Indonesia
NovelToon NovelToon
Eliezer

Eliezer

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: maheer qirani

Vonis mati yang hakim berikan pada mantan jendral polisi Megantara atas tuduhan kepemilikan ratusan kilogram obat terlarang membuat awal kehancuran di hidup Rami/Eliezer, dia harus menjadi seorang anak yatim piatu diusianya yang masih 6 tahun hingga takdir mempertemukannya dengan sepasang suami istri yang sangat baik hati dan mengangkatnya menjadi seorang anak

Atas kasus ini pula masyarakatpun mengecam pak Megantara atas tuduhan yang sebenarnya tidak dia lakukan. kepercayaan masyarakat akan citra polisi sebagai pelindung rakyat pun perlahan turun karena kekecewaannya pada sang mantan jendral polisi Megantara.

Mampukah Eliezer mengungkap siapa pemilik barang haram sebenarnya dan membersihkan nama ayahnya kembali?
Saksikan kisah serunya yuk.
jangan lupa tinggalkan like, komentar dan vote di setiap episode nya ya. happy reading guys 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maheer qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyerahkan berkas

Sesampainya di depan rumah Adiyasa, El mengumpulkan tenaga dan kesabarannya untuk bertemu dengan sang pembunuh kelurga dia agar bisa menahan amarahnya.

El pun mulai menekan bel rumah hingga seseorang keluar membukakan pintu untuknya.

Seorang asisten rumah tangga yang sudah cukup berumur mempersilahkan El masuk karena majikan sudah menunggunya di ruang tengah.

El pun mulai melangkahkan kakinya kedalam rumah Adiyasa, saat El masuk, jendral Adiyasa langsung memanggil dan menyambutnya dengan hangat.

"Eliezer, nama yang bagus, Andra sudah banyak bicara mengenai mu, duduklah nak"

Ucap Adiyasa menyambut El.

El pun merasa heran mengapa dia bisa bersikap ramah kepadanya? Apa saja yang sudah pak Andra katakan tentang dirinya kepada Adiyasa.

Jendral Adiyasa pun segera menanyakan berkas yang dia minta pada Andra.

"Apa berkasnya aman?"

Tanya Adiyasa pada El.

"Berkas aman pak"

Jawab El dengan tegas dan segera memberikan berkas tersebut padanya.

Adiyasa pun segera menerima berkas kematian Megantara dan keluarganya, perlahan dia membuka lembar demi lembar berkas tersebut, El pun hanya bisa diam melihat apa yang Adiyasa lakukan dihadapannya.

"Aman, terimakasih kamu telah menjaga berkas ini sampai di tanganku"

Ucap Adiyasa pada El.

"Sama-sama pak, apa ada yang bisa saya bantu lagi?"

Jawab El berusaha bersahabat dengan Adiyasa dengan menatap ke arahnya.

Saat melihat tatapan El padanya, Adiyasa sangat terkejut, terngiang teriakan Rami saat menembak dirinya di mimpi, tatapan anak itu sama percis dengan tatapan El saat ini padanya.

"Astaga, apa ini?"

Jantung Adiyasa pun berdegup kencang karena rasa khawatirnya, keringat dingin bahkan membasahi kening kepalanya.

"Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja pak? Apa kita pergi ke klinik saja"

Ujar El pada Adiyasa yang melihat dia seperti ketakutan dan gelisah saat melihatnya.

"Tidak usah, tidak usah nak, saya baik-baik saja, mungkin saya hanya perlu istirahat sebentar"

Jawab Adiyasa yang mengusir El secara halus,

El pun mengerti dengan semua yang Adiyasa katakan kepadanya, namun dia penasaran mengapa Adiyasa terlihat sangat takut dan khawatir saat melihat tatapan matanya.

***

Di rumah, Bu Maria sengaja menyiapkan makan sore untuk El dan keluarganya, dia tidak ingin membuat El merasa curiga jika saat ini mereka sedang dalam masalah. Melihat Bu Maria sibuk sendiri, Patricia pun akhirnya berjalan menuju Bu Maria berharap dia bisa membantunya.

"Apa ada yang bisa aku lakukan dok?"

Tanya Patricia membuat lamunan Bu Maria pecah karena terkejut.

"Oh Patricia kamu mengejutkanku? Kamu sedang apa disini? Bukankah kamu harus istirahat?"

Jawab Bu Maria balik bertanya.

Patricia pun mengatakan jika dirinya tidak bisa tenang, dia juga tidak mengantuk, akhirnya dia memutuskan untuk membantu Bu Maria.

"Baiklah kalau begitu kemari lah bantu ibu masak untuk El ya?"

Jawab Bu Maria mengajak Patricia untuk masak dengannya.

Dengan senyum bahagia, Patricia pun bersedia Bu Maria banyak sekali bercerita tentang makanan kesukaan El dan makanan yang tidak dia suka.

Patricia pun antusias mendengarkan semua tentang El.

"Dia anak yang baik dan sopan, kamu beruntung memiliki el"

Ucap Bu Maria diujung ceritanya.

"Memangnya El kerja apa Bu?"

Sebuah pertanyaan Patricia yang membuat Bu Maria terdiam. Tidak mungkin dia mengatakan pada Patricia jika Eliezer adalah seorang polisi, sedangkan dia sangat benci pada polisi.

1
maheer qirani
good
maheer qirani
mohon maaf ya ka ..untuk smntara waktu..David Hiatus dulu 🙏🏻
barokah
kebiasaan masyarakat kita memeng bgini nih thor... asal menuduh seseorang tnpa ingin tahu yg cerita yg sebenarnya spt apa?😐
barokah
bagus bagus bgt thor 😍😍
Mariyatun Atun
mau banget dong cerita elliazer season kedua🤩🤩😍😍😘😘
maheer qirani: allhmdllh trimkasih KA sudah setia stay di kisahnya Eliezer 🙏🏻🥰🥰
insyallh scpatnya nnti rilis season 2.
ambil nunggu rilis simak juga karyaku yg lain yuk 😍😍
total 1 replies
Nurlina
Mw season 2 nya
khazanah
adiyasa sdg berperan mnjadi kompor nih kayaknya 😁
khazanah
widih keren bgt thor ♥️♥️♥️
khazanah
next
khazanah
lnjut
khazanah
tambah seru thorr... next
khazanah
wih tmbh seru thor ...jgn dulu tamat donk
khazanah
next
khazanah
tambah seru thor.... lanjut
khazanah
nahhhhh itu betul rebecca ...
khazanah
ooohhh so sweet..... ♥️♥️♥️
khazanah
jangan el...kamu jangan menywrahkan diri .

si adiyasa belum tertangkap dan mendpat hukuman yg pntas atas kjhtannya loh...
khazanah
mmmmmmh jadi el punya tim

bagus ell..lanjutkan
khazanah
niat mulia memamg akan selalu di lindungi oleh allah ...semoga kamu baikbaik saja bisma ....dan bisa menyelamatkan adikmu si eliezer..
khazanah
oh astaga bisma ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!