Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Chika

Kisah Chika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arzeerawrites

Ini hanya cerita tentang Chika yang kurang mendapatkan kasih sayang dari papanya setelah kehilangan mama kandungnya. Kemudian Ia harus beradaptasi dengan Valerie Ibu tirinya. Tidak mudah bagi Chika yang begitu membenci ibu tirinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Gue pernah liat lo sama cowok di kafe gitu kalau nggak salah. Lo sama siapa? Selingkuhan lo 'kan?"

"Sama anaknya Mama,"

Chika tersenyum miring mendengar jawaban dari ibu sambung itu. Jujur sulit untuk percaya karena pikirannya selalu negatif kalau sudah berhubungan dengan Valerie.

"Jangan bohong deh lo. Gue tau lo ngibulin gue 'kan?"

"Terserah kamu, Sayang. Mama nggak pernah selingkuh kok,"

"Udah tobat atau gimana?"

Valerie hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan anak sambungnya itu. Walaupun pertanyaan yang dilontarkan Chika sebenarnya termasuk ranah privasinya dan kemungkinan besar siapapun yang mendapat pertanyaan itu akan merasa tersinggung.

Tapi berhubung Valerie sudah biasa menghadapi tingkah anak sambungnya itu, jadi Ia tidak masalah mendapatkan pertanyaan semacam itu dari Chika.

"Lho, kok nggak lanjut makan, Sayang?"

Valerie kaget ketika Chika tiba-tiba meninggalkan meja makan. Dengan ketus Chika menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Valerie "Malas makan di sini, mending makan di luar,"

"Makan di luar maksudnya jajan? Kurang baik untuk kesehatan kamu. Kalau masakan rumah 'kan,"

"Kamu jangan ngatur aku bisa nggak sih? Hah? Nggak usah ngatur-ngatur! Karena kamu nggak ada hak. Eh jadi ngomong pakai aku kamu deh, salah gue. Terlalu lembut ngomong aku kamu ke lo, harusnya nggak boleh,"

"Ya udah mau kayak gimanapun kamu ngomong ke Mama, nggak apa-apa kok, Mama nggak masalah. Lanjutin makan nya ya, Chik,"

Chika merotasikan bola matanya kesal mendengar ucapan Valerie. Tanpa peduli, Chika tetap meninggalkan ruang makan. Padahal makanan nya belum habis bahkan baru dimakan sedikit tapi Chika sudah tidak mau lagi. Entah kenapa seleranya langsung hilang ketika Valerie datang, ikut makan nersamanya di meja makan, lalu Ia nendapatkan jawaban atas pertanyaan yang Ia lontarkan dan jawaban dari Valerie itu tidak masuk akal.

Mana mungkin yang Ia lihat di kafe itu Valerie dengan anak lelakinya. Chika tidak percaya, dan tidak akan penrah percaya. Ia yakin itu selingkuhannya Valerie.

"Chik, jangan pergi, habisin dulu makanan kamu, Chik. Lagian kamu mau kemana, Sayang? Hmm?" Sebelum Chika benar-benar pergi dari ruang makan.

"Diem deh! Nggak usah komentar soal apapun tentang gue! Gue nggak minta komentar. Suka-suka gue lah mau kemana,"

Tentu Chika tidak akan diam begitu saja ketika dilarang oleh ibu sambungnya untuk pergi dan menghabiskan makanannya.

"Sayang,"

Chika benar-benar pergi mengabaikan larangan Valerie yang tidak mau Chika pergi meninggalkan makanannya begitu saja.

"Mending gue pergi sama Elina, ketimbang di rumah, mending juga gue makan sama Elina daripada makan sama perempuan ular itu. Dia kesenengan itu makan sama gue,"

Chika langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Elina. Ia akan mengajak Elina pergi ke mall. Tanpa bicara sebemumnya pada Elina yang entah mau atau tidak diajak pergi, yang penting Chika mengajaknya dulu. Kalau sudah didatangi di rumah barangkali Elina mau.

Tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya Chika tiba di rumah Elina. Ia langsung menekan bel rumah Elina dan tak lama kemudian langsung dibuka. Kedatangan Elina disambut oleh asisten rumah tangganya Elina.

"Permisi, Elina ada ya, Bi?"

"Ada, Dek Chika. Mau dipanggilin?" Tanya Bibi yang sudah mengenal Chika karena memang beberapa kali pernah datang ke rumah.

"Iya minta tolong, Bi,"

"Ya udah masuk dulu yuk,"

Chika tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia langsung mengikuti langkah Bibi yang mempersilahkannya untuk duduk.

"Mau minum apa?"

