Sebuah perjodohan mengantarkan Ayana harus menjadi wanita yang kuat dan tangguh menjalani mahligai rumah tangga bersama langit, Langit yang memiliki sikap playboy membuat Ayana harus membentengi hatinya agar tidak jatuh hati pada langit, pernikahan mereka begitu dingin meskipun sudah di karuniai seorang putra namun di pernikahan yang ke empat tahun mereka di karuniai seorang anak lagi ,Ayana hamil anak ke dua dari anak ke dua ini langit mulai menyadari perasaan nya terhadap Ayana , langit lambat Laun dia mulai berubah yang tadinya jarang pulang dia semakin sering pulang , langit yang biasanya menghabiskan waktu hanya bersama para sahabat kini dia mulai berubah dia sekarang menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya yang mulai menghangat dan tidak sedingin beberapa waktu terlewatkan namun naas Ayana dan langit harus menerima sebuah kenyataan baru saja mereka menikmati manis nya sebuah pernikahan harus hancur oleh orang terdekat akan kah mereka bisa bertahan atau tidak terselamatkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Distia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Langit mengepalkan tangan dia tidak terima atas berita yang di kirim Keysha,
"setahu ku hanya sahabat Ayana yang tahu, Kenapa mereka tega dan tidak menyangka sama sekali membuat berita murahan ini."gumam langit penuh emosi
Ayana berdiri di depan langit,"aku udah ganti dan akan segera berangkat."pamit Ayana pada langit yang masih fokus menatap layar ponsel.
Langit mendongak,"Cantik banget mama nya Ray dia seperti bidadari tapi sayang dia nggak cinta sama gue."Dumel langit dalam hati
"kenapa malah bengong?"tanya Ayana kesal
"Ay kamu bener nggak cinta sama aku?"Tanya langit malah bertanya aneh
Ayana sudah gemas rasanya ingin meninju langit,dia lagi buru-buru malah nanya soal cinta nggak nyambung banget pikir Ayana.
"Aku nggak cinta,"Balas Ayana datar
"Iya aku juga tahu karena cinta kamu hanya untuk si Javier."Ketus langit
"Langit klien aku udah otw menuju tempat kita janjian ,jadi aku buru-buru kalau bahas tentang dia nggak akan kelar sampai besok juga."Ayana terpancing emosi nya kesal dengan tingkah kekanak-kanakan nya langit.
"Iya , seperti kamu dan masa lalu mu belum kelar-kelar."Balas langit menyebalkan
Ayana di buat semakin gemas oleh langit menyebalkan dan sok Ayana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan untuk meredakan emosi.
"Langit aku sedang tidak ingin berdebat jadi kamu nggak usah mancing-mancing terus bisa kan?"Timpal Ayana berusaha sedatar mungkin.
"Ya sudah aku kan hanya bertanya bukan untuk ngajak debat, share Lok nya aku akan antar, Jangan bilang kamu nggak tahu nomor aku lagi kebangetan kalau memang benar."
Ayana langsung membuka ponsel mencari nomor langit sambil dia berjalan mengikuti langit keluar menuju mobil , sesampai di mobil Ayana masih mencari dan belum ketemu nomor nya langit, langit mendekat pada wajah ayana menatap horor.
"Astaga langit bisa tidak nggak usah ngagetin dan nggak usah natap aku begitu?"
Ayana terperanjat kaget melihat wajah langit sudah di depannya.
Langit semakin mendekat lalu dia memasang seat belt pada Ayana dengan wajah datar.
"kalau mau memasang kan seat belt bisa tidak Bilang dulu nggak usah ngagetin aku?"
Langit masih diam dan tidak beranjak dari hadapan Ayana dan dia malah mepet pada ayana.Ayana memundurkan kepalanya karena dia agak seram dengan tatapan langit yang horor.
"Benarkan kamu tidak punya nomor aku?"Tanya langit dingin dan semakin mendekat pada wajah ayana tangan nya pun menahan kepala bagian belakang Ayana agar Ayana tidak kembali menghindar.
Ayana bingung karena memang benar Ayana tidak menyimpan nomor langit jadi dia sulit mencari nama langit di kontaknya di pesan apa lagi karena banyak pesan yang masuk entah dari siapa Ayana juga tidak tahu.
"Sudahlah ribet banget aku juga hapal tempat nya tidak perlu Sherlock segala.",Balas Ayana dia tidak ingin ambil pusing
Langit semakin menatap Ayana dengan tatapan sulit di artikan,dia sekilas membuang wajah kesamping lalu dia kembali menatap istrinya.
"Langit jangan seperti ini kita harus berangkat!"
Langit melepaskan Ayana lalu tanpa satu patah katapun dia langsung menancap gas melaju kan mobilnya dan Ayana tidak peduli sama sekali dia hanya menyebut alamat yang dia tuju saja.
Di mobil hening tidak ada yang saling berbicara mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing,
Tidak terasa mereka pun sampai ke tempat dimana Ayana janjian dengan klien,Ayana pun langsung melepas seat belt nya dan akan turun tetapi tangannya di cekal oleh langit Ayana pun menoleh dan menautkan kedua alisnya penuh tanya.
"Mana ponselnya?"Tanya langit dingin
Ayana tidak banyak bertanya lalu dia memberikan ponsel milik nya pada langit , yang langsung di ambil oleh langit lalu dia mengetik di ponsel milik Ayana sebentar dan dia pun langsung mengembalikan kembali ponsel Ayana ke tangan Ayana.
lalu dia dengan cepat mengikis jarak pada Ayana dan langsung mengecup seluruh wajah Ayana dan tidak lupa juga dia melumat bibir Ayana yang sedari tadi membuatnya ingin segera melahap.
Ayana mencoba melepas tautannya dari langit karena dia sudah melihat klien nya masuk ke salah satu restoran tempat mereka temu janji.dan Ayana pun berhasil melepaskan nya lalu dia melihat bibir terlihat lipstik nya sudah tidak berbentuk.
"Aku udah rapih langit!!"Geram Ayana lalu dia membetulkan lipstik nya kembali tidak memoles hanya membetulkan saja.
Langit hanya tersenyum dia menatap ke depan dengan tatapan cuek dia masih kesal karena nomornya tidak di simpan oleh Ayana.
setelah merapikan lipstik nya dia segera turun dari mobil untuk menemui klien.
Langit menurun kan kaca lalu dia melongokan wajahnya keluar."Nanti aku nyusul ke ragunan dan hubungi aku kalau sudah di tempat."Ucap langit dia memberitahu kan pada istrinya akan menyusul setelah itu mobil melaju meninggalkan Ayana .
Ayana berjalan dengan santai menuju ke dalam restoran dan disana juga sudah ada asisten nya.langkah Ayana terhenti manakala dia mendengar ucapan salah satu pengunjung disana.
karena Ayana Penasaran dia pun membuka ponsel nya dan disana di grup yang berisi sahabat nya sudah mengirimkan berita yang sempat dia dengar dari pengunjung disana.
Ayana langsung terdiam,