riva sudah duduk manis di ruang makan rumah Naya, di atas meja terhidang banyak sekali menu makanan buatan Hariadi.

"Wah ... banyak sekali makanannya, pasti lezat banget nih," ujar Riva sumringah.

"Pasti dong! Ini masakan rumahan ala chef Hariadi," sahut Hariadi bangga, "mari silakan!"

Riva mengangguk, "Iya, Om."

Riva mulai meletakkan nasi dan beberapa lauk pauk ke atas piringnya lalu menyendok nya dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Hem ... enak banget!" puji Riva dengan mulut yang penuh.

"Tuh kan benar. Ayo, makan yang banyak!" pinta Hariadi.

Sementara Naya yang duduk di samping Riva hanya tersenyum canggung, karena baru kali ini ada teman lelaki yang makan malam bersama keluarganya.

Tanpa sepengetahuan mereka, Nino diam-diam memotret Riva dan Naya yang sedang makan lalu mengunggahnya ke grup sekolah dengan caption "MAKAN MALAM BARENG CALON IPAR."

Unggahannya itu sontak ramai diserbu berbagai macam komentar.

Sementara itu di D'Raja Resto ....

Galang yang sedang break makan malam pun iseng membuka isi chat grup sekolah dan matanya melotot dengan rahang yang mengeras demi melihat postingan yang diunggah Nino tadi.

Galang mengeraskan rahang sembari menggenggam erat telepon genggamnya.

***

1
Ellasama
thor masa nggak dilanjut in sih kan nanggung padahal cerita nya seru 😩😩😩
Enisensi Klara
Keren kakak 😍😍😍
Author Gabut.: terima kasih kak.🥰
total 1 replies
Enisensi Klara
ini baru juga Kaka
Author Gabut.: iya kak, ini baru juga.
total 1 replies
Kristin Damayanti
seru Thor lanjut😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!