"Nggak usah, Bi. Aku mau langsung pergi aja sama Elina,"

"Coba Bibi panggil dulu Elina nya,"

Bibi langsung bergegas ke kamar Elina untuk memanggil Elina sebab temannya sudah menunggu di ruang tamu ingin pergi dengannya.

Chika sudah bisa membayangkan kalau temannya itu pasti jaget ketika asisten rumah tangganya nanti bilang Ia sudah menunggu di bawah. Chika tertawa dalam hati. Kalau Elina sudah tahu Ia menunggu di ruang tamu, dan mau pergi, pasti Elina langsung siap-siap, itu kalau Ia mau pergi.

Tapi kalau tidak mau, Elina kemungkinan akan menghampiri Chika langsung di ruang tamu setelah mendnegar ucapan Bibi.

"Dek El, ada temannya itu di bawah, udah nungguin mau langsung pergi katanya,"

"Teman aku, Bi? Siapa?"

"Chika,"

"Hah? Dia bilang mau jalan sama aku?"

Bibi menganggukkan kepalanya dengan wajah yang pokos. Apa yang Ia dengar dari Chika maka itulah yang Ia sampaikan kepada Elina.

"Ya udah deh aku siap-siap dulu, makasih ya, Bi udah ngasih tau aku,"

"Okay siap, Bibi izin ke bawah lagi,"

Elina menganggukkan kepalanya dan setelah Bibi pergi meninggalkan kamarnya, Ia langsung bersiap.

"Sejujurnya gue bingung sih. Chika mau ngajakin gue pergi kemana deh sebenarnya? Gue bingung banget. Orang nggak ada janjian, kok dia tiba-tiba ke sini? Tapi ya udahlah, daripada gue nggak jelas mau ngapain di rumah aja, mendingan gue jalan sama Chika biar nggak bosan,"

Elina bingung tapi senang juga karena Chika datang ke rumahnya dan mengajaknya untuk pergi. Kebetulan Ia bosan di rumah. Sebenarnya bosan terus karena memang banyaknya di rumah.

Elina mengganti baju, make up tipis, menggunakan parfum, dan menguncir rambutnya. Setelah itu Ia menyiapkan sling bag yang langsung Ia isi dengan dompet berisi uang chas dan identitasnya, juga ponsel genggam. Setelah siap semuanya, Ia langsung bergegas turun ke lantai dasar

"Akhirnya turun juga. Lama banget sih," ujar Chika seraya menatap temannya itu dengan sinis.

"Ya elah ini mah bentar, lama darimana?"

"Lama ah. Udah nungguin dua jam tau,"

"Lebay!"

Chika tertawa mendengar ucapan Elina. Ia memang hanya bercanda saja. Sebwnarnya tidak sampai dua jam Ia menunggu, sepertinya dua puluh menitpun tidak sampai.

"Ya udah ayo kita berangkat," ujar Chika yang langsung diangguki oleh Chika.

"Eh tapi sebenarnya kita mau kemana sih, Bestie?"

"Mau kemana aja terserah lo deh yang penting gue nggak di rumah. Gue males banget di rumah. Tadi gue makan, terus disamperin Valerie, dan dia ikutan makan dong, gimana gue nggak kesal? Ya udah gue tinggal aja tuh orang. Makin badmood pas dia bohongin gue,"

"Soal apa?"

"Gue pernah liat dia sama cowok di kafe gitu. Gue yakin cowok itu selingkuhan dia. Gue panas banget waktu ngeliat dia sama cowok ya karena bokap gue berarti diselingkuhin 'kan. Nah tadi pas gue tanya ke dia, katanya itu bukan selingkuhan dia, itu anaknya dia. Terus dia bakal mikir gue percaya gitu? Mana mungkin! Gue yakin itu selingkuhan dia,"

"Tapi emangnya lo udah ngeliat muka si cowok itu?"

"Nggak kebetulan waktu itu posisinya belakangin gue. Tapi duduk sama cowok berdua, di kafe, nggak sama suaminya, itu apa kalau bukan selingkuh?"

Sudah sekian kali Chika melihat Valerie bersama seorang pria dan Ia masih yakin kalau pria itu adalah selingkuhan ibu tirinya itu.

1
Lely Purwanti
Ya memang kebanyan seorang ayah kalau sudah dapat istri baru jadi lupa dgn anak nya yg seharus nya dia lindungi dan sayangi udah ketutup hatinya dgn istri tersyang nya takut gk di kasih jatah mlm,,kasian anak seperti chika lebih baik dia pergi dari rumah itu biar gk sakit hati terus chika hati nya baik pasti bnyak orng yg sayng si luar sana...
Rafika Adami
kluar aja chika dr rmh dr pd d pukul trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!